
duo itu.pria brengsek dan ray terlihat serasi.
bahkan mereka terlihat santai walaupun terkepung oleh werewolf.
hingga tak ada lagi werewolf.duo itu sudah menghabisi semuanya tanpa tersisa.
saat dirasa situasi sudah aman.merlina dan aku pun turun.
"seperti biasa.kalian memang the best kalo berburu apa lagi bersama!"puji merlina.
"tentu saja.kami adalah twice death!"ujar ray sembari berpose aneh.
"benarkan blood hunter?"ujar ray dengan sedikit menggoda.
abraham hanya menjawab dahamam "hmm!"tanpa menoleh sedikit pun kepada kami.
sikap nya membuatku kesal.aku merasa bahwa abraham adalah orang yang sombong hanya karena ia mempunyai julukan yang keren dan seperti punya kedudukan yang tinggi.
abraham hanya tak acuh dan kembali memunguti inti monster.membuatku berpikir bahwa ia adalah...
"orang yang serakah..."
ray hanya bisa mengehela napas,memaklumi sikap partnernya itu.
kami pun mulai menghitung jumlah inti monster yang kami dapat.
total kami mendapat 60 inti monster hijau,40 kemurnian tingkat rendah dan 30 kemurnian tingkat tinggi.
jika di jual mungkin kami bisa mendapatkan 300 penny!!!.
kami mulai membagikan inti monster tersebut. masing-masing dari kami mendapat 15 inti mosnter.
aku mendapatkan 10 inti monster tingkat rendah dan 5 tingkat tinggi.itu juga sama yang di bagikan ke yang lain.
dan yang tersisa hanya 10 inti monster tingkat tinggi.
"aku akan mengambil sisanya"ujar abraham ranoa meminta pendapat kami sama sekali.ia langusng mengambil inti monster tersebut dan menaruhnya di kantung dalam jubahnya.
ray dan merlina hanya menghela napas.lagipula dia juga yang memimpin perburuan ini.
tapi dari sudut pandangku.hanya menambah kesan bahwa abraham orang yang serakah akan uang.
auuuuuuu!!!!
terdengar suara aungan keras dari arah timur kota.sosok werewofl raksasa mengaung keras di atas sebuah menara.
ia memiliki bulu putih yang lebat,dengan tanduk seperti rusa.
"werewolf queen!!!"ujar abraham terlihat terkejut dengan kemunculannya.
"bagaimana bisa ada werewolf queen di sini?!"
abraham menengok ke arah langit.bulannya berubah menjadi merah darah.
yang artinya bahwa ini malam ini adalah malam yang berbahaya.
"sial!"tukas pelannya.
abraham pun mengeok kearah jalanan di seberang barat.
sekawan werewolf tampak berlarian menuju kami.ray segera bersiaga mengeluarkan dua belati gandanya.
salah seorang werewolf sempat menyerang abraham,sebelum ia sempat melancarkan cakarnya.
abraham mengelak sehingga ia selamat dari serangan diam-diam.
merlina mengeluarkan tongkat sihirnya,bersipa merapal mantra.
aku hanya bisa bergetar ketakutan.ini lebih dari apa yang aku pikirkan.
orang-orang yang berada di dalam rumah mereka tak berani membuka pintu maupun jendela.mereka takut jika para werewolf masuk jika mereka membukakannya.
yang artinya,tak ada jalan untuk kabur lagi.dari barat,utara,selatan,dan timur sudah di kerumuni gerombolan werewolf.
werewolf itu melompat maju,mengayunkan cakarnya pada abraham.
abraham dengan satu ayunan pedangnya,menebas werewolf itu menjadi dua bagian.
"bagaimana mereka tahu posisi kita,bukannya kita sudah memakai potion axela untuk menyamarkan bau kita!?"ujar abrahama dengan nada tinggi.
dari sorot matanya aku tauu bahwa ia marah besar.
semua orang terdiam,mereka tak berani mengeluarkan suara sama sekali.
abraham menatap kami bertiga,tatapannya bagaikan dewa kemantian yang menatap ketiga mangsa yang salah satunya akan menjadi korbanya.
dan akulah korbannya.
abraham melihat diriku bergetar ketakutan,keringat membasahi tubuhku.
"kau...tidak menggunakan potion itu bukan?!"ujar abraham.matanya menatap tajam bagiakn silet ke arahku.
aku hanya terdiam,gemetar ketakutan menunduk ke bawah.
melihat reaksiku,abraham tahu bahwa aku tidak menggunakan potion yang ia berikan.tangannya memegang erat kedua senjatanya,mata membalak marah.
"kau bajingan!!"
abraham hendak maju seperti hendak memukulku sebelum ray menghalangi langkahnya.
"tenanglah kawan!.dia masihlah seorang pemula"ujar ray.ia menahan tubuh abraham dengan kedua tangannya.
"ray benar,lady masihlah seorang pemula.jadi wajar jika ia merasa jijik dengan potion .sehingga dia tidak mau melumuri tubuhnya dengan itu"ujar merlina seperti tahu mengapa aku tidak menggunakan nya.
abraham masih terlihat marah,ia melirik ke arahku.
matanya yang merah bercahaya,di tambah aura kemerahan yang ada di tubuhnya yang seakan membentuk sosok iblis yang menatap penuh amarah padaku.
tanpa ku sadari,mataku berkaca-kaca karena takut.
saat abraham melihat air mataku mengalir turun ke pipiku.
abraham terdiam sesaat,ia mendengus kesal."sialan!"
ia berbalik,mencoba menenangkan dirinya sendiri.
di rasa suasana sudah kembali tegang.semuanya pun menghela napas lega.
merlina melihat ke arah ku.ia sangat terkejut mendapati diriku terduduk dengan mata berkaca-kaca.
dengan sigap ia memelukku,ia mengelus-elus rambut bagian belakangku dengan lembut.
"suda tidak apa sayang,semua baik-baik saja"gumamnya lembut.
aku seakan ingin menangis.aku mencoba menahannya.
"sudah sudah.menangislah jika perlu"gumam lembutnya seperti seorang ibu dengan anaknya.
aku hanya membenamkan kepalaku ke pundak kanannya.membiarkan air mataku keluar membasahi pipiku.
tanpa ku inginkan,aku menagis nyaring di pelukan merlina.
ray menatapku prihatin,sementara abraham....
tetap menatap ke arah gerombolan serigala yang sedang menuju kemari.seakan tangisku dianggap angin lewat.