As Sweet An Ice Cream

As Sweet An Ice Cream
permainan dimulai!



Laila menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya, ketika merasakan cahaya matahari masuk dari celah gorden kamarnya.


Hari ini adalah hari minggu, dimana hari yang sangat ditunggunya, untuk bersantai ria, nonton film sepuasnya, nggak perlu repot bangun pagi buat siap-siap pergi ke sekolah, yang nyata.. Hari minggu adalah hari libur mandi pagi bagi laila. Tapi itu, hanya angan-angan, ketika ashraf kakak tercintanya  datang membangunkannya .


Laila mendengus ketika mendengar langkah kaki ashraf, dan memejamkan matanya berpura-pura bahwa ia sedang tidur.


"La, bangun.. " ucap ashraf sambil membuka gorden kamarnya, membuat kamar laila yang tadinya remang-remang menjadi terang karena sinar matahari yang masuk lewat jendela kamarnya.


" Masih ngantukk.. Jangan ganggu hari libur gue deh!" sahut laila menyelusupkan kepalanya kedalam selimut.


Ashraf menghampiri laila dan duduk disisi ranjang. "kamu mau sampai kapan? Guling-guling di kasur.. Bangun! Udah siang tau"tanya ashraf menarik selimut yang menutupi tubuh adiknya.


"Iih... Kakak, keluar sana jangan ganggu aku!" laila bangkit dari ranjangnya dan berusaha menarik ashraf keluar dari kamarnya.


Ashraf memandangnya tidak berkedip, laki-laki mana sih yang nggak tergoda melihat wanita yang beranjak dewasa, yang hanya menggunakan celana hot pans dan tank top, ditambah lagi rambut coklat sepunggung yang tergerai indah.


Laila menghentikan aksinya ketika melihat ashraf yang tidak bergeming sedikitpun, ia melambai-lambaikan tangannya didepan wajah kakaknya.


Laila membulatkan matanya ketika menyadari apa yang sedang dipandang oleh kakaknya, dan sontak menutup bagian tubuhnya terutama pada bagian dada.


" Aaaaa... Kakak ngapain ngeliatin aku, kayak gitu??.. Keluar dari kamarku!!" teriak laila sambil mendorong ashraf sekuat tenaga untuk keluar dari kamarnya.


Blam!


Laila menutup pintu kencang,


Sambil mengomel tidak jelas di dalam kamarnya.


" cepet mandi! Habis itu turun ke bawah!. Kita sarapan" teriak ashraf sambil menuruni anak tangga menuju meja makan.


Setelah 15 menit, laila turun menghampiri ashraf yang sedang menyiapkan nasi goreng untuk mereka.


"Morning.. Kakak ganteng" ucap laila melingkarkan tangannya di pinggang ashraf.


"Morning.. Adikku yang cantik" sahutnya membalikkan badannya menghadap laila, sambil mencubit pipinya gemas.


Laila mengerucutkan bibirnya.


"Jangan dicubit kak, sakit tau" seru laila mengusap pipinya yang memerah karena ulah ashraf.


"Maaf deh.. " ucap ashraf sambil  mengelus pipi adiknya.


"Ekhemm..."


Ashraf menjauhkan tangannya dari pipi laila, ketika sebuah deheman menginterupsi mereka.


"Aku turun niatnya mau sarapan, bukan buat ngeliat pemandangan kaya gini" ucap Rasyid menarik kursi dan mendudukinya.


Ashraf menatap tajam rasyid, sedangkan rasyid mengedikkan bahu acuh.


"Morning.. Adikku yang ganteng" ucap laila mencium pipi Rasyid dan melingkarkan tangannya di leher Rasyid.


"Morning.." balas Rasyid mencium kedua pipi laila.


Ashraf mengepalkan tangannya, melihat kedekatan mereka, Rasyid mengangkat sebelah alisnya, ketika melihat ashraf menatapnya tajam. Seakan bertanya kenapa?, yang dibalas ashraf dengan dengusan.


" Mama sama Ayah Kemana ??" tanya laila sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.


"Pergi ke bali " sahut Ashraf


"Ngapain?"


" kata mama sih mau buka cabang Resort disana"


"Oh.."


Setelah sarapan laila naik ke lantai 2, masuk kedalam kamarnya, ia membuka pintu yang menghubungkan kamar dan balkon. Ia menduduki kursi sambil menikmati cahaya matahari pagi, tidak ada yang istimewa karena kamarnya bersebrangan dengan kamar Rangga. Dapat dilihat dari sini bahwa rangga sedang sibuk dengan laptop dipangkuannya, setelah itu ia menutup laptopnya dan berjalan menuju balkon kamarnya.


"Hai.. Sayang " sapa rangga berdiri diseberang laila.


Laila mendelik sebal mendengar sapaan rangga.


" sayang sayang, pala lo peyang" ucap laila.


"Ugh.. Jangan galak-galak, entar cepat tua" seru rangga terkekeh.


Laila memutar bola matanya jengah. " bodo amat".


"Ehm, lo sibuk nggak?" tanya rangga sambil mengarukkan kepalanya yang tidak gatal.


" enggak, emangnya kenapa?" laila mengangkat sebelah alisnya.


"Mau ngajakin lo nonton." sahut rangga.


"Males gue.. Kalau nonton nya sama lo." ucap laila jutek.


Rangga mengerutkan keningnya.


"Memangnya lo maunya sama siapa? Aldi? Hehh.. Jangan terlalu berharap deh, ntar sakit lo! Lagian juga masih gantengan gue" ucap rangga dengan pedenya.


" pede banget lo, iya lo memang ganteng!" seru laila.


"Baru nyadar heh.. Gue ganteng" sahut rangga tersenyum bangga.


"Ganteng, kalau dilihat dari ujung sedotan.. Hahahaha" ucap laila tertawa.


"Sialan lo.."maki rangga.


"Bener nih.. Nggak mau? Padahal gue ngajakin lo nonton film conjuring 2. Tapi kalau lo nggak mau.. Nggak papa juga sih"lanjutnya membalikkan badan ingin masuk kedalam kamarnya. Ia tahu bahwa laila sangat menantikan film itu, jadi dapat ia prediksi bahwa laila tidak akan menolak ajakkannya.


"Oke, Gue mau.." seru laila, membuat rangga tersenyum dan membalikkan tubuhnya menghadapnya. 


"Benerkan apa kata gue.. Pasti mau." Serunya dalam hati.


"Gue tunggu lo 10 menit buat siap-siap!" ucap rangga.


"Iya.." sahut laila bergegas masuk kedalam kamarnya.


"Wow.. Kok warna bajunya bisa samaan gini sih, kalian janjian?" selidik Rasyid menatap laila dan rangga bergantian.


"Nggak!" jawab mereka bersamaan.


"Masa sih" goda rasyid.


Laila memutar bola matanya jengah, sedangkan rangga terkekeh melihat Rasyid yang tengah menggoda kakaknya. Berbeda dengan ashraf yang tidak berbicara sama sekali, ia menatap mereka dengan tatapan tidak suka.


"Kenapa,kak? Kok liatin aku gitu banget.." tanya laila pada ashraf.


"Ehm.. Nggak papa kok" jawab ashraf cuek.


Laila menaikan sebelah alisnya, mendengar nada suara ashraf yang berbeda dari biasanya, terdengar cuek. Tapi laila nggak mau ambil pusing, mungkin lagi badmood.


"Ya udah.. Kita berangkat ya, bye" ucap laila sambil menggiring rangga menuju mobil yang terparkir di halaman rumahnya.


Setelah 15 menit mereka sampai di mall, dan langsung menuju bioskop, karena 5 menit lagi filmnya akan dimulai. Sebelum masuk rangga membeli 2 popcorn dan 2 minuman soda, hari ini bioskop cukup ramai, karena film conjuring 2 merupakan film yang sangat ditunggu-tunggu, ada yang perginya bareng sahabat, teman dan pacar. Kebanyakan yang datang adalah remaja yang seumuran seperti mereka.


"Nih.. Yuk masuk!" rangga menyerahkan popcorn dan minuman soda.


"Thanks"


Ketika mereka masuk hampir semua kursi telah diisi, setelah menunggu kira-kira 5 menit kursi telah diisi oleh semua penonton. Ruangan yang awalnya terang menjadi gelap karena filmnya akan dimulai, laila selalu menutup matanya ketika hantu yang bernama valak itu muncul, ia bukannya takut tapi ia hanya kaget karena wajahnya yang seram itu tampil di layar kaca yang besar, menimbulkan suasana horor 3 kali lipat di ruangan ini. Diam-diam rangga terkekeh melihat laila yang sok berani tapi takut, ia pun membawa laila ke pelukannya, laila berusaha memberontak untuk terlepas dari rangga, tapi rangga malah mengeratkan pelukannya.


"Diam aja kenapa sih! Kalau takut peluk gue! Gue dengan senang hati menerima pelukan lo" bisik rangga di telinga laila.


Laila mendengus, mendengar bisikan rangga.


"Dasar lo, cari kesempatan dalam kesempitan"


"Why not?" kekeh rangga menyeringai jahil.


Laila menghiraukan rangga, ia kembali fokus dengan menonton film conjuring 2. Ia mendecak sebal ketika Popcornnya dan minuman sodanya telah habis beberapa menit yang lalu, padahal filmnya akan selesai setengah jam lagi.


" kenapa?" tanya rangga heran mendengar decakan laila.


"Popcorn dan minuman gue habis.. Padahalkan film nya masih lama" ucap laila mengerucutkan bibirnya.


Rangga terkekeh dan memberikan miliknya pada laila.


"Nih.. Kita makan sama-sama"


"Serius lo.. Nggak papa nih?" tanya laila tak enak hati.


"Iya nggak papa kok"


"Thanks" ucap laila dan hanya dibalas anggukkan oleh rangga.


Setelah kira-kira 1 jam lebih, mereka pun keluar dari bioskop.


" kita makan yuk, gue laper nih" ajak rangga menepuk-nepuk perutnya.


Setelah mendapat anggukan dari laila, rangga membawanya kesebuah restoran yang ada di mall.


" lo mau pesen apa?" tanya rangga sambil membolak-balikkan buku menu.


"Samain aja" jawab laila yang sedang memandang ke seluruh penjuru  ruangan.


Rangga menyebutkan menu yang di pesannya kepada waitress, setelah menunggu 20 menit mereka pun makan dalam diam, tidak ada perbincangan diantara mereka berdua.


"Ehmm... Rangga" seru laila setelah menyelesaikan makannya.


"Apa?" sahut rangga sambil menyandarkan punggungnya dikursi.


"Thanks.. "


"Buat?" tanya rangga bingung.


"Buat hari ini" jawab laila.


"Uhm.. Yeah, sama-sama. Tapi ini nggak gratis loh" ucap rangga santai.


"Udah gue duga. Lo nggak mungkin ngajakin gue gitu aja, pasti ada maunya" laila mendengus dan melempari rangga dengan tisu kotor. Tapi dengan mudahnya rangga menghindar, membuat laila geram.


" lo harus mau berpura-pura jadi pacar gue  TITIK" ucap rangga menekankan kata'titik' diakhir kalimat.


" Tapi--"


"Rangga!" seru seseorang  memotong ucapan Laila.


Rangga celingak-celinguk mencari seseorang yang memanggilnya.


" eh... Hai" sapa rangga kepada mereka.


Laila mengalihkan pandangannya ke arah lain tanpa berniat menyapa mereka, ketika mengetahui siapa yang menyapa rangga.


"Lagi sama siapa lo?" tanya Aldi melihat cewek yang duduk berhadapan dengan rangga, yang membelakangi mereka.


Rangga mengalihkan pandangannya,melihat laila yang tak berminat memandang kemesraan sepasang kekasih yang menghampiri mereka.


"Mungkin ini saatnya.. Well permainan dimulai ." seru rangga  dalam hati.


"Oh.. Gue sama pacar gue" ucap rangga membuat laila menatapnya tajam. Yang hanya dibalas rangga dengan kedipan mata.


"Siapa? Kenalin dong sama kita!" tanya sindy mengangkat sebelah alisnya.


Rangga berdiri dari kursinya, beralih ke kursi sebelah laila.


" ini pacar gue, kalian pasti kenal kan? Nggak mungkin, nggak kenal" rangga memutar tubuh laila menghadap sindy dan Aldi.


Mereka membulatkan matanya, terlebih kepada sindy yang syok. Menatap rangga dan laila tidak percaya.


"Laila" pekik sindy dan Aldi bersamaan.