
Laila menyuap lahap roti berselai coklat dan dilanjutkannya meminum segelas susu hingga tandas, Ashraf menatap laila ngeri dan bergidik melihat laila menghabiskan roti hanya dengan dua kali suapan. Syarief dan juhana hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan putri semata wayangnya, yang sangat tidak anggun.
"Makannya pelan-pelan sayang!" Tegur syarief.
"Aku udah telat Yah, semuanya laila berangkat bye." Sahutnya berlari ngacir ke luar.
"Hati-hati, jangan ngebut sayang!!" Pesan juhana. Yang dibalas acungan jempol oleh putrinya.
Laila menatap jam digital yang tertera di dashboard mobil "06:52 aduh mati... bisa telat gue, 5 menit lagi bel." Gumamnya sambil menambah kecepatan mobilnya hingga 70 km/jam.
"Ini gara-gara wartawan sialan!!! Gue nggak bisa tidur tadi malam, gue kepikiran bakal jadi artis dadakan. Jadinya gue bangun kesiangan." Ucap laila kesal pada dirinya sendiri.
Laila memarkirkan mobilnya dengan mulus, tanpa goresan sedikitpun. Ia berlari di lorong menuju kelasnya karena bel berdering 2 menit yang lalu, berarti ia sudah terlambat 2 menit.
Ia menghembuskan napasnya ketika melihat kelasnya yang tidak ada gurunya." Huh... syukur pak gio belum masuk." serunya pelan berjalan menuju bangkunya.
"Tumben Rangga belum datang." Ucapnya dalam hati. Memandang bangku kosong yang seharusnya ditempati Rangga.
"Dia tadi line gue, katanya dia nggak masuk hari ini." Ucap Erwin seakan tahu apa isi pikiran laila.
"Kenapa jadi nggak masuk?" Tanya laila bingung. Seingatnya Rangga tadi malam baik-baik saja.
Erwin mengendikkan bahunya, menandakan bahwa dia juga tidak tahu dengan perihal absennya Rangga dari sekolah.
"Memangmya dia nggak bilang sama lo? Kan lo tunangannya." Tanya erwin.
Laila menggelengkan kepalanya sambil mendengus,"tunangan dari hongkong" sahutnya dalam hati.
"Kemana pak gio? Kok belum masuk?" Tanya laila melihat kelas yang free karena sedari tadi tidak ada tanda-tanda kehadiran pak gio.
"Beliau nggak bisa masuk karena beliau ada urusan, jadi kita dapat tugas sejarah Bab 3 pilihan ganda 1-50 di jawab." Jawab erwin.
"Kapan dikumpul?"
" besok sih katanya. Gimana kalau kita bareng ngerjainnya, soalnya susah La. Aku aja nggak dapat jawabannya di buku." Ajak erwin.
"Oke.. kita kerjain di perpus yukk! Di sana bukunya lengkap, jadi gampang kita ngerjainnya." Saran laila, yang disetujui oleh erwin.
Setelah kurang lebih 2 jam akhirnya soal yang diberikan pak gio sudah selesai, laila merenggangkan ototnya karena terlalu lama duduk.
"Ke kantin yukk!! 5 menit lagi bel." Ajak erwin sambil merapikan alat tulisnya.
"Yukk!! Perut gue juga mendadak laper nih, minta diisi" ucap laila.
"Win, kok mereka pada ngeliatin gue sih?" Tanya laila pelan.
"Mana gue tau.. nge-fans kali sama lo." Sahut erwin mengendikkan bahunya.
"Masa sih??" Gumam laila.
"Mana gue tempe, lo tunggu gue di sana! Lo mau apa? Biar gue yang pesan." Sahut erwin.
"Iih.. kamu mah nyebelin. Samain aja kaya lo." Ucap laila memajukan bibirnya dan pergi menuju bangku kosong di ujung ruang dekat jendela.
Laila mengeluarkan Iphone miliknya dan membuka notifikasi line yang belum sempat dia baca.
"Huh.. mereka toh yang bikin ribut digrup line."gumam laila melihat Rere dan Rissa chat digrup line.
Rere: Laila mana?
Woyyy.. lo dimana nyet?
Ada kabar!!!.
Rissa: kenapa sih re?.
Rere: anak monyet satu mana?.
Rissa: sibuk kali.
Rere: Laila lo harus tau berita
ini!!! Lo dimana?.
Rissa: kita cari di kantin,
biasanya dia nongkrong di
kantin.
Rere: lo juga kemana? Dari tadi
nggak ada di kelas. Gue
sendirian nih, nggak ada lo
berdua.
Rissa:gue lagi rapat osis. kita
ketemuan di kantin coey.
LailaNA:kenapa nyari gue,
kangen?. Gue lagi
di kantin nih.. kalian
cepet kesini!!.
"Asyik amat neng main handphone.. nih nasi goreng sama lemon tea." Seru erwin menyodorkan sepiring nasi goreng dan secangkir lemon tea.
"Thankss." Ucap laila.
"Rangga beneran nggak ngasih tau lo, perihal dia nggak hadir?." Tanya erwin sambil menyuap nasi goreng.
Laila menganggukkan kepalanya tanpa berniat menjawab pertanyaan erwin.
"Coba, lo line Rangga! Kenapa dia nggak bisa hadir?." Saran erwin.
"Oke... sebentar" sahut laila, lalu membuka line dan mencari kontak Rangga.
LailaNA: lo kenapa nggak hadir
hari ini?
Lo sakit?
"Udah gue line tapi belum dibalas." Laila meletakkan handphonenya di meja.
"Ooowh.. rupanya patah hati ditinggal Rangga, udah ada yang baru aja lo." Ucap sindy menghampiri laila dan erwin.
Suasana kantin yang awalnya ribut menjadi sunyi senyap, seluruh mata menatap laila tajam, membuat bulu kuduk laila berdiri. Laila bukanlah orang yang senang mencari masalah atau sensasi, karena dia lebih suka menjadi murid biasa tanpa ada masalah dengan siapa pun.
"Maksud lo?" Seru laila bingung.
"Alah lo nggak usah pura-pura nggak ngerti deh, kasian cuma dijadikan Rangga pelampiasan.. miris banget kisah cinta lo." Sindy memandang rendah laila dan tersenyum mengejek.
"Gue baru tau, lo ternyata nggak sebaik yang gue pikir.. nyesel gue temenan ama lo." Seru laila dalam hati menatap sindy kecewa.
"Gue nggak ngerti, maksud lo?" Ucap laila bingung.
"Oh jadi lo bener-bener nggak tau.. nih gue kasih liat biar lo tau." Ujar sindy menyodorkan surat kabar kepada laila.
Laila bingung, apa hubungannya dengan surat kabar ini. Ia membulatkan matanya ketika melihat gambarnya yang di taman bersama Rangga ketika Rangga sedang memasangkan cincin ditangannya, ada di surat kabar berdampingan dengan gambar kematian ibunda Yonica artis bintang film yang sedang naik daun. Yang membuat laila tidak habis pikir, dirinya ikut menjadi tokoh yang diperbincangkan.
"Ibunda Yonica Meninggal, disaat Rangga sang mantan sedang memberi cincin tunangan untuk pacarnya, laila." bacanya dalam hati.
"Yang ngabarin berita ini GILA!!. Rangga Siapanya yonica?" ucap laila spontan.
Laila melempar surat kabar ke atas meja, mendengus keras setelah membaca berita yang mengabarkan tentang dirinya. Rangga dan Yonica, ia tidak bisa membayangkan kejadian tadi malam akan menjadi topik hangat hari ini. Apalagi sampai disangkut pautkan dengan Yonica artis papan atas, ia baru mengetahui bahwa Rangga mempunyai sederet mantan dari kalangan artis, salah satunya Yonica.
"Kenapa selama ini gue nggak tau kalau Rangga sering muncul di Tv?" Serunya dalam hati.
Baru kali ini laila kepo dengan gosip-gosip didunia hiburan, biasanya dia masa bodo dengan gosip diluar sana. Selama itu tidak merugikannya, tapi.. sekarang mau tidak mau dia harus memperhatikan berita yang dikabarkan oleh presenter. Karena dia ikut terseret dalam berita tersebut.
Yang membuat laila kesal Rangga malah absen dari sekolah bahkan, tidak ada kabar sama sekali, padahal kemarin malam dia baik-baik saja. Sindy tersenyum miring melihat Laila melempar surat kabar yang ia berikan.
" kenapa dibuang? Khawatir Rangga lebih memilih yonica daripada lo?" Tanya sindy dengan nada mengejek.
"Bukan urusan lo!!!" Sahut laila kesal, sambil memakan lahap nasi gorengnya. Tanpa memperdulikan keberadaan sindy.
"Win.. ke kelas yuk! Enek gue disini." Ajaknya setelah menghabiskan nasi gorengnya.
Erwin mengangguk dan berdiri menyusul laila yang lebih dulu meninggalkannya, ia tersenyum miring mengingat kejadian laila dan sindy barusan. Dapat disimpulkan bahwa sindy telah menunjukkan diri aslinya setelah menggunakan topeng selama ini, agar orang-orang menyukainya dan terutama demi kariernya. Dia memutuskan untuk mendekati laila, ia belum punya keberanian untuk menyatakan perasaannya. Dia bukan pengecut, tapi dia hanya takut laila menolaknya.
Flashback on
Erwin mengurungkan niatnya ingin masuk ke perpustakan, ketika melihat keberadaan Rangga dan Laila di belakang perpustakaan.
Erwin bersembunyi dibalik tembok dan menajamkan telinga agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan
" lo kenapa sih.. bawa gue ke sini?" Tanya rangga.
"Harusnya gue yang tanya sama lo, kenapa lo bilang kita tunangan hah???" Sahut laila gusar.
"Emangnya kenapa? Lo masih ngarepin Aldy, lo nggak sadar apa, dia biasa - biasa aja pas tau kalau kita pacaran.. itu bukti bahwa dia nggak ada rasa sama lo!!" Ucap Rangga dingin.
Erwin terkejut mendengar penuturan Rangga, kabar bahagia untuknya bahwa laila dan Rangga hanya sandiwara. Berarti ada peluang untuknya untuk mendapatkan laila, yang sebelumnya ia hampir prustasi ketika mengetahui fakta bahwa rangga dan laila telah bertunangan.
Tapi, ia terkejut ternyata laila menyukai Aldy yang notabanenya pacar Sindy, menurutnya bukan hal sulit untuk membuat laila memandang dirinya. Erwin pergi memasuki perpustakaan dengan wajah berseri-seri, ia merasa mempunyai semangat untuk mengejar laila dan berhenti untuk menjadi secret admirer, ia ingin menunjukkan perasaannya secara terang-terangan.
Flashback off
"Woyy.. nyet. Lo bilang di kantin tapi dicari-cari taunya lo disini." Seru Rissa menghampiri laila yang duduk di bangku taman sambil membaca novel yang dia bawa dari rumah.
"Iya, tadi gue di kantin.. tapi kalian telat jadi gue tinggalin deh." Sahutnya santai.
"Tungguin kek gitu.. ini mah boro-boro ditungguin, yang ada malah ditinggalin." Ucap Rere duduk disamping laila.
"Males.. gue nggak suka yang namanya menunggu. Because, menunggu itu menyakitkan coey." Ujarnya sambil menutup novelnya.
"Ciieelaah... sok lo. Pacaran aja nggak pernah." Ucap rere terkikik sambil menoyor kepala laila.
Laila menatap tajam Rere dan membalas toyoran rere. " suekk... Jangan toyor-toyor kepala gue bego."
"Lo lupa,Re? Laila kan sekarang udah punya pangeran. Tapi, pangerannya nggak sekolah hari ini." Jelas Rissa.
"Loh siapa?" Tanya Rere cengo.
"Rupanya lo udah pikun, RANGGA BEGO!!" Teriak Rissa disamping telinga Rere.
"Iiih... Rissa jangan teriak nanti gue budek!! Ini di sekolah bukan di hutan, kalau mau teriak ke hutan sana! Jangan di sini." Ucap rere sambil mengusap-usap telinganya.
"Lo sih.. cantik-cantik kok bolot sih." Ucap Rissa yang dihadiahi pelototan mata oleh rere.
"Piss.. re." Seru rissa cengengesan.
" masa iya sih.. Rangga ke rumah yonica, sampe bela-belain nggak masuk." Gumam laila sambil memetik bunga mawar disampingnya.
"Mungkin.. "seru Rere dan Rissa bersamaan.
Tttiiinggg....
Notifikasi line berbunyi, Laila membuka louckscreen dan menebak-nebak siapa? Walaupun dalam hatinya dia berharap Rangga. Senyumnya merekah ketika melihat Notifikasi line tersebut dari Rangga.
Rangga A: gue di rumah sakit,
nemenin yonica.. dia
masuk rumah sakit
karena syok dengan
kematian mamanya.
Seketika bibirnya mendadak kelu, Rangga absen dari sekolah demi menjaga yonica dirumah sakit. Entah kenapa? Dadanya mendadak sesak, matanya tiba-tiba panas.
"Gue kenapa sih?? Wajarlah yonica mantannya Rangga.. yang pernah dicintai Rangga. Lo siapa? Bukan siapa-siapanya, cuma pacar pura-pura." serunya dalam hati sambil mengusap ujung matanya yang berair.
Laila NA:oh.. bgitu. Salam buat
Yonica gue turut
berduka.
Rangga A:ok.. psti gue sampein.
Lo ksini aja hbis
plang skolah. Biar lo
knalan sma yonica.. dia
butuh tmen.
Laila NA:ok... but, gue nggak
janji.
Rangga A:iya.. serah lo deh..
Laila memasukkan handphonenya kedalam sakunya tanpa membalas chat Rangga.
Laila mengerutkan dahinya ketika melihat Rissa menyodorkam majalah kepadanya.
"Baca aja!! majalahnya baru gue beli di depan gerbang sekolah." Seru Rissa seakan mengerti dengan tatapan Laila.
"Nggak.. gue udah baca, tadi sindy si macan tutul ngasih koran ke gue." Seru laila sambil menghirup harumnya bunga mawar merah.
"Hahaha.. sejak kapan lo manggil sindy macan tutul?" Tanya Rere terkikik geli.
"Baru aja" jawab laila cuek.
"Baca aja napa!! Ini majalah baru update.. khusus siang ini." Ucap Rissa kesal.
Laila membulatkan matanya ketika melihat gambar dirinya dan Rangga di taman tadi malam, menjadi cover utama majalah berdampingan dengan gambar yonica yang terbaring lemah di brankar rumah sakit yang ditemani oleh Rangga.
'Kemanakah hati Rangga akan berlabuh?? Apakah dia akan berpaling kepelukan yonica sang mantan? Ataukah meneruskan hubungannya dengan Laila.'
Satu kata untuk kabar ini 'Craizy!!' Rupanya isu-isu yang nggak jelas ini menjadi kesempatan emas bagi para wartawan, membesar-besarkan peristiwa yang tidak sesuai dengan faktanya.
'Keberadaan Rangga siang ini di rumah sakit tepatnya di ruangan VVIP anggrek, menimbulkan banyak tanda tanya? Karena ruangan VVIP anggrek merupakan ruangan rawat yonica. Apakah Rangga berpaling kepelukan yonica?? Terus bagaimanakah keadaan Laila saat ini? Mengetahui yonica sedang berduka Rangga menggunakan keadan seperti ini agar bisa mengambil hati yonica kembali. Apakah selama ini laila hanyalah pelarian sesaat oleh Rangga setelah putus dari yonica? Kasian sekali Laila yang hanya dijadikan pelampisan, yang pasti mungkin laila sekarang lagi GEGANA (gelisah galau merana) karena statusnya digantung oleh Rangga.. bla bla bla.
Laila membuang majalah ke tong sampah tanpa menyelesaikan berita yang dia baca." Shitt!!!" Umpatnya kesal.
"Kenapa dibuang?" Tanya Rere dengan wajah polos.
Rissa memukul kepala Rere.
"Bego lo.. "
" yang sabar La.. gue percaya Rangga nggak jadiin lo pelampiasan kok." Seru Rissa menatap prihatin laila.
"Entahlah.. gue ke kelas, udah bel soalnya." Sahutnya mengendikkan bahunya dan pergi menuju kelasnya.
Rissa menatap punggung laila iba, dia tahu kalau sahabatnya itu sedang dalam keadaan Rapuh. Dapat dia lihat dari pancaran mata laila kalau ia memiliki Rasa kepada Rangga, untuk hubungan mereke kedepan dia berharap yang terbaik untuk keduanya.