
Laila menuruni tangga menuju dapur, ia berdiri di samping meja makan memperhatikan mamanya Juhana Noor asufie yang sedang sibuk berkutat dengan masakannya di dapur.
Masak apa sih? Kok keliatannya sibuk bangett.. mana banyak banget menunya, tumben. Seru Laila memperhatikan mamanya heran.
"Kok banyak banget menunya,ma? Mau ngapain?kita kedatangan tamu? Tamu dari mana? Rekan bisnis papa atau temen arisan mama? Ada ayam goreng, nila bakar,sop bebek,ayam masak asam dan apa ini? capcay. " tanya Laila sambil menyebutkan satu persatu menu makan malam ini.
"Eeeetts... kalau nanya itu satu-satu dong sayang, kita malam ini dinner bareng sama keluarga om Rudi, nah udah beres tinggal nunggu mereka datang" ucap juhana yang selesai menata menu di meja makan.
"Om Rudi tetangga sebelah kita maksud mama?" Laila bertanya sambil mencomot Sayur capcay dan memasukkannya ke mulut.
"Iya.. ihhh jorok, cuci dulu tangannya!! baru pegang makanan " seru juhana memukul tangan Laila yang akan mengambil ayam goreng.
Laila mengerucutkan bibirnya, berjalan menuju wastafel mencuci tangannya dengan sabun.
" Ayah udah pulang, M a?" Kata Laila seraya ngelap tangannya dengan serbet yang menggantung di dinding.
"Udah.. baru aja nyampe"sahut juhana sambil menata piring,sendok dan garpu.
"Kak Ashraf sama Rasyid udah pulang ?? " ucap Laila menanyakan kakaknya Ashraf Sazeli Noor asufie dan adiknya Rasyid Noor Asufie.
"Udah juga,tuh mereka di belakang lagi duduk nyantai " ucap juhana menunjuk anak sulung dan anak bungsunya yang ada di taman belakang.
"Ohh.. "
"Udah sana! Kamu naik ke atas, ganti baju yang bagus!! bentar lagi mereka datang " perintah juhana kepada putrinya.
Laila mengangkat alisnya sebelah.
"Kenapa harus pake baju yang bagus?? Kita kan cuma dinner biasa,nggak ada yang spesial,ma"berjalan menaiki tangga.
"Nanti anak om rudi juga dateng,sayang " ucap juhana menggoda anaknya.
"Terusss.. hubungannya sama aku apa?" Sahut Laila berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Terserah kamu aja deh.. yang penting jangan pake baju daster ya " ucap juhana dari lantai dasar.
"Iya.." sahut Laila sambil menutup pintu kamarnya.
Laila sibuk memilih baju yang cocok, matanya tertuju kepada dress coklat selutut dengan panjang tangan seperempat, yang dihiasi pita-pita kecil di sekitar pinggul, baju yang baru di belinya minggu lalu bersama Rere dan Rissa.
Laila memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri, baju yang ia kenakan sangat pas ditubuhnya yang mungil. Di bagian wajah hanya olesi bedak tabur, ditambah maskara di bulu mata lentiknya dan liblos pada bibir tipisnya agar terlihat lebih fresh.
Pada bagian rambut Laila tidak mau repot-repot,cukup ia kuncir diberinya sedikit curly diujung rambutnya.
'Perfect' seru Laila dalam hati ketika memandang dirinya dicermin.
Semua mata tertuju kepadanya,ketika ia menuruni tangga menuju ruang makan dan duduk disamping kakaknya Ashraf.
"Maaf jadi lama menunggu"ucap Laila tersenyum sopan merasa tidak enak.
"Nggak papa kok cantik, kita juga baru datang "sahut tante laura istri om Rudi.
" yasudah.. mari kita mulai makan malamnya"ucap juhana mempersilahkan .
Laila lebih memilih menikmati makanan yang dia santap,tanpa berniat ikut bergabung menimpali obrolan yang diciptakan om Rudi, ia hanya menjawab pertanyaan yang ditujukan untuknya,selebihnya ia hanya menjadi pendengar.
Selesai dinner mereka berkumpul diruang tengah, untuk berbincang-bincang sebentar.
"Laila kenalin anak om, dia seumuran sama kamu, namanya Rangga "ucap om Rudi memperkenalkan anaknya.
"Oh jadi ini anak satu-satunya om Rudi.. yang kata mama sekolah di jakarta, gue rasa pernah ketemu tapi dimana?? Aduhh.. gue lupa. Nggak sopan banget sih.. ni orang malah main handphone." Seru Laila dalam hati, memperhatikan cowok dihadapannya yang sedang sibuk dengan handphonenya.
"Rangga.." panggil om Rudi kepada anaknya.
Rangga mendongakkan kepalanya dan memasukkan handphonenya ke saku celananya, ia tersenyum meminta maaf kepada kami semua karena perbuataanya barusan.
"kenalin Nama gue Rangga azadirachta " ucap Rangga mengulurkan tangannya.
Mata Laila membulat ketika melihat Rangga, begitu pun sebaliknya, Rangga juga tidak kalah terkejutnya ketika melihat Laila.
"LO.."ucap Laila spontan berdiri dari duduknya dan menunjuk Rangga.
"LO.. Ngapain disini??" Tanya Rangga ikut berdiri.
"Ini rumah gue.. terserah gue mau ngapain " ucap Laila melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kalian saling kenal??" Tanya tante laura.
"NGGAK!! "jawab mereka bersamaan.
"Nggak kenal kok bisa samaan gitu jawabnya.." ucap Ashraf tersenyum geli.
"Ngapain lo ngikutin gue " ucap Laila tidak suka.
" iihh.. sorry gue nggak ngikutin lo, lo yang ngikutin gue " sahut Rangga tajam.
"Udah.. stop!! Kalian ini kaya anak kecil tau nggak"seru juhana menengahi mereka berdua.
" apa kalian pernah ketemu sebelum nya ? " selidik Rudi kepada mereka berdua.
"Iya.. kita pernah ketemu "tutur Rangga.
" ketemu dimana? " tanya laura antusias dengan putranya.
"Di kantor om syarief, tadi siang. Pas aku nganterin berkas papa yang ketinggalan, ma" jelas Rangga menatap Laila tidak suka.
" dia jalan gak liat-liat keluar dari lift, Yah. Terus nabrak aku.. dia yang salah, tapi dia yang marah-marah, siapa yang nggak jengkel coba " adu Laila kepada syarief.
"Loh.. kok nyalahin gue sih?" Ucap Rangga tidak terima disalahkan.
"Ya emang salah lo!! masa salah gue sih.. "sahut Laila sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Iya memang salah lo.."
"Helloww... gara-gara lo pantat gue sakit tau nggak.. lo harus tanggung jawab!!" pinta Laila.
"Iihh.. kenapa gue yang harus tanggung jawab?? Dasar barbar"
sahut Rangga.
" apa lo bilang?? Barbar, bangke.." seru Laila sambil melempar bantal sofa ke Rangga.
Syarief dan Rudi saling pandang melihat anak mereka yang seperti tikus dan kucing, sedangkan juhana dan laura menggelengkan kepala melihat Laila dan Rangga yang sedang adu mulut.
" iya lo bar--" ucapan Rangga terpotong oleh Rudi.
"Sudah cukup!! Rangga minta maaf sama Laila!! " perintah Rudi kepada Rangga.
"Apa!! Minta maaf sama dia.. Rangga nggak mau " bantah Rangga.
"Rangga.. cepet minta maaf!! " perintah rudi sekali lagi.
"Tapi pa.."
"Nggak ada tapi-tapian,cepet!! "
"Gue minta maaf " ucap Rangga mengulurkan tangannya.
"Iya gue maafin " sahut Laila membalas uluran tangan Rangga.
"Nah gitu dong.. kalau ginikan enak dilihat, Laila kamu besok berangkat bareng Rangga ya sekolahnya " pinta juhana kepada anaknya.
"Loh.. kenapa sama dia? Kita kan nggak satu sekolah " ucap Laila bingung dengan permintaan mamanya.
"Rangga pindah sekolah ke sekolah kamu, jadi kamu yang temenin dia ke sekolah "jelas syarief kepada putrinya.
"Tapi kenapa harus aku,Yah?" Ucap Laila gusar.
"Kalau bukan kamu siapa lagi.. "
"Siapa kek gitu, asalkan jangan aku " Laila mengedikkan bahunya tidak perduli.
"Nggak bisa sayang.. Rangga baru tinggal beberapa hari di sini, jadi belum ada temannya, kamu mau kan?? " sahut juhana.
"Hmm.."jawab Laila malas.
"Ya udah, kalo gitu kami pamit pulang dulu ya say.. makasih makan malamnya" pamit laura berdiri dari sofa .
"Iya sama-sama say." seru juhana tersenyum.
Mereka mengantar keluarga Rudi hingga teras depan, kecuali Laila yang sudah lebih dulu ngacir masuk ke kamarnya tidak peduli dengan tatapan tajam juhana, untuk ikut mengantar mereka kedepan.
Tok..tok..
"De, kamu udah tidur belum?" Tanya Ashraf dibalik pintu kamar Laila.
Laila yang sedang rebahan bangkit dari ranjang, berjalan membuka pintu.
'Clek'
" belum... kenapa,kak?"
"Gue numpang tidur disini ya,de" pinta Ashraf langsung nyelonong masuk kedalam kamar, dan berebah di ranjang queen size bad cover kartun minions. Laila memutar bola matanya malas melihat tingkah Ashraf yang seenaknya.
"Kenapa sama kamar lo,kak?" Tanya Laila ikut berebah disamping Ashraf.
"Nggak ada apa-apa sih, gue nggak bisa tidur di luar ada petir." Jawab Ashraf menarik selimut menutupi mereka berdua sampai dada.
Ashraf sangat takut dengan petir, dia nggak bakal tidur kecuali hujan reda. Kamar Laila merupakan tempat Ashraf mengungsi jika dia nggak bisa tidur, kalau Laila tanya."Kenapa nggak tidur di kamar Rasyid aja?" jawabannya "Lo tau kan, tidur sama Rasyid itu gimana? Bangun paginya badan bisa encok.. gara-gara tidurnya usik banget "
Awal dari Ashraf phobia sama petir, ketika ia pulang sekolah waktu itu sedang hujan deras dengan badai petir, ia nekat nerobos hujan mengendarai sepeda, ia memutuskan untuk berteduh sebentar di bawah pohon mangga, tiba-tiba petir menyambar pohon yang digunakan Ashraf untuk berteduh. Ia terkejut dan pingsan, untung ada pengguna jalan yang melihatnya dan membawanya kerumah sakit karena luka bakar. Dari situlah Ashraf phobia dengan petir .
"Ngomong-ngomong anak om Rudi, yang namanya Rangga itu ganteng, walaupun masih gantengan gue "ucap Ashraf sambil memainkan rambut Laila.
" kepedean lo... udah ah Nggak usah ngomongin dia!! Gue mau tidur "sahut Laila sengit.
"Kenapa sih??? Kaya nggak suka gitu sama dia. Hati-hati jodoh kalian berdua " goda Ashraf mencubit pipi Laila gemas.
"Kak... sekali lagi kamu sebut nama dia, keluar dari kamar aku!! " ancam Laila dengan mata terpejam
" sensi amat neng.. PMS ya, jangan galak-galak abang takut" kata Ashraf sambil menoel pipi chubby Laila.
"Abang.. gue mau tidur ah" Laila menepis tangan Ashraf yang menoel pipinya.
" mau tidur ya.. oke Good night baby, have nice dream " bisik Ashraf ditelinga Laila dan mengecup puncak kepalanya.
"Good night to" sahut Laila memeluk Ashraf dan menyelusupkan kepalanya di leher Ashraf.