As Sweet An Ice Cream

As Sweet An Ice Cream
Cowok rese



Laila Noor Asufie Namanya yang mempunyai wajah imut dan memiliki tubuh mini, sekarang laila sedang berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelas XI ipa 1, ia bersekolah di SMAN 1 malang. Seperti biasa suasana sekolah ramai dengan siswa-siswi yang nongkrong di depan kelas, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Laila memasuki kelasnya memasang wajah bete melihat Aldi yang pamer kemesraan dengan sindy, Muhammad Aldi Syailendra Nama lengkapnya.


Laila menyukainya pada pandangan pertama, semua berawal ketika ia menunggu angkot karena Kakaknya Ashraf tidak bisa menjemputnya, Aldi mengajaknya pulang bareng dan itu terjadi 1 tahun yang lalu setelah kejadian itu mereka menjadi dekat, Aldi selalu curhat kepada Laila tentang perasaannya, tapi hubungan mereka menjadi renggang setelah Aldi berpacaran dengan Sindy, artis yang sedang naik daun.


" ya, pastilah Aldi pilih sindy, dia cantik, putih, body seksi, artis lagi. siapa yang nggak naksir sama dia? Nggak ada " oceh Rere panjang lebar, Laila mengerucutkan bibirnya sebal.


" iya... iya, gue tau " ucap Laila sambil mengaduk-aduk jus jeruk sesekali menyeruputnya.


" lagian kenapa sih lo masih ngarepin Aldi, padahal ada si ucup tuh yang suka sama lo kenapa nggak lo terima aja dia, itung-itung buat ngelupain Aldi " seru Rissa.


" ah kalian gitu sama gue " ucap Laila manyunkan bibirnya, " ya kali gue sama ucup, hobinya cuma ngerem di perpustakaan kalo istirahat,yang ada kisah cinta gue gitu-gitu aja nggak ada romantis-romantisnya"lanjutnya.


Beginilah kebiasaan Laila kalau bertemu dengan Rere dan Rissa, ia selalu curhat tentang perasaannya yang cemburu melihat kemesraan Aldi dan Sindy. Mereka tidak satu kelas, Rere dan Rissa kelas XI ipa 3. Terkadang Laila kesal dengan kepala sekolah yang memisahkannya dengan sahabat Curutnya ini, walaupun tidak satu kelas tapi kalau istirahat mereka kemana-mana selalu bertiga.


Krrinnggggggg...


Bel pulang berbunyi murid-murid pergi ke rumah masing-masing, hanya beberapa murid yang masih bertahan di sekolah karena ada ekskul tambahan.


Laila memandang Aldi yang sedang bermain basket dari pinggir lapangan, bibirnya mengulas senyum tipis ketika melihat Aldi dengan gesit menghindari lawan mainnya yang berusaha merebut bola darinya.


"Ganteng banget sih lo, di.


Dengan tinggi badan semampai, Alis tebal, bula mata lentik , hidung mancung, bibir merah, ditambah lagi lesung pipit dikedua pipi, tambah manis aja lo."seru Laila dalam hati kecilnya.


Laila tersenyum getir melihat Aldi yang menghampiri Sindy dengan senyum merekah dibibirnya dan duduk di pinggir lapangan sambil meneguk air yang diberikan Sindy. Laila melanjutkan langkahnya menuju parkiran menaiki mobil honda jazz merah kesayangannya, hadiah yang diberikan Ayahnya dihari ulang tahunnya yang ke-16.


Laila membanting stir kekanan memasuki gedung bertingkat yang berdiri dengan megah yaitu perusahaan Asufie Group. perusahaan Asufie Group merupakan perusahaan milik orang tua Laila perusahaan yang sangat maju di kota malang. Ayah Laila Syarief Noor Asufie membangun perusahaan mulai dari nol bersama kakeknya Bahrul Azmi Noor Asufie hingga sukses sampai sekarang.


Para karyawan kantor menyapa dan tersenyum sopan melihat anak bos mereka mengunjungi kantor, yang hanya dibalas Laila dengan senyuman tipis bahkan sangat tipis hampir tidak terlihat, ia sedang Badmood jangankan bicara senyumpun ia malas. Laila memasuki lift khusus para petinggi perusahaan dan menekan tombol angka 20 ia berdiri sambil memainkan smartphone canggihnya sambil menunggu lift mengantarnya ke lantai 20 tempat ruangan CEO.


Tiinnggg...


sekitar 8 menit ia pun sampai di lantai 20, Laila menghampiri meja Olivia Sekretaris Ayahnya yang berada di depan ruangan Ayahnya. Laila sangat akrap dengan sekretaris Ayahnya ini, karena kalau dia berkunjung ia lebih sering ngobrol dengan olivia dari pada karyawan lainnya. Umur mereka hanya selisih 5 tahun mungkin selisih umur yang tidak terlalu jauh membuat mereka cocok dalam membahas berbagai hal.


"Kak olivia, bapake ada di dalam?" Tanya Laila menduduki kursi berhadapan dengan olivia.


"OH ASTAGA!! "teriak olivia sambil mengelus dadanya kaget dengan keberadaan Laila yang tiba-tiba.


" aduh bisa budek gue"seru Laila meringis mengusap kedua telinganya.


"Ye.. Abisnya lo ngagetin gue tau nggak " kata olivia sambil fokus ke layar komputer dan mengetik sesuatu.


" sibuk amat neng, bokap gue ada di dalam gak?" ucap Laila


" Ada kok, masuk aja sana!!" Sahut olivia tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer menandakan bahwa ia sedang sibuk.


" ngusir gue nih ceritanya, ok fine. Gue bisa apa atuh cuman upik abu, kalau gitu bunuh saja hayati bang " ucap Laila dengan gaya lebaynya.


"Bodo amat gue lagi sibuk ngak bisa diganggu, udah sana huss..." usir olivia mengibaskan tangannya.


"Hmm.. tau deh yang lagi sibuk " ucap Laila sambil mendorong pintu memasuki ruangan CEO.


Clek!


" hai.. sayang, gimana sekolahmu hari ini menyenangkan? " sambut Syarief melihat kedatangan putri kesayangannya yang beranjak dewasa.


" seperti biasa gak ada yang spesial gitu-gitu aja " ucap Laila menghampiri ayahnya yang sedang sibuk menanda tangani berkas-berkas.


"Masa sih gak ada yang spesial?" tanya syarief kepada Laila.


Laila memutar bola matanya "hmm.." jawab Laila malas.


Syarief terkekeh melihat respon anaknya, yang menekuk wajahnya sambil memanyunkan bibirnya. Laila berdiri meletakkan tas sekolahnya di sofa dan menuju lemari es mengambil 1 botol orange juice, ketika ia akan menutup pintu lemari es matanya terpaku kepada kue brownies coklat yang membuat Laila tiba-tiba jadi lapar.


"Kenapa gak pulang ke rumah?"tanya syarief.


"gak papa, lagi pengen aja main ke sini"sahut Laila sambil mengeluarkan kue brownies coklat dari lemari es.


" kapan papa beli ini kue?" Tanya Laila sambil memotong kue brownies dan memasukkan ke mulut.


" oh itu, papa gak beli. Tante sarah ke sini bawa ku-... kenapa?" Seru syarief melihat putrinya memuntahkan kue yang dia makan.


"Gue tidak pernah sudi memakan pemberian wanita ular itu, siapa tau di dalam kue itu ada racunnya, bisa mati gue sama bokap, lebih baik dibuang." Seru Laila dalam hati.


Plukk..


Kue brownies mendarat dengan manisnya di dalam tempat sampah.


"Kenapa Kuenya dibuang, sayang? " Kata syarief kepada putrinya.


"Memangnya kenapa kalau kuenya aku buang, Yah?" Sahut Laila balik bertanya.


" mubazir sayang makanan di buang-buang " tutur syarief kepada putrinya.


"Aku nggak mubazir, Ayah!! aku cuma cari aman siapa tau dikue itu ada racunnya"Ucapnya gusar.


"gak boleh suudzon, sayang sama orang" nasehat syarief kepada Laila.


"Gimana aku nggak suudzon sama dia, Yah. Dia licik, wanita ular, dia mau ngerebut Ayah dari mama. Ayah merasa nggak sih kalau dia itu cari perhatian sama Ayah??" tutur Laila menyandarkan kepalanya di bahu Ayahnya.


Syarief tersenyum mendengar ucapan putrinya yang tidak ingin ada orang mengusik keluarganya.


" tenang saja, Ayahmu ini nggak bakalan kepincut sama dia, hati Ayah hanya untuk mamamu seorang " ucap syarief sambil mengusap kepala anaknya sayang.


Laila memang anak yang paling manja dari 3 bersaudara karena dia anak perempuan satu-satunya, nggak cuma sama orang tuanya dan kakaknya aja dia manja. Tapi Laila manja sama semua anggota keluarganya. Apapun yang dia mau harus dituruti kalau nggak dia bakal nangis kejer nggak bakal berhenti sampai keinginannya dituruti.


Laila melirik jam digital yang bergantung dengan manisnya di dinding "Jam 04:58" ia meraih tas ranselnya dan berdiri.


"Aku mau pulang dulu, Yah" ucap Laila mencium kanan dan kiri pipi syarief.


"Yaudah, hati-hati dijalan jangan ngebut nyetirnya, sayang "pesan syarief mengusap pucuk kepala dan mengecupnya.


"Oke bos ganteng " ucap Laila melangkahkan kakinya keluar dari ruang sambil terkikik puas menggoda ayahnya.


Sedangkan syarief yang berada di ruangan hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah putri kesayangannya itu.


Olivia heran melihat Laila yang keluar dari ruangan atasannya sambil tertawa nggak jelas.


"Kenape lo neng ketawa-ketiwi kesurupan?" Ucap olivia menatap Laila heran.


"Nggak ngape-ngape, gue pulang ye... Byee" sahut Laila melambaikan tangan pergi menuju lift.


Dari dalam lift tampak sosok pria berjalan tergesa-gesa tanpa memperhatikan keadaan sekitar.


Buugghh....


Laila yang tidak siap dengan apa yang terjadi jatuh terhuyung kebelakang, laki-laki yang menabraknya juga terjatuh.


"Aduhh... pantat gue, sumpah sakit banget gila" Laila mengaduh kesakitan ketika merasakan pantatnya terjun bebas mencium lantai marmer.


"Hehh... bocah kalo jalan itu pake mata jangan pake dengkul "omel cowok itu sambil mengibaskan tangannya ke baju membersihkan debu yang menempel akibat terjatuh.


Laila membulatkan matanya ketika ia dikatain 'bocah' , Laila berdiri sambil meringis menahan sakit di pantatnya.


"Eh.. buseett dah. Apa tadi yang lo bilang 'bocah' asal lo tau ya!! gue bukan bocah, lo gak liat gue pake baju SMA masa dibilang bocah lo buta ya.


Kata lo jalan pake mata huahaha... gue jalan pake kaki, bukan pake mata, yang ada lo tuh yang jalan pake mata, nggak pake kaki.."cerocos Laila bertolak pinggang menatap sengit cowok yang ada di depannya .


"Lo kok jadi nyolot sih jadi bocah, lo emang BOCAH. mana ada anak SMA pendek kayak lo"ejek cowok itu menatap Laila dari atas sampai bawah.


"Songong lo ya jadi orang, jelas-jelas lo yang salah, pokoknya gue gak mau tau lo harus tanggung jawab sama pantat gue " seru Laila mengusap-usap pantatnya.


"Nggak, bukan salah gue.. itu salah lo sendiri, dan gue nggak akan pernah mau tanggung jawab, semoga kita nggak ketemu lagi byee.."ucap cowok itu pergi meninggalkan laila.


"Dasar saraf lo!!" teriak Laila.


"Ngomong-ngomong tu cowok ganteng manis, dengan tinggi badan tegap, hidung yang mancung, alis tebal, bulu mata tebal lentik lagi,rahang yang kokoh dan bibirnya pink kemerah-merahan. Tu cowok ganteng banget harus gue akui lebih ganteng dari Aldi. WHATT!! Apa yang barusan gue pikirin biar ganteng tetap aja tu cowok nyebelin." Seru Laila dalam hati kecilnya .


Laila masuk ke dalam rumah menaiki tangga lantai dua dan masuk ke kamar nya, ia melepaskan semua pakaian yang ia kenakan,memasukkan kedalam keranjang khusus pakaian kotor dan pergi ke kamar mandi, untuk berendam di bathup dengan air hangat. Merilekskan kepala dan hatinya yang jealous melihat kemesraan Aldi dan sindy di sekolah, sekaligus meregangkan otot-ototnya yang nyeri pada pantatnya Akibat insiden di kantor, jika Laila mengingatnya membuatnya naik darah sampai ubun-ubun.


"Semoga jangan sampe ketemu lagi sama tu cowok saraf" gumam Laila berendam sambil memejamkan matanya.