As Sweet An Ice Cream

As Sweet An Ice Cream
Berangkat Barengg!!



Ashraf tersenyum melihat laila yang tertidur nyenyak dipelukannya, ia mencubit pipi laila gemas. Laila mengerjapkan matanya merasa terganggu dengan ulah ashraf.


"Bangun de, udah jam 05:10 mandi sana! Habis tu sholat subuh.. " seru ashraf menguncang tubuh adiknya.


"Hmm... " sahut laila sambil mengeratkan pelukannya.


"Ah.. elah, kebo banget sih lo.. cepat!! Bangun " ucap ashraf berusaha melepaskan pelukan adiknya.


"Iya..iya.. gue bangun " laila bangun dan duduk di sisi ranjang.


"Rese.. banget sih lo" ucap laila berjalan mengambil handuk yang bergantung di pintu kamarnya, dan pergi menuju kamar mandi.


Setelah 15 menit laila membersihkan diri, ia memakai seragam sekolah dan melaksanakan sholat subuh. setelah itu ia menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama.


"Pagi Ayah, Mama."ucap laila mencium pipi syarief dan juhana.


"Pagi sayang "sahut mereka.


"Pagi.. kaka ganteng " ucap Laila mencium pipi ashraf dan duduk di kursi.


"Pagi adikku yang cantik " sahut ashraf yang sedang menyantap sarapan paginya.


"Pagi adik ganteng "ucap laila mencium pipi Rayid.


"Hmm..." sahut  Rayid yang sedang memakan sarapannya.


Laila mendengus kesal, adiknya ini sifatnya sangat cuek, kalau bicara seperlunya saja, selalu to the point nggak mau basa-basi. Tapi dengan sifat dinginnya yang kaya kutub utara, dia menjadi most wanted di sekolah, laila sendiri bingung apa yang membuat para siswi jatuh hati kepada adiknya? Sedangkan dia sebagai kakaknya jengkel bukan main.. karena sifatnya .


Laila memakan nasi goreng dengan lahapnya, membuat syarief geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya ini.


"Sayang kalau makan itu pelan-pelan! Nanti keselek " tegur syarief kepada laila.


"Aku lapar ,Yah." sahut laila sambil meneguk susunya hingga tandas tak bersisa.


"Cepet sana berangkat! Rangga udah nunggu di luar " ujar ashraf.


"Loh ngapain Rangga diluar?" Ucap laila bingung.


"Kamu lupa, kalau kamu berangkat bareng dia hari ini sayang? Udah sana buruan, kasian Rangga nya nunggu " timpal juhana mengingatkan putrinya.


Laila menggaruk-garuk tengkuknya, kebiasaannya kalau sedang gugup karena selama ini, ia tidak pernah berangkat bareng cowok kecuali papanya, ashraf,dan rasyid.


"Eh iya. Aku berangkat Yah, Ma. " pamit laila menyalimi tangan mereka.


Laila menghampiri Rangga yang bersandar di mobil sambil memainkan handphone.


"Keren banget sih lo.. coba lo nggak rese sama gue, pasti gue udah jatuh Cinta sama lo. " Seru laila dalam hati kecilnya.


"Yukk.. berangkat! Nanti kita telat "ujar laila .


"Yuk!" Sahut rangga .


Dalam perjalanan tidak ada yang membuka suara, rangga fokus nyetir sedangkan laila lebih memilih sibuk berchat ria digrup line dengan kedua sahabatnya Rere dan rissa.


**Rere: woy.. rissa , laila..


Rissa: apa, curut??


Rere: lo dimana? Gue bete nih di


kelas sendirian.. cepetan


datang.


Rissa: ye..ye gue otw. By the way


laila mana nih? Nggak


muncul.


Rere: tau nih.. woy lala po, where


are you now?


Laila: nape cari gue? Kangen ya..


Rissa: iihh.. najis


Rere: najis(2)


Laila: ok kalau gitu.. aku mah


apa atuh.. cuma


selingkuhan kamu ..


Rissa: lebay


Rere: lebay(2)


Rissa: lo dimana ,la? Udah


berangkat?? Jangan lupa


Istirahat ngumpul di


kantin, oke.!


Laila: iya.. bawel**.


Rangga memperhatikan laila yang cekikikan sedang sibuk dengan handphonenya, ia kesal karena merasa seperti menjadi  supir pribadi laila.


" lo kehabisan obat ya.. jadi ketawa nggak jelas" celetuk Rangga sambil fokus ke jalan raya.


Laila menoleh dan memukul rangga.


"Bangke..Lo pikir gue gila "


" habisnya lo.. ketawa nggak jelas. Itu apa coba kalo nggak gila" ucap rangga


Laila menatap rangga tajam, Setajam silet.


"Apa liat-liat? Gue tau gue ganteng.. nggak usah ngeliatin gue segitunya juga kali" Rangga menaikkan sebelah alisnya.


Rangga membelokkan kemudi memasuki kawasan SMAN 1 malang.


"Kepedean lo.. najis "sahut laila turun dari mobil.


"Heh.. Laila,tungguin gue" ujar Rangga mencekal tangan laila.


"Iya.. tapi lepasin tangan gue rangga, malu diliat orang " laila melihat siswi-siswi yang sedang menatap mereka.


"Iya, nih gue lepasin.. " Rangga melepaskan cekalannya.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di ruangan kepala sekolah.


"Assalamualaikum.." ucap laila tersenyum sopan kepada wanita paruh baya yang menjabat sebagai kepala sekolah.


"Walaikum salam, ini rangga murid pindahan dari jakarta kan?" Tanya bu rita.


"Iya bu.." sahut rangga sopan.


" yasudah.. kamu laila masuk duluan ke kelas kamu , kalau nak rangga biar ibu yang nganterin kamu ke kelas XI ipa 1"


"Loh.. kok dia masuk di kelas saya bu?" Laila terkejut mendengar penuturan bu rita kalau rangga di masukkan di kelasnya berarti dia bakalan 1 kelas.


" memangnya kenapa? Biar rangga nggak susah cari teman di sekolah kalau 1 kelas sama kamu, oh iya habis istirahat kamu bawa rangga keliling sekolah ." ujar ibu rita


"Loh kok saya bu.. Fajar si ketua osis kemana,bu?" sahut laila gusar.


" kan sekarang ada kamu.. jadi kamu aja"


"Tapi,bu.."


"Nggak ada tapi-tapian, cepet sana masuk kelas kamu" perintah bu rita.


"Iya..bu" laila menatap tajam Rangga dan pergi masuk kelas.


Kelas yang awalnya ribut tiba-tiba jadi hening tanpa suara, ketika laila masuk kelas.


"Kenapa pada diem semua??" Seru laila berjalan menuju bangkunya.


"Lo tadi berangkat sama siapa? Gue nggak pernah liat tu cowok sebelumnya"tanya salsabella teman sebangkunya.


"Oh.. itu, dia murid baru, anak tatangga sebelah gue" jawab laila sambil meletakkan tasnya di meja.


"Sumpah ganteng banget tu cowok" seru salsa heboh.


Laila memutar bola matanya malas, sudah biasa baginya melihat tingkah teman sebangkunya ini, gadis blasteran indonesia-philipina yang heboh, pecicilan, suka teriak-teriak nggak jelas.


"Biasa aja kok"


"Mata lo buta ya, dia ganteng banget.. meleleh gue, siapa namanya?"tutur salsa dengan gaya lebaynya.


"Rangga namanya"jawab laila malas.


"Masuk kelas mana dia?"


"Kelas XI ipa1"


"Seriusan lo.. satu kelas dong kita"seru salsa mengambil bedak dan bercermin memperhatikan penampilannya.


"Hmm.."sahut laila tanpa mengalihkan pandangannya dari smartphonenya.


Bel berbunyi, semua duduk di bangku masing-masing, bu rita masuk kelas bersama rangga, kelas yang awalnya hening jadi berisik .


"Anak-anak, minta waktunya sebentar" ucap bu rita


mendengar seruan kepala sekolah membuat kami semua diam.


"Kalian hari ini, kedatangan murid baru, perkenalkan dirimu nak" perintah bu rita kepada rangga.


"Perkenalkan nama lengkap gue Rangga Azadiractha, panggil aja rangga, gue pindahan dari jakarta, gue harap kita semua bisa berteman baik ,makasih" Rangga mempernalkan diri .


"Baik anak-anak ada yang mau ditanyakan?"


Salsa mengangkat tangannya, dan berdiri. Membuat laila memijat kepala karena kelakuan temannya yang kelewatan genit, nggak bisa liat yang putih dan bening.


"Kenalin nama gue Salsabella... udah punya pacar belom?" Ucap salsa yang mendapat sorakkan seluruh murid.


"Dasar nenek genit" teriak Erwin kepada salsa.


Bukan salsa namanya kalo nggak caper sama cowok ganteng.


"Udah diam semuanya!!" Ucap bu rita.


"Kamu nak rangga duduk di kursi kosong sebelah sana" perintah bu rita ke rangga.


Salsa kegirangan ketika rangga akan menduduki bangku kosong di belakang tempat duduk mereka di sebelah ucup, sedangkan laila mendengus jengkel mengetahui rangga duduk di belakangnya.


*******


Bel istirahat berbunyi, laila menegakkan badannya untuk meluruskan otot-ototnya kaku.


"Akhirnya istirahat.. sumpah kepala gue pusing dari tadi,capek gue perhatiin pak rizal ngejelasin fisika, nggak paham-paham"gumam laila berdiri dari bangkunya.


Salsa sudah lebih dulu keluar kelas, yang katanya mau makan bareng pacarnya anak kelas XII IPS1.


Laila berjalan ingin keluar kelas tapi tidak bisa,karena siswi-siswi berkumpul di depan pintu kelasnya.


"Kalian ngapain disini?" Tanya laila di ambang pintu kepada Disa anak kelas X ipa 2.


"bukan urusan lo.. misi gue mau lewat" Disa nyerobot masuk diikuti siswi yang lain, membuat laila terjungkal ke belakang.


"Heh.. kalo masuk kelas orang yang sopan dong" omel laila bangkit berdiri.


Disa dan siswi yang lain menghampiri Rangga, berita kedatangan murid baru sudah tersebar luas diseluruh penjuru sekolah, membuat mereka penasaran seperti apa rupanya, yang di kabarkan ganteng mengalahkan Aldi ketua basket.


"Jadi lo murid baru yang namanya rangga?"ucap Disa dengan gaya centilnya.


"Iya" sahut Rangga cuek.


"Sok cool " cibir laila melihat Rangga yang sok cool.


"Kenalin nama gue Disa wijaya" Disa mengulurkan tangannya.


"Rangga" sahut rangga tanpa membalas uluran tangannya.


"Kita ke kantin yuk" ajak Disa menarik tangan Rangga.


"Idih.. main tarik-tarik, centil amat jadi cewek." Seru laila dalam hati menatap jengah tingkah disa .


"Maaf .. tapi gue sudah bareng dia" rangga melepaskan tangan Disa dan menarik tangan laila ke luar kelas.


Sedangkan Disa menghentakkan kakinya kesal, karena ajakkan di tolak oleh rangga.