As Sweet An Ice Cream

As Sweet An Ice Cream
Jealous



Laila menyentakkan tangannya dari genggaman Rangga, ia kesal dengan rangga yang membawanya keluar kelas seenaknya.


" kenapa sih lo? Narik-narik gue .. Gue nggak mau ke kantin bareng lo" omel Laila .


" Lo lupa, kalau dikasih tugas sama kepsek bawa gue keliling sekolah ini?" ucap Rangga memasukkan tanganya ke saku celananya.


"Keliling aja lo sana sendiri! Gue nggak mau.." Laila menghentakkan kakinya pergi meninggalkan rangga.


"Ok.. Kalau lo nggak mau temenin gue. Terus gue keliling sendirian di sekolah yang besar ini, kalau nya gue kesasar gue tinggal bilang sama bu kepsek, lo nggak mau temenin gue.. Jadi lo dapat omel deh" ucap Rangga dengan suara keras supaya laila yang berjalan tidak jauh darinya, mendengar.


Laila menghentikan langkahnya, ia mengepalkan tangannya kesal dan berbalik menghampiri Rangga.


" ok.. Gue temenin lo " sahut Laila kesal.


"Nah gitu dong..." rangga tersenyum mengacak-acak rambut Laila .


"Nggak usah acak-acak rambut gue.." teriak Laila kesal.


"Jangan marah-marah entar cepet tua" rangga terkekeh melihat Laila yang selalu emosi apabila bersamanya.


Laila menghiraukan rangga, ia berjalan menuju utara dan diikuti rangga. Sekolah mereka terbilang besar dan luas dengan fasilitas yang lengkap, yang di apit oleh 4 gedung. Dan dihiasi taman yang luas dan indah, dengan berbagai macam tanaman.


Laila menjelaskan kepada rangga di gedung pertama yang berlantai 2, di lantai dasar ada 2 ruangan. Ruang musik, dan ruang teater, sedangkan di lantai 2 ada ruang seni dan ruang photografer.


Di gedung kedua, ada ruang laboratorium, dan ruang osis. Yang ukurannya lebih kecil dari gedung pertama.


Di gedung ketiga, ada aula, perpustakaan, ruang komputer dan mushola.


Dan di gedung keempat adalah gedung olahraga yang di dalamnya ada lapangan basket, volly, sepakbola, dan renang. Dari 4 gedung, gedung inilah yang paling besar.


"Akhirnya.. Selesai. Sumpah cape banget ngelilingin ni sekolah" ucap laila menduduki bangku taman sekolah, diikuti oleh rangga duduk di sebelahnya.


"Thanks ya.. Gimana kalau lo gue teraktir makan di kantin" ucap rangga.


"Ya iyalah.. Lo harus teraktir gue, buruan entar nggak sempat.. Gue laper tau nggak" sahut laila beranjak dari bangku taman.


***


Kantin yang awalnya adem anyem, sekarang ribut dengan celotehan para siswi, melihat kedatangan rangga dan laila. Terlebih kepada rangga.


"Hai.. Rangga"


"Rangga mau makan ya, gabung sama kita aja"


"Rangga pin bb dong"


"Rangga ganteng banget sih.."


Dan bla bla bla.. Laila menekuk wajahnya bete, ia heran baru sehari rangga sekolah udah bisa ngegeser posisi Aldi, yang menjadi most wanted di sekolah.


"Lo pesen makanannya, gue nunggu di sana" laila menunjukkan meja yang sedang diduduki para sahabatnya.


"Ok" rangga berjalan ikut bergabung dengan murid lain untuk memesan makanan.


Laila menduduki kursi menghadap kedua sahabatnya, yang menatapnya penuh selidik.


"Apa?" ucap laila sambil menyeruput orange juice milik rissa.


"Eh.. Main minum-minum aja lo.. Pesen sana" rissa menarik orange juice dari laila.


"Gue haus plus cape..Tau nggak" seru laila meletakkan kepalanya di meja.


"Memangnya lo habis ngapain?" tanya rere.


"Gue disuruh bu kepsek, bawa anak baru keliling sekolah"


"Kok lo yang disuruh sih.. Kan ada osis kenapa jadi lo"tutur rissa.


"Karena cuma ada gue , waktu itu"


"Maksudnya?? Lo utang penjelasan sama kita, jelasin sekarang!!" todong rere.


Laila menjelaskan dari awal ia ketemu rangga diacara makan malam, sampai ia berangkat bareng ke sekolah dan mengantarkan rangga ke ruang kepsek sehingga di suruh membawa rangga keliling sekolah.


Laila selalu terbuka dengan kedua sahabatnya tidak ada yang dia tutup-tutupi, begitu pun sebaliknya. Mereka bersahabat dari SD sampai sekarang.


"Oh.. Gitu" ucap mereka bersamaan.


"nih.. Gue pesenin mie ayam sama ice tea" ucap rangga menyodorkan mie ayam dan ice tea.


"Thanks" tanpa ba bi bu laila langsung memakan mie ayam .


"Hai.. Kenalin gue Rissa dan ini rere, kita sahabat laila" ucap rissa mengulurkan tangannya.


"Rangga.. Tetangganya laila" ujar rangga membalas uluran tangan rissa dan rere.


"Hmm... Kenyang" seru laila mengusap perutnya.


"Sebut Alhamdulillah kali.. " koreksi rangga menyeruput orange juice.


"Alhamdulillah.... Puas lo" sahut laila kesal.


Rangga mengedikkan bahunya nggak perduli.


"Lo tu ngeselin banget sih" laila memukul rangga .


"Loh.. Kena--" ucapan Rangga terpotong oleh sapaan Disa.


"Hai.. Rangga" sapa Disa duduk disamping rangga.


"Eh.. Hai" jawab Rangga malas.


"Minta pin bb boleh?" pinta Disa meletakkan tangannya dipundak rangga.


"Boleh nih.. " rangga menyerahkan handphonenya ke Disa.


Setelah selesai Disa menyerahkan kembali handphone rangga.


"Thanks ya" ucap disa menyandarkan kepalanya dipundak rangga.


"Ya" sahut rangga mengangkat kepala Disa dari pundakknya.


"Rangga.. Kita masuk kelas duluan ya" ucap laila menepuk pundak rangga.


"Eh.. Tungguin gue" seru Rangga berdiri menyusul laila dan sahabatnya.


Semua murid terutama cewek-cewek memandang rangga bingung.


"Kamu nggak bilang kalau minta tungguin" ucap salsa.


"Eh.. Bukan lo, maksud gue laila" sahut rangga menghampiri laila yang sibuk dengan novelnya.


"Ahahahaha.. Kasian lo sal, makanya jadi orang jangan kepedean. " ejek fikri, salsa memonyongkan bibirnya kesal.


" diam lo!" ucap salsa ketus, pergi keluar kelas.


"Lo sih, kan dia marah.. Seneng banget sih lo gangguin salsa" ucap Laila ke fikri .


Laila bingung, salsa sama fikri itu kalau ketemu nggak pernah akur, kayak tom and jerry. Terutama fikri seneng banget bikin salsa kesel bukan main, jailnya nggak ketulungan.


" ye.. gue kan bilang berdasarkan fakta" ucap fikri santai.


"Tau ah" laila males ngeladenin Fikri nggak ada habisnya .


Laila merasa rambutnya ditarik.


"Apa sih??" seru laila kesal membalikkan badannya menghadap rangga.


"Apanya??" rangga balik bertanya.


"Lo kan yang tarik-tarik rambut gue"ucap laila


"Gue nggak narik rambut lo" sahut rangga acuh dengan iphone nya.


"Alah.. nggak usah banyak bacot deh lo, rasain nih" Laila menarik jambul rangga .


"Aww.. Sakit bego"


"Bodo amat, kita impas sekarang. Hehehe" laila menjulurkan lidahnya.


"Bangke lo, si--" rangga membatalkan niatnya ketika ingin membalas laila,karena bu elma guru matematika telah datang.


Bel berbunyi menandakan pelajaran telah usai,semua murid berhamburan keluar kelas, laila sekarang berada di parkiran sekolah. Ia berniat minta jemput sama kakaknya ashraf karena males pulang bareng rangga, tapi ashraf tidak bisa menjemputnya karena ada jam kuliah, sedangkan pak joko supirnya tidak bisa menjemputnya juga karena pulang kampung.


pulang naik taksi aja deh.. Yang penting nggak pulang bareng cowok resek. Seru laila sambil berjalan menuju gerbang depan.


Laila duduk di halte, mengeluarkan iphonenya membuka notifikasi dari instagram.


Tinn..tin..


"Laila pulang bareng kita, yuk " ajak Aldi membuka kaca mobilnya.


"Nggak deh makasih, gue bentar lagi dijemput kok" ya kali gue jadi kambing conge, ngeliatin kalian berdua pacaran. Ogah!


" tapi bentar lagi hujan loh, udah ikut kita aja!" bujuk sindy .


" kalian duluan aja... Ashraf lagi otw kesini kok" bohong laila.


"Bisa-bisa gue habis stok kesabaran, ngeliatin kalian pacaran.. Yang ada gue jealous tingkat akut." Gumam laila dalam hati.


"Kalau gitu kita duluan, ya.. Bye"


"Bye"


Kini tinggal ia seorang diri, tidak ada satupun taksi yang lewat, membuat dia merutuki dirinya sendiri, menyesal kenapa nggak bareng Aldi dan sindy, pasti dia udah sampe rumah dari tadi. Apalagi sekarang langit telah dihiasi awan hitam, yang pastinya sebentar lagi akan turun hujan.


"Woy.. Lo mau disitu aja? Cepet naik! pulang bareng gue" teriak rangga dari dalam mobil.


" nggak!! Gue nggak mau pulang bareng lo" ucap laila ketus.


"Eh.. Lo bego atau apa sih , bentar lagi hujan.. Lo mau disini sampe kapan??" Rangga keluar dari mobil menghampiri laila.


"Gue nunggu taksi, lo kalau mau duluan... duluan aja sana" usir laila .


"Ini udah jam berapa? Udah jam 5 sore dodol.. Nggak ada lagi taksi yang lewat. Lo mau diculik sama abang-abang kumis yang badannya bau? Terus lo diperkosa. Kalau lo hamil, Siapa yang tanggung jawab anak lo?


Kan nggak lucu tiba-tiba sekolah kita masuk tv, gara-gara siswi SMAN 1 malang diperkosa di halte depan sekolah , karena men---" cerocos rangga dan langsung dipotong oleh laila.


"Stop!!! Ok gue pulang ikut lo. Ayo cepet! Nanti keburu hujan" laila menarik rangga masuk ke mobil .


Rangga tersenyum tipis, akhirnya dia berhasil membujuk cewek keras kepala ini.


"Gue tau lo nolak ajakan Aldi dan sindy itu bukan karena lo dijemput, gue tau lo bohong sama mereka, lo nggak mau kan jadi obat nyamuk. Lo jealous sama hubungan mereka .. Jujur aja lo" ucap rangga memecahkan kehingan .


" sok tau lo.. Jadi tadi lo nguntit gue" seru laila memukul rangga.


"Aw.. gue nggak nguntit lo, gue nggak sengaja ngeliat pas gue mau keluar gerbang"


"Jawab pertanyaan gue, lo suka kan sama Aldi ayo ngaku" selidik rangga.


"Lo tau dari mana?" tanya laila gugup.


"Semua orang bisa liat kali, di jidat lo, ada tulisannya CINTA ALDI, cie..." ujar rangga.


"Diem lo.. awas lo ember gue cincang " ancam laila.


"Uuhh nggak takut.., cintaku bertepuk sebelah... Tangan" rangga bernyanyi menyindir laila.


"Bangke lo.. Mau gue bunuh hah" teriak laila menjambak rambut rangga.


" aduh sakit laila, lepasin.. Lo mau kita kecelakaan?" rangga mengaduh kesakitan.


" lo sih rese jadi orang" seru laila memasang wajah bete.


" dasar orang utan" ejek rangga .


"Apa!! Lo ngatain gue orang utan.. Oh lo mau gue botakin hah" ucap laila menatap tajam rangga.


" turun lo!! " usir rangga.


"Hah.. Lo gi-"


"Udah sampe noh.. Cepet sana turun"


Laila langsung turun dan masuk kedalam rumah, tanpa mau repot-repot mengucapkan terimakasih.


"Ckk.. Ni anak nyebelin banget sih.. Bilang makasih kek gitu.. Boro-boro bilang makasih, noleh aja kagak " omel rangga, menjalankan mobilnya pulang kerumahnya yang ada disebelah rumah laila.