
...
Kini Yebin dan Gyuri berjalan di trotoar menuju gedung Kampus mereka, mereka ada janji untuk bimbingan dengan dosen di kantin fakultas....
Sepanjang jalan Gyuri sibuk mengutuk dirinya akibat kejadian tadi pagi.
" Sudahlah Gyuri! Kau seharusnya bahagia menjadi seorang perempuan asing pertama yang melihatnya".
Celoteh Yebin yang sebenarnya ia senang-senang saja jika Beomgyu dan Gyuri benar-benar jadian.
" Ah tidak!!!! Tidak bisa Yebin! Aku malu dan dia juga malu! Hadduhhh!!! Aku merasa ingin menghilang saja".
" Sama seperti perasaanku semalam. Aku juga ingin menghilang sewaktu Taehyun membahas keluarga Kang".
Batin Yebin yang mencoba memposisikan dirinya dengan Gyuri.
" Jika begitu, apakah tanda kau benar-benar mencintai Beomgyu oppa?!".
Tanya Yebin tiba-tiba.
" Hah?!! Ya!!! Aku juga tidak paham dengan cinta, kan sudah berulangkali ku katakan, aku hanya suka".
" Suka dan kagum beda?".
" Kau aneh! Ya beda la! Rasa suka itu ada tempat khususnya kalau kagum itu bisa di mana-mana tempatnya".
" Contohnya?".
" Nih, kamu sama Jay, kalian sebelum pacaran dulu saling suka, kan? Nah ketika jadian di hatimu hanya ada Jay. Beda dengan kagum yang bisa berganti-ganti. Kagum itu tidak konsisten, Bin! Kadang sama Pilot atau Polisi saja kita bisa kagum. Beda dengan suka".
Penjelasan Gyuri yang mendadak jadi ahli perasaan.
" Agaknya kau ini munafik".
" Hah?!".
" Iya! Katanya kau tak paham tentang cinta tapi barusan apa? Masalah rasa saja kau paham betul".
" Ya beda la, karena cinta itu level atasnya makanya aku belum paham. Kalau masalah suka dan kagum aku sebelumnya juga sudah sering!".
Yebin menganggukkan kepalanya dan segera mengambil ponselnya.
" Annyeong Yebin-shii. Ini aku Taehyun, kata Beomgyu kau akan bimbingan hari ini. Bagaimana saat pulang nanti aku jemput? Kebetulan aku sedang ada urusan di area kampusmu".
Isi pesan singkat yang dikirim oleh Taehyun tadi pagi. Lucunya, Yebin belum ada menjawab padahal tadi pagi ia sangat girang.
" Itu siapa? Apakah itu yang dimaksud oleh Beomgyu oppa?".
Tanya Gyuri dengan penasaran.
" Kau selalu saja ingin tahu urusanku".
" Oh oke! Tidak ada curahan hati hari ini, fine!!!".
Sial, padahal hanya Gyuri sahabat perempuan satu-satunya di yang ia miliki. Jujur selama kuliah memang Yebin anaknya tertutup bahkan ia jarang ikut kumpul anak-anak kelasnya. Padahal ia juga famous karena ketiga abangnya dulu juga berkuliah di sana dengan prestasi yang tidak perlu diragukan.
" Iya iya Gyuri ku sayang! Utututu!!!."
" Menjijikkan".
" Hahahah iya ini lelaki yang dimaksud Beomgyu oppa tadi, namanya Kang Taehyun, dia sahabat lamanya Beomgyu oppa sewaktu SMA dulu".
" Wahh jinja?? Eumm bau-bau perjodohan nih. Eh berarti Beomgyu oppa sudah tahu tentang hubungan kamu dan Jay?".
Yebin menggeleng lemas.
" Wahh??? Hahahahha jadi maksudnya bagaimana?".
" Itu dia, Beomgyu oppa sih bilangnya bebas mau sama siapa saja. Apalagi dengan Taehyun ini, dia pasti setuju sekali".
" Hmm biar ku tebak. Pasti dia juga tampan!".
" Iya lah, anak Hanlim bos!".
" Wahhh, sudahlah tunggu apalagi, kau sikat saja! Lagian kan kau sekarang memang sedang sendirian".
" Kita jalani dulu prosesnya yaa besti".
" Oke besti, hahaha".
.
.
.
Daegu.
Rumah Na sujin
" Chagii?!". Sontak Soobin yang terkejut dengan kehadiran sang kekasih, Lee Nagyung.
" Haiii!!".
Mereka pun berpelukan seperti Teletubbies.
" Kenapa kau malah menyusul ku kesini?! Kenapa tidak menungguku pulang saja?".
" Ya! Kau ini jahat sekali. Aku baru sampai sudah kau marahi".
" Aku bukannya marah tapi hanya bertanya".
" Hah aku ini kesini mau berjumpa halmoni. Apa beliau sudah baik-baik saja?".
" Eoh halmi? Ada kok di dalam".
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah Na Sujin itu.
" Halmoni!".
Sapa Nagyung.
" Hahah justru aku kesini memang ingin berjumpa dengan halmoni. Bagaimana? Apa sudah membaik?".
" Belum, tubuhku masih sakit-sakit. Tapi kalian tak usah khawatir, namanya juga orang tua jadi sudah sewajarnya seperti ini".
" Dan karena halmi sudah tua makanya aku ingin mengajak halmi ke Seoul, agar kami bisa jaga halmi sama-sama. Apalagi Yeonjun hyung akan segera menikah, apa halmi tidak ingin datang?".
" Iya halmoni, pernikahan kami jaraknya sudah semakin dekat. Jadi halmoni harus ke Seoul sekarang".
Tambahan Nagyung.
" Lebih baik halmoni dibawa ke rumah sakit Seoul saja, biar dia bisa terawat dengan baik. Kau tidak kasihan dia sendirian di sini bahkan tak ada perawatan sama sekali".
Bisik Nagyung ke Soobin.
" Ah iya ide bagus, tapi halmoni sepertinya tidak akan mau".
" Eumm Yebin! Yebin pasti bisa membujuknya".
" Ah okeoke nanti ku hubungi dia".
.
.
.
Seoul
Usai bimbingan untuk skripsi, kini Yebin tengah berdiri di depan gedung fakultasnya seorang diri karena Gyuri sudah lebih dulu pulang dengan Sunghoon.
Kemudian tak lama setelah itu Jake datang menghampiri Yebin.
" Bagaimana dengan bimbingan mu? Lancar?".
" Iya lancar, tapi kata dosennya topik yang aku angkat sangat bahaya".
" Oh ya? Apa?".
" Jopok".
Jake terbelalak kaget.
" Ish kau ini, jangan ambil itu ganti yang lain! Kau mau skripsi atau bunuh diri?!".
" Ish memangnya kenapa? Kan topik hangat dan seru untuk diperbincangkan".
" Ish topiknya bukan untuk mainan, cari yang biasa aja. Seperti petani di Daegu misalnya, atau ah makanan viral di Seoul? Masih banyak yang lain!".
" Ish aku ini kan jurusan Sosiologi. Masa aku angkat topik makanan, memangnya aku jurusan tata boga?!".
" Ya sudah hubungan pembeli dan pelanggan".
" Sepertinya beban hidupmu banyak Jake".
" Iya memang banyak apalagi utang Sunghoon banyak belum lunas. Padahal sudah akhir bulan, keuanganku sudah menipis".
" Oh pantas saja".
" Pantas apanya?".
" Pantas jadi bodoh".
Yebin pun pergi untuk mencari angkutan umum.
" Yaa Yebinn-ahh!!!".
Sorak Jake sayangnya Yebin mengabaikannya.
.
.
.
" Ah aku ragu sekali mau balas apa tidak. Aku mau pulang dengannya tapi aku takut terbawa perasaan dan beralih menjadi cinta. Ahh dia terlalu sempurna untukku yang biasa-biasa saja".
Yebin berbicara sendiri dalam bus yang ia tumpangi.
Kemudian ponselnya berdering dan ternyata Soobin yang menelponnya.
" Nee annyeong!".
" Annyeong. Kau di mana? Masih di kampus?".
" Sedang di jalan menuju pulang. Ada apa?".
" Ah kebetulan sekali, nanti ketika sampai di rumah beritahu Beomgyu untuk jemput kami di Daegu. Rencananya halmi akan dibawa ke rumah sakit Seoul".
" Hah? Memangnya halmi kenapa? Semakin parah?".
" Tidak, hanya ingin ia dirawat saja. Kasihan dia selama ini tidak ada penanganan apa-apa".
" Lalu apakah halmi mau? Kan dulu pernah ditawarkan sama appa tapi halmi malah menolak".
" Kau yang bujuk nanti malam ya. Nanti malam kita akan video call agar kau bisa bicara dengan halmi".
" Oh okee!".
" Di sini juga ada Nagyung uniee tapi dia tidak bawa kendaraan, tadi dia hanya diantar. Mobil ku juga sedang rusak makanya aku minta Beomgyu yang jemput. Tolong sampaikan ya, soalnya dia susah sekali dihubungi."
" Oke okee, sebentar lagi aku akan sampai di rumah".
.
.
.
----
^^^* Jinja : serius?, Benarkah?, Sungguh?^^^
^^^Continued ...^^^