Angel & Devil TXT

Angel & Devil TXT
Sorrow Again



Setelah acara makan malam bersama yang digelar dadakan itu, akhirnya Taehyun pamit pulang kepada Choi bersaudara.


" Aku pulang dulu, terima kasih atas jamuan dadakannya". Ungkap Taehyun.


" Ya sama-sama, ah kau ini seperti sama siapa saja". Balas Beomgyu.


" Oh iya Taehyun, terima kasih juga kamu sudah membantu si bungsu mungil ini yaa. Jika kau tidak membantunya ia pasti sudah menangis seharian di pinggiran sungai Han". Ujar Yeonjun.


" Hahah, iya sama-sama Hyung".


" Isshh!!! Oppa selalu saja begitu. Ingat ya aku tidak cengeng seperti kalian berdua".


Kesal Yebin dengan memancarkan wajah yang gemas.


" Hahahah Kiyowo". Tawa Yeonjun.


" Kiyowo katamu?!!! Sudahla! Aku masuk saja. Oh iyaa hati-hati Taehyun".


" Hahah iya, ya sudah aku duluan ya. Malam semuanya".


" Malam!!!!". Balas Choi bersaudara kompak.


Taehyun pun masuk ke dalam mobilnya dan melaju ke apartemennya.


.


.


.


...



Sesampainya di apartemen, Taehyun disambut oleh para pelayan dan beberapa penjaga yang mengawasi apartemen tersebut. ...


Akibat kematian Mamanya 6 tahun silam, membuat Taehyun harus menanggung hidup seorang diri dengan kehidupan sang adik.


Sebenarnya ia masih memiliki seorang Papa, tapi sayangnya beliau harus dirawat di rumah sakit akibat kondisinya yang sangat parah. Bahkan sudah 6 bulan lamanya beliau berada di sana.


Oleh karena itu pula Taehyun kembali ke Korea Selatan dan mengurus lisensi kedokterannya di rumah sakit tersebut demi sang ayahanda tercinta. Walau sebenarnya hal tersebut tidak perlu karena Taehyun bisa saja langsung masuk tanpa persetujuan apapun namun ia tetap melakukannya demi profesionalitas.


Sesampainya di kamar Taehyun membersihkan dirinya kemudian duduk di ruang kerja miliknya.


" Apakah sudah ada donor untuk appa ku?".


" Belum?! Hah!!!!!!".


Taehyun mengobrak-abrik semua susunan berkas yang sudah tak terpakai di rak ruangan tersebut.


" Aku tidak peduli lagi!!! Gunakan cara yang diusulkan oleh Hueningkai kemarin!!! Paham?!!!.".


Panggilan itu diakhiri sepihak oleh Taehyun.


Ia terduduk lemas karena orang suruhannya belum juga mendapatkan donor jantung untung Papanya. Memang sulit. Mana ada orang yang mau menerima sejumlah uang besar dan memberikan jantungnya, itu adalah hal bodoh namanya.


" Aku tidak bisa seperti ini, aku bukan manusia lemah, aku seorang Kang Taehyun. Apa yang ku mau, harus aku dapatkan. Sekalipun donor jantung ini, aku pasti akan mendapatkannya".


" Toktoktok!!!".


Salah seorang penjaga apartemen Taehyun masuk dan duduk di hadapan tuan muda itu.


" Permisi tuan, maaf mengganggu. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Sunoo telah tewas akibat tembakan di kampusnya".


Taehyun pun langsung bangkit dari kursinya dan pergi menuju luar ruangan tersebut.


Ternyata di ruang tengah sudah ada jasad Sunoo yang penuh dengan lumuran darah.


" SIAPA?!!! SIAPA LAGI INII?!!! SIAPA YANG MELAKUKAN INI KEPADA ADIKKU?!!!! HAH?!!!!".


Semua pelayan dan penjaga terdiam kala tuan muda mereka menjadi murka.


" SUNOO!!! SUNOOO-YAAAAA!!!!!".


Taehyun menghampiri tubuh sang adik dan memeluk untuk terakhir kali.


.


.


.


" Pagi cantik!".


Sapa Gyuri di ambang pintu kamar Yebin.


" Heh kau!!! Aishhh masih pagi!! Sana! Sana!!!!".


" Heh kau ini, tidak mau bimbingan?!! Kau mau lulus apa tidak?!!".


" Kau mau mengajak ku bimbingan atau mau modus dengan oppa ku? Hah?!".


" Eumm jika bisa kedua-duanya mengapa tidak wahai Choi Yebin".


Gyuri berusaha untuk menarik Yebin dari ranjangnya, ia menarik kuat selimut yang membalut di tubuh sahabatnya itu namun tetap gagal. Alhasil ia pun membahas tentang Jay guna menarik emosi Yebin sehingga mau membuka selimutnya, Gyuri sangat cerdik.


" Kau tahu tidak? Jay kemarin pergi dengan seorang perempuan yang caaaannnntiiiikkkkkkkk sekali. Bahkan cantiknya mengalahkan dirimu! Terus dia jugaaaaa ...


" Hah??!!!".


Belum selesai Gyuri memanasi dirinya, justru ia lebih dulu bangkit dari ranjang dan berlari ke kamar Beomgyu.


" Heh Yebin!!!! Aku belum selesai bicara!!!!".


Sesampainya di kamar Beomgyu ia memperlihatkan layar ponselnya ke Beomgyu yang baru saja selesai mandi.


" Apa?!". Tanyanya dengan polos.


" Ini sungguhan? Kau memberikan id line ku ke dia?".


Sementara itu di luar sana ada Gyuri yang tengah menguping, sebenarnya ia ingin mengintip tapi sayangnya pintu ditutup oleh Yebin. Sepertinya Yebin sudah berwaspada dengan sikap sahabatnya itu.


Beomgyu pun tertawa kecil.


" Iya aku beri id line kau ke dia, baik bukan? Tapi ingat ya!!! Bukan berarti aku menyuruhmu untuk bersamanya dan meninggalkan Jay begitu saja. Tujuanku hanya ingin kau bahagia, jika kau lebih nyaman dengannya ya tak apa, tapi jika kau lebih nyaman dengan Jay ya silakan. Aku tidak memaksa hanya karena ia sahabatku".


Ujar Beomgyu sembari mengusak rambutnya yang masih basah. Parahnya Yebin kena lintingan air dari rambut Beomgyu.


" Ihhh menyebalkan!!!!".


" Kenapa? Bukannya kau belum mandi?".


" Apa hubungannya dengan kau bertingkah seperti tadi huh?".


" Ya supaya mata kau terbuka lebar dan segera mandi. Kau tak ada jadwal bimbingan? Santai saja ku lihat!".


" Tanpa kau bertingkah seperti tadi aku sudah lebih dulu membuka mata lebar karena line chat dari dia".


Yebin pun kelepasan.


" Eumm bukan! Maksudnya ituuu eumm ahhh anuuu ...


" Ya ya selalu saja beralasan. Padahal jujur saja kan tak akan rugi. Apalagi aku ini oppa mu sendiri!".


" Aaa dia memang idaman. Dengan adiknya saja perhatian seperti itu apalagi dengan pasangannya nanti, bisa jadi spoiler untuk hubungan kami nanti jika kami benar jadian".


Otak Gyuri mulai halu dengan kisah asmara antara dirinya dan Beomgyu yang entah terjadi atau tidak nantinya, masih abu-abu.


" Aaaa!!!".


Tiba-tiba ada seorang pelayan yang sepertinya hendak menuju kamar Yebin. Pelayan itu membawa sarapan dan karena lantai masih licin alhasil pelayan tersebut hilang keseimbangan dan menabrak Gyuri yang sedang sibuk menguping plus mengkhayal.


Dubrak!!!


Gyuri pun terdorong ke depan dan mengakibatkan pintu kamar Beomgyu terbuka, ternyata pintu itu tidak ditutup rapat oleh Yebin.


" Gyuri?!!!!".


Kalian tahu? Bahkan Beomgyu belum ada memakai pakaian, ia hanya memakai celana pendek sehingga Gyuri bisa melihat keindahan tubuh seorang Choi Beomgyu.


Kekar, pikirnya.


" Eumm aaa eummm maaa-maaaf ..


" Ah maaf tuan muda saya tidak sengaja, tadi jalannya licin makanya saya terpeleset dan mengenai Gyuri". Penjelasan pelayan itu sembari menunduk karena segan.


Dengan buru-buru Beomgyu memakai bajunya, ia sendiripun sudah keringat dingin karena malu.


" Heh Gyuri! Itu pelayan saja menunduk kau kenapa malah menatap Beomgyu oppa seperti itu? Huh?".


Gyuri pun langsung menutup matanya dengan kedua tangan dan membalikkan badannya mengarah pelayan tadi.


" Ya sudah kalian pergi sana! Untuk pelayan saya maafkan untuk kau Gyuri! Urusanmu masih panjang denganku".


Pelayan dan Gyuri pun pergi dari sana dengan terburu-buru.


" Ciee ..". Yebin mengejek Beomgyu.


" Heh! Adik kurang ajar!!!".


" Hahahah kaburrrrr!!!!".


Yebin pun berlari sekuat tenaga menuju kamarnya yang terletak tidak jauh dari kamar Beomgyu.


.


.


.


---


*Kiyowo : imut, menggemaskan, lucu.


^^^Continued ...^^^