Angel & Devil TXT

Angel & Devil TXT
Love



Taehyun berhasil ditahan oleh Beomgyu untuk makan malam bersama di rumahnya. Sudah lama ia tak begini dengan sahabatnya yang bermarga Kang itu.



" Beomgyu! Bukannya Baekho hyung dulu sering kemari?"....


Tanya Taehyun ketika semuanya tengah sibuk menyantap makanan.


" Iya, kenapa?".


" Berarti Yebin mengenalnya, kan?".


" Oh iya pasti, kebetulan dia juga yang jadi guru les bahasa Inggris nya Yebin sewaktu SMA".


Yebin pun mengangguk kan kepalanya sembari menyuap sesendok makanan ke mulutnya.


" Berarti bukan hanya aku bermarga Kang yang kamu kenal. Baekho hyung juga bermarga Kang".


Yebin pun tertegun, diam, panik, terpaku dan ingin rasanya menghilang.


Yaa, baru saja tadi sore ia mengatakan 'tidak ada marga Kang lainnya yang ia kenal, baru Taehyun saja' katanya.


" Hadduhhh!!! Kenapa harus bodoh seperti ini Yebinn-ahh!!!". Kesalnya.


" Memangnya ada apa ini?". Tanya Yeonjun yang kebingungan.


" Tadi sore dia bilang padaku tidak ada kenalan bermarga Kang".


" Hah? Hahahahahahah".


Sontak saja dua abangnya tertawa mendengar penyampaian Taehyun.


" Yaaa!!! Maksudku bukannya tidak ada tapi jarang!". Protes Yebin agar ia tidak terlalu malu. Bahaya jika mereka tahu bahwa sebenarnya Yebin mengatakan maksud lain dari perkataan Taehyun.


" Oh jarang, bukannya berlian?".


Wah, ternyata Taehyun juga menyebalkan sama seperti semua abangnya. Memang ia cocok bersahabat dengan Beomgyu, pikir Yebin.


" Yebinn-ahh! Ingat kau sudah punya kekasih". Ujar Beomgyu tiba-tiba.


" Hahah mau punya apa tidak. Kan dia hanya memuji bukan suka". Balas Taehyun antara melindungi Yebin atau ia memang tidak peka bahwa Yebin memang suka dengannya.


" Tapi dia bilang marga Kang, jadi tidak hanya mengarah padaku saja". Tambahnya.


" Andai kau tahu Kangtae. Aku sudah mulai menyukaimu sejak tadi, padahal sebelumnya hanya kagum semata. Tapi saat kita bertemu pada hari ini rasa itu mendadak tumbuh menjadi suka. Aku khawatir jika rasa ini akan tumbuh lebih besar lagi dan merubah katanya menjadi 'Cinta' ".


.


.


.


Daegu.


...



" Soobin-ahh! Bagaimana kondisi di Seoul? Apa baik-baik saja?". Tanya Na Sujin, nenek dari Choi bersaudara....


" Iya, baik-baik saja. Memangnya ada apa? Tampaknya halmi khawatir sekali".


Tanya Soobin kembali sembari menata belanjaan yang baru saja ia beli dari minimarket depan untuk persediaan di rumah neneknya itu.


" Iyaa aku khawatir karena desas-desusnya ada Jopok yang tiba di sana".


Soobin pun terhenti dari kegiatannya dan berfokus pada sang nenek.


" Jopok? Yang seperti Yakuza itu, halmi?".


" Iyaa, aku khawatir jika kalian kenapa-napa. Apalagi kita tidak tahu perusahaan appamu sebelumnya kira-kira ada atau tidak berhubungan dengan mereka. Jika iya, maka itu bahaya. Terlebih lagi yang memegang sekarang hyung mu".


.


.


.


Sebelum tidur, Soobin melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda sejenak.


Ia juga sempat terpikir dengan kondisi Yeonjun yang sekarang sedang memimpin perusahaan tersebut. Apalagi sekarang Yeonjun juga tengah berada di Seoul. Pikirannya sangat bercabang hingga ia tak fokus dengan pekerjaannya.


Ponsel Soobin pun berdering dan segera ia jawab.


" Annyeong!".


" Annyeong! Chagii! Kau di mana?".


" Di hatimu".


" Aku serius!!!".


" Hahahah iya iya, aku sedang si Daegu. Ada apa? Hm kau kangen yaa?".


" Tak usah menggombal, aku geli dengarnya".


" Kau dan Yebin sama saja, susah sekali dirayu".


" Hahah karena kami kan calon kakak adik".


" Nah sekarang kamu yang gombal, sadar tidak?".


" Hanya seperti itu dikata gombal? Aku bingung dengan deskripsi gombal mu seperti apa".


" Hahah ya sudah abaikan. Kenapa? Sudah larut seperti ini kau belum juga tidur".


" Tadi katanya Bora uniee fitting baju. Mereka sudah semakin dekat pernikahannya".


" Oh ya? Yeonjun hyung belum ada beritahu apapun kepadaku. Persiapan pun belum ada sepertinya".


" Ah pasti dia lupa. Sebenarnya Bora uniee mau ajak dia tadi tapi sepertinya Yeonjun oppa sibuk sekali. Makanya ia pergi sendirian".


" Ah oke oke, nanti ku bicarakan ke dia. Dia memang seperti itu, tidak romantis".


" Ya! Tolong sadar diri, bukannya kau juga tak romantis?".


" Setidaknya Yeonjun hyung 20% dan aku 20,1%, hahha".


" Ya Chagii!!! Aku rasanya ingin mencubit usus mu".


" Besok-besok saja. Oke?".


" Untung saja kau sedang jauh, jika tidak maka habis kau denganku".


" Ya sudah tidur sana, selamat malam".


" Malam juga".


 


.


.


.


* Halmi : potongan dari Halmoni (nenek pihak laki-laki) yang bisanya dipakai oleh anak-anak.


* Annyeong : hai/halo.


^^^Continued ...^^^