
Yebin dan Taehyun sudah sampai di pekarangan rumah keluarga Choi. Yebin menahan Taehyun sejenak karena ingin mengembalikan jaket yang telah dipinjamkan padanya. Ia mempersilakan Taehyun untuk masuk ke dalam.
Sesampainya di dalam beberapa pelayan di sana melayani Taehyun, mereka mempersilakan Taehyun untuk duduk di ruang tamu.
Taehyun memandangi satu-persatu figura yang ada di sana beserta foto-foto yang dipajang. Ada foto orangtua serta keempat Choi bersaudara. Kemudian Taehyun tersenyum miring dan mengeluarkan ponselnya.
" Taehyun-shii! Ini jaketnya. Terima kasih banyak ya".
Yebin turun sembari membawa jaket tersebut dalam kondisi yang sudah sangat rapi bahkan wanginya menyesuaikan parfume-nya.
Taehyun pun menerima jaket itu dan kembali menyimpan ponselnya.
" Silakan diminum Taehyun-shii!".
Yebin mempersilahkan Taehyun untuk meminum minuman yang baru saja diantarkan oleh pelayan.
" Baik, terima kasih".
" Tintintin!!!".
" Aku pulang!!!".
Sorak Beomgyu dari luar rumah.
Kemudian ia masuk dan menemukan adanya Yebin yang tengah berduaan dengan seorang lelaki di ruang tamu mereka.
" Eoh? Ada tamu?".
Beomgyu pun mendatangi mereka dan memperhatikan wajah lelaki tersebut sembari menyerngit bingung.
" Ya! Kau sombong sekali! Sudah berada di sini tidak ada mengabari ku! Sesibuk apa kau?!!!".
Meski Beomgyu tengah kesal namun tetap menggemaskan.
" Justru aku baru tahu jika ini rumahmu. Coba liat ponselmu! Aku barusan mengirim pesan pendek".
Beomgyu pun mengecek pesan yang dikirimkan oleh Taehyun.
" Ya ternyata kau melihat foto ku di sana? Hahaha".
" Iya makanya aku mengirimkan pesan padamu untuk memastikan apakah ini benar rumahmu".
Sementara itu Yebin hanya diam karena tidak paham dengan situasi tersebut.
" Kalian saling kenal?".
Akhirnya ia unjuk suara kala Taehyun dan Beomgyu semakin heboh.
" Ya tentu! Dia ini sahabatku! Dulu kami sama-sama bersekolah di Hanlim. Tapi sayangnya ia tak pernah bermain ke sini karena ia terlalu sibuk".
Ucap Beomgyu sembari menyindir Taehyun.
" Oh yaa? Ah dia sibuk pasti karena fokus belajar, tidak seperti kau yang hobinya main".
Celetuk Yebin ke abangnya.
" Iya aku memang sibuk. Maaf Beomgyu, dulu aku jarang bisa diajak bermain. Karena eomaaku saat itu tengah sakit dan aku harus rutin menemaninya untuk check-up."
Ujaran Taehyun berhasil membuat Beomgyu memasang raut wajah bersalah.
" Yaa!!! Oppa!!! Kau dengar itu! Masa sebagai sahabat kau tidak tahu! Sahabat macam apa kau?!".
Yebin kembali menggunjing abangnya.
Kemudian Beomgyu duduk di sebelah Taehyun dan menatapnya dengan intens.
" Lalu bagaimana keadaannya? Apa karena itu kau pindah ke Amerika?".
" Ya. Benar, Karena itu aku ke Amerika demi kesembuhannya. Tapi Tuhan terlalu sayang padanya, hingga diambil nyawa malaikat ku satu-satunya di muka bumi ini".
Beomgyu kembali mengingat betapa ia dulu sangat memaksa Taehyun untuk menemaninya bermain menghabiskan waktu dengan cuma-cuma.
" Itu salahku".
Ucap Beomgyu yang kini matanya sudah berair.
" Kenapa kau malah berkata seperti itu?!".
" Taehyun-ahhh!!! Mungkin karena itu juga Tuhan mengambil malaikat ku, bahkan kedua-duanya. Itu semua pasti karena aku yang terlalu memaksamu untuk pergi denganku hingga kesehatan eomaamu terabaikan".
Melihat Beomgyu bergumam seperti itu, hati Yebin rasanya hancur. Ia kembali mengingat kedua orangtuanya yang pergi secara mendadak.
" Orangtuamu? Maaf, maksudnya orangtuamu sudah tiada?".
Tanya Taehyun dengan intens.
Beomgyu membalas dengan anggukan.
" Aku tidak menyangka, jika aku dan kau akan mengalami hal yang sama. Sama-sama kehilangan orangtua".
Ucap Beomgyu masih dengan mata yang berair.
Taehyun menatap lama mata Beomgyu yang sudah berair hingga kemerahan itu. Ia pun perlahan menarik Beomgyu ke dalam dekapannya guna menguatkan lelaki bermarga Choi itu.
" Itu tandanya kita sahabat sejati. Kau lupa? Dulu kau pernah berkata, kita harus senasib sepenanggungan".
" Hahahah!!! Iya kau benar".
Beomgyu tertawa dalam tangisannya, membuat Yebin kian tak tertahan. Akhirnya gadis itu pergi ke kamarnya.
" Yebinn-ahh!!!!." Sorak Beomgyu.
Beomgyu menyesal, tak seharusnya ia menangis di depan adiknya itu.
" Aku harus menyusulnya, sewaktu pemakaman kemarin dia tidak menangis seperti tadi. Ia pasti hancur, apalagi melihatku seperti ini. Aku tinggal sebentar, ya".
" Oke, aku tunggu di sini".
.
.
.
Yebin terduduk di sudut ranjangnya dan memperhatikan pemandangan di luar jendela kamarnya. Ia tidak menangis, hanya saja raut wajahnya yang sedih.
" Yebinn-ahh?!".
Beomgyu pun masuk ke kamar Yebin dan duduk bersebelahan dengannya.
" Hey! Kau kenapa?".
" Tidak apa-apa aku hanya tidak bisa melihatmu seperti tadi. Apalagi Taehyun juga mengalami hal yang sama, aku merasa seperti ... Hah! Ternyata aku tidak sendiri".
Beomgyu mengulas senyuman dan mengecup kening Yebin.
" Kau benar, kau memang tak sendirian. Ada aku, Yeonjun hyung dan Soobin hyung! Untuk apa kau merasa sedih dan sendirian?".
" Ah lupakan saja itu, kita tidak boleh bersedih nanti Yeonjun hyung semakin terpukul. Hmm lebih baik kita bahas Taehyun. Kau mengenal Taehyun di mana? Apa sudah lama? Aishh aku tak menyangka ternyata adikku mengenal sahabat lamaku".
Beomgyu sengaja mengalihkan pembicaraan karena di luar sana sudah terdengar bunyi mobil yang pastinya itu Yeonjun karena Soobin hari ini katanya akan ke Daegu untuk bertemu sang Nenek.
" Eumm aku .., akuuu bertemu dia di supermarket. Baru saja kemarin dan tadi kebetulan bertemu lagi".
" Wahh jangan-jangan kalian jodoh!!...
" Yebinn-ahh!!!!!".
Yeonjun berlari ke dalam kamar adik gadisnya itu dan mendapati adanya keberadaan Beomgyu di sana.
" Lelaki di luar itu katanya baru saja membantumu karena jatuh di jalan. Kau terluka? Bagaimana lukamu? Apa ada luka serius? Hah??!".
" Kau jatuh? Jadi Taehyun tadi membantumu?".
Ya, pertanyaan bertubi-tubi datang dari dua Abang yang cukup protektif terhadap Yebin. Membuat Yebin malah tertawa geli.
" Halah! Biasanya kalian juga membuatku jatuh jika sedang bergelut".
" Ya tapi jatuhnya tidak di aspal!".
" Ya setidaknya sudah diobati, jadi tak perlu khawatir. Aku geli lihatnya".
" Sialan! Dua oppamu sedang khawatir dan kau malah geli. Adik durhaka".
Umpatan Yeonjun pun keluar.
" Hahahah gemas deh! Udahla ayo kita keluar, kasihan Taehyun menunggu sendirian".
" Ah iyaa Taehyun itu siapa?".
" Dia sahabat lamaku, hyung!".
" Ahh begitu, okelaa. Ini sudah sore, ayo kita siap-siap untuk makan malam bersama. Aku beres-beres dulu nanti aku susul kalian. Sekalian saja ajak temanmu itu ya".
Yebin tentunya sudah jingkrak kesenangan di dalam hati karena ini kesempatan untuk bertemu lebih lama dengan sosok lelaki yang berhasil membuatnya kagum hanya dengan hitungan waktu yang sedikit. Ditambah lagi Taehyun dan Beomgyu ternyata sahabat lama, semakin beruntunglah posisi Yebin.
Continued ....