Angel & Devil TXT

Angel & Devil TXT
Friend



...- Happy Reading -...


POV Taehyun :



Hari ini adalah hari pernikahan Yeonjun hyung, aku pribadi memang diundang olehnya tapi aku terkendala untuk hadir di acara tersebut karena ada banyak pasien yang perlu ku tangani. Selain itu, aku juga sedang kedatangan tamu penting, yakni sahabatku dari Amerika Serikat.


Sekiranya ada lebih dari 50 pasien, itulah mengapa aku tidak bisa menyempatkan diri untuk menghadiri pernikahan hyung dari sahabatku.


Setelah pemeriksaan terhadap separuh pasien hari itu, aku segera menuju ruang kerja ku. Di atas meja kerja ku sudah ada buku laporan khusus dan ternyata isinya adalah informasi mengenai para pasien tersebut. Saat diketahui identitasnya ternyata mereka adalah orang-orang penting di negeri ini bahkan banyak juga pengusaha seperti CEO perusahaan besar.


" Aaa-aaaakuuu seee-seee seeepertiii meeengeeenal-mu". Ujar salah seorang pasien yang baru saja aku urus.


Aku segera meninggalkannya meskipun tangannya berusaha meraihku, aku tahu ia pasti sangat mengenal ku bahkan tahu siapa sebenarnya aku.


Di sore hari, sahabatku telah tiba. Ia datang ke apartemen ku sehingga mengharuskan ku untuk pulang sejenak, meninggalkan tugas-tugas di rumah sakit. Sungguh profesi dokter ku memang penting, tapi kerjasama ku dengan Hueningkai lebih penting.


Ya, Hueningkai adalah sahabatku selama aku berada di Amerika Serikat.


Orangtua kami terlibat dalam kerjasama sehingga kami bisa saling mengenal satu sama lainnya.


" Bagaimana kondisi appamu? Apa sudah membaik?".


Hueningkai ku persilakan duduk dan ku suruh dua pelayan ku untuk menghidangkan minuman serta camilan. Kemudian ia menanyakan kondisi apaaku.


" Tidak membaik, tidak pula memburuk. Masih sama saja". Jawabku dengan segala kepasrahan.


" Yang sabar Taehyun, aku akan segera mengurusnya. Ah iya mengenai adikmu, aku tahu siapa pelakunya".


" Apa mereka orang-orang yang ingin balas dendam dengan kita?".


" Iya, aku sangat menyayangkan itu. Mereka ada nyali untuk menghancurkan kita. Tapi kau tenang saja, tinggal menunggu sebentar semuanya akan berada di tangan kita. Kau juga harus ingat siapa sebenarnya kita ini, paham?".


" Paham Huening!".


" Ah ya, gadis itu!".


" Kau sedang memanfaatkan keadaan dengan mendekatinya ya?".


" Iya, tapi sayangnya ia sedang menjaga jarak denganku".


" Hahah tenang saja, ia sepertinya mencintaimu, kau bisa memanfaatkan itu. Lagipula, rencana awal sudah berhasil tanpa kau mendekati gadis itu, apalagi jika kau dekat dengannya, bisa-bisa semua rencana akan berjalan mulus dan kita akan menang".


" Iya, itu yang sedang ku usahakan, membuatnya jatuh cinta dan masuk ke dalam lingkaran jebakan ini".


" Baik, kerja bagus Terry ".


.


.


.


Aku kembali ke rumah sakit dan melanjutkan pemeriksaan terhadap para pasien yang baru saja diantarkan. Sebenarnya jauh di lubuk hatiku terdalam, aku sangat bahagia melihatnya.


Setelah itu aku pergi menemui appaku, ada banyak penjaga yang aku perintahkan untuk menjaganya.


Iya masih sama, terbaring lemah dan tak ada perubahan apapun. Aku merasa kecewa dengan diriku yang berprofesi dokter ini.


Jasad adikku telah ku kremasi, abunya ku simpan di atas nakas ruang rawat appaku. Sebenarnya aku ingin menguburnya saja, tapi aku takut jika makamnya nanti akan ditemukan, bahaya.


Dan kini saatnya aku berfokus dengan Yebin, gadis yang ku harapkan, gadis yang bisa ku manfaatkan. Jangan mengatakan bahwa aku ini jahat, justru aku begini karena mereka terlebih dulu jahat denganku.


Baiklah, permainan dariku akan dimulai.


Terutama untuk Choi Yebin, gadis cantikku satu itu ...


Hahahahhah ......


End POV.


^^^Continued ...^^^