
...- Happy Reading -...
Yebin dan Sunghoon pergi ke sebuah supermarket, sebenarnya Sunghoon tidak ada keperluan di sana, hanya Yebin yang tengah sibuk belanja dan lelaki itu rela menemaninya.
" Aku ke toilet sebentar, ya".
" Ouh oke. Hati-hati ya, sejak kejadian di Kampus tadi aku jadi sangat khawatir denganmu dan Gyuri".
" Eoh? Jopok itu? Ah tidak, itu pasti bukan mereka kan dosen kita sendiri yang bicara bahwa jopok telah pindah ke Amerika. Ah ya sudah aku ke toilet dulu".
Yebin pun bergegas pergi menuju toilet umum. Setelah itu ia keluar dan bercermin untuk merapikan rambutnya. Kemudian ia keluar dan berjalan kembali ke tempat Sunghoon menunggu.
Namun saat Yebin tengah berjalan di dekat area toilet itu, tiba-tiba ada jaket yang dililitkan ke pinggangnya. Ia pun terperanjat kaget dan segera menoleh ke belakang.
" Kau?".
Yebin malah bertemu seorang lelaki yang parasnya tampan dan tengah berdiri dengan posisi yang sangat dekat dengannya.
" Kau sedang datang tamu, pakai saja jaket ku dulu".
Bisik lelaki itu kepada Yebin kemudian pergi begitu saja.
Yebin yang sempat diam terpaku, langsung mengejar lelaki itu.
" Hey tunggu!!! Tunggu!!!!".
Yebin mengejar hingga ke parkiran namun ia malah kehilangan jejak karena terlalu ramainya kondisi supermarket saat itu.
" Eh? Tamu??? Aigooo!!! Huftt! Untung saja ia cepat menolongku, jika tidak aku pasti sudah malu ketika kembali ke dalam".
Yebin pun segera kembali ke tempat Sunghoon.
" Kau dari mana? Kenapa berkeringat? Kau buang air atau olahraga?".
" Aku sedang tidak mood bercerita. Nanti saja la, atau kapan-kapan. Intinya sekarang kita pulang ya, belanjaan ku sudah cukup kok".
.
.
.
Selama dalam perjalanan, Yebin masih dibayangi oleh wajah lelaki tadi. Tampan, pikirnya.
Setelah ia sampai di rumah dan masuk ke dalam kamarnya, ia segera mengecek celana yang ia gunakan dan benar saja ternyata sudah banyak bercak darahnya bahkan sangat lebar. Yebin menghela nafas dalam-dalam, ia bersyukur lelaki tadi hadir di waktu yang tepat.
" Haduhh kenapa bisa ceroboh sih? Hah! Padahal tadi sedang buang air, kenapa tidak sadar?!".
Sebelum Yebin merendam jaket tersebut, ia mengendus terlebih dahulu dan dirasakannya aroma sensasi peach yang sangat menggoda.
"Baunya sangat manis, semanis orangnya".
Ucap Yebin tersenyum-senyum sendiri.
" Hey!".
Yebin menoleh ke ambang pintu kamarnya.
" Wae?!".
Ternyata Soobin pulang lebih awal.
" Jaket siapa itu? Oh iya kau kan pacaran dengan Jay, hahahah. Tapi kenapa agak berlebihan? Kan kalian sudah bertahun-tahun pacaran".
Soobin bahkan belum tahu dengan kisah asmara adiknya yang telah kandas sejak tahun lalu.
" Ehh eumm, bukan! Bukan berlebihan, ini aku mau cek saja. Bau atau tidak, jika tidak untuk apa ku cuci".
" Eoh? Iya kah? Coba liat!".
Soobin merebut jaket itu.
" Yaaa!!! Oppaaa!!!! Kembalikan!!!!!!!!".
Sorak Yebin yang kesal karena Soobin mengambilnya secara paksa.
" Ini ada bercak darah. Oh aku paham! Ternyata Jay sweet juga ya. Hahhaha kau beruntung bisa memilikinya".
Soobin mengembalikan jaket tersebut dan mengusap pelan pucuk kepala Yebin. Sejenak ia tersenyum dengan sangat tulus.
" Entah kenapa aku belakangan ini selalu merasa lelah. Tapi setelah melihat kau, aku jadi tenang dan semua kelelahan ku hilang. Yebinn-ahh, tetaplah bahagia yaa".
Gumam Soobin yang tampak terukir jelas garis kelelahan di matanya.
Yebin yang awalnya kesal berubah menjadi khawatir dan memegang tangan Soobin yang sedang mengelus pelan atas kepalanya.
" Apa yang kau bicarakan? Aku pasti akan selalu bahagia, apalagi dengan tiga Oppa ku yang tampan. Senang kan? Aku memujimu tampan, baru kali ini aku memujimu".
" Dan satu lagi jika kau lelah, lebih baik kau beristirahat saja dulu. Ambil cuti 3 hari, Yeonjun oppa pasti mengizinkan. Wajahmu sangat mirip dengan appa, aku benar-benar tidak tega jika melihat kau kelelahan begini".
Soobin menghela nafas dan duduk di sebelah Yebin.
" Entahla, diriku juga merasa tidak butuh istirahat karena aku tidak sakit. Lelahku hanya sesaat saja, jadi jangan khawatir. Oh iya, kau tau masalah jopok itu?".
Yebin terbelalak kaget.
" Hah? Kau tau jopok itu juga?".
" Hayola Yebin, sebagai warga negara ini kenapa kau malah tidak tahu itu?!".
" Tidak, aku tidak suka membahas itu".
" Ah ya sudah terserah dirimu, intinya aku minta kau jangan jauh dari Jay, ya. Kau tidak boleh sendirian kemanapun atau jika Jay sibuk kau bisa pergi dengan Sunghoon ataupun Jake, oke?".
Yebin merasa sangat bersalah karena belum cerita mengenai hubungan asmaranya dengan Jay yang sudah kandas itu. Tapi ini bukanlah waktu yang tepat, apalagi mendengar perkataan Soobin tadi seolah-olah menginginkan Jay selalu bersama Yebin, alhasil Yebin merahasiakan hubungan mereka sementara.
.
.
.
Ketika malam tiba, Yebin masih dibayang-bayangi wajah lelaki yang membantunya tadi. Bukan hanya terkesima dengan parasnya namun juga dengan sikapnya yang menurut ia sangat mengesankan. Ia peduli dengan Yebin tanpa mengenal sosok gadis itu sebelumnya.
" Lain kali jika aku bertemu dengannya, akan ku kembalikan jaket ini".
.
.
.
* Aigo : Astaga
* Wae : kenapa
* Peach : Persik
*Sweet : manis
* Supermarket : pasar besar
^^^Continued ...^^^