Albert Vs CEO Briyan

Albert Vs CEO Briyan
Bab 06



"Mohon tuan giyo ikut kami sebentar, CEO kami ingin berbicara secara pribadi." sam mulai menjelaskan niat briyan kepada Gia dan Sasa.


Membuat para tamu yang lain semakin di buat penasaran.


"Maaf, aku datang kesini untuk memenuhi undang tuan Bimo, jadi aku sebagai tamu sangat tidak sopan. kalau harus membahas urusan lain disini dengan anda," ujar Gia beralasan, untuk menolak sam yang meminta Gia berbicara dengan Briyan secara pribadi.


"Ternyata masih ada, orang kuno yang yang memiliki prinsip seperti mu itu, padahal kau juga tahu acara ini hanya sebuah permainan para pengusaha untuk mencari kekuasaan." sindir Briyan menyeringai.


Menyindir seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu.


"Sam, berikan padanya." lanjut briyan memberi perintah kepada samuel yang terus berdiri mendampingi Briyan.


"Baik tuan." jawab samuel. lalu melangkah mendekati meja di depan Gia.


Sam mulai membuka koper yang berisi dokumen beberapa proyek ternama. lalu memberikan kepada Gia.


Membuat para tamu yang lain begitu iri. melihat beberapa surat kontrak bernilai milyaran, dengan mudah di berikan kepada Gia begitu saja.


"Apa itu?" tanya Gia. enggan menerima dokumen itu.


"Lihat saja, bukankah kau sedang mengurus kontrak di bidang ini, aku bisa membantu memberikan beberapa proyek ini untukmu!" usul Briyan sungguh-sungguh.


Gia pun meneliti setiap lembar kertas itu. ia sangat kagum proyek-proyek itu semua bernilai jutaan dolar.


"Woawwww...!! Tuan Briyan Jonathan, apa kau seorang Ibu Peri sinderela yang kesasar?" seloroh Gia tersenyum sambil mengembalikan beberapa dokumen itu kepada Sam.


Briyan hanya menautkan alis tidak percaya Gia langsung menolaknya begitu saja, dan malah mengajak diri bercanda.


Begitu juga dengan Sasa dan juga Sam yang sangat kaget mendengar ucapan Gia.


"Tuan apa maksudnya itu?" tanya sasa tidak mengerti.


"Sa hanya di dunia dongeng lah, orang yang memberi bantuan tanpa pamrih seperti ibu Peri," jelas Gia membelai rambut sasa. membuat sasa merinding seketika.


"Tapi tidak dengan dunia nyata, tidak ada orang yang memberi secara cuma-cuma. tanpa meminta imbalan, apa lagi orang terhormat ini adalah pembisni."lanjut Gia menjelaskan sambil menatap wajah Briyan dengan malas.


Seketika sam tertunduk malu karena itu kenyataan yang sebenarnya, Briyan dan Sam menemui giyo karena menginginkan pulau surga milik Giyo. sehingga sam menawarkan imbalan bisnis untuk giyo.


Tidak dengan Briyan yang tersenyum puas bisa menemui seorang yang lebih muda namun dengan sikap dan perhitungan yang matang.


Padahal dulu ia mengira seorang pemimpin Irawan akan langsung menerima pemberian darinya dengan mudah. tapi tak di sangka orang dihadapan briyan ini menolak begitu saja.


"Maaf aku pergi dulu, ayo Sa kita pulang!" ajak Gia bersiap untuk pergi.


"Tunggu sebentar, aku menemui mu karena menginginkan pulau surga yang kau beli tiga bulan yang lalu," jelas briyan langsung ke intinya.


"Aku bukan pedagang, jadi aku tidak akan menjual pulau yang kubeli dengan susah payah." tukas Gia dengan tenang


"Cihk, Sebaiknya anda pikirkan baik-baik jangan tergesa-gesa, Aku bisa saja menjatuhkan perusahaan mu dengan mudah. Dan merebut pulau itu cuma-cuma, " seloroh briyan tersenyum licik.


"Kau..." tatap Gia mulai marah.


"Tapi karena kita berdua seorang pengusaha jadi apa salah nya kita berdiskusi dulu." usul Briyan menasihati.


Dengan sekejap tetap Gia berubah menjadi tatapan membunuh terhadap briyan. bahkan Sam marasa takut melihat Gia


"Berani-beraninya dia mulai mengancam perusahaan kakakku. dasar pria sombong. lihat saja akan ku muti-lasi tubuhmu nanti!" " Gia sangat kesal dalam hati.


karena perusahaan kakaknya sedang jadi buruan seorang pria penggila kekuasaan.


"Jadi bisa kita bicara secara pribadi" ajak briyan penuh penekanan. sehingga Gia tidak bisa berbuat apa-apa untuk sementara.


"Sam...!"


"Iya tuan, saya sudah meminta pihak gedung menyiapkan ruang tamu khusus untuk tuan berdiskusi dengan tuan giyo." ucap Sam memberi tahu apa saja yang menjadi keinginan tuannya.


"Kerja bagus, silakan...!" sahut briyan sembari mempersilakan agar Gia jalan terlebih dahulu.


Tiba-tiba seorang pelayan wanita datang untuk menunjukkan jalan keruangan tersebut.


****


Di lorong gedung itu. Gia yang sedang menyamar menjadi kakak laki-lakinya.


Mau tak mau harus mengikuti Briyan yang ingin bertemu secara pribadi dengan dirinya. Yang sedang menyamar menjadi giyo pemimpin Irawan group.


Bahkan Sasa hanya bisa menunggu di luar bersama sam. tidak di perbolehkan oleh sam untuk mengikuti Gia,


Begitu juga para tamu terus saja di buat penasaran Briyan dan Gia. namun bisa apa tak ada yang berani mengganggu Briyan.


Saat di lorong Gia merasakan keanehan. karena lorong itu semakin di jelajahi semakin sepi.


"Di mana ruangan nya kenapa jauh sekali" Briyan bertanya kepada pelayan yang mengantar dirinya dan juga Gia.


Karena sejujurnya briyan merasakan keanehan juga. Apa lagi pelayan wanita itu terlihat gugup.


Akan tetapi pelayan itu hanya diam dan terus berjalan. sehingga Gia dan Briyan saling menatap curiga terhadap pelayan itu.


'Maaf tuan-tuan, saya hanya bisa mengantar anda sampai sini!" ucap pelayan itu.


"Lalu di mana ruangan nya?" tanya Gia dengan bingung.


"Di depan sana tuan belok kanan, ada ruang tamu yang sangat nyaman untuk mengobrol, kalau begitu saya permisi dulu!" sahut pelayan ketakutan dan pergi dengan terburu-buru.


"Tunggu dulu aku mau menanyakan sesuatu.....!" teriak Gia memanggil-manggil pelayan itu.


"Biarkan dia pergi," tegur briyan.


"Cihk, kau benar-benar menyebalkan!" sungut Gia membuang muka. namun briyan tidak mempedulikan nya.


Mereka berdua pun kembali berjalan mengikuti lorong yang sudah diberi tahu pelayan itu.


Tiba-tiba dari arah belakang. muncul empat orang berpenampilan misterius mulai membuntuti Gia dan Briyan.


Begitu juga saat Gia dan briyan mulai berbelok, ternyata di depan lorong sudah ada beberapa orang berdiri untuk menghadang Briyan dan Gia.


Gia terkejut menjadi waspada. begitu juga dengan Briyan yang merasa heran.


Saat Briyan ingin mengambil handphone di dalam saku celana, karena berniat untuk menghubungi Sam.


seketika salah satu dari mereka. langsung menyerang Briyan menggunakan sebilah pisau belati. dari arah belakang.


Namun Briyan segera menyadari dan langsung menghindar. ia menangkap tangan orang itu dan merebut banda sajam itu dari genggaman nya


Lalu Briyan memukul dan menendang orang itu hingga berlutut tak berdaya.


Membuat teman-teman orang itu ikut menyerang briyan dan Gia. yang terkepung dari arah depan dan belakang.


" Mereka semua Pembunuhan bayaran, apa ini ulah mu?" tebak Briyan. lalu mulai menuduh Gia.


" Yang benar saja, kau tidak lihat orang ini ingin menikamku juga, dasar pria bodoh." sahut Gia kesal


Lalu melawan para pembunuh bayaran itu dengan kasar.


"kau bilang aku apa? teriak Briyan tidak terima sambil menghajar musuh tanpa ampun.


"Aku bilang kau pria bodoh.... apa kau juga tuli tuan Jonathan......" teriak Gia sambil menarik baju musuh, lalu menendang tepat di area belalai gajah.


"AAAaahk....."teriak musuh sangat kuat, bahkan Briyan sampai mengernyit ngilu tidak terkira.


bersambung.......


tinggalkan jejak kalian biar thor tetap semangat 😘😘😘😘😘💞💞💞💞💞💞💞💞💞💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕😋