Albert Vs CEO Briyan

Albert Vs CEO Briyan
Bab 15



"Dasar pria Sombong", hardik gia hendak pergi. akan tetapi briyan menangkap tangan gia dan menahannya, agar tidak pergi meninggalkan dirinya.


"Ada apa?" tanya gia dingin. karena merasa kesal telah di permain kan briyan.


"Bantu aku berjalan, aku tidak bisa berdiri dan berjalan sendirian!" ujar Briyan canggung.


sambil berpura-purah parah akibat tenggelam, Briyan sengaja tak ingin gia pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


Entah kenapa ada rasa senang di hati briyan. saat melihat sikap gia yang selalu bersungguh-sungguh menolong dirinya.


Briyan kembali mengingat dirinya bersama gia yang hampir tertembak seorang pembunuh bayaran. yang ingin membunuh dirinya.


Bahkan gara-gara Gia menolongnya dirinya, sampai terbongkar penyamaran gia yang sedang berpura-pura menjadi kakak laki-laki kembarannya.


"Cihk, yang benar saja," tukas gia sambil membuang muka, tidak ingin membatu Briyan yang masih terduduk di lantai.


"Kau harus bertanggung jawab, ini semua kan salah mu dasar pencuri" solor briyan menggerutu.


Menyalahkan gia telah mendorong tubuhnya hingga jatuh kedalam kolam.


Lalu briyan melirik meneliti tubuh gia yang terlihat basah dan menggigil, seluruh pakaiannya' benar-benar basah kuyup.


"Kau pikir aku sengaja apa, jelas-jelas kau lihat sendiri kaki ku tersandung tadi" ucap gia berkilah membela diri,


Gia tidak ingin briyan curiga kalau dirinya memang sengaja mendorong tubuh briyan masuk kedalam kolam.


"Sudahlah, cepat bantu aku berdiri, aku ini majikanmu Gia " tukas Briyan Jonathan tidak mau kalah, ia tetap ingin gia yang memapah dirinya.


"Yak ampunnnnn...."ucap gia sebal. sembari menarik tangan briyan ke pundaknya. dan mencoba membatu briyan berdiri. lalu mulai berjalan perlahan bersama gia.


"Awww pelan sedikit..." seloroh briyan Jonathan berpura-pura sakit.


Membuat gia mendongak dengan raut wajah kesal


"Kau itu hanya tenggelam, bukan patah kaki kenapa harus memapah mu segala," gerutu gia masih tidak ikhlas membatu briyan berjalan


"Kau tidak lihat, kalau Aku tengelam tadi dan tubuhku ini jadi sakit !" jawab briyan kembali mengingatkan gia yang telah mendorongnya.


"Cihk dasar pria sombong, tidak bisa berenang beli rumah yang ada kolam nya" Sindir gia menohok.


Membuat briyan terbelalak dan tersedak mendengar sindiran Gia. briyan hanya mengela nafas kasar,


Mencoba bersabar tidak ingin menimpali, atau gia bisa saja tidak akan mau membantu dan menolongnya dirinya tadi.


Briyan benar-benar tidak bisa berenang karena sebuah alasan. saat dirinya yang pernah tenggelam saat masih kecil.


Sehingga Briyan menjadi trauma saat tercebur di dalam air.


Setelah sampai di pintu kamar Briyan, Gia segera melepaskan dan menjauh dari tubuh Briyan.


Membuat Briyan mengerinyit heran, padahal selama ini ia sangat di kagumi para wanita-wanita cantik dari seluruh kalangan.


Bahkan banyak wanita sampai melakukan bermacam tipuan asal bisa dekat dan memeluk tubuhnya. yang benar-benar sempurna sebagai seorang penguasa bertubuh ideal.


Tapi tidak dengan gia yang terlihat jelas enggan dekat dengannya. padahal kemarin-kemarin gia mencoba merayu sampai pernah mencium bibirnya.


"Sudah sampai, aku pergi dulu !" jelas gia dengan jutek.


"Tungggu...!" ujar beriyan mencoba menahan kepergian gia.


"Apa lagi pria sombong...! ini sudah malam. pelayan lain saja sudah pada tidur, tidak kah kau begitu kejam kepadaku yang hanya seorang wanita lemah tidak berdaya ini." seloroh gia angkuh melipat tangan di dada.


Meski bicara nya terdengar seperti di siksa. Membuat Briyan mengerinyit merinding mendengar ucapan gia.


"Apanya yang lemah tidak berdaya gia alena irawan, kau bahkan menghajar orang-orang waktu itu tanpa ampun, ku rasa para pembunuh bayaran itu masih menagis dan menyesal." ujar briyan menyindir.


"Masa?"


"Iya memangnya kau lupa?, kau sudah merusak jalan keturunan dan membuat mereka mandul hingga tua! dan kau masih bilang dirimu itu hanya wanita lemah tak berdaya." singgung briyan sambil mengingat kejadian waktu itu.


Saat gia mengajar dan menendang ************ musuh-musuh tanpa ampun. hingga mereka semua terkapar tidak berdaya.


Seketika Briyan terbelalak, sambil menutup kepunyaan nya dengan kedua tangan,


"Tidak terimakasih, kau boleh pergi sekarang!" sahut briyan langsung menutup pintu.


Seketika gia memutar tubuhnya dan pergi sambil terkekeh geli. melihat wajah tampan briyan terkejut dan juga takut.


Malam itu Gia tidak jadi membersihkan sampah-sampah di dalam kolam. ia segara berjalan menuju kamarnya yang tidak jauh dari gudang.


Sebuah kamar berukaran tiga kali tiga meter yang di berikan seorang pelayan yang iri terhadapnya.


Meski kamar itu sempit, akan tetapi itu menjadi keuntungan Gia.


Kerana jauh dari karyawan Briyan yang lainya, sehingga gia masih bisa bekerja sebagai bos mafia melalui laptopnya.


Untuk mengurus dan mematau Ipan dan juga bawahannya yang lain. yang sedang bertransaksi menjual produk baru senjata berteknologi canggih, dengan cara ilegal melalui online kesebuah kota kecil yang berada negara Italia.


****


Di pagi hari briyan yang baru saja bangun tidur. merasa kepalanya yang terasa pusing. dengan seluruh badan terasa nyeri. akibat kecelakan semalam karna tenggelam.


Ia segera terduduk di pinggir tempat tidur. lalu menekan tombol panggilan. memanggil pelayan untuk membawakan beberapa obat kekamar nya.


Saat menunggu pelayan membawakan obat. Briyan berjalan kearah jendela.


Membuka gerden yang masih menutupi cahaya masuk ke dalam kamarnya. agar mata hari pagi, bisa masuk kekamarnya itu.


Andre lagi-lagi di buat tertegun saat melihat kebawah dan terlihat pemandangan kolam renang besar. dari sudut kamar briyan.


Akan tetapi Bukan karena kolam berenang nya, melainkan sorang wanita. yang dengang berjalan di pinggir kolam renang.


Manik mata briyan terus meperhatikan dari jendela kamarnya itu.


Dia adalah Gia Alena irawan. yang sibuk bolak balik mengambil sampah-sampah di dalam kolam.


seualas senyum tanpa sadar mengembang di bibir Briyan, saat terus memperhatikan kerja gia yang terlihat rapih dan juga gesit.


" Gia alena irawan?' Cihk, tiba-tiba aku jadi ingin tahu. selama ini apa saja keseharianya?" gumam briyan semakin di buat penasaran.


Bahkan briyan semakin terkekeh sambil menepok jidatnya mengingat kejadian semalam.


"Coba ku hitung sudah berapa kali dia mencium bibir ku ini? pertama saat dia ingin mencuri mobilku, lalu kedua, ketiga dan keempat saat aku tenggelam. benar-benar pencuri. pencuri ciuman....!" gumam briyan menohok.


saat mengingat gia yang memberikan napas buatan. dan briyan menanggap itu semua adalah ciuman rasa suka gia


Dia terus saja memperhatikan gia dari kejauhan. sambil terus senyum-senyum


Kini pria kolong merat. sebagai peguasa suluruh bidang bisnis dan perusahaan, hatinya sedang berbunga-bunga tidak karuan.


Karena gia wanita pertama yang membuat jantung briyan berdebar-debar hingga kacau. dengan persaan tertarik yang selalu membuat briyan penasaran.


****


Di sore hari briyan yang sedang istirahat, karena merasa sedang tidak enak badan.


Tiba-tiba saja mendengar keributan di lantai bawah.


Membuat briyan kesal karena menggangu istrihatnya. segera briyan membuka pintu dan berjalan menuruni anak tangga.


Betapa terkejutnya dirinya. saat melihat Samuel di hajar. seorang pria yang terlihat sangat kejam.


"Cepat panggil bos kalian, atau kalian semua terima akibatnya!" ucap pria itu dingin.


mata nya melirik satu persatu pengawal dan penjaga keamanan rumah briyan dengan tatapan tajam.


sembari menginjak dada samuel yang sudah berbaring di lantai.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


jangan lupa like, favorit, komen, hadiah vote nya juga yak bestie 😘😘😘😘🙏🙏🙏