
"5...4....3....2......1.... !!!" teriak Gia dengan kuat.
"CIiiuuuuuuuuu Duarrrrrrrrr.... Ciuuuuuuu duarrrrrrr...Ciuuuuuuuu duarrrrrrr".....
Sebuah Ledakan kembang Api begitu indah. Tiba tiba menghiasi langit gelap berbintang di jalan raya.
Beberapa mobil hitam tiba-tiba datang entah dari mana. Dan mulai mengejar se grombolan pemotor itu. yang sejak tadi mengejar Gia
Seketika gerombolan motor itu tiba-tiba memutar arah kucar kacir penuh rasa panik.
Gia hanya menyeringai penuh kemenangan. Ia senang melihat anak buahnya sudah tiba menghadang mereka..
Dan berbalik kini Iblis Bayangan di bawah pimpinan dirinya. Yang memburu geng motor itu, yang sejak tadi terus membuntutinya dirinya.
Karena sejujurnya gia hampir saja ketahuan. bahwa dirinya sedang menyamar menjadi seorang kurir gelap. untuk membobol data sindikat gelap perdagaan obat terlarang dan senjata.
Di tambah kini dirinya tahu bahwa para musuh sedang merekrut anggota baru, untuk bisa mengalahkan kekuasaan Gia.
****
Sedangkan Briyan terbelalak dan sangat terkejut. Melihat tiba-tiba suasana berubah karena ada beberapa kembang api yang menghiasi kota itu.
Briyan memicingkan mata dengan heran. melihat para pemotor yang mengejar mobil miliknya tadi. Tiba-tiba Buyar begitu saja.
"Kau apakan mereka?" tegur Briyan dengan suara brintonnya. tegas dan terdengar sedikit dingin menahan emosi.
Lain hal nya dengan Gia. ia hanya menautkan alis saja. sambil mencerna suara aneh yang sedang menegur nya.
Lalu mencoba mengecilkan volume musik agar Gia tidak salah dengar untuk mencari sumber suara.
"Kenapa tidak dijawab?" tanya lagi Briyan yang semakin tidak sabaran dengan suara yang lebih kencang.
Sontak Gia kaget. Lalu melirik kaca sepoin tengah. Mendengar ada suara pria dari kursi belakang,
Terlihat sosok pria tampan berkumis tipis dengan brewok yang tertata rapih.
Pria itu sedang duduk angkuh, sembari Melipat tangan didada. dengan tatapan dingin penuh aura mengintimidasi.
Gia terbelalak sembari menelan saliva susah payah. ia kembali melirik pria yang tidak di kenal sedang duduk di kursi belakang.
Sehingga Gia menginjak rem sangat mendadak hingga mobil berhenti seketika.
"Bukkkk" lagi-lagi kepala Briyan terbentur cukup kuat.
"Upppssss..!" Gia mengerinyit ngeri, dan menutup mulutnya dengan tangan. Saat melirik Briyan yang terbentur jok depan cukup kuat.
Ada secercah rasa bersalah di pikiran Gia. namun Gia harus mencari cara terlebih dahulu. untuk keluar dari masalah yang kini sedang dihadapi nya.
Sedangkan Beriyan Dengan rasa sakitnya. berusaha sekuat tenaga dan menatap tajam gia yang ada sisi kemudi.
"Kamu.....!" tunjuk briyan kearah wajah Gia dengan kesal.
"Haiiii tuan... " sapa Gia sembarangan.
"Berani sekali kau, Masih kecil sudah berani mencuri mobil, bahkan ingin membunuh penumpang nya juga hahk!" sambung briyan memaki dan menuduh Gia.
Ia terlampau kesal. Karena Sejak tadi ia yang ingin pulang dan beristrirahat.
Tapi Malah dibawa berkeliling wanita tidak dikenal.
Dan lebih parahnya lagi. Briyan harus menyaksikan wanita tak di kenal itu bersikap sangat kacau dan juga barbar.
"Siapa juga yang mencuri, aku hanya pinjam kok Tuan !" jawab Gia polos. lalu menunjukkan sederet gigi putihnya. Mencoba dengan gaya polos seperti wanita tak berdosa.
Briyan mengerutkan kening melihat wanita muda dengan tingkah anehnya dan berani mengucapkan perkataan dengan entengnya.
"Kamu......!!! Bukan minta maaf, malah menjawab!" bentak briyan tak tertahan.
Ia benar-benar tidak habis pikir di negara Indonesia yang terkenal dengan keramahan tamahan dan sopan santunnya.
Ada wanita gila seperti ini di depan matanya. yang seenaknya mengendarai mobil orang lain seenak jidatnya.
"Astaga bagaimana ini?" pikir gia dalam hati.
"Maaf kan aku tuan. tadi aku sedang kesulitan karena itu, aku hanya ingin meminjam nya saja, bukan ingin mencuri." jelas Gia sungguh-sungguh.
Walaupun sejujurnya. di hati Gia begitu mual dan menggelikan dengan ucapan nya sendiri. karena dia tidak pernah merendah untuk orang luar kecuali keluarga.
Gia Albert adalah sosok wanita yang paling di takuti di seluruh kalangan Mafia. dan juga musuh-musuhnya.
Namun kini ia harus berpura-pura merendah. agar sebisa mungkin tidak memperpanjang masalah.
"Aku tidak mau dengar ocehanmu itu!" sahut Briyan tidak peduli.
"Astaga ganteng-ganteng sih galak !" oceh Gia pelan. namun masih terdengar di gendang
telinga Briyan.
Sontak pria itu semakin tidak sabar. ada rasa kesal yang amat luar biasa.
" Dasar pencuri. KELUAR kau dari mobilku sekarang juga!" perintah Briyan dangan aura dingin dan penuh penekanan.
Gia terbelalak. Lalu menghela nafas dengan kasar. ia pun menuruti perintah pria yang seperti sudah di ujung emosi nya.
Gia segera keluar dari dalam mobil yang langsung di susul Briyan dari pintu tengah.
Setelah mereka keluar. dengan cepat Briyan menangkap tangan Gia dengan kasar. Agar wanita yang kini ia cekal lengan nya tidak kabur untuk melarikan diri.
"Isssskk sakit Tuan lepasin" rengek Gia. pura pura takut.
"Lepasin biar kamu bisa kabur gitu....?" tanya Briyan sembari meperhatikan sosok Gia lebih dekat.
"Aku tidak akan kabur, bisa lepasin dulu gak, tuan aku mohon aku benar-benar minta maaf " jelas Gia merengek sambil bermuka takut.
"Tida akan!!" sahut briyan dan semakin memperdalam meperhatikan tingkah Gia.
Kini terlihat jelas postur tubuh yang ideal dan tinggi Gia. bahkan kini Briyan semakin memperhatikan wajah Gia yang ternyata begitu cantik dan juga manis.
Namun terlihat juga sisi misteri yang sulit di jabarkan dari sikap yang sebenarnya, hanya sedikit paham melihat bibir merah muda itu sedang mengerucut sebal.
"Cihk dasar wanita pencuri" gerutu briyan yang melihat keanehan dengan bibir Gia yang jelas-jelas terlihat sebal bukan takut.
"Aku ini bukan pencuri. hanya pinjam mobil anda tuan, apa tuan tidak sadar, karena gara-gara mobil tuan motorku jadi rusak " sahut Gia membela diri. ia sulit menahan sabar.
Apa lagi yang sebenarnya memang sopir briyan lah yang salah, karena mengemudi dengan kecepatan tinggi. sehingga menyenggol bodi motor Gia.
"Jadi bisa lepaskan tanganku?" pinta Gia.
"Lepaskan katamu, kau tidak lihat bodi mobil ku sudah seperti apa hak?" jawab Beriyan dingin sembari menujuk bodi mobil yang hampir tidak berbentuk.
Sontak Gia segera menengok mengikuti jari telunjuk briyan.
"Glek"Gia pun menelan saliva dengan kasar. lalu tersenyum kaku.
"Baik lah aku akan bertanggung jawab. berapa nomer rekening anda tuan? biar ku ganti kerusakan mobil tuan." pinta Gia mengambil handphone di dalam jaket untuk mentransfer uang ganti rugi.
"Aku tak butuh uang dari seekor anak kucing seperti mu yang ketahuan mencuri. Ada kerugian yang lebih dari itu." sahut briyan melepas tangan Gia. membuat gia bingung dan mulai menatap briyan penuh tanda tanya.
Lalu Briyan berdiri tegak sembari mengeluarkan senyuman licik, dan berjalan mendekati Gia.
membuat Gia mundur dan terus mundur hingga punggung nya mulai terbentur pintu mobil briyan.
"Tu... tu.. tuan mau apa? "tanya Gia panik melirik kedua tangan briyan terangkat dan mengurung Gia lekat hampir menepel di dada bidang Briyan.
"Kau pikirkan saja sendiri aku ingin apa, di kala posisi seperti ini?," bisik briyan dengan nada sensual.
Beriyan sengaja mencoba menggoda Gia untuk menakut-nakuti Gia.
sontak Gia mencoba mendorong tubuh briyan sekuat tenaga. namun pria kekar itu tak bergeming sama sekali dari posisi nya, yang hanya berjarak beberapa senti saja dari tubuh Gia.
bersambung......
hai hai hai....... Hallo sobat jangan lupa yak Like komentar n favorit yak. 😘😘😘😘