
Setelah melampiaskan kekesalan dengan membuang berkas-berkas hingga berserakan
Kini Briyan pergi meninggalkan ruang kerjanya itu, dan mulai berjalan menuju keruang makan.
Sesampai nya disana Briyan memindai ruangan, untuk mencari sosok gia. namun wanita itu belum juga terlihat.
"Apa dia masih di dapur?" tanya briyan kepada seorang pelayan yang tadi menemani gia.
"Ia tuan."
"Kenapa lama sekali?" keluh briyan.
"Itu tuan, sejak tadi pelayan itu....!?" ujar pelayan menggantung. membuat briyan menghela nafas lelah.
"Ada apa lagi denganya?" tanya briyan dingin enggan mendengar hal-hal yang membuat ia kesal.
Tetapi pelayan itu memang sengaja ingin memberi tahu briyan kalau gia telah melakukan hal yang akan membuat Briyan marah
"Sepertinya dia tidak bisa masak tuan, bahkan tingkah nya sangat buruk di ruang dapur". jelas pelayan itu.
"yang benar saja" ejek Briyan terjekeh, karena mengingat wanita itu bisa melakukan apa saja lebih dari seorang pria.
"Kalau tuan tidak percaya,Tuan bisa lihat sendiri ."celetuk pelayan itu, ia sengaja memberi tahu briyan. Agar briyan marah dan segera memecat pelayan baru yang bernama gia itu
Briyan menautkan alis, lalu baranjak pergi menuju dapur tempat gia berada.
Dari kejauhan sebuah asap hitam mengepul keluar dari dalam ruangan dapur, dengan aroma aneh yang mulai menyeruak terhendus di hidung briyan.
Saat Briyan sampai briyan lagi-lagi tertegun. melihat dapurnya sudah sangat berantakan bak pembuangan samapah.
sebuah asap hitam terus membungbung tinggi, dari kompor yang masih menyala. dengan panci yang tadi di pakai untuk merebus, terus mengulaurkan asap hitam. seperti pembakaran sampah.
"fiuhhhhhh, akhirnya selesai....." seloroh gia bahagia dan merasa puas menatap sepiring spagetie gosong buatannya.
Gia tidak peduli dengan banyak perabotan kotor yang sudah bertumpuk di wastafel dan juga panci yang masih berasap tebal.
"Apa yang kau lakukan dengan dapur ku Giaaaaaa" tegur Briyan geram dengan tingkah gia. Briyan tidak menyangka Gia membuat ulah hingga di dalam rumah.
"ahhhhkk si tuan Jonathan....!!' ini makan malam mu sudah jadi" ucap gia menyodorkan sepiring berisi spageti gosong. tanpa rasa cemas apa lagi merasa bersalah.
Otak jahil nya tak bisa di kendalikan, selalu ada rasa ingin membuat briyan marah.
Membuat Briyan terbelalak sembari berulang kali menatap Gia dan juga masakan yang dibuatnya. lalu kembali memperhatikan dapur miliknya.
"Kau mau meracuniku dan juga ingin membakar rumahku?" tegur briyan sembari menyanggah keningnya yang mulai pusing dan perustasi di buat gia.
"Tidak, hanya saja ini pertama kalinya aku memasak he....he...he...." ujar gia menggaruk-garuk pipinya tidak gatal. dengan perasaan canggung, yang sengaja di buat-buat.
Briyan menarik nafas dalam-dalam, lalu bedecak pingggang. menatap gia dengan kesal.
Dengan emosi yang mulai gemuruh briyan melangkah pergi untuk mematikan kompor dan kembali mendekati gia.
Lalu mengambil piring di tangan gia dan meletakan piring itu di wastafel.
segera briyan menarik lengan gia. membawa wanita itu pergi meninggalkan tempat yang sudah berantakan itu.
Briyan terus menarik lengan gia tanpa bicara. Membuat Gia mulai waspada takut briyan akan kehilangan sabar dan gelap mata.
"Tunggu apa yang kau lakukan, kau mau membawa ku kemana?" tegur gia sembari mencoba memberontak dari genggaman Briyan.
Gia takut briyan melakukan hal-hal yang akan menyakiti dirinya.
Akan tetapi Briyan hanya diam dan terus mencengkaram kasar lengan gia, briyan terus berjalan dengan cepat sambil menarik gia.
setelah keluar dari dalam rumah. Briyan menarik gia dengan kasar hingga wanita itu hampir terjatuh karena mundur.
Gia menatap tajam briyan, yang berani kasar terhadap dirinya.
"Bersihkan..!" perintah briyan dingin.
"Apa?" pekik gia tidak mengerti.
"Aku bilang bersihkan!" tukas briyan membentak gia.
membuat gia terkujut dan sedikit takut lalu memindai lingkungan sekitar. yang hanya ada kolam Renang.
Gia mengernyit heran dan kembali melirik Briyan yang menatap dirinya dengan dingin dan tegas.
"Aku mau kau bersihkan sampah-sampah yang ada dikolam renang ini, sekarang juga!" perintah Briyan lagi penuh penekanan sambil menunjuk arah kolam.
Terlihat ada banyak sampah dedaunan kering yang mengapung.
karena tidak jauh dari kolam ada beberapa pohon besar dengan daun yang sedang berguguran.
"Apa kau sudah gila, kau tidak lihat ini sudah malam!" tukas gia tidak terima. kalau harus membersihkan sampah-sampah di dalam kolam. pada malam hari.
"Aku tidak peduli, kalau kau masih ingin perusahaan saudara kembar mu baik-baik saja, maka lakukan pekerjaan mu dengan benar." sahut briyan menyindir karena gia berani merusak ruangan dapurnya. briyan bahkan tersenyum licik dan angkuh di depan gia.
Akan tetapi tidak membuat gia meluapkan kemarahannya sekarang, Gia masih ingin bermain-main dengan briyan yang terkenal dengan kesuksesannya itu.
Pria itu kembali mencengkeram lengan gia membawa gia ketepi kolam dan hampir mendorongnya dirinya ke kolam. membuat gia menepis tangan briyan lalu memandangnya dengan sinis.
"Dia benar-benar pria sombong, bahkan salalu menganggap diri yang paling berkuasa, benar-benar pria yang menarik!" benak gia di dalam hati mencemoh sikap briyan arogan.
"Kenapa hanya diam, apa kau sudah menyerah?
"Tentu saja tidak, akan ku kalukakan seperti yang kau mau!" sahut gia pura-pura mengalah. Sembari meneliti di mana letak barang-barang untuk membersihkan kolam,
Gia melihat kalau tempat menaruh barang-barang itu. berada di arah di belakang beriyan.
Bahkan briyan juga menoleh dan melihat benda panjang seperti seser. tersandar di ujung sana.
Niat hati gia yang ingin mengambil benda itu. segera melangkah melewati briyan yang pokus melihat arah yang sama dengan gia
Akan tetapi tiba-tiba kaki dan tubuhnya gia oleng, dan mendorong tubuh briyan masuk kedalam kolam.
"Oh tidak.......aaahkkk......" seloroh gia memperingati briyan. Yang belum menyadari tubuh gia terjatuh kearahnya.
sontak briyan menoleh gia yang ternyata sudah di hadapanyan. mata briyan membulat dan terkejut saat gia mendorong dirinya jatuh kedalam kolam.
"What siiiiiittttttt..." briyan tak dapat mengimbangi tubuhnya yang sudah di dorong gia. dan......
" Busssssss...CCubarrrrrrrrrrr..." (begitu lah kira-kira suaranya. soal thor sendiri bingung 😋😋😋😋😅😅😅😅)
"UUppsssss....!!" gia terkejut menutup mulutnya melihat briyan yang sudah tercebur sambil mencoba bergerak susah payah di dalam air.
Setelah berberpa detik. Terlihat briyan yang semakin panik dan mulai kelelahan
"Ahk hahk...hahk. tolong aku !" seloroh briyan mulai kehabisan nafas bahkan tubuhnya mulai tenggelam.
Gia mengernyit heran memperhatikan tingkah briyan yang semakin lemah dan terlihat pucat.
" Yak ampun!' jangan bilang si sombong tidak bisa berenang?!" ucap gia panik sambil melepas sandal. lalu loncat ke dalam kolam.
"cubarrrrrr....."
Gia segera berenang kearah briyan yang sudah mulai tenggelam.
Dengan cepat gia berenag ke dasar kolam mencari sosok Briyan yang sudah mulai kehilangan kesadaran.
segera gia meraih dan memeluk pria kekar itu. berusaha mengangakat tubuh briyan kepermuka.
"Ahhkkkk " teriak gia lalu menarik nafas dalam-dalam yang mulai terasa berat karena membawa beban tubuh briyan.
"Hek sombong sadar lah!" panggil Gia sembari berenang membawa tubuh briyan ketepi kolam,
Setelah sampai di tepi. Gia segera mengangkat dan mendorong tubuh Briyan yang sudah terkulai lemah, agar bisa segera keluar dari dalam air.
Kini pria itu sudah tergeletak di lantai tanpa ada pergerakan sama sekali, membuat gia panik lalu mulai menepuk-nepuk pipi briyan.
"Ayo sadar lah," panggil gia memperhatikan keadaan Briyan. lalu gia membungkuk dan meletekan telinganya di dada bidang Briyan.
Terdengar jantung Briyan lemah tidak beraturan di telinga gia.
Gia mulai mencoba menekan dada bidang briyan beberapa kali, lalu kembali membungkuk mendengar jantung dan pernapasan Briyan.
"Cihk dasar payah!" keluh gia yang merasa briyan benar-benar dalam bahaya.
segera gia menjepit hidung Briyan. lalu menarik napas dan menyalurkan udara dari mulut gia kemulut briyan hingga satu sampai dua detik.
Lalu kembali melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. yaitu memberikan pertolangan dengan cara memberi nafas buatan.
Sudah tiga kali gia, menyalurkan udara namun Briyan belum juga merespon. membuat Gia kembali bersiap untuk memberikan nafas buatan,
Akan tetapi saat bibir gia mulai bersiap dan mendekat, gia terhenti karena merasakan ada yang janggal.
Lalu gia melirik mata briyan yang sedang mengintip meperhatikan wajah gia yang terlihat panik.
Membuat gia menatap tajam dengan jarak yang sangat dekat hanya beberapa senti saja. Lalu Gia mencubit hidung Briyan sekuat tenaga
"Aaaa....aaaa....aaaaa.... sakitttttttt" teriak briyan menarik tangan gia yang terus menjepit hidungnya seperti capit kepiting.
Setelah gia melepaskan dan menjauh dari tubuh briyan.
segera briyan berusaha bangun dan duduk sambil terbatuk-batuk.
"uhukk...uhuk....uhuk...!" batuk briyan sembari melirik wajah gia yang terlihat kesal.
"Dasar pria sombong!" hardik gia hendak pergi, akan tetapi Briyan menangkap tangan gia dan menahannya agar tidak pergi meninggalkan dirinya.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
😳😳😳😳😳😳 Briyan Jonathan kamu mau apa hayooo????....