Albert Vs CEO Briyan

Albert Vs CEO Briyan
Bab 11



"Maaf bunda, semalam aku memang balapan, tapi aku baik-baik saja, dan tidak melakukan hal -hal yang merusak nama keluarga." jelas Gia menatap bunda nya.


"Bunda tahu, hanya saja kau ini perempuan, berhentilah balapan. bunda tidak mau kau mati konyol" jelas Azalea mencoba menasihati.


Gia hanya terdiam dan tak ingin berdebat karena pada akhirnya bukan saling mengerti melainkan akan semakin memanas karena emosi dari kedua belah pihak.


"Bunda.... ? tegur Leo Irawan, agar azalea tidak terus menekan gia


" yahhh aku hanya ingin menasihati. Apa lagi Gia selalu keluar di malam hari itu sangat berisiko, bunda hanya takut kalau ada musuh yang menyerang Gia tiba-tiba. " ceramah bunda azalea tak henti-henti. menatap Leo dan Gia. penuh penekanan.


Tiba-tiba Gia meletakkan gelas itu lalu menarik nafas dalam-dalam.


"Maaf sudah membuat bunda khawatir, tapi aku belum bisa menuruti permintaan bunda yang satu ini."seloroh Gia. mencoba menolak permintaan bundanya. lalu hendak pergi


ia sudah tidak nafsu untuk sarapan semeja dengan ibunya. yang belakang ini semakin mengekangnya.


"Tapi Gia... "tegur azalea yang langsung di potong Gia.


"Akan ku bawa beberapa motor ku ketempat ku yang baru, agar halaman di rumah ini tidak lagi berantakan." ucap Gia mengalihkan pembicaraan dengan nada kecewa. lalu benar-benar meninggalkan meja makan.


"Gia, kau mau kemana?" tegur azalea, melihat Gia benar-benar pergi dari ruang makan.


"Mandi....." jawab Gia singkat membuat azalea tak ingin membahas lagi.


"Sudahlah bun sebenarnya kenapa dengan mu? kau membuat putri kita tidak jadi sarapan" tukas Leo merasa kecewa dengan sikap Lea yang langsung menegur Gia di pagi hari.


"Sejujurnya aku hanya khawatir, semenjak Gia menerima jalan hidupnya sebagai keluarga Albert. maka akan banyak orang yang ingin menjatuhkan kedudukan Gia sebagai Bos besar Mafia." jelas Lea yang merasa tidak tenang.


Tentang keselamatan Gia. begitu juga dengan Giyo yang sedang tidak berada di Indonesia karena perjalanan bisnis di luar negeri. membuat azalea selalu dalam kecemasan.


Leo jadi terdiam bingung harus berbicara apa, karena ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


karena di dalam diri Gia dan Giyo memang mengalir darah keturunan keluarga Albert. pemilik organisasi terbesar di dunia. sehingga sebagai generasi penerus tidak mungkin bisa menghindar lagi.


Tiba-tiba Leo menaruh tangannya di tangan Lea.


" Mereka berdua sudah dewasa dan akan baik-baik saja. karena mereka punya tingkat kewaspadaan yang tinggi tentang keamanan dirinya masing-masing," ujar Leo Irawan mencoba menenangkan Lea.


"huhhk baiklah !" sahut Lea mengalah.


" Lagi pula Aku selalu bangga dengan mereka berdua dan juga dirimu, dari sebuah keluarga yang luar biasa. Tanpa kalian mungkin aku hanya pria tua sebatang kara. " seloroh Leo sangat bersyukur memiliki mereka bertiga.


Lea tersenyum sembari menggenggam punggung tangan Leo.


*****


Di rumah briyan


Pria yang sedang santai meminum kopi, sambil memeriksa pekerjaan dari laptop nya.


Melirik jam dinding diruang kerjanya itu. jam sudah menunjukkan sembilan pagi akan tetapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Gia.


Sampai sebuah ketukan pintu, membuat Briyan berhenti menatap laptop itu.


"Tokkk...tokk.. tokk.". suara pintu di ketuk.


"Masuk..!" ucap briyan tegas. Dan melihat dua orang penjaga datang menemui briyan.


"Ada apa?" lanjut briyan bertanya.


"Lapor tuan!' ada seorang wanita datang untuk menemui tuan." ucap penjaga itu memberi tahu.


"Biarkan dia masuk" ujar briyan tanpa menanyakan identitas wanita itu.


Briyan yakin yang datang sudah pasti Gia. wanita yang sangat menyayangi keluarga,


Dan perusahaan Irawan group tak mungkin menolak tawaran briyan begitu saja. bahkan briyan terlihat senang tersenyum licik. karena sudah bisa menguasai Gia dan perlahan perusahaan Irawan group di bawah kakinya.


***


Kini Gia Mulai memasuki rumah besar berlantai lima. meski rumah itu terlihat seperti hotel dari depan.


Akan tetapi sangat berbeda. Saat memasuki dalam rumah. barang-barang mewah yang sangat tertata rapi dengan ruang-ruang besar nan megah seperti kerajaan inggris.


Gia terus melangkah dengan santai meski di kawal ketat para penjaga keamanan yang berada di dalam rumah briyan.


"Cik benar-benar pria sombong, baru jadi kolongmerat saja sudah begitu banyak menyewa pengawal dan penjaga. apa lagi kalau dia punya setatus sepertiku mungkin dia akan berperilaku seperti orang gila ?" gumum Gia terkekeh.


Sembari membayangkan, apa bila Briyan menjadi Seorang the king of Mafia. para kolongmerat saingannya akan di tindas habis. lalu di jadikan tukang bersih-bersih selokan di halaman rumahnya. lagi-lagi Gia terkekeh sembari menggeleng-gelengkan kepala.


Setelah berjalan cukup jauh, ada sebuah pintu di hadapan Gia, dan para pengawal itu terhenti dan membiarkan Gia untuk masuk seorang diri.


Segera Gia mendorong pintu yang tidak di kunci itu.


Terlihat cayah mata hari masuk dari sudut jendela dan menerangi tubuh kekar seorang pria yang terlihat sangat ideal.


Yak dialah Briyan Jonathan yang sedang berdiri dekat jendela dengan kedua tangan di saku celana


Pria itu berdiri dengan gagah. dengan wajah menikmati pemandangan yang berada di luar jendela. sehingga terlihat dari sudut manapun begitu rupawan.


Akan tetapi bagi Gia bukannya kagum atau terpesona.


karena melihat pemandangan yang jelas-jelas terlihat sempurna bagi wanita -wanita normal.


Tapi tidak dengan Gia yang malah merasa ilfil. dengan penglihatannya itu.


"Memang nya ada apa?." tanya briyan tidak mengerti.


"Kau terlihat seperti tumbuhan kaktus yang sedang membutuhkan sinar matahari, karena berdiri disitu!" jawab gia mulai dengki.


Briyan sangat terkejut. saat mendengar ucapan Gia


yang menyamakan dirinya dengan sebuah tumbuhan kaktus (sebuah pohon tanpa daun yang penuh dengan duri-duri).


Briyan sampai memijit-mijit keningnya sendiri karena menahan kesal yang sudah berasap di ubun-ubun. karena ulah Gia.


"Berani-beraninya kau mengatai ku. apa kau tidak sadar kalau dirimu itu hanya seorang pelayan rendah di rumah ku." hardik Briyan tidak terima.


Dengan sikap Gia yang tidak ada takut-takutnya. bahkan sama sekali tidak menghormati harga diri briyan yang jelas-jelas adalah seorang pengusaha yang paling berkuasa.


"Pelayan rendahan? waaw.. akhirnya aku tahu, kalau kau hanya ingin menghinaku, tapi sayang aku belum menandatangani persetujuan pelayan dan majikan. sehingga aku masih bebas mengataimu pria sombong!" seloroh Gia kesal.


"Dasar pencuri!" tukas briyan darah tinggi. lalu menelepon seseorang.


"Sam datanglah keruangan ku". perintah Briyan tegas, memanggil sam. Untuk membawa kertas perjanjian, antara majikan dan pelayan,


Tak butuh lama Samuel datang dan memberikan kertas itu kepada Gia.


"sekarang tanda tangani kertas itu, kau tidak menginginkan terjadinya musibah dengan bisnis dan perusahaan saudara kembar mu itu kan?" hardik briyan mengancam Gia.


"Lalu benda curianmu yang ini," lanjut briyan membuka laci kecil dan mengeluarkan kalung perhiasan milik Gia. akan di kembalikan apa bila Gia menuruti kata-kata Briyan.


Tanpa basa basi Gia segera mendatangi kertas itu,


Membuat Gia langsung merubah ekspresi mengalah dan tunduk. karena kali ini Gia benar-benar menjadi seorang pelayan rendah milik Briyan.


"Aku beri setengah jam, kau boleh mengambil barang-barang pribadimu dulu di rumah. aku tidak akan melarang barang bawaanmu. masuk kerumahku ini" jelas Briyan memberi kelonggaran untuk Gia.


"sungguh? tuan Jonathan. anda tidak akan menjilat ludah anda sendiri kan apa bila aku membawa mainan ku kesini, karena aku takut anda menolaknya nanti" tanya Gia. agar briyan tidak menyesal nanti.


" Hanya mainan, untuk apa di permasalahankan", jawab briyan.


Gia mengangguk dengan senyuman tipis. lalu mulai mengirim pesan ke seseorang untuk membawa beberapa mainan miliknya dikala nanti bosan tinggal di rumah Briyan.


"Mulai sekarang kau pelayan rendahan di rumah ini," hardik briyan mulai merendahkan Gia. lalu melirik sam. memberi perintah.


" Sam suruh pencuri ini mengerjakan tugas pertamanya dihalaman belakang. aku mau dia memandikan kucing-kucingku peliharaan ku, sekaligus membersihkan kandang nya juga." perintah briyan dengan tegas dan juga licik.


Betapa terkejut nya samuel mendapatkan perintah itu untuk pekerjaan Gia yang pertama.


"Apa...?" tapi tuan kucing-kucing itu terlalu liar, bahkan tak ada yang berani mendekatinya, bagaimana kalau sampai mencelakai nona Gia " jelas samuel khawatir,


Karena peliharaan yang di maksud kucing oleh Briyan adalah tiga ekor Harimau Siberia. ( panthera tigris altaica.)


Hewan subspesies Harimau terbesar di dunia. bahkan panjang tubuh mereka 2,3 meter dengan berat badan berbobot 300 kilogram.


"Aku tidak peduli, karena dia hanya seorang pelayan rendahkan, atau kau memang ingin menggantikan pekerjaan dia, silakan!" tukas briyan terhadap Sam.


"Tidak tuan, akan saya antar nona Gia kehalaman belakang, " ucap Sam tidak berani lagi berkata-kata.


"Mari nona saya antar !" lanjut samuel mengantar Gia. yang hanya diam tanpa ekspresi apa pun juga.


*****


Setelah kepergian Samuel dan juga Gia


Beriyan sangat senang ia sedang membayangkan Gia akan menjerit ketakutan saat melihat tiga harimau yang akan menjadi pekerjaan pertama Gia.


Tapi tiba-tiba ada seorang penjaga kembali mengetuk pintu ruangan itu membuat briyan berhenti tersenyum dan langsung berwajah suram karena mengganggu khayalan nya.


"tok.... tok....tok.... "


"masuk... "


"Maaf tuan, sudah mengganggu!' aku ingin melaporkan. ada sopir membawa truk container di depan rumah. dia bilang kalau dia berasal dari jasa pengiriman, untuk mengantarkan barang-barang milik nona Gia " jelas penjaga keamanan rumah briyan itu.


"Whatttt....? truk?" briyan tersentak tidak percaya


"Iya tuan "


"Container? " tanya lagi briyan agar telinga nya benar-benar tidak salah dengar.


"Benar tuan truk centainer!." sahut penjaga itu singkat. membuat briyan terkejut dan langsung bangkit untuk memeriksa sendiri.


Briyan segera melangkah keluar dari ruangan kerja pribadinya itu.


lalu berjalan dengan cepat berjalan untuk melihat langsung apa yang dimaksud mainan oleh Gia itu.


Terlihat beberapa penjaga di depan mulai berbaris untuk berjaga-jaga, takut di dalam truk itu mengangkut barang-barang berbahaya.


Namun betapa terkejut saat pintu container itu di buka belasan motor sport berbagai merek berjejer. Dan siap untuk diturunkan dari truk itu.


Briyan sampai menepuk kening nya sendiri karena kebodohan. yang Menawarkan kan Gia untuk membawa mainan milik Gia kerumahnya.


💞💞💞💞💞💞😇😇💞


tinggalkan jejak kalian ya bestie 😘😘😘😘😘


.