
"Sedang apa kau kesini, apa kau mengikuti ku sejak tadi?" tanya Gia beruntun.
"kalau iya memang nya kenapa?" sahut briyan dengan santai.
"oh my god.. dasar kau penggila kekuasaan. kau masih berpikir ingin membahas Pulau surga itu lagi, sampai mengikuti ku kesini." tanya Gia perustasi melihat sosok briyan dihadapan nya lagi.
"sejujurnya iya, tapi aku batalkan untuk saat ini, karena aku suka menonton balap receh seperti mu itu ". ujar Briyan sambil mengejek tak tahu malu.
"Apa, hahk dasar pria sombong, aku doa'kan kau di samber petir ," gumam Gia pelan. namun tetap terdengar di telinga Briyan.
"Kau...." pria itu sampai menunjuk Gia dengan kesal
"Pfffff.. "tawa Sam tertahan. ia tidak menyangka ada seseorang wanita di dunia ini.
Yang dengan berani memanggil briyan Jonathan, sebagai pria sombong bahkan sampai di sumpahi.
"Ck, kau menemui ku untuk berterima kasih kan?" tanya briyan, berharap Gia kagum dengan kebaikan nya. yang memberi bonus balap liar.
"Hahk berterima kasih? jangan mimpi" sahut Gia mengerinyit lalu hendak pergi meninggalkan briyan.
Akan tetapi Briyan mencoba menahan kepergian Gia.
" Apa kau tidak lagi menginginkan perhiasan ini?" tanya briyan menunjukkan liontin berbentuk biji delima.
Membuat Gia kembali untuk merebutnya dari tangan Briyan.
"Berikan kalung itu padaku!" rebut Gia kesal.
"aiiittsss... kalau kau menginginkannya ada syarat nya." ujar briyan menggenggam perhiasan itu tinggi-tinggi sehingga tangan Gia tidak sampai.
"syarat kau bilang!' sudah berniat buruk menjatuhkan perusahaan keluarga ku, dan masih ingin mengambil pulau surga itu!" Gia mencengkeram kemeja depan briyan lalu menatap tajam.
" Sekarang kau mengambil kalung yang jelas-jelas bukan milikmu. kau masih minta syarat padaku dasar kau pria gila." lanjut maki Gia sambil menunjuk-nunjuk dada briyan cukup kuat.
Membuat pria itu hingga mundur beberapa senti.
Bahkan sam sampai ingin menahan tangan Gia, akan tetapi briyan berpesan untuk tidak ikut campur tentang dirinya yang semakin ingin mengganggu Gia.
Tiba-tiba briyan berhenti mundur dan menangkap tangan Gia. lalu mulai meluncurkan rencana liciknya.
"syarat nya sangat mudah. Jadilah pelayan ku selama tiga bulan" ujar briyan memberi tahu.
"Kau benar-benar pria sombong...!" tukas Gia
"Aku berjanji tidak akan lagi mengganggu perusahaan dan merebut pulau milik kakakmu itu, dan perhiasan ini, akan ku berikan pada mu! " seloroh briyan menjelaskan syarat untuk Gia.
Seketika Gia terdiam, lalu menatap briyan dalam-dalam.
"rencana apa lagi yang sedang dia siapa kan" ujar Gia dalam hati. karena Gia yakin tidak mungkin briyan berubah begitu saja.
"Bagaimana, kau tidak ingat melihat kakakmu itu kesulitan bukan, apa bila aku mulai turun untuk mengganggu jalan nya bisnis kalian." seloroh briyan mulai mengancam.
Gia menepis genggam briyan lalu berpura-pura putus asa.
"Apa ucapan mu bisa di pegang?" tanya Gia.
"yak!"
"Berjanjilah kau tidak akan mengusik bisnis kakakku dan perusahaan keluarga ku" seloroh Gia penuh penekanan.
"Aku seorang pria, sangat tidak pantas kalau tidak menepati janji!" jawab briyan dengan penuh ke kebanggaan.
"Baiklah aku akan menjadi pelayan mu, apa sekarang kau puas! " seloroh Gia terlihat kecewa dan mengalah.
"Bagus, " briyan sangat senang penuh kemenangan meskipun di tidak lagi mengganggu perusahaan Irawan group,
Akan tapi karena Gia menjadi pelayan, itu sudah cukup merusak nama baik perusahaan Irawan group.
Sehingga pada akhirnya perusahaan Irawan group akan tetap jatuh seperti keinginan briyan. begitulah kira-kira rencana briyan.
"Sam!" panggil briyan.
Gia mengambil kertas itu, sambil menatap briyan dengan raut wajah penuh kecewa,
Tanpa basa-basi Briyan langsung masuk kedalam mobil. yang di susul Sam masuk sebagai pengemudi.
Gia terus memperhatikan kertas itu dan melirik mobil yang ditumpangi Briyan mulai pergi.
Setelah mobil itu cukup jauh dan menghilang dari pandangan Gia.
Tiba-tiba ekspresi Gia berubah menjadi mendominasi. layaknya pemimpin kelompok Mafia yang di takuti seantero jagat. dengan sudut bibir melengkung penuh rasa syukur.
"padahal aku baru berniat untuk mencuri data perusahaannya lagi, tapi tak disangka pemiliknya yang malah menyerahkan diri." seloroh Gia terkekeh geli melihat kebodohan briyan.
Dengan senyum tidak henti-henti Gia pun melangkah dengan senang, menemui tiga sekawan dan para pendukung nya. yang menyemangati balapan nya tadi.
****
keesokan pagi Matahari menyambut datang pagi yang cerah.
Gia yang menjerejepkan mata karena mendengar suara alarm yang sangat kencang tidak jauh dari telinga,
segar Gia meraba-raba meja nakas lalu mengambil jam dan menekan tombol untuk mematikan bunyi berisik itu.
Ia segera turun dari tempat tidur lalu melangkah masuk kekamar mandi hanya sekadar untuk cuci muka.
segera setelah itu Gia keluar menuju lantai bawah. tempat berkumpul ayah dan ibu nya di ruang makan.
Terlihat wanita paruh baya sedang sibuk menatap piring-piring di meja makan.
dengan seorang pria yang ikut sibuk dengan gadget tablet membaca berita tentang olah raga.
"Pagi bunda, pagi ayah" sapa Gia mencium pipi bunda dan ayahnya.
"pagiiiii ," sahut Azalea atau biasa di panggil Lea.
ia menjawab sapaan putri kandungnya. dengan raut wajah kesal
"Pagi sayang," sahut Leo Irawan. sosok ayah tiri namun memiliki kasih sayang melebihi ayah kandung.
Leo Irawan adalah seorang pengusaha yang menikahi Azalea seorang janda ber anak dua.
karena suami pertama Lea , yaitu Deny Albert seorang pimpinan Mafia telah meninggal. Yang tidak lain adalah ayah kandung Giyo Albert dan Gia Albert
sehingga kini Gia dan Giyo lah yang menjadi penerus pimpinan Mafia keluarga Albert. sebuah kelompok yang bernama iblis bayangan.
***
Gia pun mulai meraih gelas susu yang berada di depan nya sembari meneliti raut wajah bundanya. yang sebentar lagi akan menginterogasi dan juga ceramah.
"edhemmm, Giaaaaaaa.... " panggil azalea penuh penekanan. bahkan tatapannya begitu menusuk ke jantung Gia.
"I.... i.... iya bunda" sahut Gia gugup karena sebentar lagi bundanya akan menginterogasi dirinya.
"Apa semalam kau balapan lagi?" tanya azalea penuh penekanan. tepat seperti apa yang sedang di pikirkan Gia.
"glek" Gia menelan saliva dengan kasar. karena bingung harus berkata jujur atau berbohong saja. sebab bunda nya tidak suka melihat Gia kebut-kebutan di jalan raya.
"Bun...biarkan saja nama juga anak muda!" potong Leo Irawan mencoba membujuk istrinya.
"yah Gia itu perempuan tidak pantas kebut-kebutan dijalan, ini juga salah mu yang sangat memanjakan nya. "omel Azalea mulai menyalahkan Leo Irawan.
"kok jadi ayah sih!" ujar Leo menautkan alis.
"iya karena Kau selalu saja membelikan motor yang Gia pinta, bahkan rumah kita sudah seperti shoroom motor." keluh azalea menggeleng kepala.
Saat melihat deretan bermacam-macam motor milik Gia yang sudah tidak muat tertampung di garasi dan parkiran rumahnya.
bersambung...
tinggalkan jejak setelah membaca ya 😘😘😘😘