
**Hai semua thor up nich, maaf yak kalau banyak taypo yang bertebaran dan tidak nyambung juga.
jangan lupa like komen favorit hadiah dan votenya thor butuh dukungan para pembaca yang masih setia mampir di karya thor ini 🙏🙏🙏🙏
💞💞💞💞💞💞💞💞💞**
Briyan sampai menepuk kening nya sendiri karena kebodohannya. yang menawarkan Gia untuk membawa mainan milik Gia ke rumahnya.
Ia tidak menyangka mainan yang di ucapkan Gia adalah belasan motor sport. yang mau tak mau akan terparkir di lingkungan milik briyan.
Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar. karena tidak percaya Gia masih sempat -sempatnya membuat dirinya kesal. padahal wanita itu sudah jelas-jelas sekarang hanya pelayan rendah di rumah pribadinya.
Tapi apa boleh buat, briyan sudah janji tidak akan menolak Barang-barang yang Gia bawa.
Setelah orang -orang menuruni sepeda motor dari truk container. lalu masuk dalam garasi dan parkiran milik briyan.
Terlihat separuh parkiran terisi motor milik Gia.
"Cihk, dia pikir rumah ku, parkiran umum apa? bisa-bisanya dia selalu mencoba membuatku ingin marah, tapi sudahlah ku anggap angin lewat saja!" gerutu briyan mencoba tidak mempermasalahkan tentang motor milik Gia.
Karena sebentar lagi. Menurut briyan Gia akan menerima balasan nya.
Briyan berharap Gia menjadi pelayan tidak akan sanggup. lalu putus asa dan menyerah, sehingga Pulau surga itu akan tetap menjadi milik briyan.
Atau menunggu reputasi Gia hancur karena telah menjadi seorang pelayan.
Briyan pun kembali membayangkan wanita itu akan jatuh pingsan karena ketakutan. saat melihat kucing-kucing miliknya yang sebenarnya.
Briyan sengaja menguji Gia untuk memandikan dan membersihkan kadang.
Dan benar saja tiba-tiba di halaman belakang. Mulai terdengar kegaduhan bahkan ada suara teriakan seorang wanita.
"AAAaaaaaaarrggggg......aaaaaaargggg.... !" teriak Gia dari halaman belakang rumah.
Sebuah senyum lebar tiba-tiba muncul di sudut bibir briyan. Saat mendengar suara yang dia kenal sedang menjerit jerit.
" Kau kemari." panggil briyan seorang penjaga
"Yak tuan?"
"Aku mau kau memeriksa pelayan baru itu. jangan lupa rekam juga. biar aku bisa melihat ekspresi ketakutan dirinya" ujar briyan memberi perintah.
"Baik tuan," ucap penjaga segera pergi untuk melihat kondisi Gia
Setelah briyan meminta anak buahnya untuk merekam reaksi Gia. karena melihat tiga ekor harimau siberia peliharaan miliknya. lagi-lagi briyan tersenyum penuh kemenangan.
Penjaga itu segera kebelakang untuk menemui Samuel yang tadi mengantar kan Gia.
Betapa terkejut penjaga itu. saat melihat Gia dan juga tiga ekor harimau itu.
Bahkan penjaga itu bukan merekam kegiatan gia, ia malah berlari terbirit-birit untuk melaporkan kepada briyan.
Tak butuh berlama-lama penjaga itu dengan berani membuka pintu untuk memberi tahu briyan apa yang sudah terjadi di halaman belakang.
"Brakkk..." pintu di buka dengan kuat. membuat briyan terkejut.
"Lancang, berani-beraninya kau masuk tanpa ijin dulu." tegur briyan marah. membuat penjaga itu segera membunggkuk.
"Maaf...tuan...ini tentang pelayan itu." jelas penjaga itu
" Memang nya ada apa dengannya?"
"dia....?!"
"Dia kenapa, apa dia terluka? tanya Briyan
"Tidak, hanya saja dia...." jelas penjaga itu lagi-lagi menggantung.
"Capat jelaskan ada apa?"
"Dia....dia...dia sejak tadi kau hanya bilang dia..dia? kau benar tidak berguna". tukas Briyan penuh amarah.
Segera briyan pergi untuk melihat sendiri. apa yang sebenarnya terjadi,
Dan benar saja semakin briyan berjalan mendekati halaman. Semakin terdengar teriakan Gia, sehingga briyan berpikir kalau gia benar terluka
"AAAaaaaaaaa........triak Gia.
Membuat Briyan mepercepat langkahnya. karena merasa menyesal dan juga khawatir. telah menyuruh Gia untuk memandikan kucing-kucing miliknya.
Padahal wanita itu pernah menyelamatkan dirinya. pada waktu itu saat ada pembunuh bayaran yang sedang menargetkan dirinya.
Setelah sampai Briyan segera mencari keberadaan Gia, Briyan tertegun dengan mata membulat sempurna. bahkan bibirnya tak lagi bisa berkata-kata.
"AAAAaaaaaaaaaaaarrrrgg....kalian bertiga benar-benar sangat imut!" teriak gia dengan gemas. bahkan tak henti-hentinya gia memeluk harimau itu satu persatu.
Bahkan gia memeluk harimau itu. layak seperti sebuah boneka lucu yang didapat dengan susah payah.
Tak henti-hentinya, gia berteriak gemas dengan hati riang. saat para Harimau itu benar-benar seperti kucing kecil yang bergelayut manja di tubuh gia.
Sedangkan Briyan membeku tanpa bisa berkata-kata, karena dia tahu selama ini tidak ada yang berani mendekati kandang harimau siberia itu. yang terkenal dengan kebuasanny. dan ukuranya sebagai Harimau terbesar di dunia.
Tapi tidak dengan Gia yang malah benar-benar memandikanya layaknya seekor kucing biasa. tanpa kecemasan apa pun juga.
Briyan benar-benar di buat syok oleh gia.
"Apa-apaan si pencuri itu, bagaimana bisa kucing-kucing itu tunduk begitu saja padanya?' bahkan selama ini aku yang memeliharanya saja tidak berani menyentuhnya dengan tangan kosong begitu saja." syok briyan di dalam hati.
Karena biasanya briyan akan memakai jaket tebal dan perlindungan kepala agar tidak di terkam harimau-harimau yang sedang dia beri makan.
Tapi gia malah memeluk harimau itu dengan gemas dan juga manja
"AAAaaaaa.....Ha....Ha....Ha... hentikan kalian membuat baju ku basah" ujar gia terbahak-bahak, saat para harimau itu mengibas-ngibaskan bulunya yang basah di dekat gia.
"Awas yak kalian. akan ku gosok ekor kalian sampai botak, kalau kalian tidak bisa diam." ancam Gia dengan gemas. sembari menggosok-gosok bulu tebal harimau besar itu.
Briyan masih tidak percaya, sejujurnya ia hanya ingin menakut-nakuti Gia saja, alias pamer juga karena memiliki Harimau siberia.
Tapi tidak di sangka bukannya takut, gia malah melepas dari dalam kandang dan memeluknya begitu saja.
"Nona, Sebaiknya kau menghindar, biar kami giring hewan buas itu untuk masuk ke dalam kandang kau bisa di terkam nanti." tegur sam. mencoba memperingati gia, walaupun diri sendiri bertengger di atas pohon karena terlalu takut.
"Ia benar, kau akan di hukum sangat berat, karena melepas hewan itu begitu saja di halaman rumah," Sahut penjaga lainnya dari atas pohon. yang langsung di beri angggukan beberapa pelayan juga.
Meraka yang sedang berjaga dan bersih-bersih di halaman belakang di buat syok Gia. karena melepas binatang buas itu begitu saja.
Hingga semua ketakutan dan buyar seperti serangga gara-gara tingkah Gia.
"Yak itu benar," di sambung yang lain sambil bersembunyi dari kejauhan.
"Memang ada yang salah, aku hanya membersihkan kandang, jadi mau tak mau hewan ini harus di keluarkan, dan juga memandikan nya, sesuai perintah Bos sombong kalian" jawab gia apa adanya,
Meski sejujurnya Gia memang sengaja. karena ada kesempatan langka untuk mengerjai orang-orang di kediaman Briyan.
Tingkah Gia dengan Otak iblisnya. Sengaja ingin membalas dendam dan juga membuat rusuh di kediaman Briyan. karena Beriyan yang tiba-tiba mencoba mengusik dirinya dan juga perusahaan keluarganya.
Sehingga gia lansung menggunakan kesempatan yang memang ada di depan mata.
Gia yang sejak kecil telah didik ekstrem, oleh para penjaga keluarga Albert sebagai penerus keluarga Mafia.
Dari belajar ilmu bela diri, merantas data internet, membunuh dan harus bisa berteman dengan hewas buas sebagai penguasa. sehingga tiga ekor Harimau itu, sama sekali tidak ada apa-apanya menurut Gia.
Sedangkan Briyan masih terdia antara kagum dan juga syok melihat pemandangan yang benar-benar tidak biasa.
Bagaimana para harimau itu benar-benar bergelayut manja saat di sentuh Gia.
💞💞💞💞💞💞