
Perkenalan sedikit tokoh novel Albert vs ceo Briyan.
*****
Thor lanjuti dari karya thor yang pertama. judul ayah sambung alias Leo dan Aisyah
Albert adalah nama keluarga dari sebuah keluarga mafia.
Yang memiliki kelompok dan anggota bernama iblis bayangan di pulau S,
Kini kepemimpinan itu telah di teruskan suadara kembar Giyo dan Gia keturunan asli dari keluarga Albert.
Walau begitu kehidupan meraka normal dan biasa saja.
Giyo Albert kakak laki-laki Gia yang lahir lebih dulu beberapa menit sebelum Gia
Seorang pria muda pengusaha. Meneruskan perusahaan Irawan group milik papah tirinya. yang begitu penyayang keluarga yang bernama Leo irawan.
Sedangkan Gia Albert seorang wanita yang hanya suka jalan-jalan.
Mengunakan motor sport miliknya yang sudah bersusun tidak terhitung di garasi rumahnya.
Gia lebih tertarik dan mengambil alih tugas iblis bayangan untuk menggantikan Lea Albert sang ibu kandung.
yang dulu pernah menjadi pimpinan mafia saat belum menikah denga leo irawan.
Sedangkan Briyan Jonathan. Ia seorang yang gila kekuasaan. sehingga siapa pun tidak boleh lebih baik dari perusahaan yang dimilikinya.
sedangkan Joo kakek Briyan. beliau tidak suka dengan kehidupan cucu satu-satunya yang terlalu memikirkan harta.
Sehingga ia punya ide gila. Dengan cara manas-manasi Briyan. untuk mengusik perusahaan irawan. Yang dipimpin keluarga Albert.
Ok deh kita lihat lika-liku kehidupan mereka capcusssssss....
*
*
*
Briyan jonathan salah satu pengusaha tersukses di Europa dan juga negara Asia.
Entah apa yang ada dipikirkannya. Dia bahkan sampai datang sendiri ke Indonesia.
Demi ingin menujukan kepada Joo kakeknya kalau group Irawan yang di pimpin seorang CEO muda benama Gio Albert. Bukanlah tandingnya.
Briyan sangat marah karena kakeknya menyamakan kesuksesannya.
Hanya dengan perusahaan group Irawan. Yang tidak ada Apa-apanya dimata Briyan.
Briyan pun mencoba menjatuhkan perusahaan itu dengan mengambil rekan-rekan bisnis perusahaan group Irawan. Agar perusahaan itu jatuh dan bangkrut.
Namun dengan sekejap mata ada hal di luar logika. Bukan perusahaan Irawan yang jatuh bangkrut.
Malainkan sebaliknya malah perusahaan milik Briyan yang ada di negara Asia. hingga gulung tikar dibuat orang tak dikenal.
Kini Briyan sudah tiba dibandara internasional Soekarno Hatta. Yang tepatnya dikota Tangerang Banten.
Setelah di buat gerah seorang pencuri data perusahaan. yang di kabarkan berada di Indonesia.
Ia bahkan menyewa banyak detektif swasta. sampai-sampai turun langsung juga.
Karena ingin tahu seperti apa orang yang sudah membuat perusahaannya hingga gulung tikar secepat kilat. di negara Asia.
Sopir yang sudah menuggu diluar bandara. segera mengantarkan Briyan ke tempat tinggal yang baru di perumahan elite kota tangerang BSD.
Suasana malam begitu sejuk. Dengan jalan yang luas nan sepi.
Lampu penerangan jalan kanan dan kiri. Membuat suasana di tempat itu terasa nyaman dan damai.
Briyan yang baru datang mulai menyukai suasana lingkungan yang akan menjadi tempat tinggalnya kali ini.
Mobil alphard itu terus melaju. Bahkan Briyan meminta sopir untuk menambahkan kecepatan karena Briyan ingin segera istirahat di rumah barunya.
Akan tetapi karena terlalu cepat sopir itu tidak melihat motor sport berwarna hitam.
Yang melaju kencang dari arah depan untuk menyebrang.
Sehingga dengan cepat mobil yang di tumpangi Briyan mengerem mendadak.
"brakkk suara benturan.
Mobil yang ditumpangi Briyan menyenggol bodi motor sport itu hingga oleng. Dan masuk kesemak-semak pagar yang ada disamping bahu jalan.
Dengan cepat mobil itu berhenti untuk memastikan pe'motor itu baik-baik saja.
Briyan sampai membenarkan posisi duduknya karena sang sopir menginjak rem dengan mendadak.
Mata Briyan melihat seorang yang masih menggunakan helm.
Dengan jaket kulit hitam sedang menggebrak bodi mobil depan miliknya.
Sambil berdecak pinggang sembari menyuruh supir itu keluar.
Sopir itu pun keluar untuk menghadapinya. Namun dengan cepat pemotor itu menarik sopir itu. tanpa bicara apa pun hanya menunjuk.
Untuk memeriksa motor yang masih nungging di semak-semak pagar jalan.
Briyan hanya diam saja di dalam kendaraan. melihat sopirnya yang sedang di arahkan.
"Cihk benar-benar membuang waktu!" keluh Briyan merogoh handphone miliknya. Memeriksa notifikasi yang sudah bersusun di aplikasi whatsappnya.
sedangkan sopirnya. segera mengakat dan memindahkan kendaraan motor sport itu.
Yang terlihat lebih besar dari pemiliknya. seorang yang wajahnya masih saja tertutup rapat Helem Yang diperkirakan tingginya badannya tidak sampai 160cm.
Tiba-tiba dari kejauhan sudah terdengar suara gemuruh segerombolan motor lain datang.
Membuat pemotor itu panik. dan melemparkan kunci motornya kepada sopir itu.
Lalu segera membuka helem. Menujukan wajah yang sebenarnya.
Sebuah wajah putih cantik dan manis yang sedikit merah merona. karena pengap dengan helem yang melindungi kepalanya.
Sopir itu terperangah hingga mengangah. Melihat takjub pemilik motor itu sangat cantik.
"Bang pinjam mobilnya sebentar yak?" pinta Gia dengan senyum manis.
Sambil melempar helem kepada sopir yang sedang terhipnotis Gia.
supir itu lansung mengangguk sembari menakap helm dan memeluknya dengan erat seperti menggendong bayi.
Dengan kaki mungilnya Gia segera berlari dan masuk kedalam mobil putih alphard. dan langsung menancap gas.
Menatap arah dapan dengan serius. tanpa memeriksa bangku belakang penumpang.
Briyan yang sedang duduk di belakang. sibuk dengan handphone barunya yang kini nomernya berkode +62. sangat terkejut hingga menegang saat mobil itu melaju dengan cepat.
Matanya kini membulat. Saat melihat sopirnya dari arah samping sudah berubah menjadi wanita berambut panjang.
Di tambah dari arah belakang di buntuti Segerombolan motor yang sedang kebut-kebutan.
"Astaga apa-apa ini.....!" gumam Briyan dalam hati sembil kembali membenarkan posisi duduknya di bangku belakang.
Saat mobil itu melaju kencang untuk menghindari kejar-kejaran.
Tiba-tiba Gia tersadar dengan mobil yang sedang dikendarainya. senyumnya mengmbang saat dirinya mengendarai mobil pinjamanya.
"Widihhhhhh....Alphard cuyyyyy....!" celoteh Gia Kagum menaiki mobil yang masih sangat baru.
Briyan hanya bisa menautkan alis heran dengan bibir diam saja. mendengar wanita itu bicara.
Ia ingin tahu apa yang akan di lakukan sopir barunya ini.
Begitu yang di kira-kira yang sedang di pikirkan Briyan.
"Dasar serangga Raron...!" seloroh Gia meremehkan
Serangga raron yaitu( binatang yang suka terbang mengitari lampu penerangan saat malam setelah hujan)
Saat para pemotor itu melaju lebih cepat. segera gia membanting setir kiri dan kanan.
Hingga kini mobil itu melaju dengan gaya zigzag.
Untuk mengalangi motor-motor itu agar tidak bisa menghadang. Mobil pinjamannya dari arah depan.
Pria tampan yang sejak tadi diam saja. kini mulai darah tinggi. karena beberapa kali kepalanya terbentur. akibat ulah gaya Gia yang mengemudi dengan gaya zigzag.
bahkan perutnya hingga terasa mual. dan kepalanya mulai pening.
Briyan pun berniat ingin menegur wanita yang belum juga menyadari keberadaan dirinya di bangku penumpang.
Saat melirik wanita itu. Ia semakin membulatkan mata tidak percaya.
wanita itu malah asik menekan tombol musik. Dan menyentuh tombol volume cukup tinggi. Sebuah alunan musik rege yang asik,
Gia terus melaju dangan tatapan serius. Meski tubuhnya lunggak lenggok. sembari mulutnya terus merancau mencoba mengikuti lirik lagu Rege yang begitu asik di telinganya.
Saat segerombolan pemotor itu lelah. Dan hampir kehabisan bahan bakar.
Karena sejujurnya sudah hampir tiga jam mereka mengejar Gia di jalan.
Gia menyeringai dan berteriak sangat kencang.
"Sudah waktunya para Laronnnn kau akan masuk baskom h...ha...ha...ha..." teriak Gia sangat kencang bahkan briyan hingga menutup telinga.
Segera Gia menghitung mundur sembari menguranginya kecepatan mobilnya.
"5....4....3........2.....
*
*
* besambung...... tinggalkan kan jejak setelah membacaya.