Albert Vs CEO Briyan

Albert Vs CEO Briyan
Bab 03



Hallo bestie thor up nih, jangan lupa Like komentar, n vote ya 😘😘😘😘


Gia yang baru saja selesai mengantar Giyo ke Bandara,


Kini Gia sedang menelusuri jalan raya mengendarai motor sportnya yang berwarna merah.


Lengkap dengan helm dan jaket keselamatan yang membalut tubuh. menyalip sana sini dengan lincah.


Ia mengutuskan untuk pergi menuju sebuah tempat di tengah kota. yaitu sebuah tempat servis dan modifikasi motor dan mobil tempat langganan nya.


Meskipun bengkel itu terlihat biasa dari depan dengan tulisan terpampang jelas sebuah toko servis A&K, namun ada ruangan rahasia di bagian belakang bengkel itu


Hari ini Gia datang ketempat itu untuk melihat motor miliknya. Yang sedang di perbaiki kerusakannya, akibat kecelakaan yang tidak mengenakan dengan mobil Briyan pada malam itu.


Setelah sampai, seorang penjaga segera membuka pintu gerbang rahasia untuk dirinya. dan langsung masuk menghampiri tiga montir yang sedang sibuk bekerja.


"Akhirnya kau datang juga." ujar salah satu dari teman Gia yang biasa memperbaiki motor Gia.


"Yak maaf, akhir-akhir ini aku sedang sibuk. bagaimana perbaikan motor ku?" ujar Gia sembari membuka helem yang menutupi wajah nya.


"Sudah selesai, tidak ada kerusakan yang parah hanya lecet biasa. tapi bodi lecet sudah di ganti dengan yang baru." jelas montir itu.


"Wah kau memang hebat." puji Gia sangat senang melihat motor sport nya sudah kembali sempurna.


"Malam ini akan diadakan balap liar, hadiahnya uang sebesar dua ratus juta apa kau mau ikut?" tanya montir itu.


"Tentu saja," sahut Gia dengan semangat. sambil memperhatikan motor sport hitam miliknya.


"Tapi Apa tidak apa-apa? ku dengar lawan-lawan malam ini sangat hebat, sedangkan kau hanya seorang wanita. " seloroh salah satu dari mereka


"Apa kau mulai meremehkan kemampuan balapanku." tanya Gia penuh percaya diri.


"Bukan meremehkan, tapi Aku hanya Khawatir saja." seloroh montir itu. tak enak hati.


"Jangan khawatir, aku pasti menang seperti biasanya. kalian daftarkan saja, aku akan ikut balapan nanti malam. " ucap Gia, sembari kembali menaiki motornya.


"Kau mau kemana ?"


"Kerja!" jawab gia singkat.


Membuat tiga orang itu saling menatap heran karena yang mereka tahu Gia hanya anak orang kaya yang suka keluyuran. dan kebut-kebutan di jalan. tanpa pekerjaan yang jelas.


setelah itu Gia kembali melaju dengan kencang membelah jalan raya dengan motor sport nya .


Karena Gia harus datang ke perusahaan keluarga yang di pimpin kakaknya yaitu Giyo. untuk membantu sasa sekretaris Giyo.


Sebuah perusahaan besar menjulang tinggal, sudah terlihat dari kejauhan jalan raya.


Gia segera menuju tempat itu, dan mulai memasuki area parkir yang sudah di siapkan secara husus untuk para pimpinan.


segera gia masuk lift tanpa membuka helem membuat beberapa karyawan melirik dengan heran.


Gia sengaja tak ingin membuka helem dan membuat para karyawan kebingungan tentang wajah nya yang sama dengan Giyo.


Karena kebanyakan karyawan tahu Giyo adalah anak tunggal.


Meskipun perusahaan itu besar dengan ratusan pegawai kantoran. tapi hanya segelintir orang yang tahu kalau pimpinan mereka yaitu direktur utama Giyo memiliki saudara kembar perempuan.


Yak semua itu hanya demi penyamaran Giyo dan Gia yang tak ingin identitasnya sebagai pimpinan Mafia iblis bayangan tidak banyak yang tahu. agar mereka berdua tidak menjadi target penyerangan para musuh di muka umum.


Setelah sampai di ruang kerja giyo. Gia langsung di sambut Sasa sekretaris giyo.


"Selamat datang di perusahaan nona." sapa Sasa sambil melirik meperhatikan wajah Gia yang baru saja melepas helm.


Sasa adalah salah satu orang yang mengetahui tentang identitas Gia dan Giyo.


"Iya, bagaimana kabar mu" tanya Gia melirik Sasa, lalu mulai memperhatikan sekeliling ruangan kerja giyo.


"Saya baik nona, apa nona mau minum teh saya akan buatkan," jawab sasa dengan ramah.


"Nanti saja, bagaimana apa di sini semuanya baik-baik saja?". tanya Gia sembari meletakkan helem di meja kerja.


"iya nona, hanya saja ada beberapa kontrak kerja yang seperti nya perlu di kaji ulang." jelas sasa memberi tahu.


"Baiklah, yang mana data dan berkasnya boleh aku lihat, mungkin saja aku bisa membantu. " seloroh Gia duduk mencoba kursi kebesaran kakanya.


" Ini Nona mohon bantuannya ...!" sasa menyodorkan setumpuk dokumen. hingga Gia terbelalak melihat tumpukan itu.


"Bukannya tadi kau bilang hanya beberapa berkas, tapi kenapa tumpukan berkas ini setinggi gunung salak sa?" tanya Gia sangat heran di tambah ia hanya mengerti beberapa cara mengurus perusahaan.


"Maaf nona tuan giyo benar-benar sangat sibuk mengurus yang lainnya, sehingga beberapa berkas masih tertunda!" jelas sasa seadanya.


Gia mendengus kesal mendengar penjelasan Sasa karena ternyata kakaknya meninggalkan banyak tugas perusahaan ke pada dirinya.


Sudah hampir lima jam Gia duduk di kursi itu, menatap dan terus mengetik beberapa data di laptop sambil membuka lembaran kertas satu persatu. berisi rincian kontrak kerja sama perusahaan.


Bahkan pantat Gia sudah terasa tebal karena kebas dan keram.


Belum juga selesai mengurus pekerjaan, sasa kembali datang, membawa beberapa paper bag untuk Gia.


"Itu apa ?" Gia menghentikan jari-jari mungil nya mengetik, melihat sasa berdiri di hadapan nya.


"Ini semua pakaian untuk nona, yang sudah di siapkan untuk menghadiri undang pesta pertemuan hari ini" jelas sasa.


Tiba-tiba Gia menepuk kening nya sendiri, ia benar-benar lupa tentang pesta hari ini, sehingga menjadi sangat kacau karena Gia sudah meminta teman montir nya itu untuk mendaftarkan dirinya balapan liar nanti malam.


"Bagaimana kalau aku tidak pergi" seloroh Gia berharap bisa membatalkan undang pesta.


"Maaf nona tuan giyo akan menghukumku kalau nona menolakny." jelas sasa memelas.


"Dasar kak Giyo, benar-benar merepotkan," maki Gia. sembari meraih handphone di meja lalu menghubungi seseorang.


segera Gia mengambil paperbag dan masuk keruang pribadi kakaknya untuk membersihkan diri terlebih dahulu,


setelah selesai mandi ia segera memakai baju kemeja yang sudah di siapkan. sambil bercermin


Tiba-tiba tangan menyentuh dada dan leher nya , mencari sesuatu yang biasa tergantung menghiasi leher jenjang nya.


"Di mana kalungku?" gumam Gia menatap dirinya di cermin, ia pun segera berlari ke kamar mandi mencari benda itu dengan gelisah. namun tidak menemukan nya.


segera Gia membuka pintu membuat sasa terkejut melihat Gia hanya mengenakan kemeja saja tanpa bawahan celana panjang nya.


"Ada apa nona?"


"Apa kau melihat sebuah kalung jatuh sa, mas putih dengan batu bentuk biji delima!" jelas Gia terlihat gelisah dan panik, sembari menyusuri setia tempat di ruang kerja itu


"Tidak lihat nona, biar saya membantu mencari nona"


"yak bantu aku mencari nya" sahut Gia sambil terus meneliti ruang itu


lalu mencoba mengingat kemana saja diri sejak semalam, karena ia ingat masih menggunakan nya saat menyamar menjadi kurir gelap di tempat musuh.


setelah setengah jam mereka mencari namun tidak membuahkan hasil apa pun, membuat Gia putus asa,


Di tambah Gia sudah janji dengan kakaknya untuk menghadiri pesta, sehingga mau tak mau ia tunda dulu untuk mencari kalung berharga miliknya itu,


Kini Gia sedang berdiri memperhatikan penampilan dirinya sendiri di cermin.


dengan wig yang tertata rapi menutupi rambut panjang nya. sebuah setelah jas lengkap dengan dasi kupu-kupu, yang membalut tubuhnya.


"Bagaimana penampilan ku," Gia bertanya kepada sasa sekretaris pribadi kakaknya.


"Anda benar-benar Sangat mirip tuan Giyo nona, bahkan terlihat lebih gagah." puji sasa tidak mengira seorang wanita menyamar menjadi pria dengan sangat sempurna.


Bahkan sasa yang tahu orang yang berdiri di depan nya adalah seorang wanita, yang tidak lain adalah saudara kembar Bos nya, namun malah membuat dirinya gugup di depan Gia dengan jantung berdesir melihat penampilan Gia.


"Bagus, kalian berdua harus ingat, untuk memanggil aku Giyo erlang Irawan, apa kalian mengerti." ujar Gia memperingati.


Sembari melirik ipan asisten pribadinya. yang baru saja datang setelah Gia menghubungi nya tadi.


Gia tidak ingin ada yang tahu siapa jati dirinya. yang memiliki sisi lain, karena berasal dari keturunan keluarga Albert.


"Ia nona...maaf, maksudku tuan Giyo." ucap sasa sedikit gugup. begitu juga dengan ipan yang hanya mengangguk.


"Baiklah ayo kita pergi, Pan kau saja yang membawa mobil, mungkin saja kita juga punya informasi lain." jelas Gia, memberi kode tentang tugas ipan yang mengurus segala sesuatu tentang para musuh nya.


"Baik, saya mengerti," jawab ipan singkat.


segera mereka bertiga pergi meninggalkan perusahaan. Dengan ipan yang mengemudi mengantar Gia dan sasa untuk menghadari undang pesta dari rekan kerja giyo.


*****


di sisi lain


sebuah mobil mewah, terus melaju membelah keramaian kota menuju tempat pesta yang sama dengan Gia,


Dengan penumpang yang duduk santai bersandar sendirian,


Ia adalah Briyan Jonathan pria tampan dan gagah pemilik perusahaan terbesar di Eropa dan Asia.


Mata tegas nya terus memperhatikan tangannya yang menggenggam sebuah kalung dengan liontin berbentuk biji delima dan kartu nama yang tertulis toko A&K sebuah tempat servis motor dan mobil.


bersambung.....


jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca yak 😘😘😘😘