
Jangan lupa like komen 💟 hadiah n vote yak bestie. 😘😘.
"Cepat panggil bos kalian atau kalian semua terima akibatnya!" ucap pria itu dingin.
Mata nya melirik satu persatu pengawal dan penjaga keamanan di rumah briyan dengan tatapan tajam.
Sembari menginjak dada Samuel yang sudah berbaring di lantai.
Briyan yang menyaksikan asisten pribadinya di hajar dan di injak itu. hanya menuatkan alis sembari mengangguk kagum.
Melihat anak buahnya yang berada di sana semuanya hampir terluka.
"prok...prok...prok...." briyan tepuk tangan sembari meniliti wajah yang sangat mirip dengan wajah gia,
Yak dialah Giyo erlang irawan. menatap pria di yang masih di atas anak tangga itu. tangan nya mengepal dengan kuat sembari melengkahi tubuh samual.
"Masa muda memang masa yang menggebu-gebu. bertamu saja sampai membuat semua anak buahku terluka" sindir briyan menuduh giyo masih labil.
Dan mudah terbawa emosi. karena umur Giyo yang masih sangat muda,
Briyan berdiri dengan angkuh di atas anak tangga. dengan kedua tangan di sisi saku celana.
"Aku tidak ingin mendengar ocehanmu, Di mana adikku ? tanya Giyo Erlang tegas tak ingin banyak bicara.
Dengan santai nya briyan melangkahkan kaki dan mulai turun. setelah sampai Briyan berhenti tepat di hadapan Giyo erlang Irawan,
Pandangan mereka saling bertemu dengan tatapan tajam dan perasaan sama-sama ingin saling menjatuhkan
"Tidak perlu emosi, kembaran mu baik-baik saja, duduklah lah dulu kau mau kopi?" jawab briyan sopan ingin mengobrol dengan santai. berharap bisa bernegosiasi tentang pulau surga.
"Sudah ku bilang, aku tidak ingin mendengar basa basimu, di mana dia?" tanya Giyo erlang dingin. menatap briyan tidak suka.
Briyan hanya menghela nafas kasar, karena ternyata kakaknya lebil keras dari adiknya lalu melirik samuel sekilas.
" Sam suruh orang memanggilnya " perintah briyan melirik samuel yang sedang berusaha berdiri sekuat tenaga.
"Baik tuan"! sahut samuel segera memerintahkan pelayan memanggil gia untuk datang menemui briyan dan juga kembarannya.
"Cihk, kenapa kau libatkan adikku, kalau hanya masalah pulau surga" ujar giyo.
"Jadi kau sudah tahu tentang apa yang aku inginkan? adikmu menolak dan melakukan pekerjaannya sebagai pelayan, dia memilih berkompromi demi perusahaan mu dan juga pulau surga milikmu itu" seloroh Briyan memberi tahu.
"kau benar-benar licik, dan juga pengecut berani hanya dengan perempuan...!" seloroh giyo menatap briyan dengan remeh.
"Aku tidak peduli, selagi aku bisa mengambil pulau itu darimu, dan juga menjatuhkan perusahaan mu, apa pun akan ku lakukan entah itu dengan jalan baik atau buruk!" ujar briyan membalas tatapan Giyo.
"coba saja kalau bisa, tidak perlu melibat lagi adik ku!" seloroh giyo. untuk tidak melibatkan gia dalam persaingan mereka.
Bahkan tatapan mereka seperti ada aliran listrik yang saling menyerang.
"Kakak.....?!" panggil gia berlari dan lansung memeluk giyo dengan manja.
Membuat giyo erlang memutar manik matanya karena kesal dengan tingkah gia
"pletukkk...!" jitak giyo erlang dengan kesal.
"issssss sakittt kak!" pekik Gia Alena sebari mengusap bagian kepalanya yang nyeri.
"Kenapa kau memukulnya" bentak briyan tiba-tiba. karena tidak suka melihat giyo menjitak gia
Membuat giyo dan gia terbelalak dan saling menatap.
Gia Alena hanya bisa menaikkan bahu sekilas kepada kembarannya. tidak mengerti dengan tinggkah briyan yang terlihat tidak suka saat ada yang mencoba menyakiti Gia.
"Karena dia adik ku, memang nya kau siapa berani membentakku...!" seloroh giyo erlang menjawab briyan.
Membuat briyan tersadar dengan tingkah bodonya. lalu bersikap normal tidak ingin mempedulikan Gia alena.
"edhemm, itu...kerana dia sekarang pelayan pribadi ku!" ujar briyan penuh penekanan di akhir kata.
"Pribadi...?! kentutmu...!" gumam gia alena pelan. tapi tetap saja briyan mendengar ucapan Gia
Bahkan wajah briyan terlihat jengkel. padahal briyan sedang mencoba membela dirinya.
"Ayo pulang, kau tidak perlu terlibat lagi dengannya !" ajak giyo erlang mendorong punggung Gia untuk menuruti dirinya.
Seketika Gia tidak melawan dan diam saja berjalan mendampingi kembarannya untuk keluar dari rumah briyan.
karena gia tahu kakaknya sedang kesal dan marah terhadapnya. yang tidak memberi tahu masalahnya dari awal.
Bahkan tidak peduli dengan dirinya yang masih berdiri menunggu keputusan tentang pulau itu. di tambah Giyo juga ingin membawa Gia.
"Tunggu, kau mau bawa kemana dia" tegur briyan tegas. tidak ingin mengizinkan gia pergi dari rumahnya.
Membuat Giyo dan Gia berhenti sesaat, lalu menoleh menatap briyan dengan tajam.
"Kau lupa, tadi aku bilang apa? jangan libatkan saudara kembar ku!" ujar giyo dingin. penuh penegasan. untuk tidak di bantah lagi.
"oh, yak? asal kau tahu adikmu ini sudah menandatangani kertas perjanjian dengan ku, jadi kau tidak bisa membawa dia pergi dengan seenak nya, " ujar Briyan memberi tahu giyo.
Membuat Giyo erlang kembali kesal dengan kelakuan briyan.
lagi-lagi dua pria tampan itu kembali memanas dan ingin berseteru bahkan tatapan mereka seperti ingin bertarung.
Bahkan Mereka berdua terlihat mirip seperti mantan kekasih dan calon suami yang sedang meperebutkan seorang wanita yang di cintai.
Gia Alena hanya menghela napas panjang. lalu berusaha menerai pertengkaran di antara mereka.
"Yak ampunnn kau tidak baca kertas perjanjian nya, ini kan hari saptu dan besok minggu! itu berarti aku memang libur!' bahkan aku sudah membersihkan kolem renang mu di hari liburku!' ingat itu berarti kau harus bayar uang lembur pada ku, jadi sekarang aku akan pulang bersama kakakku!" jelas Gia mencerocos tidak henti-henti,
Seketika briyan kaget dan juga sangat malu. bahwa ada perjanjian seprti itu.
"Apa?" tanya briyan kaget. saat mendengar penjelasan gia.
"Kalau tidak percaya tanya saja si mual" tunjuk gia. sambil memanggil nama samuel menohok. dengan panggilan si mual.
Membuat Briyan menoleh dan menatap samuel yang suda tertunduk takut.
Kini briyan hanya bisa pasrah melihat si kembar keluar dari rumahnya dan pergi begitu saja.
"Sam...!"
"I....i...iya tuan?"
"Kenapa di kertas perjanjian pakai ada libur segala?" tanya briyan sangat kesal, gara gara samuel. dia menjadi sangat malu di depan Giyo dan juga Gia
"Maaf tuan, aku pikir tuan hanya ingin pulau dan menjatuhkan perusahaannya saja, bukan menjadika nona gia pelayan sungguhan, karena itu nona gia aku liburkan seperti karyawan perusahaan." jelas samuel apa adanya.
"Lalu kenapa kau bisa kalah bertarung dengan kembarannya?"
"Maaf, dia sangat hebat dalam seni bela diri!" seloroh samuel tidak mampu melawan giyo.
Briyan hanya bisa menghela napas kasar sembari memijit pelipis nya mulai berdenyut nyeri.
***
Sedangkan Giyo erlang yang sudah keluar dari rumah Briyan. segera masuk kedalam mobil bersama Gia.
Ia segera menyetir membawa Gia pergi. Di perjalanan lagi-lagi Giyo erlang menjitak kepala Gia.
"pletukk...!"
"Awww...!" pekik gia
"Dasar bodoh' kau itu Bos mafia gia, untuk apa kau menjadi seorang pelayan di rumah si Briyan Jonathan?" tanya giyo dengan kesal.
"Awal mula dia mengancamku kak, dia bilang dia ingin menjatuhkan perusahaan kita dan merebut pulau itu, jadi aku terpaksa menjadi pelayannya sementara!" jelas gia apa adanya.
"Lalu kenapa kau tidak memakai jalur sadis mu saja, jatuhkan perusahaannya dan bunuh orangnya," jelas giyo yang tahu adiknya malas berbelit-belit.
"Bosan kak, aku ingin sedikit damai disini, kita sudah terlalu sering membunuh tanpa belas kasihan di luar negeri." ujar gia. tak ingin terus terbawa suasana masa lalu.
suasana di mana dirinya salalu di dampingi puluhan anak buah, dan menyerang markas-markas musuhnya. ia bahkan seperti mesin pembunuh tanpa mengenal ampun sedikit pun.
"Kalau begitu kau harus berhenti jadi pelayan nya, atau dia akan tahu kau pernah Merentas data perusahaan nya." usul Giyo agar jati diri adiknya tidak terbongkar.
"Tapi untuk saat ini aku belum bisa!" sahut Gia sedikit takut dan juga bingung.
"Kenapa?? " tanya giyo sangat penasaran.
"Karena kalung peninggalan ayah kita ada bersamanya." seloroh gia melipat tangan memohon agar kakanya tidak marah.
"what.....?" pekik giyo sambil menginjak rem mendadak.
.💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
hai shobat janga lupa yak jejak kalian!''