Albert Vs CEO Briyan

Albert Vs CEO Briyan
Bab 05



Jangan lupa Like, komen, n favorit yak 💕💕💕💕🙏🙏


Briyan pun mengikuti arah tatapan sekretaris itu. Terlihat seseorang pemuda yang sedang duduk santai sambil memegang gelas berisi wein yang hanya tinggal setengah.


Pria itu bahkan tidak tahu. Kalau Briyan seorang yang paling berkuasa, yang sedang berjalan menuju kearahnya. Sambil memperhatikan dirinya.


Disisi lain tuan Bimo yang salah paham, karena melihat Briyan berjalan mendatangi dirinya begitu bahagia. Ia segera berjalan menghampiri Briyan.


"Akhirnya anda sudah tiba, selamat datang di acara keluargaku tuan...." seloroh tuan Bimo merentangkan tangan, Berharap bisa berjabat tangan lebih dekat agar terlihat lebih akrab.


Tapi tak disangka Briyan tidak menghiraukan nya. Ia terus berjalan melewati tuan bimo begitu saja.


Tuan bimo terdiam sesaat, dengan rasa malu bercampur bingung. karena melihat briyan melewati dirinya begitu.


Begitu juga para tamu di buat terkejut dan juga heran.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" guman seorang pengusaha bertanya kesana kemari.


"Entah lah kita lihat saja!" jawab salah satu dari tamu undangan itu.


Demi menghilangkan rasa malu agar nama baiknya tidak jadi cemoohan. Tuan bimo dengan berani memutar tubuhnya segera menyusul Briyan.


"Tuan briyan ada apa sebenarnya? apa tuan butuh sesuatu?" panggil tuan bimo tertawa canggung.


Sehingga Briyan menghentikan langkahnya sesaat. Lalu melirik sekretaris pribadinya.


"Sam, bisa kau urus dia!" perintah Briyan kepada sekretaris pribadinya. untuk menguras tuan bimo yang ingin mengganggunya.


"Baik tuan," ujar Sam membungkuk. Lalu menghadang tuan Bimo untuk tidak mengikuti Briyan.


"Maaf tuan, nama saya Samuel, sebagai sekretaris pribadinya CEO briyan, saya mewakili CEO mengucapkan selamat kepada anda dan keluarga anda." ujar samuel tegas dan penuh penekanan.


"I... i.. iya terima kasih tuan Sam," sahut tuan Bimo dengan bingung.


"Kalau begitu mohon bantuannya, untuk tidak mengganggu CEO dulu untuk sementara!" Sam memberi penjelasan kepada tuan bimo dan juga para tamu undangan yang ingin berkenalan.


"Baik kalau begitu silakan saja, semoga tuan briyan dan anda merasa nyaman disini," seloroh tuan Bimo.


*****


"Apa anda Lihat itu?" gosip para tamu berlanjut.


"yak !"


"Seperti tuan Briyan datang bukan untuk memenuhi undang keluarga tuan bimo, melainkan beliau punya urusan sendiri di sini." ujar seorang artis dan juga model menebak-nebak.


"Sepertinya begitu, coba saja lihat tuan bimo yang terlihat pucat karena malu." hardik seseorang mulai mencemooh. Membuat beberapa orang tersenyum mengejek.


"Coba tuan-tuan dan nyonya-nyonya lihat, bahkan tuan briyan terus berjalan mendekati orang yang sedang duduk di sofa itu." ujar salah satu tamu itu.


"Yak, kau benar, aku jadi penasaran siapa orang yang ingin di temui tuan briyan itu?"


"Bukankah orang yang sedang duduk santai itu, penerus yang menjadi pimpinan Irawan group".


"Iya nama nya Giyo erlang Irawan. perusahaan ku ikut bekerja sama dengan nya" jelas seorang pengusaha yang menjadi rekan bisnis giyo.


"Apa dia dekat dengan tuan Briyan.?"


"Aku tidak tahu, soal itu " jawab orang itu seadanya,


Begitulah Para tamu undangan menjadi riuh dan mulai bertanya-tanya untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


****


"Sa sebaiknya kita pulang, aku ada janji dengan yang lain" jelas Gia melirik jam tangan, Menunjukkan jam setengah sepuluh malam.


Bahkan pikirannya sudah pergi jauh untuk mempersiapkan balapan liar.


Dan juga memerintahkan para anak buahnya. Untuk membantu dirinya mencari kalung pusaka keluarga Albert miliknya.


"Tapi yang lain masih berkumpul, mungkin ada informasi tentang gagasan bisnis apa lagi tuan Briyan ikut hadir, jadi sebaiknya kita tidak pulang dulu," ujar Sasa cemas. ia takut melewati informasi pesaing baru bagi perusahaan Irawan group.


"Maksudmu si sombong Jonathan ingin membuka kekuasaan lebih luas di Indonesia." tanya Gia dengan malas.


Saat sasa ingin menjawab betapa kagetnya sasa. melihat orang itu sudah berdiri di belakang Gia.


"Tuan?" panggil sasa panik karena Gia memanggil orang itu dengan sembarangan,


Padahal pria itu sudah berdiri dengan angkuh tepat di belakang tubuh Gia. akan tapi Gia belum menyadarinya.


"Sa, Asalkan kau tahu saja si sombong Jonathan itu, pebisnis lintah darat," ujar Gia.


"Dia hanya ingin kekuasaan, meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan orang-orang disekitarnya" lanjut Gia mencemooh. sambil terkekeh dalam arti meremehkan.


Sedangkan Briyan hanya menautkan alis, mendengar ocehan Gia yang sedang menuduhnya sebagai pebisnis yang buruk.


"Cihk, ternyata pimpinan Irawan group hanya pemuda kemarin sore, berani sekali menghina ku!"tukas briyan dalam hati. bahkan aura hitam mendominasi mulai menyelimuti raganya.


"Tu... tuan....! "ujar sasa menyapa briyan penuh rasa panik. ia sampai menelan saliva susah payah.


Karena benar-benar ketakutan melihat briyan yang telah mendengar semua ucapan Gia.


"Kenapa dengan wajahmu sa, seperti orang melihat hantu saja!" ejek Gia menggoda Sasa.


lalu berdiri sambil menenggak wein itu hingga kandas.


"I... i... itu... di belakang mu!" tunjuk sasa tepat di wajah kanan Gia.


Gia yang masih menampung minum beralkohol itu di dalam mulutnya. terpaksa menengok sambil memutar tubuh nya, untuk melihat siap orang yang ingin mengganggu nya.


"Buuuuusssssss....!" seketika wein itu menyebur dari mulut Gia karena terkejut.


Saat melihat pria yang pernah ia kecup itu. tepat berdiri di depan nya.


Sedang Briyan menghindar dengan cepat. sehingga Sam lah yang terkena jurus semburan naga betina Gia. tepat mengenai wajah dan pakaian sam


Mata Gia membulat sempurna, meperhatikan briyan dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu kembali keatas menatap wajah briyan.


"sedang apa dia sini?"pekik Gia bertanya-tanya dalam hati.


"Jadi kau penerus perusahaan Irawan?." tanya briyan dingin dengan rasa amarah tertahan. lalu Meneliti wajah Gia yang terlihat mirip seseorang.


"iya, aku sendiri, apa ada hal penting?" Gia mulai bertanya sembari berpura-pura tenang melirik dua pria itu, apa lagi dirinya sedang menyamar menjadi seorang laki-laki.


Itu juga menjadi sebuah keuntungan bagi Gia, berharap pria di hadapannya, sama sekali tidak mengenali dirinya yang seorang wanita.


"Maaf telah mengganggu anda tuan giyo!'CEO kami ingin berbicara mengenai tawaran bisnis bersama anda" sahut Sam menjawab pertanyaan Gia.


Gia mengernyit heran mencoba mencerna setiap kata yang ia dengar barusan. sampai akhirnya Sasa sedikit menarik lengan gia. untuk memberi tahu nya.


"Nona, pria di depanmu itu adalah tuan Briyan Jonathan, sepertinya dia ingin mengajak anda bekerja sama." jelas sasa memberi tahu maksud dari perkataan sam.


"what....??" pekik Gia menetap sasa tidak percaya. lalu kembali memperhatikan Briyan dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Oh my god...!' jadi pria ini si sombong Jonathan? orang yang telah ku curi data perusahaannya!' dan juga orang yang kucium waktu itu, adalah orang yang sama.....???yak ampun bodohnya aku, apa kata dunia coba?" keluh Gia dalam hati. meruntuki kebodohan nya.