Alara

Alara
Tersayat Seribu Pisau




Makan malam telah usai, semua anggota keluarga telah kembali ke kamar masing - masing kecuali Ara dan Umi yang masih setia membersihkan meja makan.


"Piringnya biar Ara aja yang bawa" Ucap Ara mengambil alih piring yang dibawa oleh Umi Alfa itu.


"Terima kasih ya, nak" Kata Anggi


"Sama - Sama, umi" Balas Ara dengan senyuman.


Ara membawa semua piring kotor ke dapur, dan mencucinya. Umi Alfa membersihkan meja makan beserta alat makan lainnya, yang nantinya akan dicuci oleh Ara. Setelah beres - beresnya selesai, Ara bertanya kepada umi.


"Umi, disini ada taman?" Tanya Ara


" Ada  nak, dibelakang rumah dekat kolam renang. Di sampingnya ada ayunan yang hanya cukup untuk 2 orang. Kamu mau kesana?" Penjelasan sekaligus pertanyaan Umi


"Iya umi, mau nenangin fikiran" Ucap Ara


"Ya sudah, ayo umi temenin" kata umi


"Makasih umi" ucap Ara


"Sama - sama, nak" Kata Umi


Umi dan Ara berjalan ke arah belakang rumah. Mereka telah sampai dan duduk di ayunan.


"Nak, umi boleh nanya?" Ucap umi


"Mau nanya apa, umi" kata Ara


" Hubungan kamu dan Alfa baik ?" Tanya umi


"Baik, umi" Jawab Ara


"Kamu kalau mau cerita, cerita aja sama umi.Anggap umi adalah ibu kamu sendiri" Jelas Umi


"Iya umi" Ucap Ara


Ara melihat bintang - bintang dilangit membuat hatinya tenang. Ara bersyukur mempunyai keluarga sebaik keluarga Hermawan.


"Nak, umi ke dalam dulu" Pamit Anggi


"Silahkan umi" Ucap Ara


"Kamu masih mau disini?" Tanya umi


"Iya umi" Jelas Ara


Umi Alfa kembali ke dalam rumah, berniat memanggil sang putra untuk menemani Ara. Anggi telah sampai di depan pintu kamar Alfa, dan segera mengetuknya.


"Alfa, Alfa, " Panggil umi dari balik pintu


"Ada apa sih, Mi?" tanya Alfa


"Temani istri kamu dan bawakan selimut, dia ada di ayunan taman belakang" Jelas umi


"Iya" jawab Alfa dari dalam kamar.


"Kamu ngapain? disini" Tanya Alfa kepada Ara


"Sekedar nenangin fikiran,mas" Jawab Ara


"Ini selimut, tadi umi yang nyuruh saya bawain buat kamu" Jelas Alfa


"Iya, mas. Makasih" Ucap Ara mengambil selimut yang ada di tangan Alfa dan menyelimuti dirinya.


"Mas, aku boleh nanya sesuatu?" Tanya Ara


"Mau nanya apa?" Jawab Alfa dengan nada datar.


"Aku boleh kerja?" Tanya Ara


"Kamu nggak usah kerja, apa kata orang kalau istri dari CEO Hermawan's Group masih kerja, nanti dikira saya tidak menafkahi kamu. Ini kartu unlimited bisa kamu gunakan untuk kebutuhan kamu" Jelas Alfa dingin lalu memberikan unlimited card nya kepada sang istri.


"Tidak usah mas, aku masih punya tabungan untuk kebutuhanku sendiri" ucap Ara menolak unlimited card tersebut.


"Ambil atau saya bilangin ke umi" Sebuah ancaman namun terkesan memaksa.


Dengan terpaksa Ara mengambil unlimited card milik suaminya itu "Makasih mas".


Alfa tak menanggapi perkataan Ara,karena sudah malam ia memilih masuk dan meninggalkan Ara sendirian.


Ara senang menjadi menantu di keluarga yang menerimanya dengan baik, namun disisi lain ia sedih karena kehadirannya tidak diterima oleh suaminya. Ara bingung harus bersyukur atau mengeluh. Ara adalah perempuan tangguh dan tak pernah mengeluh.


"Ya allah, berikanlah aku kesabaran untuk menjalani cobaanmu ini. Jadikanlah aku perempuan kuat dan penuh kesabaran. Aku tahu kau tak akan menguji hambamu di luar batas kemampuannya. Semoga aku bisa melewati ini semua, amiin..." Batin Ara berdo'a kepada sang Maha Pencipta dan Maha Pemurah.


Ara pergi ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar. Ia melihat Alfa tertidur di atas ranjang. Ara menyelimuti Alfa dengan selimut yang diberikan kepadanya di taman.


Ara pergi ke kamar mandi untuk cuci kaki dan tangan.Ara telah keluar dari kamar mandi untuk tidur.


"Clara, jangan tinggalkan aku"


"Clara, jangan pergi. Aku mencintaimu"


Hati Ara seperti ditusuk ribuan pisau saat tahu Alfa menyebut nama perempuan lain.Ara belum tahu jika Clara adalah mantan tunangan Alfa yang telah meninggalkan Alfa demi laki - laki lain.


Ara memilih untuk segera tidur,dan akhirnya terlelap menuju alam mimpi.



_____________________________________________________


Bagi yang sudah membaca cerita "Khadijah" author ucapin makasih sebanyak - banyaknya. Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara like, kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya. Kita hanyalah manusia, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.


Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa. Author orangnya ramah kok, bukan maksud author memuji diri sendiri. Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author. Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja, insyaallah author jawab.


Salam hangat dari Author


Tertanda,


It's Cars😊🤩