Alara

Alara
Keluarga Kecil?




Keluarga Hermawan mengadakan resepsi kecil - kecilan di kediamannya. Alfa dan Ara telah berdiri di atas kolam renang dengan alas kayu dan dekorasi yang sederhana.


Sebenarnya Anggi telah mempersiapkan ini jauh-jauh hari. Hanya saja Anggi belum mau memberitahukan rencana ini kepada anak dan menantunya, ia hanya memberitahukan kepada Hadi selaku suaminya. Jadi, semua ini bukan acara dadakan ya. Semua telah terencana dengan baik.


Mereka menyalami satu persatu para tamu terdekat yang diundang. Sampai akhirnya kini prosesi yang ditunggu - tunggu yaitu foto keluarga.


"Sesi pertama, bapak Hadi dan ibu Anggi. Silahkan bapak dan ibu selaku orang tua mempelai pria untuk berdiri di samping mereka dan foto bersama" Ucap Host


Hadi berdiri di samping Ara, sedangkan Anggi berdiri di samping Alfa. Setelah itu keduanya kembali ke tempat semula.


"Sesi kedua, bapak Zainal beserta istri dan anak. Dimohon untuk berdiri disamping kedua mempelai" Ucap Host


Zain berdiri di samping Alfa, dan Alysha berdiri di samping Ara, sedangkan Anna berdiri di depan Alfa dan Ara. Setelah keluarga kecil Zain berfoto, Anna membuka suara.


"Anna pengen foto bareng om Alfa dan kak Ara. Boleh?" Permintaan Anna kepada Alfa dan Ara


"Boleh, sayang" Jawab Ara kepada Anna


Ara meminta fotografernya untuk memfoto mereka bertiga. Dan akhirnya permintaan Anna dikabulkan oleh sang fotografer.


"Mereka pasangan serasi ya, "


"Sudah sepantasnya mereka jadi orang tua"


"Cocok banget mereka, seperti keluarga kecil sungguhan"


"Mempelai pria nya ganteng, mempelai wanita nya cantik. Sungguh pasangan yang serasi dan pas seta sangat cocok"


Ucapan para tamu didengar oleh seluruh anggota keluarga Hermawan termasuk Hadi dan Anggi, dan mereka hanya menanggapi perkataan tersebut dengan senyuman.


"Sesi ketiga, semua anggota keluarga Hermawan" Ucap Host


Semua anggota keluarga berdiri di samping mempelai dan difoto oleh fotografer.


Waktu terus berjalan dan hari semakin gelap. Acara telah selesai, Ara dan Alfa telah berada dalam satu kamar. Ara masih kesulitan membuka resleting yang ada di gaunnya. Alfa yang duduk di atas ranjang pun menyadari hal itu, dan segera mendekati Ara.


"Apa perlu saya bantu?" Tawar Alfa dingin


"Tidak usah, mas" Tolak Ara secara halus


"Udah sini cepetan, nanti kamu nggak mandi-mandi lagi. Gimana mau mandi, kalau kamu buka resleting aja nggak bisa"m! " Jelas Alfa kepada Ara


Alfa perlahan mulai menurunkan resleting gaun Ara.Setelah terbuka Alfa segera membalikkan badan dan kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan pekerjaanya yang tertunda.


Ara mengambil pakaian ganti dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah terasa lengket.


Ara telah selesai mandi,kini gantian Alfa yang akan membersihkan badan nya di kamar mandi.Ara duduk di atas tempat tidur dengan memainkan ponselnya.


Makan malam telah tiba,semua telah berkumpul di meja makan kecuali Ara dan Alfa.Mereka masih di dalam kamar karena Ara masih sibuk menata pakaian,sedangkan Alfa sibuk mengecek beberapa email yang masuk di laptopnya.


"Kemana ya,pasangan pengantin baru.Kok belum keluar juga" Ucap Anggi


"Mungkin lagi menjalankan sunah rasul kali,mi.Umi kayak nggak pernah muda aja" Jawab Hadi


Tak lama setelah perbincangan tersebut,pasangan pengantin baru pun datang.


"Malam semua,maaf kami telat" Ucap Alfa yang baru datang ke meja makan bersama Ara


"Nggak papa,kita semua faham kok.Cepetan cari pahala yang banyak ya,dan selalu melakukan sunah rasul agar kita punya cucu baru" Ucap Hadi


Alfa tahu maksud dari perkataan Abi nya,ia melirik Abinya dengan tatapan dingin.Alfa memilih untuk segera duduk dan makan.Saat Alfa hendak mengambil nasi,Ara membuka suara.


"Sini mas piringnya" Ucap Ara


Alfa memberikan piringnya kepada Ara.Ara mengambil nasi serta lauk pauknya.Setelah dirasa sudah cukup,Ara memberikan piring itu kepada Alfa.


Ara duduk di samping Alfa,dan mengambil nasi serta lauk pauk untuk dirinya sendiri.Mereka semua melahap hidangan yang ada di sana.



____________________________________________________


#*Bagi yang sudah membaca cerita "Khadijah" author ucapin makasih sebanyak - banyaknya.Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote,kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia,manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.


Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok,bukan maksud author memuji diri sendiri.Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author.Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.


Salam hangat dari Author


Tertanda,


It's Cars😊🤩