Alara

Alara
Adik Ipar Zain?




Setelah perkenalan tersebut mereka bercerita satu sama lain. Anna tampak senang dengan kehadiran Ara yang bisa diajak bermain. Anna biasanya tak mudah akrab dengan orang, apalagi dengan orang yang baru dikenalnya, namun kenapa jika dengan Ara akrabnya bisa secepat itu.


Zain yang melihat sikap sang anak nampak terheran - heran. Zain ikut senang jika Anna senang dengan kehadiran Ara. Tak terasa perjalanan yang mereka tempuh untuk menuju rumah ibu dari Zain, akhirnya telah sampai juga.Ara, Zain beserta istri dan anaknya turun dati mobil lalu mengetuk pintu dan salam.


"Tok...tok...tok...assalamualaikum"


Salam Zain.


Tak lama kemudian ada seorang wanita paru baya membukakan pintu untuk mereka. Beliau adalah bi Ratih, pembantu rumah itu.


"Silahkan den Zain"


Ucap bi Ratih mempersilahkan Zain dan yang lain untuk masuk.


Ara, Zain, Alysha, Anna masuk ke dalam rumah tersebut. Terlihat wanita patu baya dengan rambut yang sedikit memutih sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Assalamualaikum, mi"


Ucap Zain mencium punggung tangan Anggi, Alysha beserta Anna dan Ara juga ikut mencium punggung tangan wanita yang menjadi ibu dari Zaen.


Ara yang sadar bahwa wanita itu adalah Anggi yang akan menjadi calon mertuanya. Anggi juga sadar akan hal itu dan mulai membuka perbincangan.


"Ara, kamu kok bisa bareng sama Zain?"


Tanya Anggi selaku ibu dari Zain.


"Umi kok bisa tahu nama Ara dari mana?"


Tanya Zain kepada Anggi karena penasaran bagaimana bisa uminya bisa kenal kepada orang yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.


"Umi kenal karena dia lah yang akan menikah dengan Alfa besok!"


Jawab Umi kepada Zain.


"Benarkah? "


Tanya putra pertama nya itu


"Iya, umi memang sengaja mempercepat pernikahan mereka karena dua hari lagi Alfa akan pergi untuk melihat perkembangan pembangunan cabang perusahaan yang ada di Korea"


"Oke umi, Zain, Anna, Alysha ke atas dulu. Assalamualaikum"


Pamit Zain kepada wanita yang telah melahirkanya.


Zain beserta anak dan istrinya pergi ke lantai 2 untuk istirahat karena sudah malam.


Ara yang masih duduk di sofa dengan calon mertua masih dalam keadaan tidak menyangka, jika orang yang telah menolongnya tadi adalah orang yang akan menjadi kakak iparnya besok setelah ijab kabul diucapkan.


"Ara, sebaiknya kamu istirahat nak. Karena besok kan hari bahagia kamu dan Alfa. Ayo umi tunjukkan kamar kamu"


Perintah Anggi kepada Ara


"Baik umi"


Jawab Ara beranjak dari sofa dan berjalan mengikuti umi Alfa dari belakang.


Langkah demi langkah dilewati umi Alfa dan Ara. Mereka telah sampai tepat di depan pintu kamar yang akan menjadi tempat Ara tidur malam ini.


"Nak, ini kamar kamu. Karena ini sudah malam sebaiknya kamu tidur, Umi pamit dulu. Assalamualaikum"


Pamit Anggi


Ara memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Anggi telah kembali ke kamarnya juga ikut beristirahat karena hari semakin larut dan besok adalah pernikahan putra kedua nya itu.



_________________________________________________


#*Bagi yang sudah membaca cerita "Khadijah" author ucapin makasih sebanyak - banyaknya.Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote,kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia,manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.


Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok,bukan maksud author memuji diri sendiri.Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author.Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.


Salam hangat dari Author


Tertanda,


It's Cars😊🤩***