
Matahari telah menyinari bumi,dan sinarnya memaksa untuk menerobos masuk ke dalam kamar yang masih tertutup oleh tirai.
Matahari bersinar sangat cerah hari ini,seakan tahu bahwa sang pemilik kamar berwarna silver kombinasi emas itu akan mengucapkan ijab kabul pada pukul sembilan pagi ini.
Alfa mulai bangun karena terusik oleh sinar matahari yang menerobos masuk dan menyinari seluruh sudut kamarnya.Alfa masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.
Di kediaman Hermawan semua telah sibuk untuk menata acara pernikahan Alfa dan Ara.Sebenarnya pernikahan tersebut hanya dihadiri beberapa kerabat terdekat saja.
Untuk sementara waktu pernikahan mereka dirahasiakan,setelah beberapa bulan nanti keluarga Hermawan akan mengadakan pesta mewah yang akan dihadiri oleh seluruh rekan bisnis dan anggota keluarga mereka.
Ara telah siap dengan gaun simple yang sangat pas untuk tubuhnya.Ara terlihat sangat cantik dan elegan memakai gaun berwarna kalem itu.
Alfa telah selesai membersihkan diri dan kini telah rapi dengan setelan kemeja dan jas nya.
"Alfa,kamu udah siap?" Tanya umi nya
"Insyaallah,umi" Jawabnya dingin
"Penghulu sudah datang,ayo kita turun ke bawah" Ajak Anggi dan berjalan mengikuti Alfa dari belakang.
Alfa telah sampai di lantai dasar dan duduk tepat di depan penghulu.Alfa gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Ara masih di dalam kamar bersama Alysha,ia akan keluar setelah ijab kabul diucapkan dan akan di jemput oleh Anggi.
"Kamu cantik banget,Ra" Puji Alysha
"Makasih,kak" Balas Ara yang masih gugup
"Udah tenang aja,nggak usah gugup.Dulu kakak juga gitu,tapi setelah menikah rasanya seneng banget" Jelas Alysha
"Iya,kak" Jawab Ara
Di lain tempat,Alfa masih gugup.Ia masih tidak menyangka jika akan melepas masa lajangnya dan akan menyandang gelar sebagai suami.
"Gimana nak,apa sudah siap" Tanya penghulu.
"*Mari jabat tangan saya" Ucap penghulu mengulurkan tanganya dan Alfa menerima uluran tangan itu tanda telah siap melakukan ijab kabul.
"Bismilahirahmanirahim,saya nikahkan engkau Azzam Alfaruq bin Hadi Hermawan dengan Khadijah Astuti Arabella binti Syarifudin dengan maskawin emas 100 gram dibayar tunai" ucap penghulu dengan tangan yang masih menjabat tangan Alfa*.
"Saya terima nikah dan kawin nya Khadijah Astuti Arabella binti Syarifudin dengan maskawin tersebut,tunai" Ucap Alfa lantang dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi,sah?" Tanya penghulu kepada semua orang yang ada di sana.
"Sah" Jawab mereka serentak
Ara yang mendengar ijab kabul telah diucapkan akhirnya meneteskan air mata karena ia telah berstatus sebagai seorang istri.
"Nak,ayo turun" Ucap umi yang baru masuk kamar Ara.
"Iya,umi" Jawab Ara mulai berdiri dan berjalan dengan Umi yang ada di sampingnya.
Ara telah sampai di tempat dimana Alfa mengucapkan ijab kabul.Ara duduk tepat di samping Alfa.Ara mencoba memberanikan diri untuk mengambil tangan Alfa dan menciumnya.Kini gantian Alfa yang mencium kening Ara.
_______________________________________________
Hai teman²,gimana ceritanya....Asik,nggak?Jangan lupa untuk vote dan komen sebanyak banyaknya.
Bagi yang sudah membaca cerita "Khadijah" author ucapin makasih sebanyak - banyaknya.Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote,kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia,manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.
Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok,bukan maksud author memuji diri sendiri.Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author.Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.
Salam hangat dari Author
Tertanda,
It's Cars😊🤩
See you di bagian selanjutnya🤩😉*********