Alara

Alara
Sikap Bisa Saja Berubah Dalam Sekejap



Zevanya kembali dengan membawa jaket untuk dipakai istri Alfa.


"Ini, Ra. Pakai dulu jaketnya," ucap Zevanya menyerahkan jaket miliknya.


"Makasih, Ze" ucap Ara menerima jaket milik Zevanya.


Ara segera memakai jaket Zevanya "Let's go" Ara sangat bersemangat untuk jalan-jalan di luar.


Ara menunggu Zevanya yang sedang mengunci kamar nya. Saat Zevanya sudah selesai mengunci kamar tersebut, Zevanya segera menggandeng tangan Ara dan berjalan ke arah lift untuk turun ke lantai dasar.


Pak Dadang sudah kembali pulang ke Kediaman Hermawan setelah memberikan obat Ara kepada resepsionis.


Istri dan sahabat Alfa itu pun berjalan santai melewati trotoar dengan melihat kendaraan yang sedang berlalu lalang.


Mereka memutuskan untuk duduk dan bersantai dibangku taman dekat Hotel.


Tiba-tiba ponsel Zevanya berbunyi 'Ting' pertanda bahwa ada pesan masuk. Pemilik ponsel pun mengambil ponselnya dan membuka pesan itu. Siapa lagi kalau bukan Alfa yang menanyakan keadaan sang istri kepada sahabatnya itu.


"Ze, gimana keadaan Ara? " Pesan dari Alfa


"Ara baik - baik aja, ini kita lagi di taman Harmony" Balas Zevanya


"Oke, aku akan kesana"


"Baiklah, "


Tak lama kemudian, terdengar suara perempuan yang tak lain ialah karyawan restaurant dengan menenteng sekantung plastik yang berisikan makanan serta minuman pesanan Alfa.


"Ini pak, " Ucap karyawan tersebut dan menyerahkan sekantung plastik yang berisikan makanan serta minuman pesanan kepada sang pemesan "Totalnya enam puluh lima ribu, pak" Lanjut karyawan itu setelah menyerahkan pesanan suami Ara.


Alfa merogoh saku celana nya, lalu mengambil dompet untuk membayar makanan yang dipesan oleh nya "Ini mbak uangnya" Sahabat Alfa menyerahkan selembar uang seratus ribu kepada sang karyawan membuat sang karyawan mengambilkan uang kembalian untuk Alfa.


"Terima kasih" Ucap Alfa meninggalkan restoran itu dengan kantung plastik yang ada di tangan nya dan berjalan melewati trotoar yang ramai dipenuhi oleh para pejalan kaki.


Langkah demi langkah Alfa lalui untuk bertemu dengan sang pujaan hati nya. Ya, sang pujaan hati itu adalah Ara.


Tak terasa, kini langkahnya semakin dekat dengan taman Harmony. Tiba-tiba ada anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun menarik gerobak yang berisikan tumpukan tikar, Alfa yang melihat hal itu langsung terdorong untuk membeli satu tikar tersebut.


"Dek!"


"Iya kak, ada yang bisa aku bantu?" Tanya tanya sang penjual tikar.


"Saya beli tikar nya satu ya,"


"Siap kak" Sang penjual tikar nampak bersemangat saat mengetahui barang dagangan nya akan dibeli, ia langsung menurunkan tikarnya dari gerobak dan memberikannya kepada Alfa.


"Harganya berapa?" Tanya Alfa


"Ini dek, terima aja ya" Ucap Alfa memberikan uang berwarna merah dengan nominal seratus ribu rupiah.


"Terima kasih banyak, kak. Aku pamit ya kak, assalamualaikum" Anak laki-laki itu mencium punggung tangan Alfa sebelum pergi meninggalkan sahabat Zevanya itu.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab Alfa.


Sebelum melanjutkan perjalanan, Alfa meminta tukang parkir untuk membawakan tikar yang baru saja dibeli oleh nya tadi.


"Pak, tolong bawakan tikar ini ya"


"Baik mas" Ucap tukang parkir menyanggupi perintah Alfa.


Sang tukang parkir berjalan dibelakang Alfa dengan tikar yang ada pada pundaknya. Setelah berjalan kaki cukup lama, akhirnya Alfa telah sampai di taman Harmony. Ia mencari sosok Istri dan Sahabatnya, namun tak kunjung ia temukan.


Akhirnya Alfa memutuskan untuk menghubungi Zevanya melalui sambungan telpon.


"Halo, Ze. Kau di mana?"


"Aku dan Ara dukuk di tengah-tengah taman dekat air mancur"


"Oke, thanks" Ucapnya menutup sambungan telpon itu.


Alfa beserta tukang parkir pun melanjutkan berjalan kaki menuju tempat Ara dan Zevanya berada.


Saat sudah sampai di tengah-tengah taman, tampaklah dua perempuan yang sedang berbincang-bincang. Entah apa yang sedang diperbincangkan oleh mereka sehingga membuat keduanya tertawa.


Alfa berjalan mendekati keduanya dan berniat akan mengejutkan mereka.


"Dor!" Ucap Alfa berdiri dibelakang kursi tempat Ara dan Zevanya duduk, membuat keduanya terkejut.


"Kamu ya Al, dari dulu sampai sekarang masih aja sukanya ngejahilin orang mulu" Ucap Zevanya geram dengan kelakuan sahabatnya yang sampai sekarang belum juga berubah.


"Abis seru sih kalau ngejahilin orang" Jawab suami Ara dengan cengengesan (bisa dibayangin nggak? seorang CEO yang dingin bisa berubah dalam sekejap menjadi cengengesan😄 Btw authornya senyum² sendiri😆)


__________________________________________________


Hai semua🤗Maaf karena terlambat up🙏🏻😔, dikarenakan ada Penilaian Akhir Semester yang harus author kerjakan sebaik mungkin😊 (harap maklum ya, authornya masih berstatus sebagai pelajar dan belum menjadi istri orang🤣)


Author berharap cerita ini bisa menginspirasi kalian semua.Ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya😊


🌸Jangan lupa like, komen, dan apabila tidak keberatan bisa ***vote😊


🌸Ingat***!! ambil baiknya, buang buruknya🤗