
Alfa mengubungi pihak resepsionis untuk mengirimkan karyawan perempuan ke kamarnya. Setelah karyawan tersebut datang,ia segera memerintahkan untuk menjaga sang istri.
"Mbak tolong jagain istri saya sebentar" Ucapnya dingin dan menjaga pandangan dengan yang bukan mahramnya.
"Baik pak" Jawab karyawan hotel.
Hotel yang menjadi tempat bermalam Alfa saat ini menggunakan Electronic card system (seperti kartu telepon magnetik, chips ataupun kartu ATM),
dimana di dalam kartu kartu tersebut sudah ada kode-kode tertentu (barcode) yang dapat digunakan untuk membuka pintu yang ke kamar tersebut akan tercatat kode kartunya dan dapat mendeteksi penguna kartu secara akurat berikut waktu masuk dan tanggalnya.
Dan jenis kunci yang digunakan oleh seluruh orang yang menginap di hotel ini ialah Pass key, kunci yang biasanya digunakan room attendant (orang yang biasanya membersihkan dan merapikan kamar hotel setelah kamar itu kosong) tapi hanya dapat membuka satu kamar.
Sebenarnya Alfa kurang tenang jika Ara dijaga oleh karyawan hotel, namun apa boleh buat ia harus menemui supirnya untuk memberikan resep obat. Apabila Alfa tak memberikannya langsung kepada pak Dadang, nanti pak Dadang tidak tahu siapa orang yang dititipi olehnya.
Alfa keluar dari kamar tempatnya menginap dan berjalan menuju lift, ia telah sampai di depan lift yang masih tertutup dan menunggu hingga lift terbuka.
'Ting' suara dentingan lift tanda lift akan segera dibuka.
Saat lift terbuka, munculah sosok perempuan cantik yang selama ini tinggal di luar negeri untuk melanjutkan study nya ke jenjang S2. Siapa lagi kalau bukan Zevanya yang tak lain ialah sahabat Alfa.
"Zevanya" Kekagetan Alfa melihat sang sahabat yang baru muncul setelah beberapa tahun tak bertemu.
"Alfa"
"Kapan pulang kesini?" Tanya Alfa kepada sang sahabat.
"Baru beberapa jam yang lalu"
"Oh iya, aku minta tolong kamu jagain istriku di kamar nomor 512. Di sana ada karyawan hotel tapi aku tidak tenang jika meninggalkan mereka berdua"
"Baiklah, nanti aku akan kesana karena kebetulan kita tetanggaan"
"Aku pergi dulu Ze, " Alfa masuk ke dalam lift dan memencet tombol yang tertera angka lantai dimana loby berada, ia tidak berbicara dingin kepada Zevanya karena ia telah menganggap sang sahabat seperti adiknya sendiri.
Zevanya melanjutkan perjalananya menuju kamar hotel tempatnya menginap untuk meletakkan kopernya.
Alfa telah sampai di lantai tempat loby berada,ia duduk di sofa yang ada di sana. Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan bagi Alfa.
Zevanya telah sampai di kamar yang akan menjadi tempatnya bermalam, ia membuka kopernya di atas tempat tidur dan menyusun seluruh pakaiannya di lemari yang ukurannya tak sebesar yang ada di rumahnya.
Zevanya segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan, saat sudah selesai ia pergi ke kamar Istri Alfa untuk menjaga istri sahabatnya.
"Den, maaf Bapak kelamaan"
"Nggak papa Pak, kebetulan ada sahabat saya yang menjaga istri saya. Ini Pak resep obatnya, tolong di tebus di apotek sekarang juga Pak! " Alfa menyerahkan resep obat yang harus ditebus di apotek kepada Pak Dadang.
"Siap Den, Pak Dadang pergi dulu. Assalamualaikum" Pamit Pak Dadang meninggalkan Alfa yang masih duduk di sofa yang ada di loby.
"Waalaikumsalam" Jawab Alfa.
Rayhan telah sampai dirumahnya, ia menghembuskan nafas kasar setelah berada di dalam kamar. Ia sangat tidak menyangka jika orang yang telah diberi label 'calon istri' olehnya kini telah menjadi istri dari sahabatnya sendiri. Bagaimanapun juga, ia harus bisa menerima kenyataan bahwa Ara sudah menyandang status sebagai istri Alfa.
Zevanya mengetuk pintu dari luar kamar Alfa dan istrinya "Mbak, saya disuruh Pak Alfa untuk menjaga istrinya" ia terus mengetuk pintu tersebut hingga terbuka dan muncul lah sosok yang umurnya tak jauh berbeda dengannya.
'Ceklek' suara pintu terbuka.
"Silahkan masuk mbak, karena sudah ada mbak disini jadi saya ijin pemisi dulu" Ucap karyawan hotel segera meninggalkan Zevanya.
Zevanya masuk kamar, tak lupa pintu segera ditutup olehnya.Melihat bagian tubuh Ara dari atas sampai bawah membuat Zevanya mengetahui alasan orang tua Alfa menjodohkan Alfa dengan perempuan itu.
__________________________________________________
Hai semua🤗Maaf karena Author jarang up🙏🏻😔, karena banyak tugas yang harus Author selesaikan.
Author berharap cerita ini bisa menginspirasi kalian semua.Ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya😊
Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote, like, kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.
Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok, bukan maksud author memuji diri sendiri. Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author. Kalian bisa follow akun ini dan chat. Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.
Salam hangat dari Author
Tertanda,
It's Cars😊🤩
See you di bagian selanjutnya🤗