Alara

Alara
Sakit




"Ra,apapun yang terjadi aku akan selalu menjagamu,melindungimu,serta berusaha untuk tidak membuatmu menangis.Mungkin kita memang menikah karena keterpaksaan,namun kita akan selalu bersama hingga maut memisahkan.Aku selalu berdoa pada Allah agar menjadikan kita berdua jodoh dunia dan akhirat,aku sangat berterima kasih pada umi karena telah menjodohkanmu denganku yang sangat penuh dengan kekurangan.Maafkanlah aku jika mungkin aku belum bisa menjadi imam yang baik untukmu"


~ Azzam Alfaruq


___________________________________________________


Langkah demi langkah telah dilewati Alfa untuk menuju ke tempat parkir,tak lupa dengan Ara yang masih berada pada gendongannya.Walaupun digendong,Ara tetap tidur dengan nyenyak bagaikan tidur di atas tempat tidur.


Alfa telah sampai pada tempat dimana banyak kendaraan berjejeran disana.Suami Ara itu berjalan ke arah mobilnya,ia menaruh sang istri pada kursi samping kemudi.


Sebenarnya ia merasa kasihan terhadap istrinya karena harus tidur dengan posisi duduk,tapi apa boleh buat ia juga tak tega jika harus membangunkan sang istri.Alfa memasangkan seatbelt untuk Ara,setelah itu ia berjalan ke arah kursi kemudi dan duduk disana.


Suami Ara itu seatbelt -nya dan segera melajukan mobilnya menuju kediaman Hermawan.Jarak yang ditempuh Alfa dari rumah sakit hingga kediaman Hermawan kurang lebih satu jam.


"Tadi mas ngomongin apa sama si kutub es" Ucap perempuan kepada suaminya yang saat ini berada di dalam ruangan bernuansa putih khas rumah sakit.


"Ooh Alfa,dia cuma pesen sama mas untuk jagain Ara.Besok dia akan berangkat ke Amerika untuk pembangunan cabang perusahaannya" Jelas sang suami kepada istrinya,yang tak lain adalah Zain dan Alysha.


"Kayaknya si kutub udah cinta nih sama Ara"


"Iya,sikapnya kepada Ara sudah menunjukkan bahwa Alfa sudah sangat mencintai Ara" Zain menggendong Raina yang baru saja bangun karena terusik dengan suara kedua orang tua nya.


"Semoga saja mereka segera memiliki momongan dan menjadi keluarga yang sakinah,mawadah,warahmah.Amin" Harapan Alysha untuk Alfa dan Ara.


"Amin" Zain meng-amin kan doa Alysha.


Alfa masih dalam perjalanan pulang menuju Kediaman Hermawan,tiba - tiba hujan mengguyur seluruh kota termasuk jalan yang kini sedang dilewati Alfa.


Udara semakin dingin ditambah dingin nya AC membuat istri dari sang pengemudi menggigil.Orang itu adalah Ara yang menggigil membuat Alfa panik mengenai keadaan istrinya,ia memutuskan untuk mencari hotel yang jaraknya tak jauh dari sana.Akhurnya Alfa menemukan hotel yang pas,yakni Hotel Harmony.


Terlihat seorang lelaki sedang menelfon seseorang,entah apa yang menjadi bahan perbincangan mereka.Ya,Alfa sedang menelfon dokter keluarga Hermawan dan meminta untuk datang ke hotel tempatnya akan bermalam agar dokter tersebut bisa segera menangani sang istri.


"Halo"


"Ada apa,Al?kenapa kau menelfonku malam - malam begini.Ini adalah jam istirahatku dan kau telah menggangguku" Ucap orang dibalik telfon


"Baiklah,maafkan aku.Aku minta tolong padamu untuk memeriksa keadaan istriku,dia menggigil dan tolong kau segera datang ke Hotel Harmony"


"Ya,aku akan segera kesana" Ucap orang dibalik telfon tak lain adalah Rayhan,dokter keluarga Hermawan.


Hujan deras disertai petir yang menyambar membuat Alfa segera mengemudikan mobilnya menuju hotel Harmony.Wajah cantik Ara sudah mulai memucat dan tubuhnya semakin menggigil membuat sang suami tambah panik.


Rayhan sedang dalam perjalanan menuju hotel Harmony untuk memeriksa keadaan istri Alfa.Selain seorang dokter,Rayhan juga sahabat Alfa.Dulu Rayhan dan Alfa menjadi mahasiswa di kampus yang sama namun beda jurusan.Keduanya semakin dekat karena kakek dari mereka berdua sudah bersahabat sejak lama.


Rayhan tahu jika Alfa telah menikah,tapi ia belum tahu siapa istri Alfa karena pada saat itu ia pergi ke luar kota untuk menangani korban bencana alam.Rayhan mengira Alfa menikah dengan Clara.


Ban mobil Alfa telah berhenti tepat di depan loby Hotel Harmony,ia segera menggendong sang istri dan pergi ke meja resepsionis untuk chek-in.


"Mbak,saya pesan satu kamar atas nama Azzam Alfaruq" Ucap suami Ara


"Pak Alfa adiknya pak Zain?" Tanya karyawan resepsionis.


"Lho,mbak kok bisa tahu kakak saya" Heran Alfa karena ia tak pernah menginap hotel ini ataupun rapat disini bersama kakaknya.


"Beliau pemilik hotel ini,pak" Jawab karyawan itu.


"Saya minta satu kunci kamar,mbak"


"Ini pak" Karyawan tersebut memberikan kunci kamar berupa kartu.


Setelah itu Alfa membawa Ara ke kamar yang nomernya tertera di kunci yang berbentuk kartu.Alfa menaiki lift untuk sampai ke kamar nya,tak lupa dengan Ara yang masih dalam gendongan sang suami.



____________________________________________________


Hai semua🤗


Author berharap cerita ini bisa menginspirasi kalian semua.Ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya😊


Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote,like,kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia,manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.


Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok,bukan maksud author memuji diri sendiri.Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author.Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.


Salam hangat dari Author


Tertanda,


It's Cars😊🤩


See you di bagian selanjutnya🤩