
Alfa berjalan melewati trotoar untuk sampai di mall yang letaknya tak jauh dari Hotel. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, akhirnya Alfa sampai di mall tempatnya akan berbelanja keperluan Ara.
Dengan langkah cepat, Alfa masuk ke dalam mall dan berjalan ke tempat yang menyediakan berbagai keperluan wanita. Mulai dari tas, jam, sepatu, baju, hingga aksesoris pelengkap (jepit rambut, ikat pinggang, dan masih banyak lagi).
Alfa mengambil gamis berbahan jeans kombinasi putih pada bagian kedua lengan nya dan pastinya bermerek, gamis berbahan jeans tersebut akan dipadukan dengan hijab pashmina berwarna putih. Selain itu, Alfa juga mengambil keperluan lainnya untuk Ara [maaf tidak author perjelas🙏🏻😊karena kalian pasti tahu keperluan wanita itu apa aja😅].
CEO yang terlihat begitu dingin di luar kini sifatnya tengah berbanding terbalik, bagaimana tidak, dia terlihat sangat sayang kepada sang istri.
Anggi dan Hadi nampak tengah tertidur dengan nyaman di Kediamannya. Mereka tak begitu khawatir dengan keadaan Ara, mereka percaya jika sang anak pasti akan menjaga dan merawat menantunya.
Zevanya duduk di sofa yang ada di kamar Ara dengan memainkan ponselnya. Sakit hati yang dirasakan olehnya seakan hilang saat melihat istri Alfa, ia tak merasa menyesal atas pernikahan Alfa dan Ara. Zevanya justru merasa bahagia saat tahu orang yang dicintainya menikah dengan orang yang tepat.
Zevanya berniat untuk mengompres dahi Ara agar demamnya cepat turun. Ia mengambil baskom dan meletakkannya tepat di bawah shower, lalu menyalakan shower tersebut dengan suhu yang hangat.
Air dari shower itu tertuang di atas baskom, setelah dirasa cukup, Zevanya mematikan shower dan membawa baskom berisi air hangat tersebut keluar dari kamar mandi, lalu meletakkannya di atas nakas.
Zevanya mengambil handuk kecil dan mencelupkannya ke dalam baskom berisi air hangat, handuk yang telah dicelupkan itu pun diperas olehnya hingga agak sedikit mengering tapi tidak terlalu kering.
Sahabat cantik Alfa meletakkan handuk yang sudah tercelup air hangat dan sudah diperas di atas dahi Ara. Merasakan sentuhan dari Zevanya yang sedang menempelkan handuk di dahi Ara membuat sang pemilik dahi terbangun dari tidurnya, kini wajah Ara sudah mulai fresh dan tak terlalu pucat.
"Kamu siapa? kok bisa masuk ke sini" Tanya Ara
"Kenalin, namaku Zevanya. Aku sahabat Alfa, tadi dia yang nyuruh aku jagain kamu disini" Jelas Zevanya
"Namaku Ara, " Istri Alfa mengulurkan tangannya kepada sahabat cantik Alfa membuat sang sahabat menerima uluran tangan Ara "Halo, salam kenal"
"Salam kenal juga" Ucap adik ipar Zain
"Ra, mendingan kamu tidur lagi deh, biar cepet sembuh"
"Aku nggak enak sama kamu, Ze. Masak iya aku enak - enakan tidur, sedangkan kamu malah sibuk merawat dan menjaga aku"
"Kan memang aku disuruh Alfa untuk jagain kamu, udah cepet tidur sebelum aku berubah pikiran dan ninggalin kamu disini sendirian"
"Aku udah baikan kok, tapi masih sedikit pusing. Aku cuma pengen ngobrol - ngobrol sama kamu"
"Boleh nggak kalau aku nanya sesuatu sama kamu? " Tanya Zevanya
"Kamu kok bisa nikah sama Alfa sih? kan setahu aku dia itu dingin, cuek, orang tuanya juga nggak asal merestui hubungan Alfa dengan perempuan"
" orang tua ku bersahabat dengan orang tua mas Alfa, mereka berniat menjodohkan anak mereka. Awalnya uminya mas Alfa akan menjodohkan aku dengan kak Zain, tapi karena kak Zain udah menemukan pasangan yang pas, jadinya aku dijodohin sama mas Alfa. Aku tak pernah menolak untuk dijodohkan karena bagaimanapun juga itu adalah wasiat dari orang tuaku yang harus aku terima. Sebelumnya mas Alfa memang menolak perjodohan kita, namun seiring berjalannya waktu ia menerima pernikahan yang telah kita laksanakan"
"Ooh gitu, tapi gimana sih cara kamu mengatasi sikap dinginnya itu? "
"Sebenarnya mas Alfa itu baik dan hangat jika bersama dengan keluarga, hanya saja jika bersama orang luar dia nampak dingin. Dulunya aku tidak suka dengan silapnya yang dingin dan cuek itu, tapi saat aku mengenalnya lebih dalam, aku tahu jika dia akan bersikap hangat dan lembut jika bersama orang yang dia sayang"
"Sekarang kamu udah cinta sama Alfa? " Tanya Zevanya membuat Ara malu untuk menjawabnya.
"Aku nggak tahu, yang pasti ada rasa takut kehilangan saat mas Alfa pergi" Jawaban istri Alfa membuat Zevanya tersenyum tentang kepolosan istri sahabatnya.
Alfa baru saja selesai memilih barang yang akan dibelinya, ia berjalan ke arah kasir, lalu menyerahkan barang belanjaannya kepada petugas kasir.
"Semuanya satu juta lima ratus ribu rupiah, pak" Ucap petugas kasir membuat Alfa mengeluarkan kartu ATM miliknya "Ini mbak" menyerahkan kartu ATM miliknya kepada petugas kasir.
Setelah transaksi pembayaran selesai, petugas kasir menyerahkan kembali kartu ATM dan barang belanjaan Alfa. Setelah itu, suami Ara berjalan ke arah pintu keluar mall untuk kembali ke hotel.
__________________________________________________
Hai semua🤗Maaf karena Author jarang up🙏🏻😔
Author berharap cerita ini bisa menginspirasi kalian semua bahwa cinta butuh kepastian dan tidak butuh janji manis😅😊.Ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya😊
Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara like, kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.
Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok, bukan maksud author memuji diri sendiri. Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author. Kalian bisa follow akun ini dan chat. Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.
Salam hangat dari Author🥰
Tertanda,
It's Cars😊🤩
See you di bagian selanjutnya🤗