Alara

Alara
Kenyataan Pahit Rayhan




"Perempuan yang sangat dicintai olehnya kini telah menjadi milik orang lain,ia tak menyangka jika perempuan yang telah ia beri label 'calon istri' kini telah menjadi milik sahabatnya sendiri.Hati Rayhan sangat sakit dan nyeri melihat kenyataan pahit ini"


~Rayhan Alhafiz


_________________________________________________


Saat sudah sampai pada lantai tempat kamarnya berada,Alfa mencari nomor kamarnya dan akhirnya ia menemukan kamarnya.


Suami Ara itu segera menempelkan kartu pada tempatnya membuat pintu kamar hotel tersebut bisa dibuka.


Kemudian ia mengambil kartu tersebut dan segera masuk ke dalam bersama sang istri yang masih menggigil dalam gendongannya.


Alfa menaruh kunci berupa kartu tersebut di tempat yang sudah disediakan,karena jika kartu itu tidak ditaruh disana maka ruangan tersebut akan gelap dan minim udara.


Setelah kartu sudah berada pada posisi yang semestinya,maka dengan sendirinya seluruh barang yang menggunakan aliran listrik akan hidup.


Alfa membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur,dan berjalan ke arah balkon dengan ponsel yang ada pada genggamannya.ia mengotak atik ponselnya lalu menempelkannya di telinga,entah siapa lagi yang akan dihubungi olehnya.


"Assalamualaikum umi" Ucap Alfa saat ponselnya tengah terhubung dengan ponsel sang umi.Ya,Alfa menghubungi umi nya dan berniat memberitahukan keadaan sang istri.


"Waalaikumsalam nak,ada apa?bukanya kamu sedang dalam perjalanan" Ucap orang yang ada di balik ponsel yang tak lain ialah Anggi.


"Maaf umi,malam ini Alfa tidak pulang karena Ara demam.Kami menginap di hotel untuk malam ini dan besok pagi akan pulang ke rumah" Jelas sang anak kepada ibu nya.


"Ara gimana keadaannya,apa dia sudah baikan?" Tanya sang ibu kepada putra nya.


"Tadi Alfa udah telfon Rayhan dan dia akan kesini"


"Baiklah,umi doa kan semoga Ara cepet sembuh.Amin"


"Amin.Udah dulu ya umi,sepertinya Rayhan sudah datang" Ucap Alfa saat mendengar suara ketukan pintu kamarnya dan umi nya segera menutup sambungan telfon mereka.


'Tok...tok...tok...' suara ketukan pintu yang lagi - lagi terdengar oleh telinga Alfa membuat sang pendengar segera berjalan menuju ke arah pintu.


Suami Ara itu membukakan pintu untuk sang pengetuk,terlihatlah sosok pria berpakaian non formal dengan alat - alat khas dokter yang ada pada tas pria tersebut.


"Silahkan masuk" ucap sang pemilik kamar kepada tamu nya yang bernama Rayhan.


Rayhan masuk ke dalam kamar hotel yang menjadi tempat Alfa bermalam,ia tak tahu jika istri Alfa adalah orang yang ia cari untuk dinikahi.Ya,Rayhan sangat mencintai Ara.


Rayhan bisa kenal dengan Ara karena dulu ia selalu datang ke restoran tempat Ara bekerja hanya untuk sekedar makan siang atau rapat dengan rekan kerjanya.


Anggi telah selesai menelfon,kini saatnya ia menceritakan apa yang di dengar dari sang putra kepada suami nya.


"Umi,ada apa?" Tanya Hadi


"Ara demam dan saat ini mereka menginap di hotel.Alfa sempat bilang kalo dia udah menghubungi Rayhan untuk memeriksa keadaan Ara"


"Syukurlah kalo ada Rayhan yang menangani Ara.Semoga saja cepat sembuh,mungkin Ara sakit karena dia main air hujan di taman"


"Iya"


Alfa telah mempersilahkan Rayhan untuk masuk dan Rayhan pun menyetujuinya.Ia masuk dan berjalan menuju tempat istri Alfa terbaring.


Rayhan melihat sebagian tubuh Ara "mengapa perempuan itu seperti tak asing bagiku" batinnya.


"Ray,tolong segera periksa istriku"


"Ya,baiklah"


Rayhan terus berjalan hingga berada tepat disamping Ara,Rayhan terdiam saat melihat perempuan yang ada di depannya itu.


Perempuan yang sangat dicintai olehnya kini telah menjadi milik orang lain,ia tak menyangka jika perempuan yang telah ia beri label 'calon istri' kini telah menjadi milik sahabatnya sendiri.Hati Rayhan sangat sakit dan nyeri melihat kenyataan pahit ini.



__________________________________________________


Hai semua🤗


Author berharap cerita ini bisa menginspirasi kalian semua.Ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya😊


Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote,like,kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia,manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.


Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok,bukan maksud author memuji diri sendiri.Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author.Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.


Salam hangat dari Author


Tertanda,


It's Cars😊🤩


See you di bagian selanjutnya🤩