
Banyak typo bertebaran,
harap maklum.
Setiap orang tua pasti menginginkan anak - anaknya untuk segera menikah, begitu juga dengan Alfa yang kini telah pusing karena pertanyaan yang telah dilontarkan oleh umi dan abi nya.
Menikah tidak semudah yang difikirkan oleh kedua orang tuanya itu, siapa yang tidak pengen untuk segera menikah? setiap orang pasti mempunyai keinginan menikah. Tapi apa boleh buat, saat ini dirinya belum menemukan calon pendamping hidup yang pas.
Alfa adalah sosok laki - laki dingin yang tak mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya, berbeda jika sedang bersama keluarganya dia adalah sosok yang hangat dan manja nya melebihi seorang anak kecil. Alfa tipe orang yang setia dan bertanggung jawab.
*Flashback on*
"Alfa"
panggil umi saat melihat alfa berjalan melewatinya.
"Ada apa,mi?"
Tanya alfa yang telah berhenti dari jalanya dan mematung.
"Sini nak"
Ucap sang umi dengan mengisyaratkan Alfa dengan tanganya untuk segera duduk di depan sofa yang telah di duduki oleh umi dan abinya.
"Alfa, kapan kamu nikah?"
Tanya umi dengan wajah penasaran menanti jawaban yang keluar dari mulut sang anak laki - laki nya itu.
"Umi, jodoh sudah diatur oleh Allah SWT. Dan kita hanya butuh menunggu dan bersabar, Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan Alfa dengan jodoh Alfa. Allah juga tahu mana perempuan yang baik untuk Alfa. Alfa berharap umi bisa lebih
bersabar"
Jelas Alfa kepada umi dan abinya yang tidak sabar untuk memiliki menantu kedua.
"Umi berniat untuk menjodohkan kamu dengan anak dari almarhumah temen umi, apa kamu bersedia?"
Umi kembali membuka suara dengan nada yang sangat serius dan tak seperti biasanya
"Terserah umi saja"
"Baik, besok akad nikah kalian kita laksanakan dengan sederhana dan akan dihadiri oleh kerabat dekat saja. Sejujurnya kamu dan dia emang udah dijodohkan waktu orang tua gadis itu masih hidup, tapi kini mereka telah meninggal karena kecelakaan beruntun yang terjadi beberapa tahun yang lalu"
Cerita umi
"Umi, Abi, Alfa izin ke taman belakang. Assalamualaikum"
Pamit Alfa melangkah pergi dari ruang keluarga menuju taman yang berada di belakang rumah.
*Flashback off*
Sesungguhnya mencintai seseorang yang telah menjadi mahramnya itu akan mendapat pahala. Selain itu, bersikap romantis terhadap pasangan halal juga menjadi ladang pahala untuk kita. Mengapa hampir semua orang di seluruh dunia lebih suka pacaran? padahal akan menimbulkan dosa. Pacaran yang mendapatkan pahala adalah pacaran setelah halal, pastinya juga lebih harmonis.
Dari siang telah berganti malam, saat ini Alfa telah di dalam kamar sedang melaksanakan sholat maghrib dan disusul sholat isya'. Bagi Alfa sholat nomor satu dari pekerjaannya, karena hanya kepada sang maha kuasa kita meminta dan mencurahkan isi hati kita.
Sholat yang Alfa laksanakan telah selesai, jam menunjukkan waktu makan malam telah tiba. Dia keluar dari kamarnya menuruni tangga ke arah meja makan. Pria yang akan menyandang gelar sebagai seorang suami tengah makan dengan tenang. Makan malam keluarga mereka berjalan dengan semestinya.
Seorang perempuan yang akan dijodohkan dengan Alfa bernama Khadijah Astuti Arabela atau biasa dipanggil Ara. Alfa dan Ara memang belum pernah bertemu sebelumnya.
Perempuan bernama Ara bekerja sebagai pelayan di sebuah caffe yang letaknya tak jauh dari rumah kontrakannya. Tak mudah bagi Ara yang harus bekerjauntuk mencukupi kebutuhannya. Banyak lelaki yang meminangnya sebagai calon istri, namun Ara menolaknya dengan penuturan yang halus agar tak menyinggung perasaan orang itu.
Ara menolak dengan alasan ingin fokus terhadap kehidupannya saat ini yang terbilang belum berkecukupan. Ya, dia mempunyai cita - cita ingin menjadi seorang dokter.Karena kecelakaan yang terjadi pada kedua orang tuanya, ia memilih ingin menjadi seorang dokter agar bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongannya. Tak hanya itu, Ara juga ingin mendirikan panti asuhan untuk anak - anak yang nasibnya sama sepertinya.
Seperti biasa, saat ini Ara sedang menunggu angkutan umum tapi sampai saat ini belum muncul juga. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan kaki menuju caffe tempat ia bekerja. Ara telah sampai di caffe tersebut, ia masuk dan menyapa teman - temanya. Ara memang memilih sift malam dengan alasan menjadi guru ngaji di salah satu masjid dekat rumahnya. Ara ingat besok ia akan menyandang gelar sebagai seorang istri. Sebenarnya ia telah dilarang oleh calon mertuanya, namun Ara tetap ingin bekerja agar bisa bertemu dengan teman - teman nya.
Jadinya disuruh nikah kan Al! Makanya Al nggak usah lama-lama nyari jodoh, udah dicariin pendamping hidup tuh sama umi. Tinggal nerima aja ya Al, kalau nerima apa yang diperintah umi kan jadi anak berbakti. Kan tambah ganteng Al🤭
.
.
.
.
Hai😊
Hai😊
Hai😊
Jangan lupa emot terbaiknya😉
.
.
.
.
.
Selamat datang di novel pertama Author🥰
Author harap kalian suka dan puas dengan novel ini, mungkin jika ada kata - kata yang kurang pas bisa tolong dimaklumi karena Author baru belajar untuk nulis cerita. Untuk visualnya menyusul ya....harap bersabar. Jadilah penyemangat author untuk selalu update tiap hari. Dukungan kalian sangat Author perlukan.