
*Flashback On*
Ara sedang berjalan ke arah masjid untuk mengajar murid - muridnya. Jarak masjid tinggal sedikit lagi, tiba - tiba ada seorang wanita paru baya memanggilnya. Dan Ara pun berhenti dari jalannya.
"Khadijah"
panggil wanita paru baya yang telah dikenali oleh Ara.
"Tante Anggi"
balas Ara yang telah mengenali orang itu, karena dulu sebelum ibunya meninggal ia sempat di kenalkan kepada Anggi yang tak lain adalah ibu dari Alfa.
"Gimana kabar kamu, nak. Tante udah lama sekali mencari kamu, dan akhirnya kita dipertemukan juga"
Jelas Anggi.
"Ara baik - baik aja, tante. Maaf tante sebelumnya,ada apa ya Tan, kok tiba-tiba tante datang dan menemui saya?"
Jawaban sekaligus pertanyaan Ara.
"Tante dan ibu kamu dulu telah berjanji untuk menjodohkan kamu dengan anak kedua tante, apa kamu bersedia menjadi menantu tante?"
Tanya Anggi kepada Ara.
"Saya percaya kepada ibu, pasti beliau tahu yang terbaik untuk Ara. Jadi, insyaallah saya siap untuk menjadi istri dari anak kedua tante"
Jawab Ara karena yakin akan pilihan ibunya pasti tak akan salah.
"Alhamdulilah nak, kalau kamu setuju. Besok pernikahan kalian akan dilangsungkan"
Ucap Anggi.
"Besok? tante.Kenapa mendadak?"
Tanya Ara dengan nada terkejut.
"Iya, kan lebih cepat lebih baik"
Kata ibu dari Alfa.
"Ya sudah, tan.Ara ngikut aja, kalau begitu saya permisi soalnya mau ngajar ngaji di masjid"
Pamit Ara meninggalkan Anggi.
"Ya, nak. Silahkan...."
Balas Anggi mempersilahkan*.
*Flashback Off*
Alfa telah menyelesaikan makan malamnya, ia kembali ke kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih belum selesai karena besok ia akan menikah.
Jam telah menunjukkan pukul 10 malam, Ara telah keluar dari caffe untuk pulang. Di tengah perjalanan Ara dihadang oleh preman. Sebenarnya ia sangat takut dengan preman itu, hanya saja ia tak ingin terlihat lemah.
"Eh eneng, mau akang anterin nggak neng!"
Kata salah satu preman yang mengganggu Ara.
"Maaf, tolong jangan sentuh saya"
"Jangan ganggu dia! "
Ucap seorang laki - laki yang ingin menyelamatkan Ara.
"Mas, tolong selamatkan saya"
Kata Ara kepada orang itu.
"Iya, mbak tenang aja"
Jawab orang tersebut yang tak lain adalah Zaen, kakak dari Alfa yang akan menjadi suaminya besok.
Zaen menghajar satu - persatu preman tersebut. Karena kalah mereka memilih meninggalkan Ara yang tadinya telah menjadi incarannya.Ara tak tahu lagi bagaimana nasibnya jika tak ditolong oleh Zaen.
"Makasih mas,karena telah menyelamatkan saya"
Ucap Ara berterima kasih kepada Zain.
"Sama - sama, mbak. Oh iya, mbak dari mana malam - malam begini?"
Tanya Zain.
"Saya baru pulang kerja mau pulang ke rumah, mas"
Jawab Ara.
"Di dalam mobil ada istri dan anak saya, kita mau ke rumah mamah saya. Kenalin saya Zaianal Hermawan, panggil Zain aja. Karena ini udah malem, kalau nggak keberatan saya akan mengajak mbak untuk ke rumah umi saya. Takutnya preman itu datang lagi, jadi mbak mau atau tidak?"
Jelas Zaen.
"Apakah tidak merepotkan?"
Tanya Ara.
"Saya sama sekali tidak merasa di repotkan, mbak. Lagian sesama manusia kan memang harus tolong menolong"
Zaen menjelaskan kepada Ara.
"Baik, mas. Saya mau ikut mas ke rumah ibu, mas"
Jawab Ara.
Ara dan Zaen masuk ke dalam mobil.Ara duduk di belakang karena di depan ada istri dari Zain, sedangkan anaknya duduk di samping Ara.
"Halo dek,nama kamu siapa?"
Ucap Ara mencoba berkenalan dengan anak dari Zaen.
"Namaku Anna, kak.Nama kakak siapa? kak"
Jawaban sekaligus pertanyaan Anna ke Ara. Anna mengulurkan tangan untuk Ara.
"Nama kakak, Ara dek"
Jawab Ara dengan menyambut uluran tangan dari Anna tanda perkenalan mereka.