Alara

Alara
Awal Dari Sebuah Kebahagiaan




Saat ini waktu menunjukkan pukul 5 pagi,Ara dan Alfa masih tetap duduk di atas tempat tidur.


"Ra,ini masih pagi.Kita tadarus,yuk!"


Ajak Alfa


"Oke,tapi kamu yang ngaji dan aku yang dengerin"


Jawab Ara dengan senyuman manis yang terukir pertama kali untuk Alfa


"Ya udah,iya.Bentar aku mau ambil air wudhu dulu"


Ucap Alfa beranjak pergi dari atas tempat tidur.


Suami Ara telah siap dengan Al - Qur'an yang ada di tangan nya.Alfa duduk di atas tempat tidur.


"Kamu mau aku tadarus surat apa?"


Tanya Alfa kepada istrinya


"Surat Ar rahman"


Jawab sang istri


Lantunan ayat suci telah di dengar oleh Ara untuk pertama kalinya dari mulut suaminya,suara itu sangat merdu di telinga sang istri.


Tak terasa satu jam telah berlalu,Alfa telah selesai membacakan ayat suci Al Qur'an untuk istrinya.Ara berjalan ke arah dapur untuk membantu ibu mertuanya.


Pagi ini matahari bersinar terang,sama halnya dengan Ara yang sangat senang dengan perubahan sikap Alfa kepadanya.


Melayani suami adalah prioritasnya sekarang,karena surga seorang istri terletak pada suami.Mungkin diantara mereka memang belum ada cinta yang tumbuh,namun dengan seiring berjalannya waktu,cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.


Ara telah selesai membantu ibu mertuanya,ia masuk ke kamar untuk menyiapkan kemeja dan jas untuk suaminya.


Suami Ara baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.Ara yang tahu akan hal itu segera keluar kamar untuk memberikan privasi bagi sang suami berganti pakaian.


Keluarga Hermawan memang terkenal sangat baik oleh publik,keluarga dengan penuh keharmonisan dan ketenangan.


Istri cantik Alfa sedang menyiram tanaman di taman membuat para maid tersenyum atas perilaku majikannya.Beberapa hari lalu Hadi memang memperkerjakan 10 maid untuk membersihkan rumahnya yang sangat mewah nan megah.Selain cantik,Ara juga terkenal sangat baik dan ramah kepada para maid.


Zain sedang mengantarkan anaknya ke sekolah,sedangkan Alysha berjalan jalan diatas rumput gajah yang ada di taman.Menurut saran dokter,Alysha harus sering berjalan jalan ringan agar memperlancar proses persalinannya nanti.Usia kandungan Alysha telah menginjak 9 bulan membuat seluruh anggota keluarga Hermawan khawatir.


Ara mengantar suaminya berangkat bekerja sampai ke teras,ia mengambil tangan Alfa dan mencium punggung tangan sebagai rasa baktinya menjadi seorang istri.Begitupun dengan Alfa yang mencium kening Ara.Hubungan keduanya memang berangsur membaik semenjak ungkapan kejujuran satu sama lain.


Anggi melihat kehangatan yang terjadi pada anak beserta menantu keduanya itu hanya bisa menatap dengan senyuman,ia juga berharap segera mendapatkan seorang cucu dari keduanya.


Semua orang di Kediaman Hermawan telah kembali pada tugas masing - masing.Ara sedang memasak untuk bekal sang suami,dengan dibantu oleh beberapa maid akhirnya selesai dan kini saatnya Ara mengantarkan bekal makan siang kepada suaminya.


"Nak,kamu mau kemana?"


Tanya Anggi


Jelas Ara membuat mertuannya tersenyum manis.


"Ya sudah,kamu pergi naik apa?"


Tanya Anggi


"Naik ojol,umi"


Jawab Ara membuat Anggi menyernyitkan dahinya


"Lho,kok naik ojol?disini kan ada supir,kamu pergi bareng supir aja"


Jelas Umi Alfa


"Baik,umi"


Balas Ara kepada sang mertua


Ara berjalan menuju teras dan meminta supir untuk mengantarkannya ke kantor suaminya.Ban mobil yang ditumpangi oleh Ara bergulir dengan semestinya,membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan sedang karena takut membahayakan nyawa sang penumpang.


Setelah beberapa menit ban mobil bergulir,akhirnya berhenti juga di tempat dimana suami Ara berada.Ia masuk ke dalam dan menanyakan dimana letak ruangan suaminya kepada resepsionis.


"Mbak maaf,saya mau tanya dimana letak ruangan CEO?"


Tanya Ara kepada petugas resepsionis


"Anda siapa?ngapain nanya ruangan CEO"


Tanya balik resepsionis itu


"Saya istri dari pak Alfa!"


Tegas Ara


"Mbak pasti ngaku ngaku ya,pak Alfa kan belum menikah.Maaf mbak,pengakuan mbak sebagai istri CEO disini sudah basi.Karena banyak yang ngaku - ngaku sebagai istri CEO,tapi nyatanya bukan"


Jelas Resepsionis.



_____________________________________________________


#*Bagi yang sudah membaca cerita "Khadijah" author ucapin makasih sebanyak - banyaknya.Karena jujur ini adalah karya pertama author jadi harap maklum dan terus support cerita ini dengan cara vote,kalau perlu kalian berkomentar tentang dimana letak kesalahan author agar bisa menjadi motivasi author untuk selalu berkarya.Kita hanyalah manusia,manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Maka hargailah usaha mereka yang mau berusaha.


Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasa.Author orangnya ramah kok,bukan maksud author memuji diri sendiri.Maksud author, jika kalian pengin lebih dekat sama author.Kalian bisa follow akun ini dan chat.Kalian bebas mau tanya apa aja,insyaallah author jawab.


Salam hangat dari Author


Tertanda,


It's Cars😊🤩