
😄😄😄
Di Cafe Heaven, Han Kang memandangi peta dimana proyek Min Ho akan dilaksanakan. (itu yang dimaksud dengan tanah Ji Hyun sepertinya)Â
Para staf bertaruh, kalau Yi Kyung tidak akan kembali, lalu Han Kang berdiri dan memukul mereka.
Istri Chef datang membawa makanan dan Chef menyambutnya dengan penuh cinta, membuat Han Kang dan dua staf lain geli.
Wanita itu berkata
"ia tidak enak hati, karena ada gadis aneh diluar"
Han Kang ingin tahu dan jalan keluar. Ternyata itu JH-Kyung yang duduk berlutut di depan cafe, wajahnya blank.
Para staf mengintip dari pintu.
Han kang tanya
"apa yang kau lakukan disini"
ia memanggil orang dan minta agar tas Yi Kyung dibawa keluar. Han kang ingin memecat Yi Kyung.
Tapi Yi Kyung mengulurkan surat keterangan itu. Tangannya gemetaran. Han kang melihatnya.
Han Kang berkata Yi Kyung terlambat, jadi ambil tasmu dan pergi.
JH-Kyung memberikan alasan kalau ia ketemu teman di hotel itu...dan tunanganku. Itulah mengapa..karena mereka bersama..Lalu suaranya gemetar karena menahan tangis.
Han Kang mengerti, ia hanya menghela nafas dan minta Yi Kyung pulang saja. Kembali kerja lagi besok.
Han Kang mengambil amplop dari tangan JH-Kyung, tapi tiba-tiba JH-Kyung jatuh pingsan. Semua staf langsung lari keluar.
Chef sudah berlutut dan siap menggendong JH-Kyung ke dalam, tapi istrinya tidak mengijinkannya :) kau tidak seharusnya menggendongnya, tapi pria muda yang harus melakukannya.
Istri Chef memandang Han Kang penuh arti. Han Kang bengong dan menunjuk wajahnya sendiri, Aku?!Â
Yah..akhirnya memang Han Kang yang menggendong JH-Kyung ke bawah, lalu dibaringkan di sofanya ^_^
Han Kang bicara sendiri, "kau punya tunangan? Kau punya tunangan tapi masih ingin mendekati Min Ho? kau punya tunangan tapi dia membiarkanmu jalan seperti ini"
Lalu Han Kang membungkuk dengan tangan terlipat, mengamati wajah Yi Kyung. JH-Kyung menangis dalam tidurnya.
JH-Kyung bergerak dan Han Kang langsung menjauh, apa dia benar2 melihat tunangan dan teman-nya?
Staf cafe yang pria senang karena Yi Kyung benar2 punya bukti kerja di Hotel Seoul. Tapi staf wanita mencibir, ia tidak percaya. Chef tanya, kenapa tidak percaya.
Han Kang jalan ke arah mereka dan menanyakan sup. Istri Chef heran, Han Kang tidak suka sup. Suaminya berkata kalau ini pasti untuk Yi Kyung. Han Kang meminta istri Chef membuatkan sup untuk Yi Kyung, oya..nasinya yang banyak. Lalu jalan pergi.
JH-Kyung sadar dan kaget, ia melihat selimut ungu, apa Han Kang yang menyelimutinya? Lalu ia ingat saat Min Ho dan In Jung di hotel dan menangis. Aku di RS dan mereka ketemu di hotel. Selama ini aku tidak mengetahuinya...lalu JH-Kyung pergi.
Istri Chef baru saja akan memberikan sup dan nasi untuk Yi Kyung, tapi JH-Kyung sudah jalan keluar, tanpa mempedulikannya.Â
Han kang masuk ke ruangan bawah dan heran, kemana Yi Kyung. Chef masuk sambil membawa tasnya, dia bahkan meninggalkan tasnya. Pelayan wanita langsung mengambil tas JH-Kyung dan menumpahkannya.
Staf : "Coba lihat apa isinya"
Lalu dia menunjukkan kalau dompet JH-Kyung kosong melompong.
Han Kang melarangnya, tapi justru ia kaget.
Diantara barang-barang JH-Kyung, ia kenal satu benda. Peluit pink itu, yang dulu dipakai Ji Hyun untuk mengusir berandal.
JH-Kyung pulang lebih awal dan ia membiarkan pintu apartemen Yi Kyung terbuka sedikit, lalu berbaring.
Ji Hyun keluar dari badan Yi Kyung dan bergegas pergi. Tujuannya adalah ke kantor, menunggu In Jung pulang.
In Jung menunggu sampai kantor sepi dan ia ingat dengan kata2 Min Ho. Lalu In Jung mulai memeriksa laci Presdir/Ayah Ji Hyun dan sepertinya mencari stempel nama Ji Hyun.
In Jung keluar, dan Ji Hyun mengikutinya dengan pandangan marah.
Ji Hyun ikut naik bis, dan duduk di depan In Jung, ia teriak, Ya! bagaimana kau bisa selingkuh dengan kak Min Ho, apa kau yang pertama menyukainya? Ini konyol, lalu apa kak Min Ho mencoba merayumu duluan? Itu juga tidak masuk akal.
Bagaimana kalian bisa seperti ini? Mereka sampai ke rumah Ji Hyun.
Ji Hyun heran, kenapa In Jung ke rumahnya. Ji Hyun terus saja tanya, ini tidak benar kan, In Jung? Ini pasti karena ada yang harus kau dan kak Min Ho bicarakan, iya kan?
Ji Hyun masih terus tidak percaya, lalu ia ingat saat Min Ho mencium tangan In Jung, Ji Hyun jadi marah, Ya! dasar kau gadis brengsek, apa yang kau lakukan! In Jung seperti mendengar Ji Hyun sehingga mengagetkan Ji Hyun.
Pintu gerbang terbuka dan In Jung masuk. Tapi Ji Hyun tidak bisa ikut masuk karena In Jung menutupnya kembali.
Ji Hyun menekan tombol darurat, berkali-kali! Scheduler sebenarnya muncul di atap, bajunya merah lagi, tapi Ji Hyun tidak melihatnya dan terus saja menekan tombolnya.
Scheduler ngomel, aku tahu ia pasti akan melakukan ini. (Satu roh yang memusingkan ...)
In Jung menanyakan kondisi ibu Ji Hyun dan ternyata masih dalam kondisi lemah. In Jung minta pelayan meneruskan kerjanya dan ia bisa sendiri.
In Jung masuk ke kamar Ji Hyun dan membuka lacinya.
Ibu Ji Hyun masuk dan tanya apa yang dilakukan In Jung di kamar Ji Hyun. In Jung berkata ia memikirkan Ji Hyun dan datang kesini.
Ibu Ji Hyun : "Kau seharusnya pergi ke RS mengunjunginya. Dia ada di RS"
In Jung : "Karena kondisi Ji Hyun itulah..."
Ibu Ji Hyun : " Apa putriku meninggal? Kenapa kau ke kamarnya tanpa seijin-nya? Keluar dari sini, aku tidak suka kau memperlakukan putriku seolah-olah dia sudah mati"
Ayah Ji Hyun menemui dokter, yang juga adalah temannya. Ia ingin tahu, sampai kapan Ji Hyun seperti ini,
"kapan Ji Hyun akan sadar. Sebulan? setahun? 10 tahun? katakan padaku. Apa seorang dokter tidak bisa melakukan itu?"
Dokter minta maaf. Ayah Ji Hyun menghela nafas, "jadi kami hanya bisa menunggu?"
Ayah Ji Hyun kembali ke kamar dan Min Ho sudah di situ.
Min Ho berkata "seharusnya Presiden mengatakan kalau akan keluar dan meninggalkan Ji Hyun sendiri seperti ini" (huek!)
Ayah Ji Hyun berkata kalau ia baru saja menemui dokter dan ia tanya bagaimana dengan kontrak yang berhubungan dengan tanah Ji Hyun itu. Min Ho berkata ia sudah mengurusnya. Tapi masih ada sesuatu yang harus diselesaikan Presiden, kondisi Ji Hyun membuat Presiden belum dapat mengurusnya.
Min Ho menerima telp dari In Jung. Ternyata In Jung tidak dapat menemukan stempel dan ibu Ji Hyun tidak mengijinkannya masuk ke kamar Ji Hyun. In Jung pergi dengan taksi dan Ji Hyun terlambat lagi mengikutinya. Ji Hyun heran, apa In Jung bicara dengan kakaknya di desa?
Min Ho minta Ayah Ji Hyun pulang dan menjaga Ibu. Min Ho berkata akan menjaga Ji Hyun. Ayah Ji Hyun setuju, mungkin memang Ji Hyun ingin bersama Min Ho.Â
Lalu Min Ho mengantar ayah sampai pergi. Ia membungkuk dengan hormat. Begitu mobil Presdir berlalu, Min Ho langsung menyalakan remote mobilnya!Â
Ji Hyun menunggu Min Ho di parkiran apartemen. Lalu mengikuti Min Ho sampai ke dalam.Â
Ji Hyun terus saja bicara, aku tidak mengerti, kau kirim sms lebih dari 10 kali sehari, kau memberikan semua e-mailmu, ym, password dan juga yang rahasia, kau melakukannya. Aku tidak mengerti.Â
Ji Hyun melihat Min Ho memasukkan password untuk membuka pintu, dan Ji Hyun berkata dengan keras, itu tanggal ulang tahunku! Ji Hyun masuk lebih dulu kali ini dan jalan mundur sambil terus tanya pada Min Ho.
Ji Hyun berkata kalau Min Ho minta agar dirinya datang kapan saja dan mengatakan kodenya. Apa In Jung menyukaimu? Apa karena itu maka kau menyukainya?
Min Ho tiba-tiba bicara, "ada apa? katakan detilnya"
Ji Hyun kaget
..awalnya ia pikir Min Ho bicara padanya tapi Min Ho melihat menembusnya, jadi Ji Hyun ikut menoleh dan tarra...
Shin In Jung berbaring di sofa di belakang Ji Hyun. Ji Hyun terbelalak melihatnya.
In Jung duduk dan berkata ia sudah mengatakan semuanya. Ji Hyun tidak percaya melihat kedekatan keduanya.
In Jung berkata kalau "Ibu Ji Hyun tidak curiga"
Min Ho berkata "kalau seharusnya In Jung bisa berbohong lebih baik lagi, misalnya, kau meninggalkan sesuatu di kamar Ji Hyun atau apa"
In Jung beralasan kalau ia tidak bisa berpikir saat Ibu Ji Hyun berkata seperti itu.
Ji Hyun bingung "apa yang kalian bicarakan?"
Min Ho tanya "apa kau yakin stempel itu ada di laci Ji Hyun?"
In Jung yakin, karena Ji Hyun menyimpan semua yang ada hubungan dengan uang, rekening, cek, bank dan stempel di laci itu.
Ji Hyun semakin tidak mengerti, "stempelku?"
Ji Hyun ingat, ia sudah memberikannya pada Min Ho waktu itu (setelah ketemu Han Kang di toko roti, ia pergi ke kantor ketemu Min Ho, lalu Min Ho pergi dengan ayah Ji Hyun, setelah itu ketemu dengan In Jung.), kenapa ia mencarinya lagi?
Min Ho berkata "seharusnya aku mengeceknya waktu itu"
Flashback
Min Ho ketemu dengan dua orang pria dan memberikan amplop coklat yang berisi sertifikat tanah Ji Hyun. Dari Ji Hyun ke Min Ho, dalam amplop seharusnya juga ada stempel Ji Hyun.
Tapi saat itu, Ji Hyun sedang berbunga-bunga karena akan menikah dan banyak urusan lainnya, sehingga tidak konsentrasi dan justru memasukkan lipstik ke dalam amplop.
Kembali ke masa kini, Min Ho berkata ia tidak mengerti, tidak peduli betapa sibuk atau berbunga2-nya seseorang, ia tidak pernah membayangkan Ji Hyun akan memberikan stempelnya tanpa berpikir. (Karena stempel di Korea seperti tanda tangan kalau di Indo)
Ji Hyun syok, jadi itu sebabnya Min Ho segera ke UGD? siapa tahu menemukan stempelnya?
In Jung sudah tidak bisa ke rumah Ji Hyun lagi kalau ibunya ada di sana. Min Ho sudah berkata pada ayah Ji Hyun kalau kontraknya sudah beres. Sekarang mereka bingung.Â
Min Ho : Sebelum dia (Ayah Ji Hyun) tahu, kita harus menemukan stempel itu, jika ia tahu kalau tanah Ji Hyun tertinggal, maka rencana kita akan gagal, semua hal yang sudah kulalui demi mendapatkan tanah itu jadi sia-sia.
Min Ho minta In Jung pulang saja dan pastikan jangan sampai terlihat orang. Ia yang akan memikirkan caranya.
Ji Hyun syok, apa yang akan kalian lakukan pada ayahku?
(Kayanya sih menurut author ayah Ji Hyun cuma percaya Min Ho untuk mendirikan resort, tapi Min Ho ingin ganti nama dan menjualnya diam-diam, lalu kabur dengan uangnya. Ini mungkin bisa membuat ayah Ji Hyun rugi besar😆)
Ayah Ji Hyun sampai rumah dan melihat istrinya mengemasi baju. Ibu Ji Hyun ingin tinggal di RS. Tapi suaminya melarang karena dia bahkan tidak bisa tidur meskipun minum obat tidur.
Ibu Ji Hyun berkeras, dan bahkan menyuruh pembantunya menyiapkan handuk, pasta gigi, sampo dll. Ayah Ji Hyun menghentikan istrinya.
Ibu Ji Hyun menangis dan berkata
"aku ingin mati saja sebelum Ji Hyun mati"
suaminya menghela nafas dan sedih sekali "lalu bagaimana dengan aku?"
Ji Hyun mengikuti In Jung keluar, lalu pergi. Ji Hyun ingat perintah Scheduler dan ia memegang kalungnya, "sekarang..apa yang harus kulakukan? Lalu menangis"
Ji Hyun masuk ke tubuh Yi Kyung lagi dan bangun untuk mengunci pintu. Tapi ia keluar lagi karena sudah malam hari.
Yi Kyung bangun dan pergi ke dapur, ia membuka sebuah tong dan mengambil uang dari situ. Astaga..tong itu penuh dengan amplop isi uang, apa selama ini Yi Kyung tidak menggunakan uang gajinya? wow..dia sebenarnya banyak uang. Menyedihkan memang, orang yang sudah kehilangan semangat hidup.
Yi Kyung bertemu pria yang menyelamatkannya lagi dan ia tanya, berapa hutangnya?
Pria itu mencoba mengajak bicara, kalau ia tidak dapat diskon, karena Yi Kyung tidak punya asuransi, lalu ketika Yi Kyung tanya berapa tarif taksi, pria itu berkata kalau tarifnya juga mahal.Â
Pria itu tanya apa Yi Kyung tidak ingin tahu siapa dia. Yi Kyung berkata tidak.
Pria : "Apa kau tidak ingin tahu kenapa aku ada di lokasi kecelakaan?"
Yi Kyung berkata "itu sama sekali tidak masalah."
Pria : "Bagaimana jika aku bilang kalau aku tahu mengapa kau pergi kesana"
Yi Kyung baru memandangnya. Pria itu ingin Yi Kyung tanya padanya, tapi dasar Yi Kyung, ia justru berkata "selamat tinggal".
Pria itu berkata ia akan ke sini lagi besok. (Jangan2 dia kakak atau saudara atau teman pacarnya Yi Kyung..?)
Setelah pria itu pergi, Yi Kyung merasa terganggu dengan poninya yang jatuh terus, dia heran dan memegang rambutnya, rambutku..kok bersih ya? (dalam hati kayanya..)
Yi Kyung pulang, tapi Ji Hyun tidak langsung masuk ke tubuh Yi Kyung. Sekarang Ji Hyun yang kehilangan semangat.Â
Waktu : Tinggal 45 hari, 3 Jam, dan 29 menit.Â
Ji Hyun duduk, Yi Kyung juga, keduanya berhadapan, tidak bergerak.
Lalu malamnya, Yi Kyung ganti baju dan pergi kerja. Ji Hyun mengamatinya, "apa kau seperti ini juga?...inilah mengapa kau hidup seperti ini?"
Yi Kyung pergi, yi Kyung pulang. Ji Hyun tetap saja disitu. Yi Kyung langsung tidur kelelahan.
Waktu : Tinggal 44 hari, 3 jam, 29 menit (wow..Yi Kyung ini kaya robot, bisa-bisanya ia pulang ke rumah di waktu yang sama, kalo kita pulang kerja biasanya mampir dulu..eh ada yang lucu, makan di sana, disini..ya ngga, hehe..😅)Â
Ponsel dari Scheduler bergerak ke arah Ji Hyun. Ji Hyun menendangnya. Ponsel itu kembali, Ji hyun mendorongnya lagi.Â
Ponsel itu keras kepala sekali dan kembali ke Ji Hyun lagi. Kali ini Ji Hyun mengambil dan melemparnya.
Scheduler muncul tepat waktu untuk menyelamatkan ponselnya. "Apa kau percaya bisa menggantinya? Kalau rusak, mau cari dimana ponsel seperti ini"
Ji Hyun murung dan menjawab,
"aku tidak memanggilmu, kau menggangguku, pergi saja"
Ji Hyun sedih, sepertinya ia tidak akan kembali hidup lagi.
Scheduler berkata
"kalau kau seperti ini, aku akan memanggil lift"
Ji Hyun sedikit kaget, lift?
Scheduler melihat jamnya, "maunya kapan? Apa jam 11 pagi? Paling tidak kau harus menyelesaikan beberapa hal di lingkunganmu."
Ji Hyun panik sekarang,
"kau ingin memanggil lift itu?"
Scheduler berkata "karena sudah 2 hari kau tidak menggunakan tubuh Yi Kyung. Apa kau ingin pergi?"
Ji Hyun : "Kata siapa? bagaimana kau bisa melakukan ini, masih 45 hari lagi"
Scheduler meralat, 44 hari. Lalu ia jalan sambil merangkul bahu Ji Hyun, "ayo..Aku akan memanggil lift jam 11"
Ji Hyun melepaskan diri dan lari, "aku tidak mau." Lalu mengangkat tangannya, seperti anak SMU Korea yang sedang dihukum, "aku tidak akan melakukannya lagi."
Scheduler memberi peringatan dengan raut mukanya :)
JH-Kyung kembali ke cafe Heaven dan minta maaf pada Han Kang.Â
Han Kang berkata "bukankah kau keluar hari itu?"
JH-Kyung menggoyangkan tangannya, "tidak..tidak sama sekali tidak, aku punya masalah pribadi yang tidak bisa kukatakan, masalah yang sangat sulit"
Han Kang tanya "apa kau sudah makan" JH-Kyung menjawab dengan perlahan, "belum.." sudah dua hari dia belum makan nasi sedikitpun.
Lalu apa ini? tanya pelayan wanita yang memang selalu sirik aja bawaan-nya pada Yi Kyung. Ia mengambil mie instant dari sweater JH-Kyung :)
JH-Kyung berkata bukan dia yang makan-nya...
Han Kang memanggil Chef untuk menyiapkan makanan. Lalu pergi. JH-Kyung berkata dengan pelan,
"Han Kang, terima kasih, benar2 terima kasih banyak."
JH-Kyung mulai kerja dan ia lumayan bagus, karena sudah belajar saat di hotel. Han Kang dan Chef memandangnya dengan heran, dua hari lalu ia sama sekali tidak pengalaman, sekarang ia jadi profesional.
Malamnya, JH-Kyung duduk dan mengamati pasangan yang makan di dekatnya, Han Kang juga mengamati JH-Kyung.
Han Kang mengamati dengan penuh rasa ingin tahu, JH-Kyung menoleh dan Han Kang langsung buang muka.
JH-Kyung melihat Seo Woo masuk dan ia senyum. Tapi Seo Woo tidak mengenalnya dan cuek. Senyum JH-Kyung lenyap ketika melihat In Jung.
Jh-Kyung mengambil sampah dan jalan keluar.
JH-Kyung ketemu Min Ho di luar. Min Ho ramah padanya dan mengucapkan terima kasih, "kau staf baru kan? Song Yi Kyung?"
JH-Kyung kesal dan jalan pergi. Min Ho heran, "kau tidak ingat aku?"
JH-Kyung berbalik, "apa aku harus ingat?"
Lalu pergi sambil menangis. Min Ho bingung.
Min Ho dll duduk bersama sambil membicarakan Ji Hyun. JH-Kyung mendengarnya. Seo Woo menceritakan kondisi ayah Ji Hyun.
Min Ho berkata "Presiden seharusnya mengurus perusahaan, tapi justru berkeras menjaga Ji Hyun"
Han Kang lebih cemas kalau ayah Ji Hyun akan pingsan dan sakit, ia sama sekali tidak merasa perusahaan itu penting.
JH-Kyung mengambil alih tempat air dari pelayan pria dan mendekati meja mereka untuk menuang air. Saat JH-Kyung balik, ia dengar kalau Seo Woo berkata kondisi ibu Ji Hyun lebih parah.
Seo Woo : "Dia tidak bisa keluar rumah. Bahkan tidak bisa makan dan tidur."
JH-Kyung kaget dan menjatuhkan tempat airnya sehingga pecah berantakan.
Semua kaget, tapi JH-Kyung seperti blank. Han Kang segera membantunya, kau seharusnya hati2. Jh-Kyung minta maaf dan mengambil pecahan kaca dengan tangannya begitu saja.
Han Kang menarik tangan JH-Kyung dan minta pelayan membereskan pecahan kaca, lalu minta Chef membawa Yi Kyung keluar.
In Jung tidak ingat (karena saat itu, In Jung banyak pikiran, sehingga tidak ingat pernah ketemu JH-Kyung), lalu tanya "siapa dia"
Han Kang berkata "hanya pegawai paruh waktu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like dan comment!😄