49 Days

49 Days
Eps 24



😄😄😄


...****************...


Jh-Kyung mengibaskan tangan Han Kang


"kenapa kau marah? Orang yang memecatku adalah kau"


Han Kang : Apa kau tahu kenapa aku memecatmu? Ini adalah rumah tunangan temanku.


Jh-Kyung : Lalu apa hubungannya denganku?


Han Kang : Apa?


Jh-Kyung : Rumah tunangan temanmu, bagaimana itu bisa melibatkan aku?


Han Kang ingin Jh-Kyung segera keluar dan kembali kerja di cafe. Tapi Jh-Kyung menolak, ia ingin kerja disini. Dalam hati Ji Hyun minta maaf pada Han Kang, karena masih ada yang harus ia lakukan disini.


Han Kang tersinggung, jadi selama ini kau memang seperti itu kan? Han Kang pergi. Jh-Kyung pura2 kerja tapi dia menangis.


Han Kang membuang alamat Yi Kyung, sepertinya Han kang ingin ke rumah Yi Kyung setelah dari sini.


Yi Kyung masuk kamar mandi dan menangis.


Han Kang kembali ke Cafe dan marah-marah. Dia menghancurkan barang-barang di kantornya.membuat semua ketakutan.


Jh-Kyung mencuci sambil berpikir kenapa Min Ho tidak juga pergi.


Min ho ingat ketika Yi Kyung berkata kalau dia tidak menyukai Min Ho tapi berkata pada Han Kang kalau dia ingin disini.


Min Ho tersenyum.


Jh-Kyung mendekat dan minta uang untuk belanja.


Min ho justru mengajak Jh-Kyung keluar untuk makan. Jh-Kyung tidak boleh menyentuh air dengan tangannya yang luka. Jh-Kyung menolak "kau pergi saja dan aku akan menyelesaikan disini"


Min ho berkata "aku akan membayar upah lembur-mu".


Min Ho mengajak Yi Kyung ke sebuah restoran yang tidak pernah diketahui Ji Hyun, tapi paman pemiliknya kenal Min Ho "Direktur Kang, sudah lama tidak melihat anda"


Min Ho : Aku sibuk akhir2 ini, apa kau baik-baik saja?


Paman itu mengiyakan dan minta keduanya duduk.


Jh-Kyung berkata "aku belum pernah ke resto ini dan sepertinya kau adalah pelanggan disini".


Min ho menjelaskan "ini adalah restoran favorit ibuku dan juga aku. Ini satu2nya restoran dimana aku makan bersama ibuku".


Jh-Kyung menyindir, "kau pasti sering datang kesini bersama tunanganmu, apa tidak apa-apa kau datang dengan gadis lain?"


Min Ho ingin tahu kenapa Yi Kyung tidak kerja lagi pada Han Kang. Min ho merasa tingkah laku Yi Kyung selama ini tidak sopan. Jh-Kyung berkata dalam hati, "aku harus bertahan, aku tidak bisa dipecat".


Lalu menjawab kalau dia mengerti.


Setelah makan, Min ho memberikan upah Jh-Kyung dan juga lemburnya. Min Ho ingin mengantar Jh-Kyung, tapi Jh-Kyung menolaknya.


Setelah Min ho menjauh, Jh-Kyung berpikir, "apa ini? mengajak makan pekerja paruh waktunya? dan menawarkan mengantar ke rumah? mengajaknya ke tempat favorit ibunya?"


Jh-kyung sadar, "apa dia menyukai Song Yi Kyung? bukan..apa dia menyukaiku?"


Ji Hyun keluar dari tubuh Yi Kyung dan curhat pada Yi Kyung yang sedang makan. "Kakak, apa ini masuk akal? Kang Min Ho menyukaiku. Itu tidak benar! Apa dia menyukai kakak?"


Yi Kyung kerja seperti biasa, dia tidak canggung dengan pembuatan kopi dll karena memang Yi Kyung lulusan perhotelan.


Ji Hyun menunggu Scheduler dan beliau muncul dengan jaket merah menyala di belakang Ji Hyun.


Ji Hyun protes : Scheduler seperti apa kau ini? Kenapa lama sekali baru muncul?


Scheduler : Cerewet, sudah bagus aku mau menemuimu.


Scheduler jalan dan melihat sekitar cafe "memanggilku disini benar2 bagus juga. Kenapa kau memanggilku disini?"


Ji Hyun menjawab "katanya jangan memanggil di kamar Kakak". Disini atau disana..


Scheduler : Sudah, cepat bicara.


Ji Hyun : Bantu aku menemukan Song Yi Soo.


Scheduler : Apa itu Song Yi Soo, apa itu sejenis jamur?


Ji Hyun : Itu nama orang. Sepertinya adik lelaki kakak.


Scheduler heran, "adik wanita itu?"


Ji Hyun ingin tahu apa Song Yi Soo masih hidup atau sudah mati, dimana dia dan apa yang dilakukannya.


Scheduler kesal, "kenapa aku harus memeriksa hal itu? Aku ini Scheduler dan bukan pusat bantuan"


Ji Hyun ingin membantu Yi Kyung. Scheduler minta Ji Hyun melakukan-nya sendiri. Karena waktu Scheduler juga amat berharga, mengapa aku harus menggunakan waktu berhargaku, banyak yang bisa kulakukan dalam sisa 33 hari ini. Menjadwalkan mati dan hidup benar2 adalah jadwal yang sangat padat.


Ji hyun : Jadi, kau tidak dapat melakukan ini.


Scheduler : Bukannya aku tidak dapat, aku tidak mau!


Ji Hyun kesal : Dasar brengsek.


Scheduler : Apa?


Ji Hyun mengingatkan, kau dulu juga seorang manusia. Saat kau hidup, kau pasti juga menyukai seseorang dan mencintai seseorang. Pasti seperti itu.


Scheduler berkata "ada kemungkinan aku tidak pernah punya kesempatan mencintai karena aku mati terlalu muda, di usia 23 th"


"Shin Ji Hyun, apa kau meninggal di usia 23 th? Jika kau meninggal di usia itu, menurutmu, bagaimana rasanya?"


Ji Hyun : Pasti rasanya benar-benar mengerikan.


Scheduler : Tidak, tapi akan terasa belum selesai, perasaan belum selesai yang membuatku seperti gila.


Ji hyun tanya "jadi kau tidak ingat kehidupan masa lalumu?"


Scheduler menjawab "meskipun ingatan-ku hilang tapi perasaan-nya tetap ada. Perasaan sedih itu. Apa kau pikir aku hidup sebagai Scheduler tanpa sebab? Aku mati terlalu muda"


Yi Kyung mulai berdiri dan membersihkan pintu kaca cafe.


Ji hyun merasa kasihan pada Scheduler, kau juga menyedihkan.


Scheduler berkata "jika kau tahu itu maka jangan membuat-ku memakai waktu berharga-ku untuk gadis itu (Yi Kyung).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...