
😄
...****************...
Scheduler tertegun, wajahnya terlihat serius sekali. Lalu Scheduler menghapus air mata dari wajah Yi Kyung.
Scheduler seperti syok.
Kembali ke flashback Ji Hyun-Han Kang.
Han Kang marah karena Ji Hyun bohong pada kedua siswa itu. Han Kang tahu artinya, mereka pasangan yang sudah ditakdirkan seperti katamu. Mereka memilih ini. Sepertinya mereka akan berbeda dan tidak cocok, berpisah selamanya dan terpisah untuk selamanya. Kenapa kau menjelaskannya semaumu? Kenapa kau bohong?
Ji hyun tidak mau mengatakannya karena mereka terlihat sangat serasi dan saling mencintai, bagaimana aku bisa berkata pada mereka kalau mereka akan terpisah selamanya?
Han Kang berkeras, tetap harus dikatakan sejujurnya. Bohong tetap bohong. Ji Hyun kesal, memang siapa Han Kang, yang tidak mau makan sup buatan ibunya.
Ji Hyun menata ulang kartunya, tapi Han Kang minta semuanya disingkirkan saja. Han Kang terlalu kuat menyingkirkan tangan Ji Hyun sehingga Ji Hyun terjatuh, gelangnya lepas dan kartu2nya berantakan.
Han Kang ingin membantu tapi Ji Hyun sudah kesal, pergi! pergi! Ji Hyun mengusir Han Kang.Â
Han Kang jalan pergi dan Ji Hyun menangis.
Scheduler memberi isyarat pada Ji Hyun untuk memasuki tubuh Yi Kyung lagi.
Han Kang mencari Ji Hyun lagi, tapi Ji Hyun sudah pergi. Han Kang mengambil gelang Ji hyun yang disimpannya sampai sekarang.
Han Kang masuk kelas dengan buket mawar, sepertinya mau minta maaf. Tapi Seo Woo berdiri di depan kelas dan mengumumkan kalau Ji Hyun pindah ke Seoul.
Ji Hyun diseret masuk mobil oleh ayah dan ibunya. Ji Hyun menangis dan menolak, tapi ibunya membujuk terus.
Han Kang lari-lari dengan buket. Ia bertemu ibunya yang menyiapkan dua koper besar.
Seorang pria keluar dari mobil, sepertinya ayah Han Kang. Ibu Han Kang minta anaknya ikut ayahnya ke Amerika karena Han Kang selalu memohon untuk pergi ke sana.
Scheduler berkata kalau hari Ji Hyun akan dikurangi lagi.
JH-Kyung : Bagaimana dengan pekerjaan kakak?
Jh-Kyung menemui Han Kang. Han Kang dalam hati : Dia Shin Ji Hyun sekarang.
Jh-Kyung berkata dia tadi pingsan. Han Kang mengajak Jh-Kyung makan, orang yang punya selera besar tidak makan banyak, itu sebabnya kau pingsan.
Kang Min Ho putar-putar dan mencari Jh-Kyung di lokasi semula, tapi tidak menemukannya.
In Jung berdiri termangu di pinggir jalan, di tengah banyak orang yang menikmati keindahan bunga ceri musim semi.
Han Kang mengajak Jh-Kyung makan. Hmm..panggang samcam dulu...Han Kang ingat, setelah dia mengantar Jh-Kyung, dia mendapat telp dari Seo Woo.
Tapi Han Kang tidak langsung pergi dan justru mengikuti Jh-Kyung.
Han Kang melihat Jh-Kyung yang tiba2 hampir pingsan di dekat Min Ho. Lalu In Jung datang dan memanggil Min Ho, oppa.Â
Kang juga melihat saat Min Ho menarik In Jung pergi dan Yi Kyung yang seperti syok.
Han Kang melihat Jh-Kyung makan dan mengambil daging matang ke piring Jh-Kyung. Jh-Kyung heran.
Han Kang memberi tanda dengan jempolnya, ini pertama kali ke Jinan kan? daging disini sangat enak. Han Kang minta daging lagi pada bibi pemilik kantin.
Jh-Kyung : Sudah cukup.
Han Kang : Apanya yang cukup? Aku tahu kau punya selera makan besar.
Jh-kyung heran, meskipun dia pergi dengan Min Ho, kenapa Han Kang tidak marah.Â
Lalu ada telp dari Kang Min Ho.
Sekarang Han Kang kesal, dan melarang Jh-Kyung mengangkatnya. Han Kang merampas telp Jh-Kyung.
Han Kang : Kita sedang makan, dan siapa yang telp? Jangan pernah berpikir untuk bertemu Min Ho, pulang ke Seoul bersamaku.
Min Ho kembali mencari In Jung, tapi In Jung juga sudah pergi.
In Jung mengunjungi rumah lamanya dan ia ingat ibunya tanya, siapa sebenarnya pacar In Jung, kenapa tidak pernah dibawa ke rumah.
In Jung pergi dan Min ho sudah menunggunya. Lalu ada telp dari ponsel Seo Woo.
Kasihan Seo Woo, karena Han Kang tidak kunjung datang, dia minum sendirian sampai pingsan. Seo Woo menangis dalam tidurnya.
Min ho heran, apa In Jung meninggalkan Seo Woo sendirian disini? In Jung minta Min ho membantunya memasukkan Seo Woo ke mobil, bukankah ada yang menunggumu di hotel?
Min ho menelepon seseorang untuk mengirim sopir, untuk membawa mobil Seo Woo kembali ke Seoul.
Min Ho mengantar In Jung dan Seo Woo kembali ke Seoul.
Lalu mobilnya lewat restoran favorit ayah Ji Hyun. Han Kang menyadarinya. Lalu ia parkir.
Han Kang beralasan ingin beli sup untuk Paman Oh, ayo turun. Sweet Kang..
Min Ho dijalan dan memikirkan Yi Kyung sambil menyetir. Kenapa tadi dia tidak mengenali Min ho. Lalu Min Ho melihat Yi Kyung dan Han Kang jalan keluar dari resto sambil membawa makanan.
Min ho heran, apa yang dilakukan Han Kang di Jinan. In Jung tidak melihat mereka dan In Jung bertatapan mata dengan Min ho di kaca. Min Ho tanya apa In Jung lapar.
Hampir jam satu malam, berarti Ji Hyun akan dikurangi lagi harinya, sigh.
Bos Kopi Ungu menunggu dengan sabar. Lalu.."Yi Kyung" jalan masuk. Bosnya senyum lega, Yi Kyung, kau datang.
"Yi Kyung" : Kalau sudah waktunya aku datang, aku akan datang. (wow..ini bisa berarti ganda hahaha😅)
Bos minta Yi kyung bisa datang 10 menit lebih awal mulai besok pagi.
"Yi Kyung" : Kau masih banyak permintaan.Â
"Yi Kyung" merampas celemek dari bosnya.
Lalu Bosnya pergi. "Yi Kyung" dengan santai membuat kopi..untuk diminum sendiri huehehe..mana kopinya sweet caramel Macchiato lagi.
Terlihat pantulan wajah "Yi Kyung" di cermin yang tidak lain adalah Scheduler yang menyamar jadi Yi Kyung :)
Sepasang anak SMU mendekat, Noona! aku punya permintaan!
Sebelum mereka mengatakan apapun, "Yi Kyung" sakti ini berkata kalau dia tidak akan membantu remaja membeli rokok. Kau tidak boleh merokok di usiamu. Anak SMU seharusnya seperti anak SMU, kalian harus pulang sebelum pukul 12 malam.Â
"Yi Kyung" galak sekali sampai kedua siswa SMU itu pergi ketakutan.
"Yi Kyung" berbalik dan ngaca, menunjukkan wajah asli Scheduler. Scheduler ngomel, anak-anak sekarang benar2 menimbulkan masalah.
Scheduler melihat Dokter Noh datang. Scheduler heran, dia masih kerja di tengah malam seperti ini?
Lalu Scheduler berhadapan dengan Noh. Noh heran dan menanyakan Yi Kyung.
Scheduler berkata kalau Yi Kyung tidak masuk. Scheduler minta kalau Noh tidak akan beli kopi maka jangan berdiri di sini.
Noh minta maaf dan pergi. Scheduler mengeluh, pria adalah makhluk seperti ini, tidak akan mengeluarkan uang jika mereka tidak melihat wanita. Hahaha...
Min Ho, In Jung, dan Seo Woo sampai di apartemen In Jung. Min Ho menggendong Seo Woo ke kamarnya.
In Jung masuk kamarnya sendiri dan duduk. Min Ho menghela nafas dan masuk ke kamar In Jung.
Min ho mengajak In Jung keluar untuk bicara, tapi In Jung berkata kalau ia tidak akan pernah mengira Min ho akan ke rumahnya dengan cara seperti ini. Oppa! ini pertama kalinya kau ke rumahku, iya kan?Â
In Jung : Juga kamarku, ini pertama kalinya, iya kan? Bagaimana aku hidup..kau belum pernah melihatnya.
Min Ho membenarkan. In Jung berkata ketika Ji hyun masih sadar, saat itu Min Ho adalah pacar Ji Hyun, jadi Min Ho sama sekali tidak pernah datang ke depan pintunya, mereka bahkan tidak pernah pergi dalam perjalanan bisnis bersama.
In Jung marah, tapi wanita itu yang baru sebulan kau kenal, kau pergi dengannya dalam perjalanan bisnismu.
Min ho berkata ia mengerti seperti apa perasaan In Jung. In Jung tidak percaya. Min Ho tahu, tapi tetap membuat kesalahan. Mengapa?
Min Ho : Aku tertarik dengannya. Aku berusaha untuk tidak tertarik dengannya. Tapi sekarang, menjadi seperti ini. Mengapa aku seperti ini, aku juga tidak tahu. Aku minta maaf padamu.
In Jung syok karena Min ho sepertinya benar2 tertarik pada Yi Kyung. Min ho berkata kalau dia tidak akan melakukan apapun dengan Yi Kyung dan minta In Jung menunggunya.
In Jung menangis, menunggu untuk apa? In Jung sudah menunggu selama 5 tahun, dia harus menunggu apa lagi?
Seo Woo keluar kamar dan ia masuk ke kamar mandi untuk muntah.
In Jung : Kita sudah bersama selama 5 tahun! 5 tahun!
Min Ho : Pelankan suaramu, Seo Woo masih disini.
In Jung sudah kesal dan berkata tidak peduli. In Jung menuduh Min ho ingin mengabaikannya, dan hanya ingin mengikuti keinginan Min Ho sendiri.
Min ho : Aku juga membenci diriku sendiri karena jadi seperti ini.
In Jung : Itulah mengapa kau ingin aku tutup mulut. Karena ini, aku mulai menyadari banyak hal. Sekarang aku..tidak takut lagi kalau ketahuan.
Min Ho berkata untuk membicarakannya nanti saja lalu ia keluar.
Saat keluar, Min ho melihat Seo Woo pingsan di depan kamar mandi. Min Ho masuk ke kamar In Jung dan minta In Jung mengurus Seo Woo.
Seo Woo terbangun sebentar, ia melihat Min Ho, lalu pingsan lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...