
😄😄😄
...****************...
Han Kang justru marah, kau ini brengsek. Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu tentang akhir hidupmu....bagiku..tidak masalah bagiku jika kau mau bersih-bersih dan pergi atau tidak.
Lalu Han Kang pergi dengan kesal.
Jh-Kyung memandang Han Kang dan heran, kenapa bisa membuka hatinya pada Yi Kyung tapi kejam pada Ji Hyun.
Jh-Kyung mulai bersih-bersih dan Han Kang selalu mengawasinya dengan sembunyi2.Â
Saat JH-Kyung memindahkan pot, jarinya luka. Han Kang turun tangan dan mengambil pot.
Jh-Kyung berdiri di kursi dan membersihkan jendela kaca. JH-Kyung hanpir jatuh dari kursi. Han Kang memegang kursinya :)
Bahkan Han kang mengambil alih tugas Jh-Kyung untuk membersihkan kaca bagian atas, sedang Jh-Kyung membersihkan yang bagian lebih rendah.
Istri Chef dan Chef Oh memandang keduanya dengan tersenyum, lalu Chef Oh berkata kalau pianonya perlu disetem dan Han Kang memberikan ijin.
Min Ho bermain squash dengan seorang rekannya lalu ia naik ke atap menara.
Ia ingat kata2 dokter tentang Ji Hyun, menurut dokter gelombang otak Ji Hyun sudah bisa dikatakan tidak berfungsi. Brain-dead.
Min Ho tanya, apa berarti sudah tidak ada harapan? Dokter berkata orang tuanya juga harus mengerti kalau kenyataan-nya akan butuh waktu lama.
Min Ho tampak berpikir.
Min Ho pergi ke RS dan melihat Ayah Ji Hyun bertengkar dengan dokter. Ia tidak bisa menerima usul dokter (sepertinya tentang kesehatan-nya). Ayah Ji Hyun mulai memegang kepalanya.
Min Ho datang dan mengajaknya makan. Ayah Ji Hyun tanya, apa sebenarnya yang ingin dikatakan Min ho. Min ho minta agar Ayah makan dulu, tapi ia menolak, aku tidak berselera, bicara saja dulu.
Min ho mengaku kalau hari itu ia tidak bisa tanda tangan kontrak. Karena saat itu Ji hyun tidak memberikan stempelnya padaku, Ayah.
Min ho mengeluarkan lipstik Ji Hyun dan memberikan pada Ayah.Â
Tuan Shin kaget. Kenapa kau tidak mengatakan-nya padaku saat itu? kau bilang kalau kontraknya berjalan lancar.
Min Ho berakting dan berkata kalau Ayah seperti itu, maka ia tidak bisa mengatakan-nya, ia tidak tahan. Ayah Ji Hyun berkata meskipun kondisinya seperti itu, pekerjaan harus jalan.
Min Ho berkata memang benar dan berkata kalau sebenarnya tidak perlu stempel untuk menjual tanah itu, hanya tinggal menyatakan kalau Ji hyun sudah tidak mampu lagi (kondisi seseorang yang tidak bisa melakukan segala sesuatu sehingga perlu wali atau wakil.)
Min ho : Aku tidak bisa melakukan ini Ayah. Aku tidak bisa..(huek..)
Min Ho hanya ingin ada di samping Ji Hyun dan ia mengulurkan surat pengunduran dirinya.
Chef Oh dan istrinya merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-dua dan menyiapkan makan malam romantis dengan alunan musik.
Han Kang dan Jh-Kyung ingin ikut bergabung tapi ditolak oleh Chef Oh, tidak bisa. Jelas tidak bisa, kalian makan di meja lain.
Jh-Kyung mengamati Chef Oh dan istrinya yang saling bersulang dan berpandangan. JH-Kyung menghela nafas, mereka pasti benar2 saling mencintai.
Han Kang heran, apa cinta bisa dipalsukan?
Jh-Kyung : Aku iri. Aku ingin hidup seperti itu.
Han Kang melihat JH-Kyung menyingkirkan daun basil dari pastanya.
Han Kang berkata kalau Chef hanya memanfaatkan istrinya untuk membantunya bersih-bersih, wanita memang mudah dikibuli.
Jh-Kyung : Apa kau baru saja menghiburku? apa itu akan menghiburku? pria benar2 bodoh.
Han Kang tidak terima, kenapa aku harus menghiburmu?Â
JH-Kyung membuat gerakan seperti akan berdiri dan berkata apa Chef benar2 memanfaatkan istrinya, aku harus tanya padanya.
Han Kang panik, kau mau apa?
Jh-Kyung tersenyum, aku tidak tahu (tentang kau), tapi kau ini gampang di takut-takuti.
Han Kang mendengus, sekarang kau menggodaku? keduanya tertawa.
Jh-Kyung bergegas pulang dan Han Kang menghentikannya, ia memberikan upah Yi Kyung untuk kemarin, plus ongkos taksi. Jh-Kyung menerimanya dengan senang dan ia berterima kasih.
JH-Kyung jalan pulang dengan wajah muram, sambil berkata sendiri, tidak ada yang menangis untukku, aku yang menangisi diriku sendiri.
Jh-Kyung tidak percaya dengan pemandangan di dekatnya, Scheduler mengenakan seragam SMU dan duduk di ayunan, ia asyik sms-an, sambil teriak sendiri, apa kata2 ini pantas diucapkan di tahun ini? ini kuno sekali, ini seperti kata2 dari th 80-an. (badge namanya : Scheduler)
Jh-Kyung teriak : Ya!
Scheduler pura2 terkejut. Jh-Kyung mendekati Scheduler, apa yang kau maksud adalah aku?
Scheduler : Kakak! aku sedang twitter-an :) Kau sedang apa disini?
JH-Kyung : ini jalan ke rumahku.
Scheduler heran, bukankah Jh-Kyung ingin cari stempel? Jh-Kyung dengan bangga berkata kalau ia sudah mendapatkannya. Scheduler memujinya, wah pasti kau sudah menggunakan otakmu.
Scheduler jalan dan berkata ia harus pergi ke klub di Hongdae. Jh-kyung berkata kalau hari ini adalah hari pernikahan-nya, tapi ia menghukum orang yang akan ia nikahi, bukankah itu lucu.
Scheduler berkata, hidup memang seperti komedi, ini sering terjadi di lingkungan ini.
Jh-Kyung tanya, apa yang terjadi dengan orang kedua yang dibantu Scheduler mengumpulkan air mata, yang satu memilih kematian dan apa yang terjadi dengan yang lain itu?
Scheduler : Untuk apa kau tanya?
Jh-Kyung : Mereka pasti gagal.
Scheduler : Kapan aku bilang kalau mereka gagal?
Jh-Kyung : Apa mereka menemukan air mata yang tulus?
Scheduler : Rahasia. Jika aku mengatakan kalau gagal, apa kau akan menyerah? Jika aku mengatakan mereka berhasil, apa kau akan gembira? Ketika kau ingin tahu, apakah mereka itu masih hidup atau mati, kau seharusnya berencana untuk mendapatkan air mata itu. Masih 35 menit menuju tengah malam, pulanglah.
Sementara itu, ayah Ji Hyun memegang tangan putrinya. Tanganmu masih hangat, kau masih bernafas, tapi mereka ingin kau dinyatakan tidak mampu? (mati secara medis)
Yi Kyung makan mie instant-nya dan Jh-Kyung lapor kalau ia akhirnya bisa mendapatkan kembali stempelnya, ia berhasil menyembunyikannya, sehingga Min Ho tidak bisa menjual tanahnya.Â
Jika Min ho tidak bisa menjualnya maka ayahnya akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ji Hyun : Sekarang aku harus mencari cara untuk hidup.
Yi Kyung tiba2 berhenti makan karena perutnya sakit.
Ada sms dari Scheduler (hahaha..sepertinya minta Ji hyun keluar).
Yi Kyung keluar, diikuti Ji Hyun. Yi Kyung jalan pergi dan Ji Hyun menemui Scheduler yang sudah menunggunya.
Ji Hyun kesal, jika kau mau ketemu denganku, kau harus masuk (ke apartemen) dan mengeluarkanku. Apa kau harus membuatku menunggu sampai kakak pergi?
Scheduler : Bukankah aku sudah bilang sebelumnya? aku tidak suka ruangan itu.
Ji Hyun heran : kenapa?
Scheduler : Aku tidak tahu, hanya saja tidak nyaman. Ayo naik.
Ji Hyun : Kita mau kemana?
"Shopping!"
Scheduler membawa Ji Hyun ke mall, dan dengan jentikan jari ia menghidupkan lampu.Â
Ji Hyun tidak mengerti dan Scheduler minta Ji Hyun memilih baju, bukankah belanja bisa mengubah mood gadis-gadis?
Ji hyun berkata ia sedang tidak ingin belanja dan berbalik. Scheduler menangkap tangannya dan memutarnya voila..Ji Hyun sudah ganti baju!
Scheduler : Hadiah, kau bilang hari ini adalah pernikahanmu kan?
Ji hyun sibuk menurunkan roknya karena terlalu pendek dan marah pada Scheduler.
Lalu Scheduler mendorong Ji Hyun dan tarra..ganti lagi dengan pink mini dress/pink tube dress? yang belahan dadanya rendah.
Scheduler menutup wajahnya, tapi matanya tetap mengintip.
Ji Hyun menutupi dadanya dan ngamuk2. Apa kau benar tidak mau melepaskan ini dariku?
Scheduler : Benar? atas, bawah, semuanya?
Ji Hyun : Jika kau membuka semuanya aku benar2 akan membunuhmu!Â
Scheduler : Kak, aku sudah pernah mati sekali.Â
Ji hyun marah, bagaimana kau bisa melakukan ini di hari seperti ini padaku.
Memangnya hari apa ini? bukankah bagus kalau kau tidak menikah dengan Min ho?
Scheduler minta Ji hyun memilih, dan dia sendiri juga ikutan ganti baju. Ngga mau kalah.
Ji Hyun akhirnya puas dengan penampilan-nya, rok putih lengan panjang dan rambutnya juga dipotong sedikit, jadi segar.
Scheduler berkata meskipun sudah mati, seorang wanita tetap gembira kalau sudah beli baju baru dan ganti penampilan. Ji Hyun berkata bukan itu, tapi karena ada dua orang di pihaknya, yaitu Han kang dan Scheduler.
Ji Hyun : Meskipun Han Kang ada di pihak Yi Kyung, tapi tetap saja..
Scheduler : Aku juga tidak ada di pihakmu. Aku adalah Scheduler milik Tuhan.
Ji Hyun tidak menanggapi, ia berkata orang yang ia pikir paling baik ternyata justru yang paling menakutkan. Sedangkan Han Kang, Aku pikir dia sangat kejam, ternyata ia orang yang hangat dan berhati baik. Manusia diluar dan didalam, bagaimana bisa jauh berbeda?
Scheduler : Manusia memang seperti itu. Kau tidak tahu? Apa yang kau lakukan selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...