49 Days

49 Days
Eps 6



Hi guys😄😄😄


...****************...


Dalam kamar hotel, Min Ho berlutut di depan In Jung dan usul untuk makan dulu. In Jung tidak mau karena masih syok dengan kejadian yang menimpa Ji Hyun, ini seharusnya tidak terjadi.


Min Ho tetap memesan makanan dan duduk di samping In Jung. In Jung bingung, apa yang kita lakukan?


Di luar, JH-Kyung masih syok dan baru menyadari kalau itulah yang membuatnya kecelakaan.


Staf room service datang membawa makanan dan ia mengira JH-Kyung sakit.


Staf hotel ber-tanya:


"apa ini kamar JH-Kyung"


"bukan"kata JH-Kyung.


Staf itu heran, "kalau begitu apa yang ia lakukan di depan kamar orang lain?"


Suara mereka didengar Min Ho dan In Jung.


Min Ho tanya "apa In Jung bertemu dengan orang yang ia kenal?"


"Tidak" kata In Jung.


Min Ho keluar, tapi JH-Kyung sudah pergi. Staf hotel berkata kalau seorang wanita aneh duduk di depan kamar mereka, dan menunjukkan arah pergi JH-Kyung.


Min Ho mengejarnya, tapi JH-Kyung sudah masuk ke lift. JH-Kyung melihat Min Ho mendekat dan panik.


Ia membalikkan punggungnya. Untung pintu lift cepat tertutup.


Jadi, ketika Min Ho sampai di depan lift, pintu sudah tertutup dan lift sudah mulai turun.


Min Ho kembali dan membayar makanan serta tips. Lalu ia menemukan ornamen kecil dari sepatu JH-Kyung.


In Jung tidak mengerti, bagaimana Min Ho bisa mencari stempel milik Ji Hyun di saat seperti ini.


Min Ho berkata kalau


"ayah Ji Hyun tidak bisa fokus pada tanah milik Ji Hyun, sehingga ia harus cepat2 mengklaim tanah itu sebelum ayah Ji Hyun menyadari apa yang terjadi"


In Jung tidak bisa melakukannya. Min Ho mendesaknya


"kau harus melakukannya"


In Jung berkata "sepertinya hatinya akan hancur"


Min Ho dengan dingin berkata "hatimu tidak akan terbelah"


In Jung menangis dan mulai berpikir kalau Ji Hyun koma karena mereka.


Flashback..


Saat Min Ho dan Ayah Ji Hyun pergi dan pamit pada In Jung, Min Ho memberikan pandangan berarti saat akan menutup pintu..


Lalu In Jung turun dari taksi dan masuk ke mobil Min Ho. 


Min Ho tanya apa In Jung merasa susah, dan In Jung minta Min Ho berhenti, karena ia tidak bermaksud untuk bertindak sejauh ini, ia mengajak Min Ho lari saja.


Min Ho tidak mau, ini bukan sesuatu untuk disesali.


Tiba-tiba ponsel In Jung bunyi, ternyata Ji Hyun. Mobil mereka berhenti di lampu merah.


Kebetulan mobil Ji Hyun juga di lampu merah seberang jalan. Saat itulah Ji Hyun melihat keduanya.


Min Ho mencium tangan In Jung lalu merangkulnya, dan minta In Jung bersabar untuk beberapa hari.


In Jung curiga Ji Hyun melihat mereka, karena lokasi kecelakaan Ji Hyun dekat dengan lokasi mereka bertemu.


Min Ho tetap tidak mau berhenti, meskipun Min Ho tahu ini berat bagi In Jung. Tapi jika kita berhenti disini, akan jadi seperti apa kita. "Aku bukan tipe orang yang akan berhenti seperti itu, kau mau melanjutkan-nya atau tidak, aku tetap harus melakukannya"


In Jung menangis, ia tidak bisa melakukannya. Min Ho membujuk-nya, "pikirkan mengapa kita memulai ini, mengapa kita berakhir seperti ini, jika kita lari sekarang, apa kita bisa bahagia? Apa itu akan membawa Ji Hyun kembali?"


JH-Kyung meninggalkan hotel dan lari terus. Sampai di taman, ia menekan tombol darurat, tidak hanya sekali. Tapi berkali-kali :)


Scheduler muncul, sepatu merahnya dulu yang kelihatan dan berkata


"kalau JH-Kyung sudah menyiksa tombol darurat itu"


JH-Kyung murka


"kau tahu..kenapa aku bisa kecelakaan, kau tahu!! "


JH-Kyung marah


"kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau aku kecelakaan karena kak Min Ho dan In Jung! "


Scheduler jadi kelabakan hahaha..tapi kemudian ia berkata kalau tidak dapat mengatakan-nya karena itu "Rahasia Surga".


JH-Kyung : Rahasia Surga?


Scheduler merasa tidak mungkin JH-Kyung tidak tahu arti kata2 itu, ia bahkan menggoreskan kanjinya di tangannya, tapi JH-Kyung melihat ke arah Scheuler dan menangis.


Scheduler sepertinya pusing, kenapa para gadis suka menangis.


JH-Kyung : Jadi kau tahu, tapi tidak mengatakannya padaku.


Scheduler punya alasan dan aturan yang harus ia patuhi. JH-Kyung menangis dan teriak, aku melihat keduanya di hotel.


Scheduler : Cukup, aku tidak peduli kondisinya. Ia tidak tertarik untuk tahu semua urusan mereka.


Scheduler jalan pergi dan JH-Kyung mengejar, lalu menahan lengannya. JH-Kyung ingin tahu kapan mereka mulai bertemu, bagaimana ia bisa sama sekali tidak tahu, bagaimana mereka bisa ada affair dan kenapa ia ingin menikah denganku jika dia bersama In Jung?


Scheduler tidak mengerti kenapa JH-kyung tanya hal itu padanya. Kenapa tidak mengetuk pintu dan tanya pada mereka saat mereka di dalam?


JH-Kyung meledek Scheduler


"kau bilang aku tidak boleh mengatakan kalau aku adalah Ji Hyun"


Kena lo!😂


Scheduler gelagapan,


"ah..itu benar. Ya kau sudah melakukan yang benar :) Jadi selesaikan masalahmu sendiri"


Ia jalan pergi dan wow...wajah Scheduler kelihatan bersimpati pada Ji Hyun?


JH-Kyung masih meratapi nasibnya dan tiba2 Scheduler sudah di belakangnya lagi " lihat sini! "


JH-Kyung kaget dan menoleh


"yang kau cemaskan sekarang adalah bagaimana kau akan bertahan dalam 46 hari ini"


Dan ia menghilang lagi.


JH-Kyung menunduk melihat surat keterangan kerja dari Hotel Seoul.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like dan comment yah!😄