
😄
...****************...
Scheduler : Aku datang untuk memberikan nasihat terakhir di masa 49 hari. Dengarkan baik-baik. Pengembara Shin Ji Hyun, sekarang waktunya tinggal 16 jam dan 55 menit, kau akan pergi besok pagi tepat di saat yang sama dengan waktu kecelakaan untuk mengakhiri perjalanan 49 hari.
Semua pelanggaran aturan seperti surat dll, tidak boleh dilakukan.
Ji Hyun kaget, surat juga tidak boleh?
Scheduler berkata semua surat atas nama Shin Ji Hyun akan dimusnahkan. Aku akan datang secara resmi sebagai Schedulermu 5 menit sebelum waktu itu. Selesai.
Scheduler mendekat dan menepuk punggung Ji Hyun, aku berharap ada keajaiban untukmu.
In Jung tidur di lantai dalam gelap, ia kaget ketika lampu menyala. Ternyata Seo Woo. Seo Woo berkata kalau Ibu Ji hyun menanyakan hubungan In jung dan Min Ho. Seo Woo akhirnya mengatakannya.
In Jung duduk, dan berkata Ibu tidak bisa membunuhnya. Seo Woo tidak percaya In Jung masih bersama Min Ho, sepertinya kau sudah kehilangan pacar dan juga temanmu.
In Jung : Hubungan kami belum berakhir.
Seo Woo berkata, Han Kang masih menganggap Ji hyun masih hidup. saat aku mendengar kalau Han Kang menyukai Ji Hyun, aku berpikir mengapa aku sangat marah.Â
Aku merasa Ji hyun sudah tidak ada setelah mendengar apa kata dokter.Â
Seo Woo mengambil foto mereka bertiga dan duduk di samping In Jung, sekarat tidak berarti semua hubunganmu hilang. Kenapa kita bertiga menjadi seperti ini?
Paginya, Jh-kyung pergi untuk berbelanja. Ia membeli kosmetik dan parfum, baju dalam, lalu jalan menikmati alam.Â
Bumi begitu indah, bahkan kerikil kecil pun, tampak cantik di mata Jh-kyung.Â
Jh-kyung kembali ke cafe dan mengepak barang2nya. Lalu pergi ke dapur, mengamati staf satu persatu. Paman Oh yang sibuk memberi instruksi Joon hee. Bibi Oh dan Sun Jun yang sibuk membersihkan peralatan makan sambil ngobrol.Â
Jh-kyung menahan tangis dan mengucapkan terima kasih atas segalanya.
Jh-kyung lari ke toko roti dan menemui Seo Woo. Seo Woo-ssi, tolong pilihkan cake yang paling cantik dan enak untukku.
Seo Woo heran, apa ada yang istimewa?
Jh-kyung mengangguk, hari ini adalah ulang tahun pernikahan orang tua Ji Hyun.
Seo Woo kaget, dan berkata kalau Yi Kyung adalah teman yang lebih baik dibanding dirinya karena ingat tentang ini. Yi kyung tanya berapa harganya, tapi Seo Woo menolak, aku yang bayar.
Seo Woo : Aku teman dekat Ji hyun juga. Ji hyun dan aku adalah teman baik.
Jh-kyung berkata ia tahu, Seo Woo adalah teman yang paling disukai Ji Hyun setelah orang tuanya. Kau mungkin tidak tahu, kau adalah bagaikan bayangan dari pohon yang besar/yang melindungi Ji hyun. Ji hyun sangat menyukaimu.
Seo Woo sedih, mendengar itu..aku jadi rindu dengan Ji Hyun.
Jh-kyung pergi ke RS dan memberikan cake itu ke orang tua Ji Hyun. Keduanya tersenyum. Ibu berkata kalau Ji Hyun selalu menyanyi saat hari ini.
Jh-kyung berkata ia tahu, itu sebabnya ia membawa CD ini. Ibu dan Ayah heran, tapi mereka senang.Â
Jh-kyung jalan ke CD player dan memutarnya. Lalu Ji hyun minta Yi kyung mendorongnya keluar.Â
Ji hyun jalan mendekati kedua orang tuanya untuk menyanyi bagi mereka.
Itulah pertama kalinya Song Yi kyung ada di kamar itu, ia menoleh dan kaget melihat tubuh Shin Ji Hyun. Matanya berkaca-kaca.
Yi kyung mendekati Ji Hyun dan iba dengan kondisinya.
Sementara roh Ji Hyun menyanyi bagi ayah ibunya. Lagu itu membuat ayah dan ibu juga mulai menangis.
Keduanya pulang dan duduk di sofa. Yi kyung berkata kalau orang tua memang seperti itu. Ada orang tua yang membuang anaknya, ada yang tidak.
Ji hyun menghibur, mungkin saja kau tidak dibuang tapi hilang saat itu.
Yi Kyung menggeleng, sejak adik laki-lakinya lahir, ibuku merasa aku ini menjengkelkan. Lalu sebagai gantinya Tuhan memberikan Yi Soo padaku.
Flashback
Yi Kyung kecil menangis. Ia diejek anak-anak lain, Song Yi Kyung, Song Yi Soo..padahal mereka bukan saudara. Apalagi mereka kencan. (ha?)
Yi Soo jalan pergi sambil berkata nanti kalau sudah besar, ia akan cari tahu siapa nama Yi Kyung sebenarnya.
Yi kyung memanggilnya kembali. Yi Soo duduk lagi, ada apa?
Yi kyung memberinya pita, dua biji, ditempel di kanan dan kiri dada Yi Soo. Ini karena kau adalah ibuku, ayahku, saudaraku, temanku.
Yi Soo ketawa, tentu saja karena aku Song Yi Soo. Keduanya ketawa.
Ji Hyun mengerti, itu sebabnya Yi Kyung seperti ini karena sudah kehilangan orang seperti itu. Kekasih dan juga keluarganya.
Yi kyung minta maaf pada Ji hyun karena membuatnya mengalami kecelakaan. Yi kyung ingin sekali mati tapi tidak bisa mati.
Setelah Yi Soo pergi, Yi Kyung selalu mencoba bunuh diri. Dalam lima tahun ini, dia sudah mengiris pergelangan tangannya, minum pil, menggantung diri.
Ji hyun menghiburnya, itu bukan salahmu saja.
Yi kyung menjelaskan, saat ia mengiris pergelangannya, ibu kos menemukannya. Saat minum pil, ia muntah, dan saat menggantung diri, talinya putus. Jadi hari itu adalah hari kematian Yi Soo. Aku benar2 minta maaf.
Ji hyun menangis, jika kau benar2 menyesal, kau harus hidup dengan baik. Jika kau mengalami masa susah, kau harus memikirkan hari itu, mengumpulkan kekuatanmu untuk hidup.
Yi kyung memandangnya dengan pengertian baru.Â
Paginya, Yi kyung terbangun dan ia kaget, Ji hyun tidak ada di sampingnya.
Yi kyung jalan dan di meja ia melihat makanan dan kado warna pink.
Scheduler sudah di depan Heaven dengan motornya. Menunggu Ji Hyun.
Ji hyun turun dan Scheduler menawarkan jasa istimewa, karena Ji hyun masih punya waktu 7 jam dan 55 menit, maka ia akan menemani Ji Hyun melakukan yang ingin ia lakukan. Aku akan mengantarmu kemanapun kau ingin pergi.
Ji hyun menolaknya, ia minta Scheduler memanggil liftnya sekarang juga.
Scheduler kaget : Apa?
Ji Hyun tidak mau gelisah menunggu waktu, dan ia mengucapkan terima kasih pada Scheduler untuk segalanya.
Dokter Joo menemui Ibu Ji hyun dan Seo Woo. Ia berkata kalau Ji hyun sudah tidak ada harapan lagi. Apalagi dengan kondisi keuangan perusahaan Shin seperti ini.
Ibu kaget, kau mau aku melepaskan Ji Hyun? Ibu menangis dia tidak sanggup.
Yi kyung membuka kotak pink itu dan menemukan hadiah untuknya. Lalu juga ada surat.Â
Surat yang ditulis Ji hyun untuk Yi Kyung saat pertama dulu, Ji hyun minta agar Yi kyung tidak kaget dan takut, ia sudah beres2 karena sudah merepotkan Yi kyung. Ji hyun tidak akan kembali lagi dan kalau dia adalah roh yang merasa dekat dengan Yi kyung tanpa Yi kyung tahu.
Aku mohon jangan hanya makan mie saja, tapi makanlah nasi.
Yi kyung menangis dengan semua hadiah itu.
Scheduler membawa Ji Hyun ke tempat dimana ia mengatakan tentang 49 hari ini pada Ji Hyun. Scheduler mengulurkan tangan untuk salaman.
Ji hyun menolak dan berkata untuk mengucapkan selamat tinggal di depan lift saja.Â
Scheduler menghela nafas dan melambaikan tangan untuk memanggil lift, Ji hyun menutup matanya.
Scheduler melihat keanehan di kalung Ji hyun, ada kilauan air mata. Ternyata Ji Hyun mendapat satu tetes air mata murni.
Scheduler kaget, lalu satu lagi. Pas tiga tetes air mata murni sejernih berlian.
Ji hyun juga menyadarinya dan ia kaget. Ji hyun memegang kalungnya.
Di RS, ibu Ji hyun menangis sambil memeluknya. Seo Woo menangis di sampingnya.
Ji hyun menatap Scheduler dengan kaget, aku bisa kembali?
Sebelum Ji hyun sadar apa yang terjadi. Rohnya sudah kembali ke tubuhnya.Â
Ji Hyun mulai membuka matanya. Ia sadar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...