
😄
...****************...
Scheduler melihat tiga tetes air mata itu. Apa itu air mata? Benar, itu air mata.
Scheduler kagum, kau punya kehidupan yang berharga. Ji hyun bingung, apa yang terjadi?Â
Ji hyun mengira tidak ada lagi orang yang ingin menangis untuknya.
Scheduler mengingatkan, manusia terkenal karena suka berubah pikiran dan tidak ada kata selamanya.
Ji hyun memastikan, berarti aku bisa kembali?
Scheduler ingin memberi tahu Ji Hyun siapa yang sudah menangis untuknya, tapi Ji Hyun tidak ingin tahu. Scheduler heran. Ji Hyun berkata jika dia tahu, dia mungkin saja jatuh cinta dengan ketiga orang itu.
Scheduler : Pergilah.
Roh Ji hyun perlahan menghilang dan kembali ke tubuhnya. Meninggalkan Scheduler sendiri.
Ji Hyun membuka matanya perlahan dan melihat Seo Woo serta ibunya yang menangis. Ji hyun belum bisa bersuara untuk memanggil mereka.
Ayah masuk dan menenangkan ibu. Lalu ia menoleh ke arah Ji Hyun. Ayah kaget, Ji Hyun membuka matanya. Ayah menunjuk, lihat, lihat..Ji hyun membuka matanya! Seo Woo juga berseru kaget, Ji Hyun!
Ayah dan ibu langsung memanggil nama Ji hyun terus. Ayah meminta Seo Woo segera memanggil dokter. Seo Woo lari keluar.
Yi Kyung mengemasi barang-barangnya dan jalan keluar. Paman Oh heran, Yi kyung mau kemana. Yi Kyung berkata mulai dia sudah tidak perlu tinggal disini lagi. Paman Oh bingung dan ingin mencegah Yi Kyung. Tapi Yi Kyung terus saja jalan.
Paman Oh heran, Yi Kyung yang ini berbeda. Lalu ia sadar, apa jangan2 Ji hyun...
Paman Oh segera telp Han Kang. Han Kang tanya kondisi Ji Hyun. Paman Oh panik dan berkata kalau mereka salah menghitung hari, karena Yi Kyung asli mengemasi barangnya dan pulang. Ia berkata tidak ada alasan lagi untuk tinggal disini.
Han Kang syok dan segera menepikan mobilnya. Han Kang menangis, apa berarti Ji Hyun sudah meninggal?
Di RS, Ji hyun perlahan-lahan bisa memanggil Ayah dan ibunya. Kedua orang tua itu senang sekali. Seo Woo juga.
Ji hyun : Ayah...Ibu..
Han Kang masih sedih di mobilnya, tidak bisa..tidak..tidak..Lalu Ibu Ji Hyun telp.
Han Kang berpikir ia pasti akan dengar berita buruk, tapi ia kaget saat dengar kalau Ji Hyun sudah sadar. Han Kang kaget, Ji Hyun sadar?
Yi Kyung pulang ke apartemennya dan membayangkan saat Roh Ji Hyun masih duduk menemaninya. Saat mereka bercakap-cakap. Yi Kyung sekali lagi merasa hampa.
Yi Kyung seperti mendengar suara Ji Hyun, kakak..aku merindukanmu. Kau tidak sakit kan?
Ji Hyun menjalani pemeriksaan kepala dengan MRI. Han Kang langsung bergegas ke kamar Ji Hyun. Ji Hyun!Â
Ayah dan Ibu Ji Hyun geli dan berkata kalau Ji Hyun sedang menjalani perawatan. Han Kang lega dan memberi selamat pada mereka.
Ayah membalas, selamat untukmu juga, Nak.
Han Kang berkata kalau ayahnya setuju untuk investasi di perusahaan keluarga Shin. Ayah Ji Hyun kaget, benarkah?
Han Kang membenarkan, ayahnya akan mengirim pengacaranya untuk ke Korea besok pagi, menyelesaikan masalah investasi.
Ibu lega sekali dan Ayah Ji Hyun sangat berterima kasih, bagaimana aku bisa membalas kebaikan ini.
Seo Woo masuk dan berkata kalau Dr. Jo ingin bicara dengan Ayah.
Ayah dan Han Kang menemui Dr. Jo. Dokter berkata ini mujizat. Darahnya normal, jantungnya normal. Ayah senang dan berkata apa kubilang, ada orang yang bisa bangun normal setelah kecelakaan seperti itu, bagaimana bisa kau bilang tidak ada harapan?
Dokter Jo merasa hal ini memang tidak masuk akal. Ini mujizat.
Han Kang tanya apa ada yang lain lagi. Dokter hanya berkata cuma otot dan sendi yang kaku saja. Ini hal biasa.
Ji Hyun sedang menikmati bubur. Seo Woo menyuapinya. Ji Hyun sangat menikmati bubur ini, enak sekali.
Ibu : Makan pelan2, kau masih punya waktu banyak untuk makan nanti.
Ji Hyun : Omelan ibuku juga terdengar menyenangkan. Ibu, apa aku bisa minta dipeluk?
Ibu langsung berdiri dan merentangkan tangan, oh putriku..aku benar2 senang kau sudah kembali pada kami.
Ji Hyun : Ibu paling penyayang di seluruh dunia.
Seo Woo juga minta dipeluk oleh Ji Hyun. Seo Woo senang sekali dan Ji hyun mengucapkan terima kasih. Seo Woo heran, aku melakukan apa sehingga kau berterima kasih?
Ji hyun : Terima kasih karena menjadi temanku.
Seo Woo : Kedengaran-nya cengeng..tapi aku senang mendengarnya.
Han Kang masuk ke kamar dan Ji hyun heran, Han Kang..lama tidak bertemu. Tapi kenapa kau kesini? Apa kau datang setelah mendengar beritanya?
Han Kang kaget, Ji hyun tidak mengingat semua yang terjadi.
Ibu merasa tidak enak dan berkata kalau Han Kang selalu mengunjungi Ji hyun.
Ji Hyun tanya, lalu mana In Jung dan kak Min Ho? Kang saja datang, kemana mereka?
Ibu terlihat bingung menjelaskannya. Ibu berkata kalau Min Ho pergi ke Eropa untuk perjalanan bisnis. In Jung tidak bisa datang karena mereka tidak bisa mengontak-nya.
Ibu mengajak Han Kang dan Seo Woo keluar sebentar. Ji Hyun heran, ibu..ada apa? Katakan saja disini.
Diluar, Ibu minta Han Kang dan Seo Woo untuk sementara merahasiakan masalah In Jung dan Min Ho. sampai kondisi kesehatan Ji Hyun pulih.
Han Kang terpukul, jadi Ji hyun hanya ingat apa yang terjadi sebelum kecelakaan?
Seo Woo membenarkan, ingatannya hanya menjangkau sejauh itu.Â
Seo Woo : Itu sebabnya aku cemas, karena seminggu sebelum pernikahan adalah masa yang paling membahagiakan untuk Ji Hyun.
Ibu menghibur Han Kang dan janji akan mengatakan semua yang sudah dilakukan Han Kang untuk Ji Hyun.
Seo Woo mengajak Ibu masuk, sebelum Ji Hyun berpikir kalau ada yang aneh. Keduanya masuk. Han Kang sendirian termenung di luar kamar.
Min Ho masuk kantor dan beberapa Direktur menyindirnya. Apa kau berencana untuk menemui tunanganmu di RS? Direktur Kang, kau tidak tahu kalau tunanganmu sadar?
Min Ho terperanjat, apa yang kalian bicarakan? Ji hyun sadar?
Yi Kyung duduk sendirian di apartemennya. Tiba-tiba Min ho masuk begitu saja. Yi Kyung kaget. Min ho minta maaf, ia pikir tidak ada orang.
Yi Kyung dengan dingin berkata kalau orang itu sudah pergi dan tidak akan kesini lagi. Jika kau tidak percaya, cek saja RS Ji Hyun.
Min Ho : Aku tahu.
Yi Kyung kaget, kau sudah tahu kenapa kesini?
Min ho berkata ia tidak akan lama, Min ho menyerahkan apartemen Yi Kyung kembali. Kau bisa menyewanya lagi, aku tidak memerlukannya lagi. Uangnya juga sudah dibayar, bukankah aku menulis nama Song yi kyung dalam kontrak?
Yi Kyung tetap minta kunci apartemennya dari Min ho. Min ho memberikannya dan tanya apa rencana Yi Kyung.
Yi Kyung minta Min Ho tidak mengurusinya, dia bukan Shin Ji Hyun.
Min Ho berkata, dia tidak berniat menyulitkan Song Yi Kyung. Yi Kyung minta Min ho pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...