49 Days

49 Days
Eps 50



😄


...****************...


Ji hyun : Jadwal tugasmu.


Scheduler membenarkan, setiap 10 hari dia akan men-download semuanya, mengeluarkan daftar jadwal kematian.


Lalu Scheduler minta Ji hyun naik ke motor, dan tiba-tiba Ji hyun sudah pakai helm dan jaket! Scheduler mengantar Ji hyun pulang.


Scheduler : Nikmati kehidupan Scheduler 100%


Scheduler berkata pada Ji hyun kalau kehidupan seseorang dalam masa ini menentukan kehidupannya di masa mendatang.


Scheduler yakin kehidupannya di masa lalu tidak baik. Ji hyun minta maaf karena sudah menyinggung masalah kehidupan Scheduler.


Ji Hyun berharap, kelak di masa mendatang, Scheduler akan hidup dengan lama dan bahagia.


Ji hyun pulang dan menemui Yi Kyung, kakak! Ji Hyun berkata kalau ayahnya sehat dan mulai sekarang dia akan menghindari Kang Min ho. 


Han Kang juga sudah membaca suratnya, jadi ia pasti akan mengatakan-nya pada Ayah.


Ji hyun janji akan konsentrasi mencari air mata, agar ia bisa kembali dan membalas kebaikan Yi Kyung. Jika tidak, ia akan menyesalinya seperti pria itu. Paman yang tadi ditemuinya.


Ibu Ji Hyun berkata pada Seo Woo kalau operasi ayah Ji Hyun berjalan lancar dan minta mereka jangan cemas. Seo Woo senang dan pulang.


Sampai rumah, ia melihat In Jung tidur di sofa. Ponsel In Jung bunyi, dari Kang Min Ho. In Jung terbangun dan segera mengambil ponselnya.


In Jung akan menerimanya di kamar, tapi Seo Woo ingin In Jung menerimanya disini.


Seo Woo sadar, pacar In Jung adalah Min ho. Ia ingat punggung Min Ho saat di taman dan saat ia mabuk, Min ho ada di sini.


Seo Woo murka dan menarik rambut In Jung, kau gadis jahat!


In jung teriak, Seo Woo-ah! 


Seo Woo marah, bagaimana In Jung bisa melakukan ini pada Ji Hyun. Dasar jahat, jika tidak ada Ji Hyun, kau tidak bisa kuliah di Seoul! Kau bahkan tinggal di rumah Ji Hyun, kau bisa kuliah dan kerja di Seoul. Lalu menghianatinya, dan merasa takut, iya kan?


Itu sebabnya kau melihat Ji Hyun seperti hantu, karena kau merasa bersalah, iya kan?


Seo Woo menarik dan membanting In Jung wow..menakutkan kawan satu ini.


Han Kang juga senang mendengar berita itu dan Jh-kyung muncul sambil membawa baki. Han kang ingin mengatakan tentang Ayah Ji hyun tapi Jh-Kyung berkata ia sudah tahu.


Jh-Kyung menegur Han Kang karena memanggil Song Yi Kyung dengan namanya saja, kau seharusnya memanggilnya noona, dia setahun lebih tua darimu.


Beraninya kau memanggil aku, Song yi Kyung, Song, Song!


Jh-kyung memberikan sarapan untuk Han Kang sebagai ucapan terima kasih. Han Kang heran apa ini?


Jh-kyung berkata, ini makanan dengan kenangan. Jh-kyung membukanya, isinya roti bakar dengan gula, susu strawberry. Ada orang yang suka makan ini.


Han Kang heran dan berkata dalam hati, ini kesukaanku. Apa mungkin Shin Ji Hyun pernah bertemu ibuku?


Jh-Kyung berkata, Mungkin saja, sepertinya pernah.


Jh-kyung jalan pergi dan berkata kalau rasanya enak, minta dia (Ji hyun) membuatnya lagi, kakak sedang sibuk, jadi aku pergi dulu.


Han kang komen, kau pasti senang karena ayah sudah sadar kan?


Jh-kyung menoleh, dia itu ayah Shin Ji Hyun, tahu!


Sopir perusahaan lapor, kalau Yi Kyung kerja di cafe waktu pagi dan kerja di coffee shop waktu malam, dia tidak punya banyak waktu tidur.


Min ho mengiyakan dan minta tidak perlu mengikuti Yi Kyung lagi.


Jh-Kyung ternyata menemui teman Yi Kyung di hotel Seoul yang waktu itu mengenalinya. Jh-kyung minta maaf karena waktu itu pasti membuat temannya cemas, ia menderita amnesia dari syok berat dan sebagian memorinya hilang.


Wanita itu mengerti. 


Jh-kyung ingin tahu seperti apa dirinya. Teman Yi Kyung berkata kalau pada dasarnya Yi Kyung baik dengan semuanya, tapi tidak benar2 dekat dengan satu orang pun. Setelah kerja, hanya bersama Song Yi Soo.


Jh-kyung : Kau kenal Yi Soo?


Teman Yi Kyung menjelaskan semua orang di hotel tahu Yi kyung dan Yi Soo. 


Ternyata Yi Soo juga kerja disini, tapi keluar 6 bulan kemudian, katanya ingin menjadi penyanyi.


Teman Yi Kyung : Setelah kau putus dengannya, kau patah hati. Setelah Yi Soo meninggal, kau pingsan dan tidak kembali kerja lagi. Barang2mu masih ada di ruang penyimpanan.


Yi Kyung pulang sambil membawa kotak berisi barang-barang milik Yi Kyung. Ia heran, sehebat apa syoknya sampai Yi Kyung berhenti hidup normal seperti itu.


Ada telp, ringtone suara Scheduler, In Jung menelepon. Tapi suaranya tidak secerewet biasanya.


In Jung menemui Jh-kyung dengan wajah babak belur, ia mengaku dipukul Seo Woo. Seo Woo sekarang sudah tahu hubungannya dengan Min Ho. Tapi In Jung lega karena akhirnya mereka ketahuan.


Jh-kyung merasa kasihan, kasihan sekali kau kena pukul, padahal kalian sudah berakhir.


In Jung yakin mereka tidak akan putus, selama Jh-kyung tidak menikahi Min Ho. In Jung tanya apa Jh-kyung akan menikah dengannya? Jh-Kyung diam saja.


In Jung akhirnya cerita mengapa dia melakukan ini semua pada Ji hyun, teman baiknya.


In Jung tinggal di rumah Ji Hyun selama kuliah. Saat itu ayahnya kecelakaan dan tidak bisa menyekolahkan In Jung ke Seoul. In jung sedih dan pergi ke rumah Ji Hyun. 


Tapi tanpa tanya dulu, Ji hyun langsung minta orang tuanya untuk mengijinkan In Jung tinggal bersama mereka. Saat itu In Jung merasa berterima kasih, kau sudah dengar ini kan?


In Jung berkata Ji hyun itu sangat baik, terlalu baik. Ia melakukan hal yang tidak diminta.


Seperti saat In jung kerja paruh waktu dan ia sakit, lalu terancam dipecat. Ji Hyun menggantikan In Jung kerja di sana. Dengan mengorbankan les pianonya yang mahal. 


Les piano seharga 250 ribu Won dikorbankan untuk gaji sebesar 30 ribu Won.


Ibu Ji Hyun marah padanya, tapi Ji Hyun tidak merasa salah dan membela In jung, kalau tidak In Jung akan dipecat. Sehingga ibu Ji Hyun yang bicara padaku sendiri.


Lalu saat mereka mulai kencan, Ji Hyun selalu berkata pada teman pria mereka kalau In Jung adalah teman dekat yang tinggal bersamanya. 


Saat In Jung putus dengan pria itu dan pria itu mulai menelepon Ji Hyun. Ji Hyun tidak sadar karena tidak pernah berpikir untuk tidak percaya pada orang.


Jh-kyung tidak nyaman dengan semua kata2 In Jung. Tapi In Jung tidak peduli dan terus bercerita.


Ji hyun beli baju baru dan masuk ke kamar In Jung, lalu tanya apa In Jung suka. In jung menjawab baju itu cantik dan Ji hyun selalu memberikannya pada In Jung, aku bisa beli yang baru In Jung. Bahkan jika aku memberikannya padamu, ini bukan pemborosan. Aku tidak egois.


Jh-kyung tidak mengerti, saat itu Ji Hyun tulus, kenapa In jung marah.


In Jung merasa itu membuatnya menyedihkan. Meskipun In Jung berkata tidak apa-apa, tapi Ji Hyun tidak pernah sekalipun memikirkan perasaannya dan tanya apa yang diinginkan In Jung, dan tidak mempedulikan apa yang diinginkannya. Ini sangat mengesalkan. Satu hari aku ingin tahu...


In Jung ingin tahu, apa jika Ji Hyun tidak kerja paruh waktu dan tidak punya ayah kaya, apa Ji hyun bisa kuliah. Jika Ji Hyun menjadi putri ayah In jung, apa kue beras juga akan terasa enak dan terus saja menjadi seorang yang manis dan baik.


In Jung ingin melihat, apa Ji hyun masih bisa seperti itu jika dia tidak punya apa-apa dan ayahnya jadi seperti ayah In Jung. Aku ingin tahu...


Lalu saat Ji Hyun berkata kalau In Jung dan Seo Woo tidak perlu menyewa gaun pengantin, tapi pakai saja baju pengantinnya. Itu sudah status yang diberikan Ji Hyun padanya.


Jadi, kata In Jung, dia minta Min ho melakukannya. Membawa Ji hyun ke tingkat In Jung.


Jh-kyung marah, itu omong kosong..tapi ia merasakan kalau kalungnya panas, Jh-kyung terdiam.


In Jung : Ji hyun berkata kalau apapun yang ia berikan bukanlah pemborosan/tidak sia-sia. Maka dia bisa memberikan perusahaan ayahnya, dan tunangannya padaku.


In Jung berdiri dan pesan, kalau kau ketemu Ji hyun, katakan padanya semua ini.


Jh-kyung : Ji Hyun tulus menyayangimu.


In Jung dengan manis berkata kalau dia juga tulus menyayangi Ji Hyun.


Setelah In Jung pergi, Jh-kyung menangis. In Jung ada di luar mengamatinya.


Jh-kyung duduk di taman dan membuka kotak milik Yi Kyung.


Jh-kyung mendapatkan foto-foto Yi Kyung bersama Yi Soo.


Lalu ia membuka sebuah buku. Dari dalamnya ada foto Yi soo dengan gadis lain.


Jh-kyung marah, apa ini? dasar Playboy! serahkan padaku, kakak!


Jh-kyung menelepon Scheduler.


scheduler menjawab, Scheduler yang depresi sedang mendengarkan musik.


Jh-kyung tahu kemana harus menemui Scheduler, yang memang tampak depresi haha


Jh-Kyung teriak, ya! Song Yi Soo! bagaimana kau bisa melakukan itu?


Scheduler bingung. Jh-kyung meletakkan kotak milik Yi Kyung dan menunjukkan foto. 


Jh-Kyung : Sepertinya kau menghianati dan putus dengannya.


Jh-kyung marah2, apa penghianatan adalah hobimu, bagaimana kau bisa menghianati orang yang percaya padamu?


Scheduler benar2 pusing dan Jh-kyung menunjukkan foto Yi Soo dengan wanita itu, lihat ini!


Scheduler mengambil foto itu dan tanya siapa mereka? apa ini aku?


Jh-kyung membenarkan, mungkin saja alasanmu ingin kembali untuk melakukan sesuatu bukan untuk kak Yi Kyung, tapi karena wanita ini, iya kan?


Scheduler : Apa? ini tidak benar.


Jh-kyung : Apa tidak? Ini jelas kau dengan wanita ini. Karena dia, kau dan kakak pustus. Melihat kakak seperti sekarang ini, mungkin saja kau bersama wanita ini saat kau meninggal.


Scheduler melempar foto itu, tidak bukan seperti itu!


Jh-kyung masih menuduhnya dan Scheduler yakin bukan seperti itu, meskipun ia tidak ingat, tapi ia merasa bukan wanita ini. Wanita ini bukan apa-apa.


Jh-kyung melotot memandang Scheduler, kenapa selalu bilang tidak, ini buktinya! dan Scheduler melihatnya.


Tiba-tiba, Scheduler melihat Yi Kyung dari 5 th lalu. Yi Kyung mengenakan baju saat ia jongkok di tepi jalan itu, saat hari kematian Yi Soo.


Scheduler ingat! ia menangis. tidak! tidak! Song Yi Kyung tidak! tidak! kenapa kau tidak percaya kata-kataku.


Jh-kyung bingung melihat Scheduler.


Scheduler mengulurkan tangan, dalam pandangannya, Jh-kyung adalah benar2 Yi Kyung, Yi Kyung-ah


Scheduler ingin menyentuh Yi Kyung


Jh-kyung panik, ya!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...