49 Days

49 Days
Eps 28



😄😄😄


...****************...


Jh-Kyung lari mencari Scheduler.


Scheduler mengenakan jas biru muda dan kaca mata hitam, melambai.."disini!"


Jh-Kyung mengatakan kalau ayahnya akan memberikan perusahaan pada Kang Min Ho dan ia minta Scheduler mengatakan pada ayahnya kalau Kang Min Ho itu orang jahat dan jangan mempercayainya.


Scheduler hanya menghela nafas dan berkata "aku tidak bisa membantu. Aku tidak bisa mencampuri urusan manusia, jika melanggar pasti kena hukuman"


Jh-Kyung putus asa "apa aku harus menemui ayah dalam tubuh Yi Kyung?"


Scheduler : Tunggu sebentar, hanya ada satu cara..


"Kau bisa menyentuh jika kau mau, tapi ada konsekuensinya, kau akan kehilangan satu hari dari 49 harimu"


Jh-Kyung : aku bisa menyentuh benda2? 


Jh-KYung setuju. Scheduler mengingatkan :jangan terburu-buru, kau ini roh yang belum bisa mendapatkan setetespun air mata dalam 49 hari dan dengan mudahnya melepaskan satu hari?"


Jh-Kyung merasa ini lebih penting, bahkan dia rela dikorting 2 hari asal ada orang yang bisa mendengar suaranya.


Scheduler : Satu hari menentukan mati atau hidupmu.


Jh-Kyung senang karena bisa menyentuh sesuatu. scheduler minta Ji Hyun memikirkannya baik2 sebelum menggunakan-nya. Dia tidak bisa melakukan segalanya untuk Ji Hyun.


Ji Hyun harus masuk dan keluar sendiri.


Jh-Kyung mengerti "Pertama, aku harus pulang dan mengembalikan tubuh Yi Kyung eonni dan aku akan keluar"


Yang tidak disadari Jh-Kyung, Istri paman Oh dan Hee Joo ada di seberang dan melihat Yi Kyung bicara sendiri, "mengapa dia seperti itu?"


Jh-Kyung langsung masuk ke dalam taksi dan minta diantar ke perusahaan kiriman paket kilat.


Han Kang membicarakan Yi Kyung dengan Paman Oh. "Ada apa dengannya kali ini"


Han kang masih belum punya no ponsel Yi Kyung. 


Lalu isteri paman Oh dan Hee Joo lari-lari dan lapor kalau Song Yi Kyung benar2 aneh, karena bicara sendiri.


Han Kang tanya dimana Yi Kyung. Mereka menjawab kalau Yi Kyung bergegas pulang dengan taksi.


Han Kang mengambil alamat Yi Kyung dari paman Oh dan pergi.


Jh-Kyung memasukkan koran dalam amplop dan menemui boss Yi Kyung di coffee purple dan berkata


"ada pelanggan yang meninggalkan dokumen ini"


Jh-Kyung minta tolong bossnya untuk mengirimkan amplop itu. Bossnya mengerti tapi heran melihat baju Jh-Kyung.


Jh-Kyung bergegas pulang dan tidur. Roh Ji Hyun keluar.


Ji Hyun pergi ke kantor ayahnya dan menunggu petugas pengiriman datang. Lalu ikut masuk.


Di dalam, ayahnya, pengacara dan dokter Jo sebagai saksi mulai menyiapkan dokumen2.


In Jung menerima paket dan ragu untuk mengirimkannya ke dalam. Roh Ji Hyun mendesaknya,


"kenapa kau melihatnya? cepat masuk!"


Ayah Ji Hyun sudah akan menandatangani wasiatnya, lalu In Jung masuk memberikan dokumen yang katanya mendesak itu.


Ayah Ji Hyun membuka amplop dan itu bukan dokumen penting dari Ge Shan tapi koran yang ada cerita mengenai seorang gadis Amerika yang bangun dari koma setelah 20 tahun.


Presiden kaget, 20 tahun..Roh Ji Hyun berjanji tidak akan membuat ayahnya menunggu begitu lama. Jadi jangan menandatangani wasiatmu dulu.


Ayah Ji Hyun tetap ingin menandatangani dan siap membubuhkan stempel-nya. Ji Hyun menggunakan kesempatan untuk menyentuh benda dan membuat stempel itu jatuh dari tangan ayahnya.


Semua terperanjat. Dokter Jo mengambil stempel itu "apa kau baik2 saja?"


Ayah Ji Hyun memandangi stempelnya. Roh Ji Hyun berkata kalau dia yang melakukan itu agar Ayah tidak memberikan perusahaan pada Kang Min Ho.


Ji Hyun : aku yang melakukannya Ayah! Aku Ji hyun. Aku yang melakukan itu! 


Presiden tetap akan melanjutkan proses ini, Roh Ji Hyun terus menerus protes, tapi tepat sebelum ayah-nya membubuhkan stempel, foto Ji Hyun jatuh. Tentu saja itu hasil kerja Scheduler.


Scheduler : Aku sudah tidak tahan lagi! cukup!


Ayah Ji Hyun heran dan mengambil foto putrinya "kenapa ini jatuh? Aku mengannggapmu sudah mati, apa kau marah?"


Ji Hyun : Ayah..


Presiden memutuskan untuk menunda proses tanda tangan ini dan meminta maaf pada semua yang sudah datang.


Ji Hyun sangat lega dan menangis.


Min ho mendengar kalau Presiden menunda menandatangani wasiat dari In Jung, kata pengacara ada hal aneh terjadi di dalam.


Min Ho : Aneh?


Ji Hyun menemui Scheduler dan terus menerus mengucapkan terima kasih pada Scheduler.


Ji Hyun janji tidak akan melupakan kebaikan ini meskipun dalam kematian.


Scheduler kelihatan gelisah, apa mereka melihatnya? dia tampak celingak-celinguk :)


Lalu seorang pengendara motor muncul dan parkir dekat mereka.


Seorang nenek dengan kaca mata hitam dan dandanan ala bikers turun.


Scheduler terbata-bata : Ssssuuunbae ..


Sunbaenim mendekat dan memukul Scheduler "aku tahu kau akan membuat kesalahan cepat atau lambat"


Tidak cukup, the funky granny itu memiting kepala Scheduler dan menjitak kepala scheduler berkali-kali.


Scheduler masih membela diri "sunbae, apa yang kulakukan, sampai kau seperti ini padaku?"


Ji Hyun mencoba membantu Scheduler, ia menarik lengan sunbaenim : Nenek? Siapa kau berani memukulnya? Bicara saja padanya.


Sunbaenim minta Ji Hyun pulang dan Scheduler juga memberi isyarat pada Ji Hyun untuk pergi.


Nenek funky itu mencengkeram kerah Scheduler dan berkata : Siapa yang menyuruhmu ikut campur urusan manusia? Scheduler memohon agar Sunbae-nya tidak melakukan ini di depan Ji Hyun....


Scheduler : Aku harus melindungi image-ku sebagai Scheduler.


Ji hyun mengendap-endap dan pergi dengan perlahan, 


sebelumnya Ji Hyun masih menoleh ke arah Scheduler dengan pandangan bersalah.


Mereka menghilang dari situ dan pergi ke tempat lain.


Sunbaenim marah "Kita tidak bisa mencampuri urusan manusia, itu aturan pertama sebagai Scheduler, beraninya kau"


Scheduler membela diri "bukan seperti itu..aku terpaksa membantu, bukannya aku ingin membantu, sepanjang hidupku sebagai Scheduler, baru kali ini aku bertemu manusia seperti itu"


Sunbaenim : Kau, apa kau kencan dengan gadis itu?


Scheduler : Tidak! tapi kau tidak tahu betapa keras kepalanya dan depresinya dia. Sunbae, apa kau pernah bertemu manusia yang mengembalikan 49 ribu won itu secepat itu? Tidak, apa ada manusia yang membayarnya kembali?


Sunbaenya bicara pada dirinya sendiri, "itulah mengapa kau tidak bisa mendengar orang yang mati muda dan yang mengajukan diri sebagai Scheduler, perasaan pada manusia akan segera pulih dengan cepat"


Scheduler berkata "bukankah sunbae yang memberinya kesempatan kedua"


Sunbaenim memukulnya "kau yang merengek minta agar tidak mati, seperti anak manja yang mengesalkan. Jadi aku mengawasimu sendiri, dasar brengsek. Aku takut kau mungkin melakukan sesuatu yang impulsif dan rohmu akan lenyap"


Scheduler memohon, karena dulu sunbae membantunya, apa dia bisa memaafkan Scheduler kali ini?


Nenek : sebagai hukuman, aku akan memperpanjang tugas selama satu minggu.


Scheduler panik "satu minggu? Tidak, Sunbae! Tinggal 30 hari lagi, aku menunggu seperti gila saat berakhirnya tugasku sebagai Scheduler. seminggu? kau bunuh saja aku! Kerja kerasku selama 5 tahun!"


Nenek : Kadang, kita pura2 tidak melihat tapi kadang, kita tidak bisa.


Scheduler protes "aku tidak setuju, lalu kau mau apa? kerja keras 5 tahun sia-sia, kau benar2 tidak punya perasaan"


Nenek : aku bukan manusia, bagaimana aku bisa punya perasaan?


Scheduler : Oh my God!


Nenek menghilang dan scheduler mulai menangis seperti balita dan tendang-tendang kaki hahahaha..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...