
😄😄😄
...****************...
Min Ho melihat jam, sudah jam 12 kurang sepuluh menit, ia kesal. Jh-Kyung belum juga datang. Min Ho ingat Jh-kyung membuang catatan alamatnya, jadi Min Ho mengira Jh-Kyung lupa alamatnya. Min Ho memutuskan pergi dan berangkat ke kantor.
Min Ho tiba di kantor dan In Jung ikut masuk lift bersamanya. In Jung berdiri di belakang Min Ho. In Jung mengajak Min Ho makan siang bersama, tapi Min Ho menolaknya, ini di kantor.
In Jung melihat CCTV dan berkata kalau CCTV itu tidak bisa mendengar pembicaraan mereka, jadi tidak perlu cemas. Min Ho berkata itu yang selalu mereka lakukan.
Flashback
pertemuan In Jung dengan Min Ho
In Jung sedang bicara di telp dengan ibunya, lalu ia diculik. In Jung dimasukkan ke dalam mobil dan dipukuli.
Min Ho melihat penculikan itu dan dia langsung mengejar mobil yang membawa In Jung dengan berlari. Min Ho mengambil jalan pintas dan berhasil menghentikan mobil. Min Ho menarik In Jung keluar dari mobil.
Mobil penculik langsung lari.
Min Ho mendekati In Jung yang membungkuk ketakutan, kau tidak apa-apa? kau terluka?
In Jung ketakutan dan mengira Min Ho juga orang jahat.
Min Ho : Tidak, tidak Nona, bukan aku,,, aku bukan anggota mereka.
Min Ho merawat luka In Jung di taman.
In Jung tanya apa Min Ho tinggal di daerah sini. Min Ho berkata ia pergi jalan ke daerah ini dua kali seminggu dan memberikan saputangan untuk In Jung. Min Ho juga mengantar In Jung pulang.
In Jung : Jika aku ingin membalas kebaikanmu, bagaimana aku mengontakmu? Namaku, Shin In Jung.
Min Ho : Shin In Jung, apa aku boleh meminjam ponselmu?
Min Ho memasukkan no ponselnya ke ponsel In Jung. Lalu minta In Jung masuk ke rumahnya.
In Jung : Itu..di ponselku, nama apa yang harus kutulis?
Min Ho : Kang Min Ho.
***
In Jung masih memegang sapu tangan Min Ho itu. Min Ho berkata pada In Jung kalau kontrak Haemido akan selesai dalam 4 hari. Lalu apa In Jung tahu artinya, In Jung menangis dan berkata ia mengerti.
Min Ho minta In Jung bersabar sampai mereka menyelesaikan bagian itu.
Presdir Shin menemui dokter dan dokter mendesak ayah Ji Hyun untuk melakukan operasi.
Presdir menolak, ia tidak bisa melakukan-nya.
Dokter : Apa kau tahu semakin ditunda maka akan semakin bahaya?
Presdir Shin : Jika aku dioperasi, kau juga tidak bisa menjamin 100% kalau aku akan hidup.
Dokter mengancam akan mengatakan-nya pada Nyonya Shin. Presdir kaget, "tutup mulutmu! aku bisa hidup hanya untuk Ji Hyun"
Dokter berkata "Ji Hyun sudah tidak ada harapan lagi, dan Presdir harus tetap hidup untuk menjaga Nyonya"
Presdir marah2, "kau brengsek! tutup mulutmu, tau apa kau ini? kau pikir kau ini Tuhan? memintaku melepaskan putriku"
Dokter kesal, "aku ini teman-mu dasar brengsek. Kau harus cepat dioperasi" Presdir memegang kepalanya yang semakin sakit.
Presdir menemui istrinya yang menjaga Ji Hyun. Ibu tanya apa yang dibicarakan dengan dokter Jo, tapi Ayah berkata "bukan apa-apa"
Ny. Shin minta Presdir ke kantor saja dan berpikir untuk memulai membicarakan tentang pertunangan Min Ho dan Ji Hyun. "Apa kita harus mengakhiri pertunangan ini atau tidak"
Min Ho bertemu dengan direktur Jung dan yang lain, ia menyelesaikan urusan Haemido, mereka mulai menandatangani kontrak.
Min Ho menemui Han Kang dan heran karena Han kang seperti down, ia berbaring di sofanya sambil mendengarkan musik.
Min ho juga heran : "Kenapa kau mendengarkan musik sedih seperti itu? Aku dengar Song Yi Kyung dipecat"
Min Ho tanya "apa karena Song Yi Kyung dipecat maka Han Kang seperti ini?"
Han Kang menyangkalnya. Dia juga minta maaf karena salah paham pada Min Ho. Min Ho menghentikannya dan tetap meminta Han Kang mengerjakan Haemido dan ingin Han kang ikut pertemuan besok pagi.
Min Ho : Kami memerlukan konsep yang unik, kami memerlukan imajinasimu. Ini tidak boleh hanya desain biasa. Hyung meskipun kau marah padaku, demi Ji Hyun, kau tetap bertanggung jawab untuk desain proyek itu.
Min Ho lalu pergi. Han Kang heran "kau sudah mau pergi?" Min Ho beralasan ini karena dia sibuk.
Setelah Min Ho pergi, manager Oh berkata kalau hubungan Han Kang dan Direktur Kang semakin memburuk saja.
Han Kang membenarkan, dulu ketika di Amerika, dia bisa bertahan karena Min Ho. Tapi apa ini karena aku terlalu sensitif?
Oh membenarkan. Han Kang berkata "kalau Paman Oh bukan pendeta, jadi jangan terlalu sering menasihati."
Oh berfilosofi: Hati sebagian orang akan mudah diketahui hanya dengan sekilas pandang, tapi sebagian lagi, hatinya penuh dengan lika liku.
Min Ho masuk mobilnya dan bicara sendiri, "Kang Min Ho! kau ini datang untuk memastikan apa?"
Ji Hyun memandangi Yi Kyung dan ingat kata2 Scheduler yang memberinya peringatan, kalau dia hanya meminjam tubuh Yi Kyung.Â
Scheduler : Bagaimana jika gadis ini terbangun diluar rumah? lalu apa?
Akhirnya Yi Kyung tidur juga. Ji Hyun masuk ke tubuh Yi Kyung dan mau pergi, tapi ia ingat kata2 Scheduler, jika Ji Hyun tidak hati2 apa pemilik tubuh akan mengijinkanmu menguasai tubuhnya.
JH-Kyung masuk ke dalam lagi dan mengamati wajah Yi Kyung di kaca. "Kak Song Yi Kyung, kak, kenapa kau hidup seperti ini? Wajahmu sangat cantik, apa kau tidak merasa sayang?"
Lalu Ji Hyun ingat perkataan dokter Noh dan tahu kalau Yi Kyung punya alasan mengapa dia seperti itu.
JH-Kyung langsung menggeledah kardus2 Yi Kyung untuk mencari informasi, seperti album foto atau apalah.
Tiba-tiba, JH-Kyung terjatuh, lalu Yi Kyung dalam proses terbangun, memaksa roh Ji Hyun keluar dari tubuhnya.
Roh Ji Hyun terlempar keluar. Lalu berdiri ketakutan. Yi Kyung duduk di tengah ruangan dan heran. Ia bingung, "kenapa aku seperti ini?"
Yi Kyung menyadari kalau dia sudah tidak di tempat tidurnya lagi, lalu mengenakan baju yang lain, lalu melihat tutup kardusnya dan isi kardusnya yang berantakan.
Dokter Noh jalan mendekati apartemen Yi Kyung, ia membawa bunga mawar yang sudah kering itu.
Yi Kyung mengingat semua hal yang aneh pada dirinya selama ini, rambutnya yang tiba2 jadi bersih, mata kakinya yang terluka, ibu kost yang berkata sudah pernah ketemu dengannya, dan saat dia muntah2. Terakhir bagaimana lututnya bisa luka.
Ji Hyun sudah gelisah, "ada apa kakak?"
Yi Kyung : "Apa yang terjadi denganku?" lalu tertawaÂ
Ji Hyun bingung dan mencoba menghubungi Scheduler.
Yi Kyung bangkit dan memeriksa kardusnya, menemukan sampo dll.
Yi Kyung berkata "aku sudah lelah dengan semua ini, muak."Â
Ji Hyun bingung, "kakak, apa yang kau katakan?"
Yi Kyung membuka lacinya dan mencari-cari, lalu menemukan tali. Yi Kyung terus saja berkata ia muak.
Ji Hyun panik, "kau mau apa?"
Yi Kyung sudah stress dan ia ingin menggantung diri.
Ji Hyun ketakutan, "kakak, jangan! Kau tidak boleh mati!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...