
😄
...****************...
Jh-Kyung tertegun. Han Kang tanya lagi, "kau Ji Hyun, iya kan?"
Jh-Kyung menyangkal "apa yang kau bicarakan?"
Han kang berkata dia melihat Ji Hyun main musik di Jinan, di aula. Kau biasa menyanyi lagu itu dalam kunci minor.
Dalam hati Jh-Kyung heran, "dia melihatku? Kapan?"
Han Kang masih stres : Piano itu, lagu itu, tingkah lakumu, gerak2 gerikmu dan ekspresimu, semua mirip dengan Ji Hyun.
Jh-Kyung beralasan, "mengubah kunci minor seperti ini, cara menyanyi seperti ini, selama kau tahu main piano, semua bisa melakukannya. Kau juga bisa. Lagipula ini adalah lagu populer"
Jh-Kyung berkata ia tidak pernah tahu dimana Jinan itu. Bagaimana kau bisa berkata aku ini orang lain, itu tidak masuk akal.
Han Kang bingung, "aku tahu tidak masuk akal, tapi terasa seperti itu. Meskipun kau bukan Shin Ji Hyun, kenapa sepertinya kau adalah Shin Ji Hyun?"
Jh-Kyung : Kenapa kau tanya aku itu?
dalam hati : Kang, kumohon, jangan seperti ini.
Paman Oh masuk dan melihat ketegangan diantara keduanya lalu sengaja berkata "ah musim semi benar2 sangat indah"
Keduanya mengiyakan. Yi Kyung "kau tidak tahu kalau kita tutup hari ini?"
Jh-Kyung mengiyakan, lalu Han Kang jalan keluar.Â
Setelah Han Kang pergi, Paman Oh menjelaskan kalau Ibu Han Kang meninggalkan piano itu untuk Han Kang setelah ia meninggal. Satu2nya kenangan akan ibunya. Jadi Han Kang tidak suka sembarang orang main piano itu.
Jh-Kyung minta maaf, ia tidak tahu itu. Dia mungkin marah.
Jh-Kyung dan Han Kang sama-sama merenung. Keduanya keluar lewat pintu yang berbeda, hanya terpisah dinding. Keduanya tidak menyadari kehadiran masing2.
Jh-Kyung : Han Kang, bagaimana kau tahu?
Han Kang : Tidak masuk akal
Jh-Kyung : Jika Kang curiga, apa yang seharusnya kulakukan sekarang?
Han Kang : Aku pasti terlihat seperti orang gila.
Lalu keduanya beranjak dan Han Kang melihat Yi Kyung.Â
Jh-Kyung sedikit kikuk, "um..aku sepertinya mengingatkanmu pada temanmu"
Han Kang mengakuinya, bahkan sangat mirip. Tapi kalau dipikir lagi, tidak juga.
Jh-Kyung membungkuk, "baiklah aku pergi"
Han Kang meminta nomor ponsel Yi Kyung.Â
Han Kang ingin tahu apa yang terjadi kemarin. Jh-kyung berkata kalau dia sakit, makanya tinggal di rumah. Tapi Han Kang berkata "aku melihatmu seperti wanita gila, bagaimana ini tidak membuat orang cemas?"
Jh-Kyung dalam hati : Kau cemas tentang Song Yi Kyung sampai seperti itu? dan kau marah karena merasakan kehadiranku di sekitar Yi Kyung?
Han Kang : Ini..jika kau perlu uang...
Tapi Jh-Kyung segera pergi, "aku pergi"
Di jalan ia merenung, "Han Kang juga menyukai Song yi Kyung, aku tidak punya teman yang mencintaiku. Seseorang yang benar2 tulus mencintaiku. Aku hanya punya ibu dan ayah"
Sementara Han Kang mengamati rantai di tangannya.
Seo Woo komen kalau Jh-Kyung benar2 mirip temannya, tempat duduk yang ia pilih, dan juga reaksinya pada roti. Seo Woo ingin tahu bagaimana termosnya bisa ditangan Yi Kyung, apa In Jung kencan dengan saudara laki-laki Yi Kyung?
Jh-Kyung berkata kalau dia tidak punya saudara laki dan kalau masalah itu, Seo Woo harus tanya pada In Jung sendiri.
Ayah Ji Hyun terserang lumpuh di lengannya saat akan makan dan Ibu Ji Hyun teriak ketakutan "Sayang, ada apa denganmu? Ayah!"
In Jung dan Min Ho makan bersama di tempat sebelum Min Ho pergi ke Amerika.
In Jung ingin jalan-jalan setelah makan tapi Min Ho ingin pergi ke RS dan mengikuti rapat.
In Jung minta Min Ho tidak membicarakan tentang RS atau Ji Hyun lagi. In Jung ingin keluar dari perusahaan. "Sejak insiden hantu kemarin, aku tidak ingin tinggal di perusahaan .."
Min Ho tanya apa maksudnya. In Jung berkata "ada rumor tentang hantu yang mencegah surat wasiat ditandatangani dan itu sudah menyebar di kantor. Semua terus saja bertanya padaku, membuatku sangat kesal"
Min ho merasa itu hanya insiden yang kebetulan, dan ia tidak percaya orang menganggapnya serius.
In Jung : Karena materai itu jatuh, mereka percaya perusahaan tidak seharusnya diberikan padamu, kakak.
In Jung juga tidak mengerti kenapa Presiden ingin memberikan perusahaan pada Min Ho, kenapa dia menulis wasiat?
Jh-Kyung pergi ke Rs dan ingin memberikan roti untuk ayahnya, ia latihan bicara sebelum menemui ayahnya.
Tapi Jh-Kyung kaget sekali ketika mengintip kamar Ji Hyun, ayahnya juga terbaring di bed di samping Ji Hyun, Ayah,
"kenapa kau seperti itu? Ayah, apa kau sakit? kau pasti kelelahan karena aku"
Jh-Kyung lari dan bertemu Min Ho. Min Ho kaget karena melihat Jh-Kyung menahan tangis "kau kenapa? kenapa kau disini? apa kau sakit? Apa terjadi sesuatu?"
Jh-Kyung dalam hati : Bagaimana kau bisa terus datang kesini? kau ingin mendapatkan perusahaan dari warisan?
Jh-Kyung mengabaikan Min Ho dan terus pergi. Tapi Min Ho memegang lengannya, "lepaskan tanganku.."
Min Ho berkata "aku cemas".
Jh-Kyung melepaskan lengannya dan pergi.
Min ho masuk ke kamar Ji Hyun dan Ibu berkata dia panik sekali saat ayah Ji Hyun pucat dan tidak bisa menggerakkan lengannya sedikitpun. Wajahnya juga seperti kena stroke.
Ayah memberi kode pada Min ho untuk diam saja.
Dokter Jo berkata ini karena kelelahan kerja, tapi Ibu mengira lebih serius dari itu. Ayah minta Ibu keluar memanggil perawat tapi Ibu berkata dia juga tahu kalau hanya menarik jarum infus dan minta suaminya mengadakan pemeriksaan lengkap.
Diluar, Min Ho mengatakan juga kondisi sesungguhnya pada Ibu dan Ibu hampir pingsan. Min Ho ingin Ibu mendesak ayah untuk operasi.
Jh-Kyung mengamati mereka dari jauh, ia hampir lari ketika melihat ibunya hampir pingsan, tapi ia menahan diri.
Min ho membantu ibu untuk masuk lagi ke dalam dan Jh-Kyung ingin tahu apa yang dikatakan Min Ho pada Ibunya.
Seo Woo ingin tahu siapa pacar In Jung sebenarnya, karena awalnya ia pikir adalah kakak Yi Kyung, ternyata Yi Kyung tidak punya saudara laki. Seo Woo mengaku ia melihat In Jung bersama pria yang mirip Min Ho.
In Jung terkejut : Park Seo Woo! Apa maksudmu?
Seo Woo minta maaf, ia tahu In Jung akan marah. Kau dan Kang Min Ho, itu konyol.
In Jung berjanji akan mengatakannya nanti dan Seo Woo tidak perlu seperti itu. Seo Woo tanya lagi, dia bukan pria yang sudah menikah, kan?
In Jung : Bukan.
Ibu Ji Hyun menangis karena suaminya dan juga putri tunggalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...