
Terlihatlah seseorang yang duduk menikmati sebuah pertunjukan kecil di seberang jalan ..
"Elma-si..." panggil Dinar
Elma tersontak dan langsung menoleh ke pemilik suara ",Dinar .. akhirnya datang juga .. aku merindukamu kenapa kau susah sekali dihubungi kemana saja kau?" tanya Elma bertubi tubi sembari memeluk Dinar
"maaf aku ada sedikit sibuk akhir akhir ini .. oh iya ada apa kau memintaku menemui mu?" tanya Dinar
"mmpung kita bertemu disini aku ingin bicara sesuatu padamu .. " ujar Elma ..
"bicara apa?.." tanya Dinar penasaran
"Lusa.. aku ingin bertemu dengan mereka ayu Tria Ina . . aku merindukan mereka.." kata Elma antusias
mendengar kata Ina dada Dinar kembali sesak .. mengingat apa yang sudah terjadi pada ina .. namun Dinar berusaha keras untuk menyembunyikannya ..
"hah . jinja kau serius .. baiklah aku akan mengajak mereka lusa untuk bertemu denganmu.. mereka pasti senang" ujar Dinar yang sangat bahagia
"Tapi aku tidak yakin mereka mau menerimaku lagi atau tidak" ucap Elma kini agak sendu
"Elma .. mau bagaimanapun kau adalah sahabatku sahabat kami .. jadi percayalah kita akan kembali seperti dulu" ujar Dinar yang menepuk punggung Elma
"Tapi .. " kata Elma terpotong oleh dering ponsel Dinar .. Dilihatlah terdapat nama ayu yang terpampang jelas di layar ponsel Dinar ..
"Elma ayu sudah menelfon ini pasti karena aku sudah pergi terlalu lama" ujar Dinar yang sudah bersiap akan pergi
"Hyungku akan segera datang apa kau tidak mau berkenalan terlebih dulu?" tutur Elma
"Lain kali saja .. sekarang aku harus pergi" ucap Dinar terburu buru
"Baiklah .. kau pergilah jangan buat mereka menunggu dan kawatirkanmu" cetus Elma pada Dinar
Dan Dinar segera pergi dengan berlari kecil
skip sampainya di kedai ramen
"maaf aku pergi terlalu lama tadi agak sedikit mengantri disana" bohong Dinar
"kenapa telvonku tidak kau jawab ?" tanya ayu intens
"Aku sedang dikamar mandi tidak mungkin jika aku menelvon sambil buang air" elak Dinar
"Sudah makanlah nanti keburu makananmu dingin" ujar tria menyodorkan sebuah mangkok ramen pada dinar
"Ee eh kemana Ahoo? " Dinar melihat sekeliling btaoi Ahoo ttep tidak ada dimna mna
"Dia bilang dia ingin menemui adiknya dan dia akan peluang terlebih dahulu" jelas Steve
"Oh oke" jawab Dinar singkatan dan kemudian memakan ramennya
**
skip selesai makan
"Aku dengar akan ada pesta kembang api malam ini .. bagaimana jika kita menunggu dulu.. hnya tinggal 2 jam saja acara akan di mulai .. bagaimana?.. ayolah mau ya ?" ujar Tria memohon
"Kau tau darimana?" tanya Dinar
"Internet hehe" jawabnya singkat
"Aku sudah bosan disini .. ayo pulang saja " rengek ayu
"Tapi aku mau melihat kembang api ayu" ujar Tria
"Aishhh . terserah saja" kesal ayu .
"Kita tunggu saja .. sembari menikmati angin malam kota Seoul " kata Shin Yoo sebagai penengah
dan akhirnya mereka semua menurut untuk tinggal lebih lama dan menunggu pesta kembang api itu
*****
"Dinar" panggil Shin Yoo pelan
Dinar menoleh ke arah samping tempat Shin Yoo duduk .. "Ada apa oppa?" tanya Dinar
"ikut aku sebentar.."ajak Shin Yoo yang menggandeng tangan Dinar
"Aaa mau keman?" tanya Dinar
"Ya oppa mau kau bawa kemana Dinar hah?" tanya Tria yang menarik sebelh tangan Dinar lagi
"aku ingin membicarakan sesuatu padanya .. " jawab shin yoo
"Kenapa tidak bicara disini saja" ujar ayu
"Aku butuh waktu untuk berdua hanya aku dan Dinar .. kumohon ijinkan aku membawanya .." ucap Shin yoo lagi
Ayu Tria dan Steve yang mengerti maksud Shin Yoo hanya mengangguk pelan..
Tria melepaskan tangan Dinar ..
Dan dibawalah Dinar oleh Shin Yoo ke suatu tempat
*********
skip sampai yah
"Oppa kenapa kau membawaku kesini?" tanya Dinar
"Disini lebih tenang" jawab singkat Shin Yoo yang duduk si sebuah kursi
Dinar hanya berdiri melihat sekeliling ..
"Duduklah.." Shin Yoo menepuk kursi tepat di sisi sebelah kanannya dan menarik tangan Dinar
"Ahkkhh... kau ini selalu saja memaksa .. " gerutu Dinar yang memegang pergelangan tanganya
"Apa itu sakit... mianhae Dinar . mianhae" Shin Yoo menarik tangan Dinar dan mengambil alih aktivitas Dinar yang sedang mengelus pergelangan tangannya..
"Aniaa ini tidak sakit" Dinar melepas pegangan tangan Shin yoo
Suasana menjadi hening seketika .. Dinar mulai memainkan kakinya matanya melihat kesana kemari .. Ratusan bintang yang tergelar dilangitpun tak lepas dari pandanganya ..
"Dinar ..." panggil Shin Yoo lembut
"Nee.." Dinar menoleh ke arah pemilik suara
"Bagaimana dengan jawabnmu?" tanyanya yang memulai pembicaraan
"Jawaban apa?" tanya Dinar bingung
'Kau tidak mungkin lupa kan dengan apa yang aku pernah ungkapkan padamu Minggu lalu" Shin Yoo mulai menatap Dinar serius
"Eoh .. emm iya aku ingat" ucap Dinar memalingkan wajahnya karena malu
Shin Yoo memegang dagu Dinar dan menolehkanya padanya ..
"Huuuffhhh (membuang nafas kasar) .. Dinar maukah kau menjadi kekasihku ..?" ucap Shin Yoo dekat memandang Dinar dalam dan menggenggam erat kedua tangan dinar.. pandangannya begitu lekat ..
Dinar hanya memandang wajah yang kini tepat berada di depan wajahnya .. Dah Dig Dug. . jantungnya berdebar sangat kencang .. baru kali ini Dinar dihadapkan dengan situasi ini ....
Karena bingung dengan apa yang akan dia lakukan.. Dinar mendorong pelan tubuh Shin Yoo agar sedikit menjauh darinya
"Hhuuhh (Membuang nafas lembut karena gugup) Aku minta maaf oppa .. Aku memang mencintaimu .. tapi aku juga harus fokus pada kuliahku .. sebentar lagi aku akan pulang ke indo untuk menyelesaikan skripsiku .. Jadi sepertinya akan sulit jika kita menjalin hubungan" jawab Dinar yang masih setia dengan rasa gugupnya
"Hey itu bukan masalah besar (Satu sentuhan lembut mendarat di pipi Dinar) Selesaikan skripsimu setelah itu kembali kesini lanjutkan S2mu disini .. aku sudah membicarakan ini pada ayu dan Tria dan mereka bilang .. mereka juga ingin berkuliah disini .. jadi mengapa tidak?" tutur Shin yoo yang mencoba meyakinkan Dinar
"Aku tidak yakin soal itu.. aku akan pulang Minggu depan dan aku tidak tau kapan aku akan kembali.. aku tidak mau memberikan harapan kepada seseorang" ujar Dinar yang telag memikirkan semua sejak Shin Yoo mengungkapkan perasaanya .. Dinar takut jika berhubungan tapi tidak bersama akan terjadi hal hal yang tak terduga. seperti selingkuh misalnya ....
"Kalau begitu biar aku yang datang ke Indonesia.. biar kita bisa selalu bersama" ucap Shin Yoo bersemangat
"Entahlah aku masih bingung oppa" Dinar menjatuhkan pandanganya ..
"Aku mengerti .. baikalh aku akan bersabar menunggumu disini" Shin Yoo menepuk pelan lengan Dinar dan memeluk Dinar sekilas
Dinar membalas pelukan Shin Yoo ..
Tiba tiba ..
Dduuarrrrrr Dduuaarrr Duuaarrrr.. suara kembang api terdengar bersahutan .. Dilihatlah ke arah langit yang menjadi semakin indah karena cahaya letusan kembang api .. ya pesta itu sudah dimulai .. akhir perbincangan yang indah dengan disambut suara kembang api ..
Dinar dan Shin Yoo memandang langit dengan posisi yng masih berpelukan .. tercipta sebuah senyum kebahagiaan disana .. mereka berdua sangat menikmati malam yang indah ini.. Tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya...
***"""