
cekklleekk..!!!
"Kami pulang" ...
Dinar yang mendengar itu dia langsung tersontak dan segera menghampiri asal suara ..
"Kalian lama sekali ?" ujar Dinar
"Maaf Dinar tadi ada sedikit hal yang harus di selesaikan jadi waktunya menjadi agak terulur" jelas ayu ..
Tria hanya diam Dinar yang melihat itu mersa aneh dengan Tria
"Tria kau kenapa ? apa kau baik baik sja?" tanya Dinar kawatir
"Aku baik .." singkat Tria menjawab
Dinar memandang ayu .. ayu hanya menggelengkan kepala pelan dan pergi membersihkan badan ..
"sebenarnya kalian ini kenapa ..? dari mana kalian ..? kenapa menjadi seperti ini jika aku slah maafkan aku" tutur Dinar yang bersuara
Ayu yang baru saja mau masuk kamar mandi dia sontak berbalik badan ..
"Dinar kau yang kenapa ..? kami hanya lelah mengertilah" ujar ayu dengan nada sedikit menekan ..
"Aku pusing tolong diamlah!" ujar Tria yang menutup kuping
"Maaf .. aku memang tidak bisa mengerti kalian .. maaf.. aku hanya bingung dengan sikap kalian yang berubah .. tapi maaf jika aku salah maaf" ujar Dinar yang kemudian kembali ke kasurnya
"Dinar bukan itu maksud ku" ujar ayu terpotong
"aku paham maksudmu ayu .. aku minta maaf " ucap Dinar . "Aku akan keluar sebentar. ..kalian beristirahatlah " lanjutnya singkat yang langsung pergi
"Dinar kau mau kemana .. " teriak ayu namun tidak ada jawaban ..
"Aish anak itu " gerutu ayu lagi
Dinar POV
"Aku memang bukan sahabat yang baik .. aku terlalu banyak drama .. aku akan membiarkan mereka beristirahat dulu .. lebih baik aku menenangkan diriku di taman .. aku butuh udara segar" ucap Dinar dalam hati ..
Duduklah Dinar di sebuah kursi dengan memakai earphone di telinganya.. dengan ditemani irama musik dan dia memejamkan mata merasakan hembusan angin yang lembut mulai menyapu wajahnya ..
(Menghela nafas lembut) "Ini sangat nyaman" ujarnya dalam hati
Sudah sekitar 20 menit Dinar menikmati kenyamanan itu .. tiba tiba ponselnya berdering menandakan pesan masuk dari ayu .. "Dinar pulanglah ada yang ingin kami bicarakan" isi pesan ayu
Dinar yang membaca itu langsung bergegas kembali ke hotel ..
skip Sampai hotel
Cekklek "Aku pulang .." ujar Dinar
terlihatlah ayu yang sedang memainkan ponselnya dan Tria yang sedang sibuk dengan laptopnya
"Emm ayu ada apa ? katanya ingin ada yang dibicarakan?" tanya Dinar
"Duduklah Dulu .. kau ini dari mana saja ?" tanya ayu memandang dinar ..
"aa..aakuu hanya mencari udara segar tadi di taman .. ada apa?" tanya Dinar lagi
"emm .. ehh Tria kau saja yang bicara" ujar ayu
"Aku? kenapa aku.. ? kau kan bisa" jawab Tria
"Aa.. heheh . kau saja Tria " ujar ayu cengegesan ..
"Aishh.." kesal Tria
"ada apa sebenarnya..? " ujar Dinar yang memotong perdebatan
"Oke .. pertama maaf kan kami jika tadi aku dan ayu membuatmu kesal .. dan yang kedua .. besok kau tidak ada janji dengan siapapun kan?"" tanya Tria
"Emm aniya .. memangnya knpa?" tanya Dinar bingung
"Jadi besok aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat" ujar Tria
"Suatu tempat? kemana? dengan siapa? " tanya Dinar bertubi tubi
"Sebenarnya Steve yang mengajak" sahut ayu
"Aku tidak ingin bertemu dengan nya saat ini" ujar Dinar
"Aku tau Dinar tapi ini demi kebaikan kita .. dan jika memang ini benar kita akan dikejutkan dengan sesuatu" tutur Tria
"Sesuatu apa ? aku tidak mengerti jelaskan lebih rinci lagi" makin penasaran Dinar karena mendengar ucapan Tria
"Emm kita akan tau besok .. jam 10 kita berangkat .. tapi kau harus berjanji kau tidak boleh sedih atau apapun .. " ujar Tria lagi
"Sedih?? ada apa sih.. aku benar benar tidak mengerti" ujar Dinar frustasi
"Bersabarlah sampai besok sayang" ujar ayu memegang lengan Dinar
"Huuuffhhh (Menghela nafas) iya baiklah " singkat Dinar
"berjanjilah untuk baik baik saja nee.. aku tidak mau melihat kau seperti kemarin-kemarin" tutur Tria tersenyum manis
"aku baik baik saja Tria .. emm tria ayu terimakasih sudah menemaniku setiap saat.. aku merasakan apa yang tidak aku rasakan di keluargaku .. aku bahagia dengan ini .. terimakasih telah menghawatirkanku .." ujar Dinar yang matanya mulai berkaca-kaca
"Aku dan Tria adalah keluargamu .. jangan berterimakasih tentang ini " ujar ayu
Berpelukanlah mereka bertiga ..
ya memang persahabatan mereka selalu hangat seperti ini ....
skip skip
keesokan harinya
"Sudah siap kan ayo kita pergi .." ajak Tria yang cantik memakai dress kotak kotak lengan panjang setinggi lutut ..
"Sudah .. wuah kau cantik sekali Tria .." kagum Dinar ..
"Aaahh gomawo .. kau juga cantik Dinar" ujar Tria yang melihat Dinar memakai dress merah muda lengan pendek setinggi lutut dan rambut terurai di hiasi jepitan pita kecil di sisi kanan rambut
"aku juga mau pakai dress .." ayu memonyongkan bibirnya
"Kau cantik seprti ini ayu .." ujar Dinar ..
ayu memakai kaos agak longgar yang dipadukan dengan rok pendek dan sepatu kets dengan topi yang membuatnya semakin terlihat imut
"Benarkah??" tanya ayu
"Iya benar .. ayo berangkat nanti Steve lama menunggu kita" tutur Tria yang berjalan terlebih dulu
"Ayo ayu .." ujar Dinar mengambil tas dan menarik ayu
(Nah pergilah mereka ke taman untuk bertemu steve)
sampainya di taman
Ternyata Steve tidak sendiri dia ditemani oleh dia pria ya siapa lagi kalau bukan park Shin Yoo dan juga Ahoo
"Kalian juga disini?" tanya ayu yang baru datang
"Iya Steve yang mengajak .." jawab Shin Yoo
"Emm bagaimana kabarmu Dinar?" lanjutnya bertanya pada Dinar
"Emm baik oppa" jawab Dinar dengan sedikit menundukkan kepala dan senyum tipisnya
"Ayo ikut aku" tutur Steve yang langsung berjalan memimpin diikuti oleh kelima temannya
"Kita akan kemana?" bisik ayu pada Tria
"Sudah ikuti saja dia" Jawab Tria singkat
setelah berjalan sekitar 10 menit sampailah mereka ditempat yang Steve maksud ..
yaa itu adalah PEMAKAMAN .. Steve dan yang lain berhenti di sebuah kuburan yang tertulis nama ina di batu nisanya
"Pemakaman?? kenapa kita kesini? dan makam siapa ini? kenapa ada nama Ina disini??'' tanya Dinar bertubi tubi
Ayu dan Tria yang sudah tau dari awal mereka hanya diam mematung memandang sebuah makam tempat peristirahatan terakhir sahabtnya.. seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat .. hatinya bak dihantam batu besar .. sakit ..iya itu yang mereka rasakan . sedangkan Shin Yoo dan Ahoo hanya bisa beradu pandang karena tak mengerti maksud Steve
"Steve katakan apa maksudmu?" tanya Shin Yoo
"Aku akan mengatakan sebuah fakta besar disini.." (Air mata mulai mengalir .. Steve menceritakan dengan teliti setiap kejadian Ina dan alasan mengapa dia bersikap seperti itu kepada Dinar)
"Tidak mungkin ..tii daak .. kau bohong kan .. dimana Ina. kembalikan dia padaku sekarang kumohon" Hati Dinar Hancur dibuatnya karena perkataan Steve .. kakinya seakan lemas tak bertulang.. Berjongkok lah dia si samping batu nisan Ina .. air mata tidak bisa terbendung .... sekarang ketiga gadis itu hanya bisa memandangi sebuah gundukan tanah yaitu tempat peristirahatan terakhir Ina sahabtanya ..
"Steve ..Aku mengerti apa yang kau maksud apa yang kau inginkan dan apa yang ingin kau selesaikan .'' tutur park Shin Yoo mengelus punggung Steve
"aku minta maaf padamu .. dan kau Dinar ..aku melakukan ini hanya demi permintaan terakhir Ina .. tidak ada maksud lain aku bersumpah" ujar Steve
Seketika suasana menjadi sangat canggung .. hanya ada suara isakan dari ketiga gadis ...
ketiga pria itu hanya menatap sendu .. seakan hatinya ikut hancur melihat ketiga gadisnya menangis
"Emm lebih baik kita pulang .. ini sudah semakin sore .. sebentar lagi akan petang" ujar Ahoo
Namun tidak ada jawaban juga
"Sampai kapan kalian akan menagis .. sudah jangan seperti ini Ina pasti sedih jika kalian seperti ini .. lagipula mau menangis seperti apapun Ina tidak akan mungkin kembali" tutur Shin yoo
"Datanglah lagi besok .. ini sudah waktunya kalian istirahat .. kalian sudah lama menangis apa tidak lelah?" ujar Steve
"Aku masih ingin disini" ujar Tria
"Aku masih ingin temani Ina .. " sahut ayu ..
"Dinar?? ayo kita pulang.. kau sudah lelah hari ini .. beristirahat lah dulu" bujuk Shin Yoo lagi
"Kalian pulanglah dulu. . tinggalkan kami bertiga . kumohon" jawab Dinar yang masih setia Dengan isakan tangisnya ..
"Tapi apa kalian akan baik baik saja" kawatir Shin Yoo
"Tentu saja ..." jawab Dinar singkat
"Kami akan segera menyusul .. Kami hanya ingin berpamitan dengan Ina saja .. jadi Teneng saja" tutur Tria
"Emm baikalh kabari jika ada apa apa" ujar Shin Yoo
ketiga pria itu pergi meninggalkan ketiga gadis itu
***
"Ina kami pergi dulu nee.. kau jangan kawatir besok kami datang lagi" ujar Tria mengecup batu nisan Ina
"Kami akan selalu datang kesini Ina . untuk menemuimu.. kami janji" lanjut ayu yang mengecup pucuk batu nisan Ina juga
"Inaa ... kau jangan takut nee . datanglah ke mimpi kami setiap hari .. aku tidak marah dengan semua ini .. Ina kami sangat merindukanmu dan akhirnya aku bisa melepas rindu meskipun aku tidak bisa bertemu langsung kepadamu tapi aku senang bisa menemukanmu lagi .. tunggu saja kami pasti akan datang tiap hari" ujar Dinar mengelus batu nisan dan diciumnya ..
"Sudah nee ... kajja kita pulang " ajak Tria
"Nee kajja" jawab ayu dan Dinar
"Daa Ina kami pergi dulu.." pamit ketiga gadis itu melambaikan tangan pada kuburan Ina ..
Dan segera pergi dari sana....
****