
*Di pagi hari ..
seperti biasa keempat gadis itu sibuk membersihkan diri dan kamarnya .. sembari bercanda tawa tapi tidak dengan Ina .. dia hanya diam dan diam tidak ada respon apapun dari Ina .. Ayu Tria dan Dinar sebenarnya tau tapi mereka memilih untuk diam karena takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan seperti semalam* ..
"Huhh.. akhirnya selesai juga .. " ujar Tria merebahkan badan di sofa
"aku akan pesankan makanan untuk kita .. kalian mau apa?" tanya Dinar membuka ponselnya
"Apa saja aku ikut kau Dinar" tutur ayu
"Oke.. kau Tria" tanya Dinar kepada tria
"eemm pesankan aku sup jamur .. kelihatanya enak jika dimakan masih hangat" ucap Tria
"Oke sup jamur .. eemm Dann kau Ina??" tanya Dinar ragu kepada Ina
"aku tidak usah" jawab Ina singkat tanpa menoleh
Tentu saja sikap Ina membingungkan semua orang ..
"Kenapa dia . apa masih marah karena semalam?" bisik Tria kepada ayu
"Entah?? tapi kenpa harus marah itu kan salahnya sendiri" jawab ayu
"Huh aku tidak mengerti apa maunya sekarang" cetus Tria
....
"Emm tiga puluh menit lagi makanan datang ... sembari menunggu aku akan keluar dulu .. mengambil laundryan baju kemarin" ujar Dinar mengambil tasnya
"Dinar aku ikut" pinta Tria
"Tidak usah Tria .. aku sendiri saja .. kau disini saja aku tidak lama.. aku pergi dulu ya byee.." Dinar berlalu pergi meninggalkan ketiga sahabatnya..
"Hati hati dijalan ada apa apa kabari aku" ujar ayu
"Nee" jawab Dinar singkat ..
Dinar POV
"Kenapa semua jadi seperti ini? huh .. aku bingung sekarang aku harus apa?" gerutu Dinar sendirian
Dinar berjalan dengan melihat ke kanan dan ke kiri melihat pemandangan Seoul di pagi hari .. tiba tiba matanya terfokus pada sesuatu yaitu seseorang di seberang jalan .. langkahnya terhenti Dinar memfokuskan pandangannya.. "Itu seperti tidak asing bagiku .. emm siapa dia" batin Dinar yang memandang lebih fokus ke arah orang itu ..
"Elma!!!" teriak Dinar "Iya itu Elma .. Elmaa...!! hey elmaa!! disini.." Teriak Dinar keras sembari melambaikan tangan
"Aish dia tidak mendengarku .. aku harus kesana" Dinar berlari seraya meneriaki orang yang dikiranya Elma itu ..
"Hey Elma!! aku Dinar Elma !!" teriak Dinar yang mulai dekat sehingga terdengar oleh seseorang itu dan dia menoleh ..
"Hah..!! Dinar.... !" Terlihat betapa terkejutnya seseorang itu iya benar orang itu adalah Elma
Elma berlari kearah Dinar .. terlihat wajah bahagia antara Elma dan Dinar .... serasa tidak percaya dengan apa yang dilihat Dinar hanya diam memandang Elma yang berlari menghampirinya .. nafasnya tersengal karna berlari air mata mulai turun deras membanjiri pipi .. mata indahnya kini sudah dipenuhi dengan air mata .. ...
"Elma.. kemana saja kau aku lelah mencarimu .. knapa tidak mengabari kami hiks hiks kau lupa pada kami .. apa karna kau sudah punya sahabat baru disini? tutur Dinar bertubi tubi dengan tangisanya yang masih kacau
"Mian Dinar mian hiks hiks aku tidak melupakan kalian hanya saja ponselku dicuri jadi nomor kalian hilang bahkan akun sosial mediaku tidak bisa ter login disini aku tidak tau kenapa" jawab Elma yang masih memeluk Dinar
"Aku merindukanmu dan Ina ayu Tria juga sangat merindukanmu" ucap Dinar
"Tunggu (melepas pelukannya) dengan siapa kau disini dimana yang lain ?" tanya Elma
"Ada mereka ada di sini kita menginap di hotel milik sahabat ayah Tria .. apa kau mau bertemu mereka aku akan menelfon mereka" ujar Dinar mengeluarkan ponsel dari tasnya
"Emm aku belum siap Dinar .. aku takut mereka tidak menerimaku lagi" ucap Elma yang mulai menangis
"Heemm Elma .. apa kau tau bagaimana keadaan ayu setelah kau pergi begitu saja hilang dari pandangan kami bahkan hilang kabar di waktu yang lama ?" tanya Dinar ..
"Apa?? apa yang terjadi katakan padaku Dinar" desak Elma kepada Dinar
"nee . duduklah Dulu akan ku ceritakan semuanya padamu" Dinar mengajak Elma duduk di kursi bawah pohon yang berada tidak jauh dari tempatnya
"Pali Dinar ceritakan .. ada apa dengan ayu dan kalian semua?" ucap Elma
"baiklah .. jadi begini ...." mulailah Dinar bercerita tentang ayu yang sangat merasa kehilangan dan semua hal termasuk yang ayu bilang jika dia sudah tidak ada keinginan untuk kekorea karna masalah ini ..
singkat cerita "begitu Elma " ucap Dinar mengakhiri ceritanya
"Emm Dinar apa kau mau berjanji padaku?" ucap Elma
"Berjanji ..? soal apa?" tanya Dinar
"Jangan beri tahu kepada yang lain jika kita sudah bertemu?" tutur Elma
"hah wae Elma .. kau tidak mau bertemu mereka hah!" Dinar terkejut dengan apa yng di katakan Elma
"Bukan .. maksudku aku belum siap bertemu mereka .. aku pasti akan menemui mereka aku janji tapi tidak sekarang" tutur Elma ..
"Aku mengerti sekarang .. baikalh aku tidak akan memberitahu kepada yang lain.. tapi apa bisa kita sering bertemu?" tanya Dinar dengan senyum
"Tentu saja aku akan memberikan nomor ponselku padamu .. ingat jangan sampai ada yang tau" ujar Elma
"Nee Elma..." jawab Dinar
mereka melanjutkan obrolanya .. bercerita tentang kisah masing masing .. mencurahkan semua rasa kerinduan yang diderita selama kurang lebih dua tahun .. yang mulanya tidak ada harapan akan pertemuan ini dan pada akhirnya Elma orang yang selalu dirindukan ada di depan mata..
Ditengah perbincangan hangat tiba tiba terdengar suara ponsel Dinar ..
Dreettt Drett... "Emm sebentar Elma " ucap Dinar membuka ponselnya.
"Emm siapa Dinar?" tanya Elma ..
"emmm....."
oke tetep stay tune sayang π